Sabtu, 16 Jan 2021 12:09

Gubernur Edy Ajak Optimalkan Industri Sawit dengan Prinsip Berkelanjutan

Medan (utamanews.com)
Oleh: Tony
Kamis, 26 Nov 2020 15:56
Humas Pemprovsu
Industri kelapa sawit merupakan salah satu penyumbang devisa terbesar Indonesia. Sayangnya, banyak tudingan negatif yang dialamatkan pada industri ini, khususnya yang berkaitan dengan lingkungan. Untuk itu, seluruh pengusaha yang bergerak di sektor sawit khususnya di Sumut diharapkan senantiasa mengutamakan prinsip berkelanjutan.

Hal ini disampaikan Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi saat membuka Webinar 5th Indonesia Palm Oil Stakeholders (IPOS) Forum, Kamis (26/11), dari Rumah Dinas Gubernur Sumut Jalan Sudirman Nomor 41 Medan. Turut hadir mendampingi Gubernur Edy Rahmayadi yakni Kepala Dinas Perkebunan Sumut Nazli dan Kepala Biro Bina Perekonomian Setdaprov Sumut Ernita Bangun.

"Sebagai provinsi dengan areal perkebunan kelapa sawit terluas kedua setelah Riau, perkebunan kelapa sawit telah banyak mendorong pertumbuhan dan pembangunan di Sumut. Saat ini luas lahan sawit di Sumut itu sekitar 1.312.913,70 hektare. Bayangkan kalau kita kelola dengan berkesinambungan dan berkelanjutan dengan tetap memperhatikan prinsip lingkungan, mudah-mudahan hasil optimal bisa kita peroleh," harap Edy Rahmayadi.

Edy kemudian mengapresiasi pelaksanaan IPOS Forum. Diharapkan, menghasilkan kajian-kajian yang dapat memajukan industri kelapa sawit dan mendatangkan kesejahteraan kepada masyarakat dengan tetap memperhatikan keseimbangan aspek sosial dan lingkungan, serta terjalin sinergi dan kerja sama yang lebih baik antara semua stakeholder untuk menghasilkan regulasi yang lebih baik.

Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Joko Supriyono memberikan apresiasi kepada GAPKI Sumut dan GAPKI Aceh atas terselenggaranya IPOS Forum, serta ucapan terima kasih atas dukungan pemerintah, dalam hal ini Deputi II Bidang Koordinasi Pangan dan Agribisnis Kemenko Perekonomian RI Musdhalifah Machmud dan Gubernur Sumut Edy Rahmayadi, terhadap industri sawit.

"Tak bisa kita pungkiri, bahwa industri sawit berkontribusi sangat nyata pada perekonomian dan pembangunan Indonesia. Industri ini begitu penting, sehingga produksinya perlu untuk terus dikembangkan. Namun tidak bisa kita pastikan apakah kejayaan sawit dua puluh tahun mendatang masih bisa kita pertahankan. Untuk itu, penting sinergi dari semua pihak khususnya dukungan pemerintah," jelas Joko.

Kunci industri sawit bisa bertahan, ungkap Joko, harus mampu mempertahankan daya saing dan keberlanjutan dimana keduanya sangat dipengaruhi oleh regulasi. "Untuk itu, saya sangat menyambut baik Undang-Undang Cipta Kerja yang diharapkan mampu mendorong dan menyelesaikan berbagai persoalan termasuk kemudahan usaha, investasi, dan lapangan kerja," katanya.

Sebelumnya, Ketua Panitia Webinar 5th Indonesia Palm Oil Stakeholders (IPOS) Forum Andi Suwignyo menyampaikan ucapan terima kasih atas dukungan seluruh pihak yang telah turut menyukseskan penyelenggaraan IPOS Forum kelima. Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, IPOS kali ini harus digelar secara daring sebagai dampak dari pandemi Covid-19.

"Bersyukur meskipun secara virtual masih banyak peserta yang mengikuti dengan antusias. Ini membuktikan bahwa dalam situasi sulit sekalipun, kecintaan dan kepedulian Bapak/Ibu terhadap industri sawit masih ada. Tercatat ada sebanyak 400 peserta baik online maupun offline dari berbagai elemen stakeholder kelapa sawit. Baik pengusaha, petani, peneliti, pemerintah maupun akademisi," terang Andi.

Mengusung tema 'Quo Vadis Kepastian Hukum dalam Menciptakan Iklim Investasi yang Kondusif pada Industri Kelapa Sawit Indonesia', kata Andi, IPOS Forum bertujuan untuk membahas berbagai kendala yang dihadapi industri kelapa sawit dan mengkaji berbagai aspek kepastian hukum, serta merumuskan suatu kajian yang komprehensif guna memberikan masukan kepada pemerintah dalam rangka menyelaraskan peraturan-peraturan turunan kelengkapan Undang-Undang Cipta Kerja.

"Pengesahan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja merupakan upaya pemerintah untuk menyederhanakan peraturan perundang-undangan dan menciptakan iklim usaha yang lebih baik. Namun tentu implementasinya perlu dilengkapi dengan beberapa dukungan peraturan pemerintah yang harus segera diselesaikan pihak terkait. Pertemuan ini menjadi salah satu upaya kita memberikan masukan," tutupnya.

Adapun pembicara lainnya yang turut mengisi webinar adalah Deputi II Bidang Koordinasi Pangan dan Agribisnis Kemenko Perekonomian RI Musdhalifah Machmud, Direktur Perencanaan Industri Agribisnis dan Sumber Daya Alam Lainnya BKPM Zainal Mutaqin, Direktur Penghimpunan Dana Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) Anwar Sunari
Editor: Yaya

T#g:
Berita Terkait
  • Selasa, 27 Okt 2020 21:27

    Pemprov Usulkan Kongres Bahasa 2023 Digelar di Sumut

    Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) mengajukan permohonan kepada Pemerintah Pusat agar Kongres Bahasa XII Tahun 2023 digelar di Sumut. Mengingat Sumut adalah daerah yang memiliki seja

  • Senin, 12 Okt 2020 19:12

    UKT TI Kota Medan Diikuti 725 Peserta Wagub Berharap Para Atlet Siap Hadapi PON

    Wakil Gubernur (Wagub) Sumatera Utara (Sumut) Musa Rajekshah berharap semakin banyak atlet Taekwondo yang siap menghadapi kejuaraan tingkat nasional, khususnya Pekan Olahraga Nasional (PON) melalui pe

  • Sabtu, 19 Sep 2020 19:19

    Harapkan Rangkul Lebih Banyak Generasi Muda Cinta Qurani

    Ketua Tim Penggerak (TP) Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Sumatera Utara (Sumut) Nawal Edy Rahmayadi menyampaikan apresiasi terhadap Badan Pembinaan Qari-Qariah, Hafiz-Hafizah dan Seni Kaligr

  • Minggu, 28 Mei 2017 18:28

    HT Erry Nuradi Sikapi Kritik Sumut Paten Jadi Motivasi

    Gubsu Tengku Erry Nuradi menjawab sejumlah kritik yang dilontarkan kalangan Legislatif terkait yel-yel "Sumut Paten".

  • Minggu, 02 Apr 2017 10:54

    Tengku Erry: Jangan ada warga miskin tidak bisa berobat

    Tengku Erry Nuradi meminta pimpinan dan anggota Solidaritas Sumut Paten (SSP) tingkat Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Sumut agar memperhatikan dan peka terhadap kondisi masyarakat tidak mampu di daerahnya.

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2021 https://utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak