Minggu, 25 Okt 2020 17:14
  • Home
  • Ekonomi
  • Bambu Dapat Tingkatkan Nilai Pundi Rupiah Bagi Masyarakat

Bambu Dapat Tingkatkan Nilai Pundi Rupiah Bagi Masyarakat

Pematang Siantar (utamanews.com)
Oleh: Darwin Marpaung
Senin, 07 Sep 2020 17:07
Istimewa
Balai Diklat LHK Pematang Siantar  memberikan materi teknik memanfaatkan bambu melalui LMS e- Learning LHK Telecoference, Zoom pada hari Senin (8/9/2020). Kegiatan tersebut dilaksanakan bertujuan untuk agar bambu bisa diolah masyarakat menjadi pundi rupiah.

Demikian disampaikan oleh Bebas Sinuhaji, SP., M.Si selaku narasumber pada acara itu. "Tujuan kami menyajikan pemanfaatan bambu ini ialah, agar masyarakat memiliki pundi-pundi rupiah dari bambu ini. Namun perlu diperhatikan bahwa lain  jenis bambu lain pula kegunaannya. Bambu ini selain bisa digunakan untuk furnitur /mebel, bahan kontruksi, alat-rumah  rumah tangga dan kerajinan tangan. bambu ini juga  bisa digunakan untuk bahan pengawet dan Obat", paparnya.

"Kita juga berpikir bagaimana caranya agar pinggiran Danau Toba ditanami dengan bambu dengan metode wisata Edukasi. Kita jadikan tanaman bambu itu menjadi lokasi wisata seperti diluar negeri sana. Selain wisata tanaman pohon bambu masyarakat juga harus bisa meningkatkan produk berbahan bambu. Sebab, Pasokan bambu di indonesia saat ini sudah di minati oleh dunia internasional. Maka dari itu kepada bapak ibu kiranya dapat membuat produk bahan bambu agar dapat dipasarkan", ujar dia.


"Jika sudah masuk di pemasaran tentunya para pemodal akan merapat dengan sendirinya jika kita sudah kewalahan dalam melayani pemesanan. Kami sampaikan bahwa saat ini kami berupaya bagaimana bapak ibu dapat memahami dan membuat  produk dari pohon bambu supaya  bisa menjadi nilai Ekonomi", katanya.

Sementara itu Elza Havid, S. Hut., M.T.S yang juga selaku Narasumber pada acara itu mengatakan, jika para peserta hendak memiliki keahlian dalam pemanfaatan bambu ia punya kenalan dari luar Sumatera yang bisa mengajari para peserta dalam mengolah bambu.

"Bahwa tujuan acara ini dilaksanakan supaya para peserta yang dulunya tidak bisa memanfaatkan bambu untuk menjadi nilai ekonomi menjadi punya penghasilan dari bahan bambu. Tentunya bukan pengolahannya saja yang nantinya yang harus dipahami yakni bagaimana pengembangan budidaya bambu. Pemanenan pengawetan pengeringan pengolahan dan pemasaran juga", sebutnya.

Acara yang dilaksanakan yang diketuai oleh Ibu  Liani Afriana, A.Md ini, menurut kami langkah yang tepat untuk merubah menset pola pikir masyarakat yang sebelumnya bambu itu harus dibunuh dan di hilangkan dari Area Lahan kebun sendiri  karena dianggap sebagai penganggu untuk tanaman lainnya.


"Setelah acara pelatihan pemanfaatan bambu ini. Kita akan berupaya untuk menjaga bambu dari kepunahan," sebut Timbun Pandiangan, SH. Selaku peserta pendamping dari Koperasi Tani Mandiri dari KPH Wilayah III Kisaran.

"Dengan mengetahui banyaknya kegunaan bahan yang bersumber dari bahan bambu kita akan berupaya menghalo-halokan kepada masyarakat agar pohon bambu yang ada di lahannya jangan ditebang. Karena bisa dimanfaatkan untuk menambah nilai Ekonomi. Mengenai teknik dan cara selanjutnya akan kami bahas  yang pertama dengan Kelompok Tani Mandiri  tetap berkoordinasi dengan KPH Wil III Kisaran dan BD KLHK Pematang Siantar", sebutnya.

Pantauan Media acara diklat pada hari yang ketiga diselenggarakan oleh BD KLHK ini  berjalan dengan sportif dan lancar. Materi yang diajarkan via online jarak jauh itu bagaimana agar peserta mengenali karakter bambu jenis bambu dan kegunaannya supaya menjadi nilai tambah dan supaya bambu dapat dilestarikan.
Editor: Budi

T#g:Bambuekonomi
Karunia Tour and Travel
Berita Terkait
  • Sabtu, 17 Okt 2020 06:17

    Musa Rajekshah Berharap Ekonomi Masyarakat Bangkit dari Masjid

    Wagub Sumut Musa Rajekshah berharap ekonomi dan pelatihan ekonomi umat dapat lahir dari masjid yang ada sekitar warga. Sehingga ke depan kebangkitan ekonomi umat lahir dari masjid-masjid yang ada di S

  • Rabu, 07 Okt 2020 02:37

    Demo Buruh Memperburuk Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional

    Demo buruh yang akan diadakan, diprediksi akan memperburuk penanganan dampak covid. Pasalnya, saat unjuk rasa susah sekali menjaga jarak, sehingga khawatir membentuk klaster corona baru. Selain itu, d

  • Minggu, 27 Sep 2020 06:27

    Banyak Pihak Menikmati Manfaat Program PEN

    Ada banyak strategi yang dilakukan pemerintah untuk mengurangi dampak Covid-19 bagi pelaku ekonomi kreatif. Salah satunya adalah melalui program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).Kementerian Pariwisata

  • Rabu, 09 Sep 2020 18:59

    Ditengah Pandemi Covid-19, Ster TNI Ajak Pelaku Bisnis Beralih Ke E-Commerce

    Ditengah mewabahnya Covid-19, Staf Terotorial (Ster) TNI mengajak kepada pelaku bisnis untuk melakukan transisi ke sistem online atau e-commerce sebagai salah satu alternatif wadah berbisnis dimasa se

  • Kamis, 20 Agu 2020 05:20

    Nawal : Sudah Saatnya Pengrajin Mulai Beralih ke Digital

    Pandemi Covid-19 yang melanda dunia saat ini membawa banyak perubahan baru dalam tatanan kehidupan masyarakat. Salah satu cara untuk bertahan di masa pandemi adalah dengan melakukan penyesuaian. Indus

  • Jumat, 14 Agu 2020 02:24

    Mewaspadai Manuver KAMI Ganggu Kerja Keras Pemerintah Tangani Covid-19

    Di tengah pandemi Covid-19, segelintir orang yang selama ini tergabung selalu menolak kebijakan Pemerintah, mendeklarasikan Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI).Publik pun diminta mewaspadai ma

  • Jumat, 07 Agu 2020 08:07

    Fase Adaptasi Kebiasaan Baru Mampu Pulihkan Ekonomi

    Adaptasi kebiasaan baru yang kita jalani beberapa minggu ini diharap bisa memulihkan keadaan ekonomi di Indonesia. Pasar yang sempat ditutup akhirnya dibuka kembali dan roda perekonomian digulirkan la

  • Rabu, 08 Jul 2020 03:08

    Omnibus Law Cipta Kerja Jadi Momentum Reformasi Regulasi

    Munculnya Rancangan Undang-Undang (RUU) Omnibus Law Cipta Kerja dinilai sebagai momentum reformasi regulasi ketenagakerjaan di Tanah Air. Hal ini dikarenakan indeks kebebasan ketenagakerjaan negara In

  • Selasa, 07 Jul 2020 09:07

    Ini Sejumlah Masukan Untuk Kebijakan Stimulus Ekonomi Pemprov Sumut

    Stimulus ekonomi menjadi salah satu prioritas dalam refocusing anggaran tahap II, selain kesehatan dan jaring pengaman sosial (JPS). Untuk merumuskan kebijakan tersebut Pemerintah Provinsi (Pemprov) S

  • Jumat, 03 Jul 2020 21:23

    Akhyar Bertemu Komite Ekonomi Kreatif Kota Medan

    Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Medan Ir H Akhyar Nasution MSi menerima Audiensi Komite Ekonomi Kreatif di Rumah Dinas Wali Kota Medan Jalan Jenderal Sudirman No 35, Kecamatan Medan Maimun, Jumat (3/7

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2020 https://utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak