Kamis, 29 Jul 2021 01:12

Diduga Langgar Perda, Parkir Progresif di Pusat Pasar Medan Diprotes Warga

MEDAN (utamanews.com)
Oleh: Dian
Jumat, 15 Des 2017 10:45
Dok
Parkir di jalan umum milik kota Medan dikenakan tarif progresif.
Polemik pemberlakuan tarif parkir progresif sejak bulan Juni 2017 di Jalan Pusat Pasar Medan, sampai hari ini masih terus berlangsung.

Pengutipan tarif Parkir Progresif kendaraan roda empat (mobil) yang dilakukan oleh pengelola parkir yakni PT. Brahma Debang Kencana (BDK) diduga melanggar perda Kota Medan No.1 Tahun 2017 tentang Pajar Parkir.

PT. BDK diduga melanggar Perda karena membuat parkir progresif di jalan umum milik Pemko Medan.

Diberlakukannya kebijakan tersebut diduga karena PT. BDK yang juga pengelola parkir Medan Mall memanfaatkan kedekatan jarak antara Medan mall dan pusat pasar.

Ketua DPD Organisasi Pedagang Pasar Sumatera Utara (OP2SU) Kota Medan, Ilman Taufik Hasibuan, mengatakan sesuai Perda Kota Medan, objek pajak parkir adalah penyelenggaraan tempat parkir di luar badan jalan, baik yang disediakan sebagai suatu usaha, termasuk penyediaan tempat penitipan kenderan bermotor.

"Dalam hal ini, pihak pengelola parkir mengikut sertakan Jalan Pusat Pasar yang bukan termasuk ke dalam kawasan Medan Mall. Jalan Pusat Pasar itu jalan umum, namun diportal pagar dan diberlakukan tarif pajak parkir seperti Medan Mall. Padahal kalau menyalahi Perda itu, artinya pajak dari parkir tersebut tidak boleh dikutip Pemerintah," ujar Ilman, Kamis (14/12/2017).

Pemortalan Jalan Umum tersebut, lanjut dia, dilakukan PT. BDK untuk mengutip biaya parkir kepada setiap kenderaan yang memasuki kawasan jalan tersebut. Parahnya, selain pedagang dan pengunjung pasar yang harus membayar parkir progresif, warga yang tinggal sekitar lokasi pusat pasar juga harus membayar parkir progresif.

"Disinilah bisa terjadi, ada warga Indonesia yang parkir di rumah sendiri harus bayar parkir. Ada sekira 170 warga yang tinggal di Jalan Pusat Pasar. Mereka harus bayar parkir untuk masuk ke rumah mereka sendiri," tambahnya.

Kendati sebagian besar warga yang tinggal di sekitar pusat pasar juga berdagang, namun menurut Ilman, penetapan parkir terhadap warga sangat tidak masuk akal dan diduga melanggar aturan yang berlaku.

Diterangkannya, tarif parkir progresif untuk mobil pada 1 jam pertama (sekali masuk) sebesar Rp5.000. Biaya tambahan akan dikenakan sebesar Rp2.000 pada setiap 1 jam berikutnya. Pada hari Senin hingga Jumat biaya maksimal untuk sebesar Rp20.000. sedangkan untuk hari Sabtu dan Minggu sebesar Rp25.000.

 "Kami kan berdagang di pasar seharian. Pasti kena biaya maksimal. Belum lagi jika kendaraan kami keluar masuk beberapa kali. Itu kan sangat mahal. Dulu tidak ada parkir progresif, kami hanya bayar uang masuk mobil 1 kali saja, Rp5.000, tidak dikekang biaya tambahan. Kami ingin parkirnya ditetapkan seperti dulu saja. Parkirnya bukan di gedung, tapi di jalan umum," jelas Ilman.

Terpisah, seorang warga yang tidak ingin menyebutkan namanya,  mengatakan pihak pengelola parkir yakni PT. BDK tidak ada melakukan mediasi dengan warga dan pedagang sebelum membuat portal dan parkir progresif tersebut.

"Mereka buat portal dan parkir itu tanpa persetujuan dari warga. Kami sudah pasti tidak setuju lah. Kami warga penghuni dan pemilik rumah di jalan ini dijadikan objek pengutipan pajak parkir. Ini rumah yang kusewa untuk tempat tinggal dan jualan. PT. BDK tak pernah perlihatkan izin dan batas kelolanya. Kami pernah protes, setelah protes, kami diintimidasi oleh orang bayaran mereka. Kami diancam," ujar seorang warga berinisal TB.

Diketahui, akibat diterapkannya parkir progresif, omzet pedagang di pusat pasar menurun drastis. Hal itu terjadi karena banyak pelanggan atau pengunjung pusat pasar yang juga merasa berat dengan parkir progresif tersebut.

Seorang pedagang yang sudah 40 tahun berdagang makanan di pusat pasar, bernama Linda Wati mengatakan semua pedagang pasar berjumlah lebih dari 3.000 orang tidak setuju dengan adanya penerapan parkir tersebut.

"Kami jualan di pasar tradisional, mana kuat kalau bayar terus. Banyak pedagang akhirnya parkir di luar area pusat pasar. Jadi kami harus jalan kaki cukup jauh ke pusat pasar. Di sini, sebagian pedagang saja yang punya mobil. Namun, pengunjung banyak yang menggunakan mobil, jadi mereka mengeluh karena parkirnya mahal. Ya akibatnya pengunjung berkurang banyak lah. Anjlok lah penjualan gara-gara parkir itu," terang Linda.

Sementara, saat wartawan mencoba konfirmasi ke kantor PT. BDK, tidak ada manajemen yang bersedia memberikan keterangan terkait penerapan parkir progresif di pasar tradisional tersebut.

Editor: Budi

T#g:Parkirpasar
Berita Terkait
  • Selasa, 29 Jun 2021 21:29

    Brimob Binjai Semprot Disinfektan dan Bagi Masker di Pasar Rakyat

    Personil Kompi 4 Batalyon A Pelopor Brimob Poldasu, bersama Tiga Pilar Kebangsaan, melaksanakan penyemprotan Disinfektan dan pembagian masker di Kecamatan Binjai Timur, tepatnya di Kelurahan Sumber Mu

  • Rabu, 23 Jun 2021 13:53

    Jarak Lebih Dekat, Warga Pilih Lalui Jalan TMMD Kodim 0204/DS

    Warga dari sejumlah dusun di Desa Mabar, Kecamatan Bangun Purba, Kabupaten Deliserdang, tetap saja berhasrat melalui jalan TMMD ke-111 Kodim 0204/DS yang licin dan berlumpur usai diguyur hujan."Pendud

  • Sabtu, 19 Jun 2021 21:19

    Dandim 1208/Sambas Apresiasi Warga Bantu TNI Bersihkan Lingkungan Pasar

    Berlokasi di Pasar Pagi, Dusun Jagur, Desa Lorong, Kecamatan Sambas, Kabupaten Sambas, telah dilaksanakan kegiatan Karya Bakti Rutin Jumat Bersih, Sambas, (18/6/2021).Kegiatan Jumat bersih sudah merup

  • Jumat, 18 Jun 2021 15:58

    Plt Kabid 2 BP2RD Kota Medan Tegur Pengelola Parkir di RS Pirngadi, Tiket Parkir Kini Sudah Sesuai

    Setelah banyaknya keluhan masyarakat terkait kutipan parkir di RSUD dr Pirngadi Medan yang tidak sesuai dengan yang tertera di tiket parkir, Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) Kota M

  • Kamis, 17 Jun 2021 17:47

    TMMD Tingkatkan Omset Pedagang Pekan Bangun Purba

    Ada pemandangan tak biasa selama pelaksanaan TMMD ke-111 Kodim 0204/DS di Pekan Bangun Purba, Kecamatan Bangun Purba, Kabupaten Deliserdang.Pasar tradisional itu kini sehari-hari kerap terlihat para t

  • Selasa, 15 Jun 2021 06:15

    Viral Parkir Rp25 Ribu di Medsos, Polisi Tindaklanjuti ke Bagan Percut

    Polsek Percut Sei Tuan bergerak cepat menindaklanjuti keluhan warga terkait dugaan Pungli di Bagan Percut yang videonya sempat viral di media sosial (Medsos) beberapa hari lalu.Kapolsek Percut Sei Tua

  • Sabtu, 12 Jun 2021 20:12

    Wali Kota Sidak Pembangunan Ilegal Tempat Parkir di Atas Parit

    Wali Kota Medan, Muhammad Bobby Afif Nasution SE MM. melakukan sidak ke lokasi pembangunan tempat parkir di atas parit di Jalan Sampali,  Lingkungan V, Kelurahan Pandau Hulu II, Kecamatan Medan A

  • Sabtu, 12 Jun 2021 18:12

    Tarif Parkir di RS Pringadi Medan Diduga Menyalah, Tertera di Tiket Rp2000 diminta Rp5000

    Sejumlah masyarakat mengeluhkan tarif parkir di RSUD dr Pirngadi Medan karena tidak sesuai dengan yang tertera di tiket. Di tiket parkir yang diserahkan oleh juru parkir (Jukir) tertera Rp2000 untuk k

  • Kamis, 10 Jun 2021 22:20

    Bantu Ringankan Beban Masyarakat di Masa Pandemi, Pemko Medan Buka Pasar Murah

    Sebagai wujud kepedulian Wali Kota Medan Muhammad Bobby Afif Nasution SE MM kepada masyarakat ekonomi menengah ke bawah, Pemko Medan melalui Dinas Perdagangan Kota Medan menggelar Pasar Murah di Ex Ba

  • Rabu, 09 Jun 2021 16:29

    Sumut Institut Nilai Bobby Paham Soal Pengelolaan Sampah PD. Pasar Jadi Potensi Pendapatan

    Pengelolaan Perusahan Daerah (PD) Pasar Kota Medan di era kepemimpinan Bobby - Aulia, harus memberikan perubahan yang sangat signifikan, baik secara manajemen, penerimaan retribusi, pelayanan fasilita

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2021 https://utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak