Selasa, 23 Apr 2019 22:03
  • Home
  • Ekonomi
  • Berdalih Tidak Punya Uang Receh, Pangkalan Jual LPG Subsidi Di Atas HET

Berdalih Tidak Punya Uang Receh, Pangkalan Jual LPG Subsidi Di Atas HET

Palas (utamanews.com)
Oleh: Maulana Syafii
Selasa, 12 Feb 2019 20:32
Maulana Syafii
Seorang warga masyarakat Desa Mananti Sosa Jae, Kecamatan Huragi Kabupaten Padang Lawas saat akan membeli gas LPG 3 Kg isi ulang, namun pasokan sudah habis terjual.
Berdalih tidak memiliki uang receh untuk membayar uang pengembalian kepada warga masyarakat yang membeli gas elpiji subsidi tabung 3 kilogram (Kg), satu pengelola pangkalan gas elpiji 3 Kg, bernama Tulus Fernando Siahaan yang beralamat di Desa Mananti Sosa Jae, Kecamatan Hutaraja Tinggi (Huragi), Kabupaten Padang Lawas (Palas), menjual tabung gas subsidi pemerintah itu kepada warga masyarakat di atas HET.

Hal ini terungkap saat wartawan melihat langsung, ketika seorang warga masyarakat yang hendak membeli tabung gas LPG 3 Kg ke pangkalan tersebut, Senin (11/02/2019). "Saya sudah berulang kali ingin membeli tabung gas di pangkalan ini, tapi tabung gas selalu habis," gerutu Suhemi Nasution saat hendak membeli tabung gas LPG 3 Kg.

"Saya selalu memperhatikan, pihak pangkalan di sini selalu menjual gas LPG 3 kg kepada pengecer di malam hari, saat truck pengangkut tabung LPG selesai bongkar. Harus malam-malam beli tabung gas di sini, kalau siang tabung gasnya habis," tambahnya.

Suhemi menduga, pihak pangkalan sengaja menjual tabung gas subsidi pemerintah itu di malam hari kepada masyarakat yang berkesempatan membeli dan juga pengecer gelap dari desa lain di malam hari. "Makanya di siang hari stok tabung gas LPG 3 kilo habis di pangkalan dan banyak dijumpai di pengecer," sergahnya.

"Kalau membeli tabung gas di pangkalan ini harganya Rp 20.000 pertabung. Kalau beli di pengecer harganya berkisar Rp 28.000 sampai Rp 30.000 pertabungnya. Kami dari masyarakat meminta kepada pemerintah dan instansi berwenang untuk mengevaluasi kinerja pangkalan gas LPG ini," desaknya.

Sementara itu, pengelola pangkalan gas LPG yang diketahui bernama Agus Boru Siahaan membantah, pihaknya menjual gas LPG kepada masyarakat di atas harga HET dan mendistribusikan gas LPG kepada pengecer gelap. "Memang, kami menjual tabung gas di sini seharga Rp 20.000 pertabung, dikarenakan kami tidak menyediakan uang receh untuk kembalian pembelian tabung gas kepada masyarakat. Soalnya, HET gas LPG 3 kilo di pangkalan itu, kan Rp 19.000 pertabung," kilahnya.

"Begitu juga, soal tudingan kami membagi gas LPG kepada pengecer dari luar desa, itu tidak benar. Karena gas dari agen masuk ke pangkalan di malam hari, makanya di malam hari itu juga kami menjual gas kepada masyarakat,: terangnya.

"Soalnya, kalau kami menjual gas LPG di siang hari, banyak sekali warga masyarakat dari luar desa yang mengaku warga desa sini, agar bisa membeli gas LPG 3 Kg. Pasokan tabung gas LPG 3 kilo yang masuk ke pangkalan kami dari agen, sebanyak 600 tabung perminggu. Itu pun harus dipenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh pihak agen," tambahnya.
Editor: Adjie

T#g:HETLpg3Kg
Karunia Tour and Travel
Berita Terkait
  • Jumat, 28 Des 2018 11:28

    Masyarakat Minta Pemkab Palas Stabilkan Gas LPG 3 Kg

    Sejumlah kalangan masyarakat di daerah Kabupaten Padang Lawas (Palas), meminta dan mendesak pemerintah daerah setempat dapat menstabilkan peredaran dan pendistribusian gas LPG tabung 3 Kg yang sudah t

  • Rabu, 05 Des 2018 14:55

    Plt Bupati Labuhanbatu Keluarkan Surat Edaran Atasi Kelangkaan Gas LPG 3 KG

    Kelangkaan Liquefied Petrolium Gas (LPG) 3 kg yang terjadi di kabupaten Labuhanbatu membuat gerah Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Labuhanbatu H. Andi Suhaimi Dalimunthe, ST. MT, dengan mengeluarkan surat

  • Jumat, 23 Nov 2018 13:33

    Pemkab Palas Diminta Tindak Tegas Distributor Gas LPG 3 Kg Nakal

    Terkait masih langka dan mahalnya harga gas LPG 3 kilogram di daerah Kabupaten Padang Lawas (Palas), warga masyarakat di daerah ini minta kepada Pemkab Palas untuk menindak tegas pelaku usaha gas LPG

  • Jumat, 16 Nov 2018 19:36

    Selain Langka, Harga LPG 3 Kg di Palas Rp35.000/Tabung

    Selain langka, keadaan dan kondisi peredaran gas elpiji tabung 3 kilogram di sejumlah daerah di Kabupaten Padang Lawas (Palas) masih terbilang mahal. Seperti di Kecamatan Sosa dan Hutaraja Tinggi (Hur

  • Senin, 13 Agu 2018 13:13

    Harga Gas LPG 3 Kg Bersubsidi Tidak Stabil & Langka, Pemerintah Terkesan "Tutup Mata"

    Melambungnya harga penjualan tabung gas Lpg 3 kg bersubsidi di pasaran, membuat masyarakat resah. Belum lagi kadang-kadang langkanya gas LPG 3 bersubdidi yang membuat harga tidak stabil.Zimmi A Panjai

  • Senin, 27 Nov 2017 18:07

    Gas LPG 3 Kg Langka di Palas, Rp 30.000 per Tabung

    Sejumlah ibu rumah tangga dan warga masyarakat di beberapa kecamatan di daerah Kabupaten Padang Lawas (Palas) sejak sepekan terakhir merasa kebingungan mencari gas LPG bersubsidi ukuran tabung 3 Kg, y

  • Minggu, 22 Okt 2017 10:12

    Sudah 1 Bulan Harga LPG 3 Kg di Kampung Mesjid Melambung Tinggi

    Harga LPG Bersubsidi tabung isi 3Kg di Kualuh Hilir, kabupaten Labuhan Batu Utara (Labura) melambung tinggi, dari Rp 28 hingga 30 ribu per tabung. Selain mahal, LPG ini juga langka.Ahmad Lubis, 39 tah

  • Rabu, 11 Okt 2017 15:51

    Langka, LPG 3 Kg di Palas Rp 30.000/Tabung

    Tercatat sejak sepekan terakhir distribusi tabung gas LPG bersubsidi ukuran tabung 3 kilogram (Kg)  di sejumlah daerah di Kabupaten Padang Lawas (Palas) mengalami Kelangkaan. Harganya berkisar Rp

  • Kamis, 01 Des 2016 08:42

    Bupati himbau ASN di Palas tidak pakai LPG 3Kg

    Bupati Kabupaten Padang Lawas (Palas), H. Ali Sutan Harahap menghimbau, agar para aparatur sipil negara (ASN) di lingkup jajaran Pemkab Palas, tidak lagi menggunakan tabung gas LPG ukuran 3 Kg, karena

  • Kamis, 27 Okt 2016 22:17

    BK DPRD Provinsi Sumatera Utara Jangan Baper!

    Badan Kehormatan DPRD Provinsi Sumatera Utara diminta untuk tidak emosional menyikapi peristiwa pengamanan palu sidang oleh Sutrisno Pangaribuan saat rapat Paripurna Pemilihan Wakil Gubernur Sumatera

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2019 https://utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak