Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, 'Padi perlu dipupuk, takut petani terpuruk'
Taput (utamanews.com)
Oleh: Winner Simanungkalit
Kamis, 17 Feb 2022 13:37
Istimewa
Ilustrasi Padi kekurangan pupuk
Daerah kabupaten Tapanuli Utara (Taput), memiliki musim tanam padi sekali dalam setahun. Dimulai bertanam awal Desember, dan panen di bulan Mei-Juni di tahun berikutnya.
Pada tanaman padi, jagung dan tanaman lainnya, sangat membutuhkan pupuk. Harga pupuk yang murah dan mudah terjangkau sangat diharapkan para petani.
Di kabupaten Taput kurang lebih 80% masyarakatnya tergantung pada pertanian. Mulai dari perkebunan, perladangan dan persawahan menjadi mata pencaharian masyarakat di Taput.
Kelangkaan pupuk ini, sangat mengkhawatirkan masyarakat petani yang hendak memberikan pupuk pabrikan sebagai suplai makanan bagi tanaman mereka. Dimana, pupuk bersubsidi yang dimaksud mereka belum didapatkan di kios-kios pengecer di Taput. Seperti Phonska dan urea yang sangat dibutuhkan petani, sampai saat ini belum didapatkan mereka.
Sehingga, ada yang mampu membeli pupuk yang non bersubsidi. Dengan beda harga dari non bersubsidi, kurang lebih dua kali lipat harga bersubsidi. Ada yang membeli pupuk non bersubsidi secukupnya,dan ada yang membeli pupuk non bersubsidi dengan sekedar saja.
Hal ini diungkapkan seorang petani kepada UTAMA NEWS Kamis (17/02), yang sehariannya di ladang (Kopi, Jagung dan Padi Darat) bekerja. Bapak dengan tiga orang anak ini, yang mana dua anaknya duduk di bangku SMA dan yang bungsu di bangku SMP. Bapak dari tiga orang anak ini, enggan disebutkan namanya ke publik.
"Sakitnya Petani ini ketika ketersediaan pupuk bersubsidi langka, sungguh memilukan hati. Dimana, kami petani sangat terbatas ketersediaan materi untuk membuat stock pupuk di gudangnya. Namun kelangkaan pupuk bersubsidi, membuat kekhawatiran saat ini bagi para petani yang sangat membutuhkan pupuk untuk tanaman padinya. Hal inilah yang sering kita ungkapkan, 'Padi Perlu di Pupuk, Takut Petani Terpuruk' kepada sesama kami petani", ungkapnya sembari tersenyum dengan ungkapan yang dikatakannya.
Dengan menjelaskan bahwa pupuk merupakan modal utama dalam pertanian. Sehingga, jika pupuk tidak ada, maka petani akan terpuruk dengan hasil yang sangat minim dari hasil pertaniannya.