Rabu, 16 Okt 2019 08:06
  • Home
  • Hukum & Keamanan
  • Bertarung Nyawa, Jembatan di Kecamatan Tambangan Tak Kunjung Diperbaiki Bupati Madina

Bertarung Nyawa, Jembatan di Kecamatan Tambangan Tak Kunjung Diperbaiki Bupati Madina

MEDAN (utamanews.com)
Oleh: Tuan Laen
Senin, 07 Okt 2019 14:07
Istimewa
Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Provinsi Sumatera Utara (Provsu) Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Cekal Korupsi Indonesia (CKI) D Tampubolon angkat bicara dan meminta agar Bupati Kabupaten Mandailing Natal (Madina) segera membangun jembatan yang hanyut terbawa banjir bandang pada tahun 2018 lalu, yang berada di Kecamatan Tambangan Kabupaten Madina.

"Dalam hal ini Bupati Madina diharapkan dapat menanggapi keluhan masyarakat dan memberikan solusi yang terbaik di daerahnya. Jangan sampai jatuh korban, baru sibuk untuk membangun jembatan. Kita sangat prihatin dengan kondisi warga Tambangan, bertarung nyawa saat melintasi jembatan gantung diatas Sungai Batang Gadis itu," kata D Tampubolon, Senin (7/10).

Sebelumnya, jembatan utama itu juga sebagai penghubung untuk menuju tujuh desa yaitu, Desa Tambangan Jae, Tambangan Tonga, Tambangan Pasoman, Rao-rao Dolok, Rao-rao Lombang, Simangambat dan Panjaringa. Sejak jembatan tersebut putus pada tahun 2018, hingga kini tak kunjung dibangun. Masyarakat terpaksa membuat Getek atau Rakit sebagai alat penyeberangan untuk membawa hasil panennya selama 5 lima bulan terakhir ini.

"Bupati juga harus bermanfaat dan bertangung jawab untuk pembangunan di daerahnya, jangan sampai keluhan masyarakat seperti jembatan kepentingan masyarakat umum diabaikan, karena beliau dipilih sebagai pelayan untuk menampung aspirasi dan keluhan masyarakat yang akan disampaikan kepada Pemerintah, dan bukan untuk dilayani masyarakat", pungkas D Tampubolon.


Salah seorang warga sekitar bernama Cein lubis (39) mengatakan, karena sudah tak tahan bergetek akhirnya masyarakat melakukan musyawarah untuk membangun jembatan gantung sementara yang terbuat dari kayu. Beruntung, salah seorang putra daerah yang menjadi anggota DPRD Madina itu mau membantu dan mengeluarkan dana pribadinya. Jembatan gantung atau rambin sepanjang 60 meter dari papan akhirnya dibuat.

"Kami bersyukur, walaupun jembatan itu tidak bisa dilintasi oleh mobil, dan hanya dengan sepeda motor, dan saat melintas harus bergantian, kami sangat berterimakasih kepada putra terbaik yang sekarang ini menjabat sebagai anggota DPRD Madina tersebut", ujar Cein.

Sementara, ketua Panitia Pembangunan Rambin Tambangan menyatakan, masyarakat di tujuh desa ini hanya mengandalkan jembatan gantung sejak April 2019 sebagai penghubung utama dengan dunia luar. "Kami sangat kesulitan membawa hasil bumi dari kampung ke pusat kecamatan. Buah-buahan menjadi murah karena mahalnya biaya langsir dari desa ke pusat kecamatan, dan biaya ojek menjadi sangat mahal", katanya.

"Biaya ojek menjadi Rp10 ribu per sekali antar dengan jarak tempuh hanya 3 Km. Sementara biaya hasil getah hanya Rp5 ribu per kg. Dua kilo getah untuk sekali jalan. Mirisnya lagi, warga yang menderita sakit butuh waktu lama jika ingin berobat. Sebab mobil yang tak bisa melintas terpaksa memutar jauh membawa pasien untuk berobat ke rumah sakit yang berada di Ibukota Kabupaten Madina", katanya.

Sementara Ali Syahrin (25) warga Desa Tambangan Jae menyebutkan, anak-anak sekolah menjadi terlambat setiap hari karena tidak ada mobil Angkutan Kota (Angkot) yang mau membawa mereka ke sekolah. "Anak sekolah menjadi terlambat masuk karena harus jalan kaki. Banyak anak sekolah mulai SMP, SMA dan Pesantren yang bersekolah di ibu kota kecamatan dan Panyabungan. Apalagi, tanah wakaf masyarakat berada di seberang Sungai Batang Gadis, setiap jenazah ingin dikebumikan, terpaksa kerandanya terlebih dahulu harus dilepas, dan hanya diikat ke papan. Bahkan, mayat itu pun sempat dibawa pakai getek, sedih rasanya," kata Ali Syahrin.

Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gerakan Rakyat Anti Korupsi (Gertak) Hendra P Hutagalung menyatakan, sangat miris dan sedih mendengar kabar perjuangan masyarakat Desa Tambangan Kabupaten Madina.

"Jembatan penghubung tujuh desa yang berada diatas sungai batang gadis sejak tahun 2018 hanyut terbawa banjir bandang, dan hingga saat ini Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) belum ada memberikan perhatian untuk membangun atau memperbaiki kembali jembatan yang putus tersebut", tukas Hendra.
Editor: Budi

T#g:JembatanMadina
Berita Terkait
  • Rabu, 09 Okt 2019 17:19

    Danramil 03/SB Pelopori Pembuatan Jembatan Penghubung Antar Desa

    Peduli dengan kesejahteraan warga desa di kecamatan Panai Hilir Kabupaten Labuhanbatu, dan dalam rangka Hut ke 74 TNI tahun 2019, Danramil 03/SB, Mayor Inf H. Syamsul Anwar Harahap mempelopori kegiata

  • Jumat, 16 Agu 2019 00:16

    Babinsa Tugusari Koramil 0824/15 Bangsalsari Bantu Pembangunan Jembatan

    Jembatan yang terletak di Dusun Sumber Ketangi Desa Tugusari Kec Bangsalsari Kabupaten Jember, merupakan jembatan penghubung antar dusun. Kondisi sebelumnya merupakan jembatan bambu, sehingga tidak da

  • Kamis, 08 Agu 2019 07:58

    Masih Dalam Proses Pembangunan Jembatan Rambin Sudah Putus, "Memakan Korban Hingga Mengalami Patah Tulang Tangan"

    Jembatan rambin yang masih dalam proses pembangunan yang berada di desa Tebing Linggahara kecamatan Bilah Barat kabupaten Labuhanbatu, ambruk dikarenakan kabel sling penahan jembatan terputus hingga t

  • Minggu, 04 Agu 2019 14:04

    Satgas TMMD Kodim 0415/Batanghari Bangun Jamban di Desa Ladang Peris

    Satuan Tugas Tentara Manunggal Membangun Desa (Satgas TMMD) ke-105 Kodim 0415/Batanghari tahun 2019 membangun jamban di sekitar sekolah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Karya Mandiri, Desa Ladang Peri

  • Minggu, 21 Apr 2019 15:21

    Pemungutan Suara Ulang di 2 TPS di Panyabungan, Sumut

    Berdasarkan rekomendasi Bawaslu Kabupaten Mandailing Natal (Madina) Sumatera Utara, Komisi Pemilihan Umum (KPU) akan melakukan Pemungutan Suara Ulang (PSU) di dua TPS yakni di TPS 014 kelurahan Mompan

  • Kamis, 11 Apr 2019 23:11

    Masyarakat Tasyakuran Beroperasionalnya Jembatan Baladhika Karya TMMD Ke 104 Kodim 0824/Jember

    Rasa bahagia bercampur gembira ditunjukkan oleh warga masyarakat Dusun Karang Kebun Desa Gunungmalang Kec Sumberjambe yang telah dibangunkan jembatan oleh Satuan Tugas TNI Mamanunggal Membangun Desa (

  • Kamis, 21 Mar 2019 23:21

    Satgas TMMD Ke 104 Kodim 0824/Jember sambungkan jalan paving dengan jembatan baru

    Selesainya Pengecoran Jembatan Dusun Kebon Agung Desa Gunungmalang Kec Sumberjambe Kabupaten Jember langsung disambungkan dengan jalan kanan kirinya yang juga dibangun oleh Satuan Tugas (Satgas) TNI M

  • Rabu, 20 Mar 2019 13:20

    Meski Hujan Mengguyur, Satgas TMMD Mampu Selesaikan Pengecoran Jembatan

    Hujan sepanjang hari yang mengguyur Kabupaten Jember pada Senin (18/03/2019), tidak mengendorkan semangat kerja Satuan Tugas (Satgas) TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Kodim 0824/Jember, dipimpin ol

  • Kamis, 07 Mar 2019 21:07

    Akan Dibangun, Dansatgas TMMD Cek Lokasi Jembatan

    Lokasi Jembatan yang berada di Dusun Ajung Babi Desa Gunung Malang Kec. Sumberjambe Kabupaten Jember merupakan salah satu sasaran yang akan dikerjakan pada TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke 104 K

  • Minggu, 23 Des 2018 18:43

    Usai Putusnya Jembatan Rambin, Plt Bupati Labuhanbatu: Ini Kebutuhan Orang Banyak

    Untuk memenuhi kebutuhan dan hajat orang banyak yang menggunakan jembatan rambin menghubungkan Dusun Tebing Linggahara I dan II sepanjang 100 meter di Desa Tebing Linggahara Kecamatan Bilah Barat yang

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2019 https://utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak