Rumah mantan calon Walikota Sibolga, Muhammad Fadhil Thoib Hutagalung, yang berada di Medan, menjadi sasaran pelemparan batu oleh orang tidak dikenal (OTK), Jumat dini hari sekitar pukul 03.25 Wib.
Dua pelaku yang melakukan pelemparan batu ke rumah mantan calon Walikota Sibolga terekam oleh kamera CCTV miliknya. Dalam video tersebut, tampak dua orang yang mengendarai sepedamotor berbaju putih dan berboncengan dengan pria yang mengenakan hodie hitam.
Kemudian, pria yang mengenakan hodie hitam turun dari sepeda motor dan berjalan menuju garasi mobil milik Fadhil Thoib Hutagalung. Tanpa terlihat adanya percakapan, pria tersebut diduga langsung melakukan pelemparan ke arah garasi.
Dalam rekaman CCTV, aksi pelemparan tampak dilakukan sebanyak dua kali, sebelum pelaku kembali menuju sepeda motor dan melarikan diri bersama rekannya.
Akibat aksi tersebut, kaca depan mobil pribadi milik Fadhil Thoib Hutagalung pecah.
"Kejadian hari ini 3.25," ucap Fadhil,
Peristiwa ini bukan kali pertama kediaman Fadhil diduga menjadi sasaran aksi kekerasan. Menurut Fadhil, kejadian serupa sebelumnya juga pernah terjadi menjelang Pilkada Sibolga.
Insiden pertama terjadi pada 29 Oktober 2023 sekitar pukul 09.32 WIB. Saat itu, seorang pria yang mengenakan jaket dan helm terekam CCTV berada di sekitar kediamannya.
Dalam rekaman tersebut, pria itu diduga menyiramkan bahan bakar minyak (BBM) ke mobil milik Fadhil yang berada di garasi, sebelum kemudian terjadi kebakaran.
"Kejadian tersebut sudah dilaporkan ke Polsek Helvetia, sedangkan untuk peristiwa pelemparan, kami akan buat laporan ke Polres dan saat ini masih proses," ucap Fadhil.
Peristiwa tersebut menyebabkan mobil mengalami kerusakan akibat terbakar. Sejumlah fasilitas di bagian rumah juga dilaporkan ikut terdampak.
Kini, hampir tiga tahun berselang, kediaman Fadhil kembali diduga menjadi sasaran serangan.
Rentetan kejadian tersebut menimbulkan tanda tanya besar mengenai motif dan tujuan di balik aksi yang menyasar kediaman mantan calon kepala daerah tersebut.
Terlebih, aksi terbaru terjadi saat suasana dini hari, ketika lingkungan sekitar relatif sepi. Pelaku juga terlihat datang berboncengan dan langsung meninggalkan lokasi setelah melakukan pelemparan.
Fadhil berharap aparat kepolisian segera mengusut kejadian tersebut secara serius dengan memeriksa rekaman CCTV dan mengidentifikasi pelaku.
Ia juga berharap kejadian tersebut tidak dianggap sebagai aksi kriminal biasa, mengingat kediamannya disebut telah dua kali menjadi sasaran dalam rentang waktu yang berbeda.
Aksi pelemparan terbaru ini kini kembali menyisakan keresahan sekaligus pertanyaan siapa pelakunya.
"Apa motifnya, dan mengapa kediaman saya kembali menjadi sasaran," ucapnya.