Kamis, 06 Agu 2020 13:58
  • Home
  • Ekonomi
  • Didampingi Unimed, Perempuan Batu Bara Kembangkan Songket Tenun Khas Melayu Kekinian

Didampingi Unimed, Perempuan Batu Bara Kembangkan Songket Tenun Khas Melayu Kekinian

Batubara (utamanews.com)
Oleh: Herda
Senin, 14 Okt 2019 20:54
Irfandi
Kaum perempuan merupakan subjek yang dapat dikembangkan potensinya dalam rangka meningkatkan peran dan tanggungjawab dalam pembangunan melalui peningkatan pengetahuan dan keterampilan. Pemberdayaan perempuan merupakan hal penting yang layak bagi seluruh lapisan masyarakat. Organisasi yang memberdayakan kaum perempuan adalah Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK).

Pada saat ini desa Barung-barung sudah terdapat kelompok PKK yang diketuai oleh ibu Kepala Desa. Selama ini kegiatan kelompok PKK di desa Barung-barung hanya meliputi kegiatan arisan, dan pertemuan-pertemuan rutinitas saja. Hal ini berdampak pada rasa bosan bagi anggotanya, sehingga berdampak pada surutnya jumlah anggotan yang aktif di kelompok PKK.

Melihat kondisi ini, kepala desa Barung-barung Bapak Ilyas Efendi menyatakan serius untuk melakukan pemberdayaan bagi kaum wanita yang ada di desanya tersebut. Bentuk keseriusanya dapat dilihat antara lain, telah mengalokasikan anggaran bersumber dari dana desa untuk memberdayakan kaum perempuan di desanya.

"Sasaran aparat pemerintahan adalah meningkatkan pembangunan pedesaan yang juga diperlukan pada rumah tangga pedesaan meliputi segala kegiatan anggotanya, sumber penghasilan dan berbagai masalah yang dihadapi oleh perempuan desa dengan memberikan kegiatan-kegiatan dalam kelompok seperti memberi keterampilan di desa.


"Pemberian keterampilan seperti menjahit busana dan membordir dapat memberikan bekal wawasan yang lebih luas bagi perempuan. Keterampilan yang dimiliki perempuan dapat dikembangkan menjadi sebuah usaha rumah tangga khususnya di desa", ungkapnya, Senin (14/10).

Menurut Kades Ilyas, dana tersebut sudah dimanfaatkan untuk membeli 3 buah mesin bordir, dengan harapan dapat membangun kreativitas perempuan serta upaya peningkatan perekonomian. Dengan adanya mesin bordir tersebut maka kegiatan Kelompok PKK diaktifkan kembali. Anggota melakukan latihan membordir dengan tutorial. Seorang anggota telah mampu membordir yang sederhana, tetapi kegiatan tersebut hanya berlangsung dalam waktu sebentar saja.

Hal tersebut menyebabkan anggota kelompok PKK merasa kegiatan tidak efektif karena mesin jahit tidak sebanding jumlahnya dengan anggota kelompok serta kerajinan yang dibuat tidak ada nilai inovasi dan kreasinya, hanya sebatas model yang telah dibuat secara turun menurun.

"Melihat kondisi perkembangan kerajinan ini saya cukup senang, akan tetapi saya tidak puas karena harus ada inovasi yang dikembangkan agar kebudayaan ini dapat maju dan bersaing dengan produk-produk sejenis. Oleh karena itu kami gandenglah pakar di bidang tata busana dari Unimed yang secara kebetulan juga melakukan pendampingan di desa ini, dan dampaknya selain memiliki modal semangat kreasi dan inovasi, modernitas kain songket dapat terlihat. Dan tidak hanya itu, limbah songket yang selama ini terbuang dapat bermanfaat menjadi asesoris yang memiliki nilai ekonomis", papar kepala desa inovatif di kabupaten Batubara tersebut.



Menanggapi hal tersebut Ketua Program Kemitraan Dra. Halida Hanim, M.Pd., didampingi anggota Tim, Dra. Armaini Rambe, M.Si., Fauziah Agustini, SE., MBA., mengungkapkan bahwa, potensi yang ada di Kabupaten Batu Bara sebagai penghasil songket terbesar di Sumatera Utara merupakan sebuah modal dasar untuk mengembangkan produk tersebut menjadi komuditi produk unggulan daerah.

"Songket Batu Bara merupakan bagian dari warisan budaya Melayu yang harus tetap lestari, akan tetapi apabila tidak dikombinasikan dengan daya kreasi dan inovasi akan menjadi produk yang dilupakan oleh masyarakat modern, karena tidak ada variasi bentuk yang kekinian. Oleh karena itu kita sedikit memberikan warna kreasi pada produk dan olahan limbah sehingga menjadi produk yang diminati masyarakat", pungkas dosen teknik Universitas Negeri Medan tersebut.

Ditambahkan beliau, program Kementerian Riset Dikti yang dilaksanakan oleh dosen Unimed akan melakukan pendampingan terhadap kerajinan sehingga benar-benar Batu Bara sebagai sentra kain songket sehingga menjadi produk unggulan daerah.

"Target kita untuk mengembangkan Songket Melayu menjadi tuan di negeri sendiri, sinergis dengan program kabupaten Batu Bara, tinggal memberikan keyakinan kepada ibu rumah tangga bahwa hasil dari menenun songket dapat menjadi mata pencarian, sembari melihat potensi pasar yang begitu terbuka dimana sepanjang pesisir pantai timur puak Melayu mendominasi, sehingga peluang pasar semangkin terbuka lebar, ditambah kreasi dan inovasi sehingga menjadi bagian kebutuhan sandang yang diperhitungkan", papar beliau.
Editor: Ade

T#g:BatubaraMelayuSongketUnimed
Karunia Tour and Travel
Berita Terkait
  • Jumat, 24 Jul 2020 13:34

    Tak Takut Intervensi, Dishub Batu Bara Tegakkan Perda Nomor 6 Tahun 2020

    Dinas Perhubungan Batu Bara tegakkan Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Batu Bara Nomor 6 Tahun 2020, kerana selama ini belum ada regulasi hukum yang mengatur penyelengggaraan tugas Dinas Perhubungan

  • Kamis, 23 Jul 2020 21:23

    PT. Bank Mandiri Salurkan Kartu Sembako Kepada 677 KPM di Kabupaten Batu Bara

    PT Bank Mandiri Cabang Kuala Tanjung menyalurkan kartu sembako sejumlah 677 kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM), terdiri dari tiga kecamatan, yaitu Kecamatan Datuk Lima Puluh, Kecamatan Lima Puluh

  • Jumat, 17 Jul 2020 22:47

    Pembebasan Lahan Masih Jadi Kendala Proyek Jalan Tol di Sumut

    Banyaknya warga yang belum setuju dalam pembebasan lahan masih menjadi kendala utama untuk pengerjaan proyek pengadaan jalan tol di Sumatera Utara khususnya Tol Tebing Tinggi - Serbelawan dan Kuala Ta

  • Minggu, 05 Jul 2020 15:55

    Batu Bara Hadir Dan Ikut Mengumandangkan Tolak RUU HIP

    Aksi Unjuk Rasa (AUR) mengatasnamakan Aliansi Masyarakat Anti Komunis (ALMAK) Kabupaten Batu Bara hadir dan ikut mengumandangkan, menyuarakan menolak Rancangan Undang-undang Haluan Idiologi Pancasila

  • Kamis, 02 Jul 2020 21:52

    Tim Pansus Covid-19 DPRDSU Kunker Ke Batu Bara, Hadian: Realokasi Dana Covid Boleh Untuk Fisik

    Tim Pansus Covid-19 DPRD Sumut melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Batu Bara yang diterima Ketua GTPP Covid-19 Batu Bara Ir Zahir, MAP di Posko Covid, Kamis (2/7/2020) Jalan Perintis Kemerdekaan Li

  • Selasa, 30 Jun 2020 21:30

    Kapolda Sumut Resmikan 'Desa Tangguh' Sei Mangkai Cegah Covid-19

    Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Kapolda Sumut) Irjen Pol Drs Martuani Sormin MSi kembali meresmikan Desa Tangguh Sei Mangkai, Kecamatan Limapuluh, Kabupaten Batubara, dalam menangani masalah

  • Selasa, 30 Jun 2020 15:00

    Kapolda Sumut disambut hangat masyarakat Batu Bara

    Masyarakat Kabupaten Batubara menyambut hangat kunjungan kerja Kapolda Sumut Irjen Pol Martuani Sormin bersama Ketua Bhayangkari Daerah Sumut Ny Risma Martuani Sormin, Selasa (30/6/2020). Setiban

  • Kamis, 25 Jun 2020 16:45

    19 Anggota DPRD Batu Bara Nyatakan Siap Dukung Pansus Soal Dana Bansos dan Covid-19

    Dari 35 Dewan, ada 19 Anggota DPRD Batu Bara nyatakan siap untuk melakukan pengawasan penyaluran Bantuan Sosial (Bansos) serta penggunaan anggaran Dan Covid-19 Batu Bara. Demikian dikatakan dari

  • Senin, 08 Jun 2020 17:48

    Ketua Fraksi PDIP Bantah Tudingan Dapat Jatah Proyek Di Dinas Pertanian Batu Bara

    Ketua Fraksi Partai Perjuangan Demokrasi Indonesia (PDIP) DPRD Batu Bara membantah tudingan dapat jatah proyek dari Dinas Pertanian.

  • Kamis, 04 Jun 2020 11:14

    Kurikulum pendidikan harus responsif dan antisipatif di masa krisis pandemi Covid-19

    Dunia pendidikan dan kampus harus bergerak cepat dan berbenah dalam menghadapi pandemi covid-19 dan peluang kerja di masa pandemi yang melanda seluruh negara di dunia, dengan melakukan gerakan-gerakan

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2020 https://utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak