Rabu, 19 Agu 2026
Misteri Kematian Boy Simamora Temui Titik Terang dan Minta Polisi Panggil 5 Sahabat Korban
Tapteng (utamanews.com)
Oleh: Bambang E. F Lubis Kamis, 16 Jul 2026 15:16
Ayah Boy Simamora, Saudara Lamsehat Simamora (kanan) didampingi Kuasa Hukumnya, Parlaungan Silalahi, SH., MH., (kemeja Kotak-kotak) saat diwawancarai wartawan di Polres Tapteng.
Istimewa

Ayah Boy Simamora, Saudara Lamsehat Simamora (kanan) didampingi Kuasa Hukumnya, Parlaungan Silalahi, SH., MH., (kemeja Kotak-kotak) saat diwawancarai wartawan di Polres Tapteng.

Misteri penyebab kematian Boy Simamora (21) pria asal Kecamatan Sarandorung, Kabupaten Tapanuli Tengah, akhirnya mulai menemui titik terang, setelah Polres Tapteng menggelar perkara di Satreskrim setempat dan sekaligus mematahkan spekulasi liar korban tewas diterkam buaya.

Agenda ini menghadirkan Dokter Forensik RSUD Pandan dr Binsar Lubis, kedua orangtua Boy Simamora, juga pengacara keluarga korban, gelar perkara digelar secara internal.

Dalam proses berlangsung sekitar 90 menit, penyidik memaparkan bukti dan hasil autopsi jenazah korban yang ditemukan di Sungai Saga Matua Sirandorung pada 28 Mei 2026 lalu.

Pengacara keluarga Boy Simamora, Parlaungan Silalahi, SH., MH., menyimpulkan sesuai disampaikan ahli forensik yang sudah dibacakan secara patologi.
"Penyebab kematian Boy Simamora, mati lemas karena terhalangnya udara masuk ke paru-paru akibat trauma benda tumpul. Kemudian ditegaskan juga bukan karena dimakan atau diterkam buaya," ujarnya di Halaman Mapolres Tapteng kepada awka media, Rabu (16/7/2026) sore. 

Menurut Pengacara kondang ini, hasil forensik yang sudah diungkap menyatakan tak ada identik sama sekali bekas gigitan buaya yang ditemukan di tubuh Boy Simamora.

"Buaya punya gigi dan lebih panjang dari gigi hewan lain. Artinya disini ada terjadi dugaan tindak pidana pembunuhan. Kami tidak bisa memastikan sekarang siapa pelakunya," beber Parlaungan Silalahi.

Lebih lanjut, Parlaungan juga meminta kepada Kepolisian agar memanggil lima orang teman Boy Simamora yang sewaktu kejadian sempat bersama-sama di areal kebun sawit di Sirandorung.
produk kecantikan untuk pria wanita

"Kami mendapat informasi bahwa kelimanya telah melarikan diri. Patut kami menduga ada kaitan atau kerja sama dengan oknum atau pelaku lain," katanya.

Selain itu, sambung Parlaungan Silalahi, asumsi publik yang menyebutkan Boy Simamora meninggal karena diserang buaya berawal dari pengakuan seorang warga berinisial TS melihat sosok manusia dimakan buaya di Sungai Sirandorung.

"Dia adalah orang yang pertama kali melihat ada sesosok mayat dan kemudian buaya mencicipinya. Tapi dia tidak menyatakan bahwa itu adalah Boy Simamora. Kami minta Titus Siregar dipanggil dalam waktu 2x24 jam," tegasnya. 

iklan peninggi badan
Bahkan, pernyataan TS mulanya membuat keluarga Boy Simamora percaya dengan perkataan saksi, namun pada akhirnya muncul banyak kejanggalan yang membuat kedua orangtuanya mulai curiga.

Dalam kesempatan ini, Saudara Lamsehat Simamora atau ayah Boy Simamora mengaku lega karena penyebab kematian anak sulungnya itu dimakan buaya terbantahkan dan mulai mengungkap tabir.

"Kemarin katanya anak kami dimakan buaya, ternyata di hasil satu hari ini (gelar perkara), tidak ada muncul kalimat hasil autopsi, bahwa anak kami itu tidak dimakan buaya," ucapnya. 

Dalam kesempatan itu, pria berusia 46 tahun ini bermohon agar Kapolres Tapanuli Tengah AKBP Muhammad Alan Haikel, agar mendalami perkara kematian Boy Simamora yang sudah mengarah ke dugaan pembunuhan, bukan lagi karena dimakan buaya.

"Agar bapak Kapolres mengusut tuntas kasus ini. Karena anak kami ini bukan dimakan buaya," pintanya didampingi istri dan kerabat lainnya. 

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Tapanuli Tengah (Tapteng) Iptu Dian Agustian Perdana membacakan hasil forensik penyebab kematian Boy Simamora.

"Ketika masuk ke dalam air masih dalam keadaan hidup. Kemungkinan besar juga ketika berada di dalam air, seperti trauma akibat benda tumpul," katanya. 

Disinggung soal akibat buaya, Dian kembali lagi menungkit sosok saksi yang melihat Boy Simamora dimakan buaya di Sungai Saga.

"Saksi sudah kami mintai keterangan. Dokter menyatakan ada bekas gigitan, tapi karena tidak melihat langsung, dia tidak bisa menyimpulkan digigit hewan apa," sebutnya.

Dian kemudian menjelaskan tindak lanjut Polres Tapanuli Tengah usai melakukan gelar perkara akan tetap melanjutkan penyelidikan terhadap tewasnya Boy Simamora, agar semakin terang benderang.

"Kami juga akan mendatangi lokasi-lokasi yang bisa menguatkan dalam perkara ini," pungkasnya.

Sampai saat ini, Polres Tapanuli Tengah sudah memeriksa 20 saksi, teman korban, keluarga hingga petugas keamanan PT Nauli Sawit.
Editor: Arman Junedy
Tag:
busana muslimah
Berita Terkini
Index
Berita Pilihan
adidas biggest sale promo samsung flash sale baju bayi wardah cosmetic cutbray iklan idul fitri alfri
Kontak   Disclaimer   Karir   Iklan   Tentang Kami   Pedoman Media Siber

Copyright © 2013 - 2026 https://utamanews.com
PT. Oberlin Media Utama

gopay later