Kamis, 20 Agu 2026
Harga Semen dan Besi Melonjak, Masyarakat Labuhanbatu Utara Terancam Sulit Memiliki Rumah
Labuhanbatu Utara (utamanews.com)
Oleh: Boraspati Minggu, 12 Jul 2026 11:12
Ilustrasi

Kenaikan harga bahan bangunan dalam beberapa bulan terakhir dikeluhkan masyarakat Kabupaten Labuhanbatu Utara. Harga semen yang terus merangkak naik, ditambah melonjaknya harga besi dan material konstruksi lainnya, dinilai semakin menyulitkan warga berpenghasilan rendah untuk mewujudkan impian memiliki rumah sendiri.

Berdasarkan pantauan di sejumlah toko bangunan, harga semen kini berada pada kisaran yang cukup tinggi. Semen Padang kemasan 40 kilogram dijual antara Rp56.000 hingga Rp65.000 per sak. Semen Merah Putih berada di kisaran Rp55.000 hingga Rp65.000 per sak, sementara Semen Tiga Roda mencapai Rp75.000 hingga Rp85.000 per sak. Adapun Semen Dynamix atau Semen Gresik dijual antara Rp60.000 hingga Rp75.000 per sak.

Tidak hanya semen, harga besi bangunan juga mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Kondisi ini membuat biaya pembangunan rumah semakin membengkak dan memberatkan masyarakat. Badan Pusat Statistik (BPS) bahkan mencatat kenaikan harga pada kelompok bangunan dan konstruksi yang dipengaruhi oleh naiknya harga baja tulangan (besi beton), pasir, serta semen.

Sejumlah warga mengaku kini harus menunda rencana membangun rumah karena biaya material yang terus meningkat. Mereka menilai harga bahan bangunan saat ini tidak sebanding dengan daya beli masyarakat yang masih lemah.
“Kalau harga semen dan besi terus naik seperti ini, masyarakat kecil akan semakin sulit membangun rumah. Jangankan membangun rumah baru, memperbaiki rumah yang rusak saja sudah sangat berat,” ujar salah seorang warga.

Kondisi serupa juga terjadi di berbagai daerah di Indonesia. Sejumlah laporan menunjukkan kenaikan harga semen dan besi dipicu oleh keterbatasan pasokan serta meningkatnya biaya distribusi dan konstruksi.

Masyarakat berharap pemerintah dapat mengambil langkah konkret untuk menstabilkan harga bahan bangunan. Sebab, apabila kondisi ini terus berlanjut, bukan hanya sektor konstruksi yang terdampak, tetapi juga ribuan keluarga yang mendambakan memiliki rumah layak huni.

Kenaikan harga material bangunan dikhawatirkan akan memperlebar kesenjangan kepemilikan rumah di daerah, khususnya di Labuhanbatu Utara, di mana sebagian besar masyarakat masih bergantung pada sektor pertanian dan pekerjaan informal dengan pendapatan yang terbatas.
busana muslimah
Berita Terkini
Index
Berita Pilihan
adidas biggest sale promo samsung flash sale baju bayi wardah cosmetic cutbray iklan idul fitri alfri
Kontak   Disclaimer   Karir   Iklan   Tentang Kami   Pedoman Media Siber

Copyright © 2013 - 2026 https://utamanews.com
PT. Oberlin Media Utama

gopay later