Jumat, 28 Feb 2020 22:35
  • Home
  • Hukum & Keamanan
  • Bertarung Nyawa, Jembatan di Kecamatan Tambangan Tak Kunjung Diperbaiki Bupati Madina

Bertarung Nyawa, Jembatan di Kecamatan Tambangan Tak Kunjung Diperbaiki Bupati Madina

MEDAN (utamanews.com)
Oleh: Tuan Laen
Senin, 07 Okt 2019 14:07
Istimewa
Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Provinsi Sumatera Utara (Provsu) Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Cekal Korupsi Indonesia (CKI) D Tampubolon angkat bicara dan meminta agar Bupati Kabupaten Mandailing Natal (Madina) segera membangun jembatan yang hanyut terbawa banjir bandang pada tahun 2018 lalu, yang berada di Kecamatan Tambangan Kabupaten Madina.

"Dalam hal ini Bupati Madina diharapkan dapat menanggapi keluhan masyarakat dan memberikan solusi yang terbaik di daerahnya. Jangan sampai jatuh korban, baru sibuk untuk membangun jembatan. Kita sangat prihatin dengan kondisi warga Tambangan, bertarung nyawa saat melintasi jembatan gantung diatas Sungai Batang Gadis itu," kata D Tampubolon, Senin (7/10).

Sebelumnya, jembatan utama itu juga sebagai penghubung untuk menuju tujuh desa yaitu, Desa Tambangan Jae, Tambangan Tonga, Tambangan Pasoman, Rao-rao Dolok, Rao-rao Lombang, Simangambat dan Panjaringa. Sejak jembatan tersebut putus pada tahun 2018, hingga kini tak kunjung dibangun. Masyarakat terpaksa membuat Getek atau Rakit sebagai alat penyeberangan untuk membawa hasil panennya selama 5 lima bulan terakhir ini.

"Bupati juga harus bermanfaat dan bertangung jawab untuk pembangunan di daerahnya, jangan sampai keluhan masyarakat seperti jembatan kepentingan masyarakat umum diabaikan, karena beliau dipilih sebagai pelayan untuk menampung aspirasi dan keluhan masyarakat yang akan disampaikan kepada Pemerintah, dan bukan untuk dilayani masyarakat", pungkas D Tampubolon.


Salah seorang warga sekitar bernama Cein lubis (39) mengatakan, karena sudah tak tahan bergetek akhirnya masyarakat melakukan musyawarah untuk membangun jembatan gantung sementara yang terbuat dari kayu. Beruntung, salah seorang putra daerah yang menjadi anggota DPRD Madina itu mau membantu dan mengeluarkan dana pribadinya. Jembatan gantung atau rambin sepanjang 60 meter dari papan akhirnya dibuat.

"Kami bersyukur, walaupun jembatan itu tidak bisa dilintasi oleh mobil, dan hanya dengan sepeda motor, dan saat melintas harus bergantian, kami sangat berterimakasih kepada putra terbaik yang sekarang ini menjabat sebagai anggota DPRD Madina tersebut", ujar Cein.

Sementara, ketua Panitia Pembangunan Rambin Tambangan menyatakan, masyarakat di tujuh desa ini hanya mengandalkan jembatan gantung sejak April 2019 sebagai penghubung utama dengan dunia luar. "Kami sangat kesulitan membawa hasil bumi dari kampung ke pusat kecamatan. Buah-buahan menjadi murah karena mahalnya biaya langsir dari desa ke pusat kecamatan, dan biaya ojek menjadi sangat mahal", katanya.

"Biaya ojek menjadi Rp10 ribu per sekali antar dengan jarak tempuh hanya 3 Km. Sementara biaya hasil getah hanya Rp5 ribu per kg. Dua kilo getah untuk sekali jalan. Mirisnya lagi, warga yang menderita sakit butuh waktu lama jika ingin berobat. Sebab mobil yang tak bisa melintas terpaksa memutar jauh membawa pasien untuk berobat ke rumah sakit yang berada di Ibukota Kabupaten Madina", katanya.

Sementara Ali Syahrin (25) warga Desa Tambangan Jae menyebutkan, anak-anak sekolah menjadi terlambat setiap hari karena tidak ada mobil Angkutan Kota (Angkot) yang mau membawa mereka ke sekolah. "Anak sekolah menjadi terlambat masuk karena harus jalan kaki. Banyak anak sekolah mulai SMP, SMA dan Pesantren yang bersekolah di ibu kota kecamatan dan Panyabungan. Apalagi, tanah wakaf masyarakat berada di seberang Sungai Batang Gadis, setiap jenazah ingin dikebumikan, terpaksa kerandanya terlebih dahulu harus dilepas, dan hanya diikat ke papan. Bahkan, mayat itu pun sempat dibawa pakai getek, sedih rasanya," kata Ali Syahrin.

Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gerakan Rakyat Anti Korupsi (Gertak) Hendra P Hutagalung menyatakan, sangat miris dan sedih mendengar kabar perjuangan masyarakat Desa Tambangan Kabupaten Madina.

"Jembatan penghubung tujuh desa yang berada diatas sungai batang gadis sejak tahun 2018 hanyut terbawa banjir bandang, dan hingga saat ini Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) belum ada memberikan perhatian untuk membangun atau memperbaiki kembali jembatan yang putus tersebut", tukas Hendra.
Editor: Budi

T#g:JembatanMadina
Berita Terkait
  • Rabu, 15 Jan 2020 19:55

    Dalam Waktu 5 Jam, Personel TNI Kodim 0209/LB dan Kipan C 126/KC Bangun Kembali Jembatan Darurat di Siria- Ria

    Intensitas hujan yang cukup tinggi di pegunungan desa Pematang kecamatan NA IX-X Kabupaten Labura dua hari terakhir ini mengakibatkan debit air sungai Aek Mardua naik drastis, sehingga mengakibatkan j

  • Rabu, 15 Jan 2020 15:45

    Sertijab Camat Simangambat

    Pemerintah Kecamatan Simangambat gelar acara serah terima jabatan (Sertijab), pejabat Camat lama Malim Perdana Kusuma Lubis, S.STP., MM kepada pejabat baru Umar Bakti Harahap, S.Sos Senin (13/1/2020)

  • Selasa, 14 Jan 2020 18:04

    Proyek Jembatan Gantung Di Desa Sinabongan Dinilai Tidak Berkualitas

    Jembatan gantung di Desa Sinabongan  Kecamatan Dolok Kabupaten Padang Lawas Utara dinilai proyek tak bermutu dan tidak berkualitas.Demikian disampaikana warga setempat, Edi Tanjung saat bertemu a

  • Sabtu, 04 Jan 2020 23:04

    TNI bersama warga perbaiki jembatan rusak di pedalaman Papua

    Jembatan yang menghubungkan antara Kampung Anus dan Kampung Podena di Distrik Bonggo, Kabupaten Sarmi, Provinsi Papua, kondisinya sudah rusak parah. Hal ini menjadi perhatian Satgas Yonif 755/Yalet/20

  • Jumat, 29 Nov 2019 18:29

    Yonif Raider 515/Kostrad Bantu Masyarakat Bangun Jembatan

    Karya Bakti TNI dengan sasaran membantu masyarakat untuk membangun Jembatan yang menghubungkan Desa Patemon dan Desa Tanggul Kulon, dilaksanakan di Desa Patemon, Jember, Kamis (28/11/2019).Jembatan de

  • Selasa, 12 Nov 2019 03:12

    Dampak Positif Jembatan Holtekamp Bagi Masyarakat Papua

    Bertepatan pada peringatan Sumpah Pemuda, 28 Oktober 2019, Presiden Jokowi meresmikan Jembatan Holtekamp di Papua. Selain untuk mempermudah mobilitas masyarakat, jembatan ini diharapkan mampu men

  • Sabtu, 02 Nov 2019 15:12

    Suami Istri Ditemukan Tidak Bernyawa Tergantung Di Bawah Jembatan

    Masyarakat Labuhanbatu kembali lagi dihebohkan adanya temuan mayat sepasang suami istri yang sudah tidak bernyawa tergantung di bawah jembatan sungai Kaludang, persisnya dekat perbatasan lahan toko Ro

  • Senin, 28 Okt 2019 17:28

    Jembatan Holtekamp, Bukti Cinta Pemerintah Kepada Papua

    Peresmian jembatan Holtekamp atau jembatan Youtefa yang menghabiskan dana mencapai Rp1,8 triliun itu, kemarin diresmikan oleh Presiden Joko Widodo didampingi oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan

  • Sabtu, 26 Okt 2019 16:16

    Panglima TNI Tinjau Jembatan Holtekamp di Jayapura

    Panglima TNI Marsekal TNI Dr. (H.C.) Hadi Tjahjanto, S.I.P. bersama Mendagri Jenderal Pol (Purn) Prof. H.M. Tito Karnavian, Ph.D, meninjau lokasi jembatan Holtekamp di Kabupaten Jayapura, Sabtu (26/10

  • Rabu, 09 Okt 2019 17:19

    Danramil 03/SB Pelopori Pembuatan Jembatan Penghubung Antar Desa

    Peduli dengan kesejahteraan warga desa di kecamatan Panai Hilir Kabupaten Labuhanbatu, dan dalam rangka Hut ke 74 TNI tahun 2019, Danramil 03/SB, Mayor Inf H. Syamsul Anwar Harahap mempelopori kegiata

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2020 https://utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak