Jumat, 25 Jun 2021 16:01
  • Home
  • Hukum & Keamanan
  • 6 Tahun DPO, Tersangka Penganiayaan Ditangkap Polsek Tigalingga Saat Pulang Kampung

6 Tahun DPO, Tersangka Penganiayaan Ditangkap Polsek Tigalingga Saat Pulang Kampung

Dairi (utamanews.com)
Oleh: Fajar
Kamis, 25 Mar 2021 19:35
Istimewa
Kapolsek Tigalingga didampingi Kanit Reskrim memaparkan kasus penganiayaan.
Polsek Tigalingga gelar press release penangkapan buronan kasus penganiayaan yang terjadi 6 tahun lalu di Dusun Lau Kitik, Desa Bukit Lau Kersik, Kecamatan Gunung Sitember, Kabupaten Dairi yang menyebabkan korbannya bernama Wasinton Tampubolon meninggal dunia. 

Tersangka bernama Lambok Nadapdap (35) ditangkap di rumah kakaknya di Dusun Lau Kitik pada, Selasa (23/3/2021) setelah pelarian panjangnya. "Pelaku sudah 6 tahun DPO dan selama ini tinggal di Palembang Sumatera Selatan," kata Kapolres Dairi AKBP Ferio Sano Ginting SIK MH melalui Kapolsek Tigalingga AKP SP Siringoringo didampingi Kanit Res Ipda Rukur Dabutar dan Kasubbag Humas Polres Dairi Iptu Donni Saleh, Kamis (25/3/2021).

Dituturkannya, kasus penganiayaan yang menyebabkan korbannya meninggal dunia terjadi pada, 3 April 2015. Kejadian tersebut berawal ketika tersangka Lambok Nadapdap bertemu dengan korban Wasinton Tampubolon di warung milik Mak Marsel Desa setempat. Selanjutnya korban bersama temannya Ojak Siburian dengan mengendarai sepeda motor hendak pergi dan mengajak tersangka jalan-jalan. Ajakan itu pun dijawab tersangka "duluan lah kalian".


Namun, korban malah mengatakan bahasa kotor (bujxxx inxx), sehingga membuat tersangka emosi dan mengatakan kepada korban "apa maksudmu" yang dijawab oleh korban "apa mau mu, ayo main kita". Tantangan itu pun dijawab tersangka "Ayo".

Ketika hendak pergi, orang tua (mamak) Ojak Siburian yang melihat keributan itu memanggil anaknya dan melarangnya untuk ikut campur, sehingga Ojak Siburian turun dari sepeda motor dan tidak ikut pergi. Korban pun pergi sendiri dengan sepeda motornya dan tersangka mengikutinya dari belakang. Setibanya korban di depan rumahnya tersangka langsung menangkap korban hingga terjatuh bersama sepeda motornya.

Tersangka selanjutnya memegang leher korban dan menghantamkan kepala korban ke aspal jalan, merasa kurang puas tersangka kembali menumbuk kepala korban dengan tangan berulang kali hingga tak sadarkan diri. Warga dan keluarga korban selanjutnya membawa korban ke Puskesmas untuk mendapat perawatan, karena lukanya cukup para korban di bawa ke RSUD Sidikalang dan dirujuk di salah satu rumah sakit di Medan hingga meninggal dunia.


"Takut dilaporkan ke Polisi, tersangka kemudian lari ke Medan dengan meninggalkan istrinya yang baru dinikahi dua bulan. Karena mendapat kabar kalau korban telah meninggal dunia, tersangka melarikan diri lagi ke Palembang," terang SP Siringoringo.

Mendapat informasi dari keluarga korban, kalau tersangka pulang ke rumah orang tuanya di Dusun Lau Kitik, pada Selasa (23/3/2021) Kapolsek Tigalingga bersama personel Reskrim melakukan penangkapan terhadap tersangka yang saat itu berada di rumah kakaknya.

"Tersangka sudah kami mintai keterangan dan mengakui perbuatannya. Tersangka sudah kami jebloskan ke jeruji besi Polsek Tigalingga untuk proses hukum selanjutnya," kata SP Siringoringo.

Ditambahkan Kapolsek Tigalingga, atas perbuatannya tersangka dipersangkakan Pasal 351 ayat 3 KUHPidana, barang siapa dengan sengaja melakukan penganiayaan yang menyebabkan matinya orang lain, diancam dengan pidana penjara paling lama 7 Tahun.


Kepada wartawan, tersangka mengatakan menyesali perbuatannya, selama di perantauan pun ia selalu dihantui rasa bersalah. Untuk menebus kesalahannya dan ingin menyelesaikan masalahnya, ia mengaku sengaja pulang ke kampung.

"Saya menyesal telah menganiaya korban hingga meninggal dunia, saya sengaja pulang kampung untuk menyelesaikan masalah ini," ucap Lambok penuh penyesalan.

Selama dalam pelariannya di Palembang, tersangka mengaku bekerja sebagai supir truk serta telah menikah lagi dan memiliki satu orang anak.

Sementara, orang tua korban, Marihot Tampubolon (66)/ Maryati Br Ginting (62) yang ikut menyaksikan press release tersebut, menyampaikan terimakasih kepada Polres Dairi dan Polsek Tigalingga yang telah berhasil mengungkap dan menangkap pelaku pembunuh anaknya.

"Kami sudah menunggu selama 6 tahun, agar pelaku pembunuhan anak kami terungkap dan pelakunya ditangkap. Kami berharap pelaku dihukum seadil-adilnya sesuai undang-undang yang berlaku di negara ini," ucapnya. 

Editor: Ivan

T#g: TigalinggaBuronan
Berita Terkait
  • Jumat, 12 Feb 2021 11:42

    Kapolda Sumut Paparkan Kasus Irman Pasaribu alias Roy alias Man Batak, Bandar Sabu Labuhanbatu

    Ditresnarkoba Polda Sumut Ungkap jaringan Narkoba antar Provinsi jenis sabu-sabu seberat 29, 93 kg. Dalam pengungkapan tersebut, tiga pelaku berhasil ditangkap. Ketiga pelaku bernama Irman Pasari

  • Sabtu, 06 Feb 2021 16:06

    JPS, DPO Pemilu 2019 di Taput Serahkan Diri ke Jaksa

    DPO (daftar pencarian orang) dengan inisial JPS, datang menyerahkan diri ke Kejaksaan Negeri Tapanuli Utara, Sabtu tanggal 06 Februari 2021 pukul 13.30 wib. Selanjutnya JPS terpidana dalam perkar

  • Sabtu, 06 Feb 2021 15:16

    Polda Sumut Belum Sampaikan Secara Resmi Penangkapan DPO Bandar Narkoba FP Alias Man Batak

    Kabar tertangkapnya kembali bandar narkoba Firman Pasaribu alias Man Batak dari persembunyiannya belum ada keterangan resmi yang dikeluarkan pihak Polda Sumatera Utara.Meskipun kabar tertangkapnya ban

  • Rabu, 03 Feb 2021 23:33

    Warganet Masih Meragukan Kebenaran Tertangkapnya Bandar Narkoba Man Batak

    Viralnya berita pengeledahan rumah mewah kediaman bandar narkoba Firman Pasaribu alias Man Batak dimedia sosial menarik perhatian warganet sekaligus menjadi tanda tanya serta meragukan kabar tersebut,

  • Rabu, 03 Feb 2021 18:03

    Mantan Kapolres Labuhanbatu Pimpin Pengeledahan Rumah Kediaman Bandar Narkoba Firman Pasaribu Alias Man Batak

    Warga jalan gang keluarga Lingkungan Padang Matinggi Kelurahan Padang Matinggi, Kecamatan Rantau Utara Kabupaten Labuhanbatu, dihebohkan dengan adanya pengeledahan rumah kediaman bandar narkoba Firman

  • Senin, 01 Feb 2021 16:21

    Mabes Polri Sikapi Kasus Kelalain Larinya DPO Bandar Narkoba Firman Pasaribu alias Man Batak

    Terkait viralnya dunia maya masyarakat (publik) khususnya Kabupaten Labuhanbatu awalnya bersyukur atas keberhasilan Tim Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumatera Utara dan Satresnarkoba Polres Labuhan

  • Sabtu, 30 Jan 2021 16:00

    Eksklusif Berita Antara Rekaman CCTV Pelarian Bandar Narkoba FP Alias Man Batak Terbongkar

    Wartawan media Antaranews.com melalui akun beranda media sosialnya memposting link berita di grub facebook Laburaku, dimana di dalam rilis menuliskan tentang bukti rekaman CCTV pelarian FP alias Man B

  • Kamis, 21 Jan 2021 12:30

    PPATK dan BNN dan Polisi Didesak Usut Tindak Pidana Narkotika dan Tindak Pidana Pencucian Uang An. FP Alias Iman Batak?

    Kepolisian Daerah Sumatera Utara hingga kini masih memburu FP alias Iman Batak, bandar narkoba yang kabur saat dilakukan pengembangan kepemilikan narkotika jenis sabu seberat 5 kg yang berhasil melari

  • Selasa, 19 Jan 2021 08:09

    Perintah Kapoldasu, Setiap Pelaku Narkoba Akan Ditindak Tegas, Tepat, Keras dan Terukur

    Pasca larinya bandar narkoba FP alias Man Batak setelah ditangkap aparat penegak hukum Polda Sumatera Utara dan Polres Labuhanbatu di Kabupaten Labuhanbatu Selatan, Sabtu lalu (09/01/2021), dengan bar

  • Kamis, 25 Jul 2019 14:45

    Lurah Sioldengan Negosiasi dan Antar "Buronan KPK" Kasus Eks Bupati Labuhanbatu ke Jakarta

    Umar Ritonga, buronan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kaitan kasus suap Eks Bupati Labuhanbatu, H. Pangonal Harahap, diserahkan pihak keluarga kepada penyidik KPK, Kamis (25/7/19) sekira puku

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2021 https://utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak