Selasa, 22 Jan 2019 06:10

Di Siantar, Wartawan Dikeroyok Belasan Pria Dari Ormas Berloreng

Pematangsiantar (utamanews.com)
Oleh: Dian
Minggu, 13 Jan 2019 13:33
Istimewa
Try Aditia (24 tahun), wartawan salahsatu media online dipukuli oleh belasan pria dan nyaris kehilangan nyawanya. Korban dikeroyok saat baru saja tiba di jalan Kartini depan cafe Hugos dan apotik Megumi, kota Pematangsiantar, Sumatera Utara, Sabtu sore (12/1/2019).

Informasi diperoleh dari korban, ia dipukuli hingga babak belur dan kepalanya tersayat pisau curter karena pemberitaan pembalakan liar akibatkan longsornya jalan Parapat.

"Sore itu, Sabtu (12/01/2019) sekitar pukul 15.00 wib, aku ditelepon Arif, dia menantu pengusaha kayu. Dia ngajak jumpa di cafe Hugos jalan Kartini. Bersama teman ku Ari, kami ke cafe Hugos. Saat tiba di depan cafe Hugos, tiba-tiba belasan pria menyerang, langsung aku dipukuli orang itu beramai ramai. Aku juga sempat dengar ada dari mereka yang bilang, 'Nggak sor aku sama kau', sambil terus memukuli aku tanpa henti", ujar korban dalam siaran persnya, Minggu (13/1/2019).

"Aku kenal wajah wajah mereka, tapi gak tau namanya. Waktu dipukuli itu ada juga yang pegang pisau cutter. Mau ditusuknya muka ku, terus aku berusaha berontak dan lari sampe akhirnya aku jatuh. Tak tau gimana kenanya, tapi kepalaku bagian belakang yang terkena sayatan cutter. Lalu karena sudah rame-rame warga, belasan pria itu lari dengan mempergunakan mobil jenis taft bermotif loreng Ormas. Aku pun bingung, aku gak ada masalah dengan Ormas di Siantar ini. Bahkan kawan-kawan ku orang Ormas pun baik kok sama ku. Mungkin ini masalah pribadi tapi bawa bawa Ormas," ungkap Try.

Sementara Ari, rekan korban yang melihat langsung kejadian membenarkan kejadian tersebut. "Kuat dugaan pengeroyokan ini sudah direncanakan", ujarnya.

Try aditia bersama dengan rekan-rekan pers telah membuat laporan. Pihak Polres Pematangsiantar juga telah mengambil keterangan dari korban Try Aditia yang terbaring lemas di rumah sakit Rasyida, jalan Seram Siantar.

Kasus ini masih dalam penanganan pihak kepolisian, dan menurut Kapolresta Pematang Siantar, AKBP Heribertus Ompusunggu, kasus ini merupakan atensi yang segera diproses sesuai hukum.

Menanggapi hal ini, Fawer Full Fander Sihite Ketua Institute Law And Justice (ILAJ), berharap kepada Kapolres Siantar agar segera menghusut tuntas pelaku pemukulan tersebut dalam waktu yang se singkat-singkatnya.

"Perlu diketahui masyarakat bahwa Wartawan bertugas di lapangan itu dilindungi oleh Undang-undang. Oleh karena itu jangan ada upaya-upaya kekerasan atau kriminalisasi hanya karena alasan pemberitaan yang 'mengelitik' seseorang. Jika ada sebuah pemberitaan yang tidak benar, mereka punya 'hak jawab/Klarifikasi', jadi bukan dengan cara-cara kekerasan", ungkapnya.
Editor: Herda

T#g:aniayaormasPematangsiantarWartawan
Berita Terkait
  • Rabu, 16 Jan 2019 13:56

    Pelaku Penganiayaan Dibekuk Reskrim Polsek Aek Natas, Adiknya Diburon

    Unit Reskrim Polsek Aek Natas yang dipimpin Kanit Reskrim, Ipda H. Naibaho melakukan penangkapan terhadap salah seorang pelaku tindak pidana Secara bersama-sama melakukan kekerasan terhadap orang lain

  • Selasa, 15 Jan 2019 18:05

    Ricuh, Mahasiswa PMII dan Pegawai PU Langkat Nyaris Baku Hantam

    Puluhan mahasiswa yang mengatasnamakan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Langkat-Binjai mengelar aksi unjuk rasa ke Dinas Pekerjaan Umum (PU) Langkat. Mahasiswa datang berorasi, membawa bend

  • Jumat, 28 Des 2018 22:28

    Sejarah Kudeta Militer Prabowo Tahun 1998

    Sejarah kelabu negeri ini pernah terjadi di tahun 1998 silam. Ketika, Soeharto, presiden kala itu terpilih untuk kesekian kalinya. Masyarakat yang selama ini diam, menyimpan bara. Terjadilah amuk mass

  • Sabtu, 22 Des 2018 21:32

    Musda KNPI Kota Pematangsiantar Digelar di Balai Rahmat Shah

    Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) kota Pematangsiantar menggelar Musyawarah Daerah XIII di Balai Rahmat Shah pada Sabtu, 22 Desember 2018. Hasilnya, Ilal Mahdi Nasution terpilih menjadi Ketua KN

  • Jumat, 21 Des 2018 10:21

    Coffe Morning Dengan Wartawan, Plt Bupati Labuhanbatu Ajak Jurnalis Dobrak Perusahaan Salurkan CSR

    Plt. (Pelaksana Tugas) Bupati Labuhanbatu H. Andi Suhaimi Dalimunthe, ST, MT untuk yang kedua kali dimasa jabatannya sebagai Pelaksana Tugas Bupati Labuhanbatu nongkrong dan diskusi bareng dengan selu

  • Jumat, 14 Des 2018 20:44

    Kasus Penganiayaan Auditor BPK RI di Nias Utara Jadi Atensi Polres Nias

    Kepolisian Resort Nias terus mendalami kasus penganiayaan terhadap dua orang auditor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Provinsi Sumatera Utara. Adapun kedua korban penganiayaan tersebut yak

  • Senin, 10 Des 2018 21:00

    GMNI Pematangsiantar Tuntut Pengesahan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual terhadap Perempuan

    Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kota Pematangsiantar melakukan aksi damai dengan turun ke jalan dalam memperingati 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan, Senin (10/12/2018). Merek

  • Kamis, 06 Des 2018 07:56

    Merasa Tersinggung, Adik Bupati Labura Tampar Kades Gunung Melayu

    Kejadian sangat mengejutkan, diduga akibat merasa tersinggung, adik Bupati Labura berinisial DS, menampar Kades Gunung Melayu Kecamatan Kualuh Selatan pada Selasa (4/12/2018).Kejadian penamparan dan a

  • Kamis, 22 Nov 2018 14:22

    Ternyata Pembunuh "Pria Dalam Tong" Pasangan Suami Istri

    Wanita bernama Sari Murniasih, menjadi tersangka kedua dalam kasus pembunuhan "pria dalam tong", yang kemudian diketahui bernama Abdullah Fitri Setiawan alias Dufi, tenaga marketing dari TV Muhammadiy

  • Rabu, 14 Nov 2018 21:04

    Forum Mahasiwa Sumatera Utara Laporkan 3 Kepala Daerah ke KPK

    Forum Mahasiswa Sumatera Utara yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Sumut, Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim (KAMMI) Sumut dan Himpunan Mahasiswa Al Washliyah (HIMMAH) Sumut menyamban

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2019 https://utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak