Minggu, 25 Agu 2019 04:19

84 Kardus Berisi 400 Ribu Amplop "Serangan Fajar" Diamankan KPK

JAKARTA (utamanews.com)
Oleh: Dian/Rls
Sabtu, 30 Mar 2019 13:00
Istimewa
Ilustrasi
84 kardus berisi uang pecahan Rp 20 ribu dan Rp 50 ribu diangkut tim KPK menggunakan 3 unit minibus dari kantor perusahaan yang berada di bilangan Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Di dalam puluhan kardus itu, uang-uang itu tersusun rapi di dalam 400 ribu amplop yang diduga lembaga antirasuah itu akan dibagi-bagikan sebagai 'serangan fajar' dalam Pemilu 2019.

Wakil Ketua KPK Basaria Pandjaitan menyampaikan pemilik uang-uang itu adalah seorang anggota DPR yang hendak mencalonkan diri lagi sebagai wakil rakyat di Senayan yang bernama Bowo Sidik Pangarso. Dia diduga KPK mengumpulkan uang-uang yang totalnya sekitar Rp 8 miliar itu demi lolos sebagai anggota dewan.

"KPK sangat menyesalkan kejadian ini karena diduga anggota DPR yang juga mencalonkan diri di daerah pemilihan atau Dapil Jawa Tengah II pada Pemilu 2019 justru terlibat korupsi dan bahkan diduga telah mengumpulkan uang dari sejumlah penerimaan-penerimaan terkait jabatan yang dipersiapkan untuk 'serangan fajar' pada Pemilu 2019 nanti," ujar Basaria di kantornya, Kamis (28/3/2019).

Basaria menyebut Bowo diduga menerima suap dari Marketing Manager PT Humpuss Transportasi Kimia (HTK) Asty Winasti lewat orang kepercayaannya bernama Indung.


Bowo, Asty, dan Indung pun sudah ditetapkan KPK sebagai tersangka.

Duit itu diduga ditujukan agar Bowo membantu PT HTK kembali mendapat perjanjian penggunaan kapal-kapalnya untuk distribusi pupuk dari PT Pupuk Indonesia Logistik (Pilog). Bowo pun meminta imbalan sebesar USD 2 per metrik ton. 

Namun rupanya Rp 8 miliar yang disita KPK itu tidak semuanya berasal dari Asty. KPK menyebut Bowo menerima tujuh kali penerimaan dari Asty. KPK juga merinci sejauh ini uang yang teridentifikasi dari Asty untuk Bowo sekitar Rp 1,5 miliar untuk penerimaan pertama hingga keenam dan Rp 89,4 juta untuk penerimaan ketujuh.

Rp 1,5 miliar itu disebut KPK termasuk di dalam Rp 8 miliar yang disita KPK. Sedangkan sisanya yaitu Rp 6,5 miliar diduga KPK sebagai gratifikasi yang telah dikumpulkan Bowo sebelumnya. Duit-duit di dalam amplop itu disebut KPK disimpan Bowo di kantor tersebut, tepatnya di dalam lemari besi. "Kotak-kotak amplop berisi uang tersebut ditemukan di 6 lemari besi," kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah, Jumat (29/3/2019).

Uang haram itu diduga KPK sebelumnya untuk 'serangan fajar'. Ketua KPK Agus Rahardjo bahkan menduga bila sebenarnya tidak hanya Bowo yang memiliki siasat seperti itu.

"Ya kalau saya melihat itu sebagai sinyal, jangan-jangan ini juga seperti permukaan gunung es, gitu ya, ternyata semua orang melakukan itu gitu kan, dan kebetulan ini hanya satu yang ketangkap," ujar Agus dalam kesempatan terpisah.

Editor: Tommy

Sumber: detik.com

T#g:CalegkpkMoney Politics
Berita Terkait
  • Sabtu, 10 Agu 2019 12:30

    KPK RI Gelar Monev Rencana Aksi dan Pencegahan Korupsi Terintegrasi Di Labuhanbatu

    Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Republik Indonesia gelar rapat monitoring dan evaluasi rencana aksi pencegahan korupsi terintegrasi tahun 2019 di Kabupaten Labuhanbatu. Kegiatan tersebut berlangsun

  • Senin, 29 Jul 2019 19:59

    Warga Tuding Caleg Terpilih 'Money Politic', Ketua DPP PKPI Sumut: Sedang Kita Proses

    Menanggapi protes warga Lumban Arung Desa Sitompul Kecamatan Siatas Barita Tapanuli Utara yang menyebutkan, ada salah satu caleg dari PKPI terpilih yang diduga terindikasi 'politik uang', Ke

  • Kamis, 25 Jul 2019 14:45

    Lurah Sioldengan Negosiasi dan Antar "Buronan KPK" Kasus Eks Bupati Labuhanbatu ke Jakarta

    Umar Ritonga, buronan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kaitan kasus suap Eks Bupati Labuhanbatu, H. Pangonal Harahap, diserahkan pihak keluarga kepada penyidik KPK, Kamis (25/7/19) sekira puku

  • Selasa, 04 Jun 2019 14:14

    Tak Terpilih, Caleg Gerindra diduga Jual Tiket Penerbangan Bodong

    Caleg gagal dari partai Gerindra, Borkat Pane yang juga merupakan pemilik agensi Penjualan Tiket Perjalanan Nitari Tour & Travel, beberapa hari ini ramai didatangi puluhan orang yang mengaku Agen

  • Sabtu, 04 Mei 2019 16:24

    KPK OTT Hakim Pengadilan Negeri Balikpapan dan Aktifis NCW

    Kayat, Hakim di Pengadilan Negeri (PN) Balikpapan, diciduk dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Pengadilan Negeri (PN) Balikpapan, dimulai Jumat (3/5/2019), se

  • Selasa, 23 Apr 2019 17:33

    Dirut PLN Sofyan Basir, Tersangka

    Sofyan Basir, Direktur Utama PT PLN (Persero) menjadi tersangka baru dalam kasus proyek PLTU Riau-1.

  • Selasa, 23 Apr 2019 14:53

    Perkuat fungsi penindakan, KPK lantik 21 penyidik muda

    Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Selasa (23/4/2019), melantik 21 penyidik muda sebagai salah satu upaya KPK untuk memperkuat fungsi penindakan."Hari ini, KPK melantik 21 penyidik muda di gedung

  • Minggu, 21 Apr 2019 13:41

    Pangonal Harahap, Mantan Bupati Labuhanbatu dieksekusi ke Lapas Tanjung Gusta

    Mantan Bupati Labuhanbatu Pangonal Harahap dieksekusi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ke Lapas Tanjung Gusta, Medan setelah putusan berkekuatan hukum tetap di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Neg

  • Minggu, 21 Apr 2019 17:21

    Politisi Gerindra Dieksekusi Ke Lapas Tanjung Gusta

    Sonny Firdaus, terpidana kasus suap terhadap anggota DPRD Sumut dari lokasi penahanan di Rutan Cabang KPK ke Lapas Tanjung Gusta Medan pada 18 April 2019 sore.Demikian dikatakan Juru Bicara KPK Febri

  • Jumat, 19 Apr 2019 16:09

    Warga Berduka, Caleg Perindo di Pematangsiantar Meninggal Mendadak

    Sehari setelah Pemilu Serentak 17 April 2019, Syarifuddin Damanik (44), yang diketahui sebagai Caleg Partai Perindo meninggal mendadak di tempat usahanya, Kamis (18/4) kira-kira pukul 18.00 WIB.Inform

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2019 https://utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak