Pasca bentrokan dengan PT Langkat Nusantara Kepong (LNK), warga Mekar Jaya didampingi Serikat Petani Indonesia (SPI) dan Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Sumut, mengadu ke DPRDSU, Rabu (23/11) di Jalan Imam Bonjol Medan.
Kehadiran warga diterima Politisi PDI-Perjuangan, Sutrisno Pangaribuan.
Pada pertemuan itu, Ketua DPW SPI Sumut Zubaidah meminta agar dewan segera mendesak kepolisian untuk menarik petugas keamanan dari dalam lahan yang disengketakan.
"Sebagai masyarakat, kami sangat mendesak agar petugas di lapangan ditarik keluar. Karena warga sudah ketakutan,"kata Zubaidah.
Dia juga menjelaskan bahwa perlakuan dari pengusaha dinilai tidak menghargai masyarakat.
"Kami kok dipukuli di sana, kok seperti bukan manusia kami. Aparat keamanan menghajar warga secara membabi buta," timpal seorang warga lainnya mengisahkan kronologis kejadian.
Mendengar pernyataan Zubaidah, secara serentak warga meminta meminta kegiatan penggusuran lahan dihentikan. Aparat keamanan juga diminta membuka akses keluar masuk desa. "Hentikan penggusuran, kami sudah resak dibuat penguasaha," ujar warga.
Menanggapi hal tersebut warga tersebut, Sutrisno Pangaribuan yang juga Wakil Bendahara Fraksi PDIP mengatakan, apa yang terjadi di Desa Mekar Jaya membuktikan absennya negara.
"Ini membuktikan bahwa negara belum hadir di di Desa Mekar Jaya, membuktikan absennya negara. Apalagi, PT Langkat Nusantara Kepong (PT LNK) kan pakai lahan PTPN II," katanya.
Termasuk Pemkab Langkat, ia juga menilai absen terhadap penderitaan rakyatnya.
"Dan yang kita prihatin sampai hari ini sudah jatuh korban, belum ada Bupati Langkat atau utusan gubernur datang ke sana. Ini kan urusan negara," timpal Sutrisno yang merupakan Anggota DPRDSU Dapil Sumut VII ini.
Sutrisno meminta agar Kapolda dan Pangdam I/BB segera menarik pasukan dari Desa Mekar Jaya. Dia berencana akan meninjau lapangan. "Kalau sampai sore ini tidak ada yang konfirmasi ke sana. Saya akan ke sana, pungkasnya.
Sebelumnya warga sudah menemui DPRDSU, mereka telah datang ke Komisi A DPRDSU mengantarkan berkas, namun tak merasa cukup, mereka mengadukan nasibnya ke Sekretaris Komisi C Sutrisno Pangaribuan. (red)