Minggu, 13 Jun 2021 03:04

Kelompok Teroris OPM Sasar Hancurkan Pendidikan Masyarakat Papua

Jayapura (utamanews.com)
Oleh: Tommy
Senin, 10 Mei 2021 02:10
Puspen TNI
Pada Jumat, (7/5) kemarin, kelompok teroris OPM ini kembali menebar terornya dengan membakar bangunan yang berada di Kampung Kimak, Distrik Ilaga, Kabupaten Puncak, Bahkan mereka juga menembaki kantor polisi.

Namun, setelah dilakukan penyelidikan dan olah tempat kejadian perkara, bangunan itu bukanlah rumah penduduk, melainkan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM). 

"Dari hasil olah TKP, diketahui rumah yang dibakar oleh kelompok teroris adalah PKBM," ucap Satgas Humas Nemangkawi Kombes Iqbal Alqudusy, Sabtu (8/5/2021).

Lebih lanjut disampaikan Kombes Iqbal, belum diketahui kelompok teroris OPM mana yang menjadi dalang pembakaran. Sampai saat ini tim Satgas Nemangkawi masih mengumpulan informasi dan petunjuk. 


"Olah TKP ini untuk mencari dan mengumpulkan keterangan, petunjuk, barang bukti, identitas tersangka, dan saksi atau korban untuk kepentingan penyelidikan selanjutnya," ujar Kombes Iqbal.

Beberapa hari sebelumnya tepatnya 2 dan 3 Mei lalu, kelompok teroris OPM juga membakar sejumlah fasilitas umum. Tentu saja, sasarannya gedung sekolah, perumahan guru, gedung puskesmas dan akses jalan raya di sejumlah wilayah Kabupaten Puncak, Provinsi Papua. 

"Fasilitas yang dibakar dan dirusak yaitu lima ruang kelas SD Mayuberi, rumah dinas guru, gedung lama Puskesmas Mayuberi," ucap Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Ahmad Mustofa Kamal, saat itu.

Selain itu, kelompok bersenjata yang kini dikategorikan sebagai kelompok teroris itu juga merusak fasilitas Jembatan Kimak, Jalan Tagaloa dan Jalan Wuloni (pintu angin). Bahkan, saat melakukan aksinya itu, kelompok Teroris OPM membagi tugas, ada yang bertugas membakar gedung lama puskesmas dan gedung SD Mayuberi, sementara kelompok yang lain bertugas merusak tiga titik ruas Jalan Mayuberi, Jalan Kimak dan Jalan Wuloni.

"Menurut laporan Bapak Joni Elatotagam, ada banyak sekali pendukung teroris OPM yang membantu melakukan pembakaran gedung sekolah dan puskesmas serta pengerusakan fasilitas jalan," kata Kabid Humas Polda Papua.


Selain itu, jika melihat jauh ke belakang, dalam kurun waktu 3 pekan terakhir, kelompok teroris OPM makin intens melakukan aksi kekerasan di Kabupaten Puncak, Papua, dengan menembak dua orang guru, yakni Oktavianus Rayo (42) dan Yonathan Rande (30), membakar Helikopter, membunuh tukang ojek, membunuh seorang pelajar hingga gugurnya Mayjen TNI (Anumerta) I Gusti Putu Danny Nugraha dan Bharada Komang dari Brimob.

Sampai saat ini, TNI-Polri masih memburu para kelompok teroris Papua ini. Sebab, teroris ini terbagi menjadi beberapa kelompok setiap menebar aksi teror. 
Editor: Erickson

T#g:pendidikanteroris
Berita Terkait
  • Rabu, 19 Mei 2021 21:19

    Kepala Suku di Paluga Bantah, Tidak Ada Aksi Pembakaran di Wilayahnya

    Kepala suku di wilayah Paluga distrik Ilaga Utara kabupaten Puncak FV Yohan Dewelek, S.Th menyatakan tidak ada aksi pembakaran dan gereja yang dilakukan oleh TNI-Polri di wilayahnya.Hal ini menepis be

  • Jumat, 07 Mei 2021 18:07

    Nicholas Youwe: Saya Tegaskan, Veronica Koman Anda Tidak Punya Hak Bicara Masalah Papua

    Saya tegaskan, khusus Veronica Koman yang selalu memprovokasi dari pelariannya di Australia, Anda sama sekali tidak punya hak untuk bicara masalah Papua. Anda, Veronica Koman, bukan orang Papua. Anda

  • Selasa, 04 Mei 2021 09:34

    Kelompok Teroris OPM Kembali Bakar SD, Rumah Guru dan Puskesmas di Distrik Ilaga

    Pasca ditetapkannya sebagai organisasi teroris oleh pemerintah RI pada Kamis (29/4/2021) bulan lalu, Kelompok Teroris OPM kembali melakukan terornya dengan membakar bangunan SD Inpres Mayuberi, 2 unit

  • Senin, 03 Mei 2021 13:33

    Bamsoet: Teroris Di Papua Lakukan Kejahatan Transnasional Terorganisasi

    Dalam persyaratan sebuah kejahatan transnasional ada empat kategori. Dipersiapkan dan direncanakan di negara lain untuk dilakukan di negara lain, dilakukan di sebuah negara namun dampaknya dirasakan o

  • Jumat, 30 Apr 2021 21:30

    Sejak KKB Dicap teroris, Sabby Sambom Sang Juru Bicara Langsung Menghilang

    Pemerintah melalui Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD, resmi menyatakan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Papua sebagai teroris.Sebby Sambom sang jur

  • Rabu, 28 Apr 2021 02:28

    Nyatakan Sikap, Lembaga Adat Papua Minta KKB Ditetapkan Sebagai Organisasi Teroris

    Lembaga Masyarakat Adat (LMA) beserta Dewan Adat Papua (DAP) dan Badan Musyawarah Adat (BMA) Kabupaten Nabire menyatakan aksi Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) semakin brutal. Karena itu, KKB statusnya layak dinaikkan menjadi organisasi teroris.

  • Jumat, 23 Apr 2021 13:53

    Satgas Yonif 512 ajarkan berhitung sejak dini di perbatasan Papua

    Demi terciptanya generasi penerus bangsa yang berkualitas, Satgas Pamtas RI-PNG Yonif Mekanis 512/QY Pos Kalipay memberikan bimbingan belajar kepada anak-anak di Pos Kalipay Kampung Pund, Distrik Waris, Kabupaten Keerom, Rabu (21/04/2021).

  • Senin, 19 Apr 2021 12:59

    Satgas Yonif 512 Bantu Cerdaskan Anak Bangsa Di Ujung Timur Indonesia

    Untuk meningkatkan kualitas generasi penerus bangsa yang ada di wilayah perbatasan Papua, Satgas Pamtas RI-PNG Yonif Mekanis 512/QY dari Pos Km 76 memberikan bimbingan belajar secara sukarela kepada a

  • Selasa, 06 Apr 2021 15:26

    Mantan OPM Pernah Usulkan KKB Sebagai Teroris

    Nick Messet, mantan pejuang Organisasi Papua Merdeka (OPM) pernah mengusulkan supaya KKB ditetapkan sebagai kelompok teroris karena pergerakannya membahayakan masyarakat sipil. Masyarakat Papua pada u

  • Jumat, 02 Apr 2021 04:02

    Panglima TNI: Usai Serangan Teroris di Makassar dan Jakarta, TNI Tingkatkan Pengamanan

    Usai adanya serangan yang dilakukan oleh kelompok teroris di Gereja Katedral, Makassar, Sulsel, Minggu (28/3/2021) dan Mabes Polri Jakarta, Rabu (31/3/2021), TNI meningkatkan pengamanan di tempat-temp

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2021 https://utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak