Kamis, 21 Jan 2021 12:27
  • Home
  • Opini
  • Indonesia, Arena Perang Dunia Ketiga?

Indonesia, Arena Perang Dunia Ketiga?

MEDAN (utamanews.com)
Selasa, 10 Jan 2017 08:01
Oleh: Ardian Wiwaha *)

Kasus penistaan agama yang telah dilakukan oleh Calon Gubernur DKI Jakarta 2017 Basuki Tjahya Purnama telah memasuki babak baru. Hal ini dapat dilihat dari pelaksanaan sidang perkara terhadap kasus dugaan penistaan agama yang melibatkan mantan Bupati Belitung Timur ini, yang dilanjutkan dengan agenda pemeriksaan saksi-saksi di auditorium gedung Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan hari ini, 10 Januari 2017.

Namun siapa sangka, tanpa disadari kasus dugaan penistaan agama oleh Ahok telah berlanjut ke jenjang yang lebih mengkhawatirkan. Terlihat dari sentimen dan kebencian yang mulai sejak awal kasus penistaan agama Ahok berhembus hingga kini, banyak sekali beberapa kelompok kepentingan baik yang mendaulat dirinya sebagai pembela Islam dan ada juga kelompok agama di luar Islam yang mendaulat dirinya sebagai kelompok yang berjiwa nasional mulai melakukan beberapa manuver baik langsung maupun tak langsung yang dirasakan cenderung menimbulkan sentimen dan intoleransi yang “mungkin” dapat berpotensi menimbulkan peperangan antar agama.


Prediksi Perang Dunia Ketiga

Mulai bermunculan prediksi dan spekulasi beberapa ahli bahwasannya dalam waktu dekat, dunia akan dihadapkan dengan adanya perang dunia ketiga yang konon katanya sentimen dan kebencian antar umat beragamalah yang akan menjadi penyebab dasarnya.

Dapat di-iya-kan namun bisa juga disangkal, penyebab perang dunia ketiga memang dirasakan saat ini sudah memasuki tahap baru. Beberapa indikasi yang mencerminkan hal tersebut telah muncul di beberapa bagian negara-negara yang konon bermayoritaskan muslim sebagai penduduknya.

Berkiblat kepada Iraq dan Suriah, yang menjadi trending topik pembicaraan publik seantaro dunia, konon Rusia dan Tiongkok berperan dalam penyuplai kapal perang dan pesawat tempur untuk melakukan peperangan yang merupakan perang proxy antara belok barat (AS dan Sekutu) dan timur yang pecah karena permasalahan sentimen agama.

Tak hanya itu, Afganistan, Mesir, dan Libanon yang meskipun konon katanya peperangan terjadi karena landasan politik dan ekonomi kepentingan blok atau negara, namun dengan agama, beberapa kelompok kepentingan dapat berinfiltrasi masuk, lalu menebar sebuah kebencian yang berlanjut kepada peperangan.


Berkaca dari Perang Salib

Berkaca dari perang salib yang terjadi beberapa ratus tahun silam, Perang Salib atau yang dikenal dengan The Crusades War merupakan serangkaian perang antara umat beragama Islam dan umat nasrani yang terjadi sekitar tahun 1905 hingga 1291 Masehi. 

Siapa sangka bahwa dari beberapa penyebab dasar lahirnya perang salib yakni faktor politik dan faktor sosial-ekonomi, terselip faktor agama yang merupakan salah satu penyebabnya. 

Seperti cerita sejarah Baitul Maqdis yang disucikan orang nasrani lalu jatuh ketangan masyarakat Islam yaitu Bani Seljuk, telah menyebabkan rasa ketidakbebasan masyarakat nasrani untuk melaksanakan ziarah ke tempat suci mereka.

Begitupun dengan peristiwa penting dalam gerakan ekspansi agama muslim yang dilakukan oleh Alp Arselan adalah peristiwa manzikart (1071 M). Perang ini secara tidak langsung telah menanamkan kebencian dan permusuhan yang besar bagi orang-orang nasrani terhadap umat islam begitupun sebaliknya.


Berkaca kepada kasus penistaan agama oleh Ahok yang saat ini telah dalam proses hukum, dapat dirasakan bahwa kasus ini pelan namun pasti mulai dipolitisir guna menyukseskan beberapa misi terselubung kelompok kepentingan.

Entah itu berasal dari dalam maupun luar negeri, namun bibit kebencian antar umat beragama mulai ditularkan secara terang-terangan dan dapat dirasakan melalui peranan media sosial dan media massa.

Beberapa kelompok muslim yang cenderung bersifat ekstrim semakin massif menyebarkan pemberitaan yang menabur kebencian antar umat beragama. Foto, berita, meme, video, dan beberapa produk media lainnya yang berisikan sentimen berkehidupan beragama semakin masif disebarkan.

Tak hanya itu, beberapa kelompok nasrani ekstrim juga melakukan hal yang sama. Menebar kebencian, menyebarkan isu perpecahan, melakukan gerakan-gerakan intoleransi yang secara gamblang berpotensi meretak toleransi beragama negeri ini yang selama ini telah dibangun dengan susah payah.

Apakah ini pertanda bahwa perang dunia ketiga akan berlapangan di negeri ini? 

Tidak akan terjadi apabila kedewasaan dalam berpikir dan bertoleransi dalam berkehidupan senantiasa menjadi basic jalannya negara ini. 

Dikaitkan dengan kasus Ahok yang saat ini secara menggumpal telah melahirkan kebencian antar kelompok ekstrim agama islam dan nasrani, publik diuji untuk bersikap dewasa dan mulai menyaring permasalahan ini dengan memahami secara dalam dan berakar penyebab dan dampak yang akan terjadi tatkala permasalahan tersebut terus diumbar dan dibahas.

Indonesia memang rawan untuk dihancurkan, namun hanya dengan ke Indonesiaanya-lah semua itu dapat dipertahankan. Mari bersatu padu untuk persatuan bangsa yang lebih baik.

*) Mahasiswa FISIP Universitas Indonesia
T#g:AhokCinafpiRusia
Berita Terkait
  • Jumat, 15 Jan 2021 02:15

    Pemblokiran Rekening FPI Sudah Sesuai Aturan

    Ketika FPI dibubarkan, maka rekeningnya juga dibekukan oleh PPATK. Para pengurus Ormas tidak bisa protes, karena pemblokiran ini sudah sesuai dengan aturan. Karena jika tak dibekukan, takutnya akan di

  • Kamis, 07 Jan 2021 12:07

    Ketua GNPF Ulama Kota Binjai: Umat Islam bukan tidak mau demo atau unjukrasa. Umat Islam mengalah

    Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama Kota Binjai, Sanni Abdul Fattah, menyesalkan dilarang/dibubarkannya Organisasi Islam FPI (Front Pembela Islam) oleh Pemerintah.Pun begitu, Sanni Abdu

  • Rabu, 06 Jan 2021 18:25

    Buntut Unras Aliansi Ummat Bersatu Cinta NKRI, Kapolres Labuhanbatu Undang Perwakilan Ormas Islam

    Kapolres Labuhanbatu, AKBP Deni Kurniawan, S.I.K.,M.H mengundang perwakilan pimpinan ormas Islam Labuhanbatu untuk melakukan dialog pasca terjadinya unjuk rasa sejumlah mahasiswa yang mengatasnamakan

  • Selasa, 05 Jan 2021 17:05

    Sejumlah Ormas Islam Di Sumut Dukung Pembubaran dan Larangan Penggunaan Atribut FPI

    Mendukung kebijakan pemerintah yang telah membubarkan Ormas Front Pembela Islam (FPI), sejumlah Ormas Islam yang tergabung dalam Aliansi Masyakarat Islam Rahmatan Lil'alamin (AMIR) Sumut menggela

  • Selasa, 05 Jan 2021 16:15

    Ketua GNPF Ulama Kota Binjai: Pelarangan FPI adalah kebodohan dari rezim Pemerintahan ini

    Front Pembela Islam (FPI) resmi menjadi organisasi terlarang melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) yang ditandatangani tiga menteri dan tiga kepala Lembaga Negara lainnya pada Rabu (30/12/2020) lalu.P

  • Selasa, 05 Jan 2021 07:35

    Korlap Aksi Unras Aliansi Ummat Bersatu Cinta NKRI Di DPRD Labuhanbatu Diamankan Polisi

    Koordinator lapangan (Korlap) yang mengelar aksi unjuk rasa didepan kantor DPRD kabupaten Labuhanbatu yang mengatas namakan Aliansi Ummat Bersatu Cinta NKRI diamankan pihak kepolisian Polres Labuhanba

  • Jumat, 01 Jan 2021 21:51

    Masyarakat Sumsel Apresiasi Pembubaran FPI Lewat Karangan Bunga

    Masyarakat Sumatera Selatan khususnya warga kota Palembang mengapresiasi keputusan pemerintah yang disampaikan Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengenai penghe

  • Sabtu, 02 Jan 2021 02:02

    FPI Angkat Kaki Dari Lahan PTPN di Megamendung

    Front Pembela Islam (FPI) diduga kuat telah menyerobot tanah milik negara di Megamendung Jawa Barat. Masyarakat pun berharap agar FPI mau angkat kaki dari lahan negara yang sudah diambil alih tanpa iz

  • Rabu, 30 Des 2020 23:30

    FPI Dibubarkan, Kabaharkam Polri: Pembiaran Dapat Menjadi Embrio Perpecahan NKRI

    Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharkam) Polri, Komjen Pol Agus Andrianto, menilai keputusan pemerintah melarang seluruh kegiatan Front Pembela Islam (FPI) sebagai organisasi adalah tindakan tepa

  • Rabu, 30 Des 2020 02:30

    Masyarakat Tolak Provokasi FPI

    Provokasi FPI semakin meresahkan, sehingga masyarakat menolaknya mentah-mentah. Ormas tersebut tak bisa melakukan modus dengan berdalih sedang membela umat. Padahal yang dilakukan adalah sweeping dan

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2021 https://utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak