Jumat, 24 Mei 2019 05:10
  • Home
  • Opini
  • Desember Ini, SBY dan Presiden Jokowi Bertemu?

Desember Ini, SBY dan Presiden Jokowi Bertemu?

MEDAN (utamanews.com)
Selasa, 13 Des 2016 07:12
Oleh: Aprison Mandela *)

Polemik perihal dugaan kasus penistaan agama oleh Ahok secara perlahan mulai merendah. Setelah berbagai macam tuntutan terkait hal tersebut memuncak, namun disyukuri bahwa pada 2 Desember kemarin yang ditandai dengan digelarnya aksi super damai di bilangan Monas dan sekitarnya, tampak keindahan kekompakan dan ketertiban umat muslim Indonesia yang menyelenggarakan aksi yang bersifat tuntutan namun tetap menjunjung tinggi ketertiban dan perdamaian.

Penistaan agama tetaplah kasus penistaan agama, yang mana hingga detik ini, permasalahan tersebut telah memasuki ranah hukum yang lebih serius guna menjawab sekaligus menyelaraskan aspirasi umat muslim yang menginginkan Calon Gubernur Petahana Basuki Tjahya Purnama agar tetap ditahan. Namun di sisi lain, permasalahan politik tetaplah permasalahan politik, sebagaimana permasalahan penistaan agama, dunia perpolitikan Indonesia tampaknya mulai memanas tatkala memasuki babak baru.

Presiden Jokowi dan Mantan

Memanasnya sentimen antara Presiden Jokowi dan Mantan Presiden Keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono muncul tatkala SBY mengadakan konferensi pers yang digelar dikediamannya Cikeas, Kab. Bogor beberapa waktu silam (2/11).

Penuh tanda tanya dan berbalut kontroversi, kehadiran SBY melalui konferensi pers secara gamblang telah memanaskan panggung perpolitikan Indonesia.

Hal yang wajar apabila publik menilai bahwa di antara Mantan Walikota Solo dan Ketua Umum Partai Demokrat ini sarat akan pertarungan politik. Terlebih diantara keduanya berada di kubu yang berbeda pada pesta politik bergengsi yakni Pemilihan Gubernur DKI tahun 2017.

Pernyataan sang Presiden yang mengatakan bahwa aksi Bela Islam Jilid II pada 4 November silam sarat ditunggangi oleh kepentingan kelompok politik, memang terkesan bias dan memancing, tatkala sang presiden hanya mengatakan “ditunggangi kepentingan politik” namun salah satu tokoh nasional yang sekaligus ketua partai merasa tersinggung.

Berbagai statemen counter yang dilakukan oleh SBY menambah catatan kelam sang mantan presiden, hal yang baik dan menarik simpati bagi Cikeas apabila publik menilai SBY telah difitnah, namun disayangkan tak sedikit komentar negatif muncul karena konferensi pers tersebut. Bahkan timbul berbagai Judgement dan komentar negatif dari masyarakat yang malah justru menyudutkan kelompok biru.

Bias memang, tatkala kita membahas isu permasalahan antara Sang Presiden dan Mantan Presiden. 

Safari Politik Pak Presiden

Diibaratkan sebuah magnet, kasus penistaan agama oleh Ahok telah menarik berbagai macam unsur. Bahkan seorang presiden pun yang jelas-jelas memiliki agenda pekerjaan yang padat, harus disibukan untuk mengurus dan mengawal kasus tersebut hingga selesai.

Wajar apabila sang Presiden disibukkan, karena peranan berbagai kelompok mulai dari politik, agama, adat, suku, dan elemen lainnya juga ikut serta dalam penangangan kasus penistaan agama oleh Mantan Bupati Belitung Timur ini.

Mulai dari kunjungan keagamaan Pak Presiden ke MUI, PBNU, hingga kehadiran berbagai tokoh politik, mulai dari hambalang, Beringin, PAN, Nasdem, bahkan orang terdekat sekaligus tertua di Partai Banteng Merah, Megawati Soekarno Putri.

Terdapat hal yang unik dari undangan makan siang sang Presiden, berawal dari niatan konsolidasi guna meredam konflik SARA yang berbaju politik oleh Ahok hingga berubah menjadi tren kedekatan tokoh per tokoh politik di Indonesia.

Dari sekian banyak partai nasional yang diundang ke istana untuk menyicipi masakan sang koki istana, tinggal dua perwakilan partai tersisa yang hingga kini belum kunjung datang, yakni PKS dan Partai Demokrat.

Demokrat Menginginkan

Bentuk keinginan pihak Demokrat untuk segera mengundang ataupun diundang oleh Presiden Jokowi dalam rangka menyantap makan siang berlauk politik di istana mulai deras disuarakan oleh kader-kadernya.

Setelah salah satu pernyataan kader Partai Demokrat Syarief Hasan yang mengatakan bahwa “ada baiknya kedua pemimpin ini bertemu saling klarifikasi tentang aktor 411”pada 21 November silam, statemen serupa juga dilontarkan oleh Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Roy Suryo. “Kami ingin tidak ada terus dorong-dorongan soal pertemuan kedua Bapak Bangsa ini, Pak Jokowi dan Pak SBY. Ini hanya masalah waktu saja. Tidak harus bertemu dalam waktu yang cepat” kata Roy Suryo, Kamis (24/11) malam.

Dari kedua statemen tersebut jelas sudah bahwa secara tidak langsung Cikeas juga menginginkan adanya komunikasi politik antara SBY dan Presiden Jokowi. 

Entah itu perihal untuk memperbaiki situasi dan hubungan politik diatara keduanya terkait tuduhan tunggangan politik atau malah justru untuk menjadi lobby politik terkait beberapa kasus usam mulai dari hilangnya dokumen Tim Pencari Fakta (TPF) Munir, isu Korupsi di Proyek Listrik diera SBY, hingga kasus pembunuhan oleh Mantan Ketua KPK Antasari Azhar yang menyisakan beribu misteri.

Apakah bulan Desember akan menjadi bulan yang berkah bagi sang mantan Presiden untuk menjajaki kursi Istana lagi? Atau harus menunggu Lebaran “Kuda” yang masih belum jelas kesimpangsiurannya?

Kadang politik memang selucu itu.

*) Mahasiswa FISIP Universitas Indonesia
T#g:JokowiopiniSBY
Karunia Tour and Travel
Berita Terkait
  • Senin, 20 Mei 2019 17:40

    Osriel Limbong: Sejauh keamanan kondusif, Indonesia Maju optimis terwujud

    Hangatnya situasi sosial politik menjelang hari Rabu, 22 Mei 2019, masih menjadi pembicaraan umum di masyarakat. Masyarakat awam banyak yang mengkhawatirkan sejauh mana keamanan negara dapat dijaga ol

  • Sabtu, 18 Mei 2019 18:28

    Hari Kedua di Bali, Presiden Jokowi Tinjau Pasar Badung

    Di hari kedua kunjungan kerjanya ke Provinsi Bali, Presiden Joko Widodo mengunjungi Pasar Badung yang berlokasi di Jalan Sulawesi, Desa Dauh Puri Kangin, Kecamatan Denpasar Barat. Selain untuk berbela

  • Jumat, 10 Mei 2019 19:00

    PMKRI Cabang Pematangsiantar Gelar Lomba Menulis Opini

    Sebagai wadah pembinaan dan pengkaderan organisasi, Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Pematangsiantar Santo Fransiskus dari Asissi tahun 2019, melaksanakan kegiatan Pelat

  • Kamis, 09 Mei 2019 21:09

    Jokowi: 2045, Indonesia Diprediksi Masuk Empat Besar Ekonomi Dunia

    Pada tahun 2045, Indonesia diperkirakan telah bertransformasi menjadi kekuatan besar ekonomi dunia. Namun tidaklah mudah mewujudkan hal tersebut karena memerlukan kesiapan sejak dini."Kita memiliki pe

  • Kamis, 09 Mei 2019 08:59

    Pasangan Nomor Urut 01 Unggul 93,78% di Nias

    Berdasarkan Hasil Rapat Pleno Terbuka, Perhitungan Perolehan Suara Pada Pemilihan Umum Tahun 2019, untuk tingkat Kabupaten Nias, Pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden Nomor Urut 01, Jokowi-Ma

  • Minggu, 05 Mei 2019 20:15

    Presiden Jokowi terima ucapan selamat dari Inggris dan Australia

    Presiden Jokowi menerima ucapan selamat dari Perdana Menteri Kerajaan Inggris Theresa May dan Perdana Menteri Australia Scott Morrison atas suksesnya penyelenggaraan pemilu serentak tahun 2019."Ucapan

  • Kamis, 02 Mei 2019 19:32

    Jokowi-Ma'ruf Menang, LSM KAMPAK MASRI Sumut Ucapkan Selamat

    Berdasarkan hasil quick count sejumlah lembaga survei, pasangan capres 01, Joko Widodo-Ma'ruf Amin memenangkan Pilpres di kisaran 54 persen.Menanggapi hal itu, lembaga swadaya masyarakat (LSM) Ko

  • Kamis, 02 Mei 2019 18:42

    JAMSU Ucapkan Selamat Atas Kemenangan Jokowi-Ma'ruf Amin

    Keluarga Besar Jaringan Mahasiswa Sumatera Utara ikut mengucapkan selamat atas kemenangan calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut 01 Jokowi dan KH Ma'ruf Amin di Pemilihan Presiden (Pi

  • Kamis, 02 Mei 2019 19:02

    Keluarga Besar LGRI Beri Selamat Atas Kemenangan Jokowi-Ma'ruf

    Ucapan selamat pada pasangan capres 01, Jokowi dan KH Ma'ruf Amin mengalir dari sejumlah elemen masyarakat. Kali ini dari Lembaga Gerakan Rakyat Indonesia (LGRI) Sumatera Utara, yang mengucapkan

  • Kamis, 02 Mei 2019 18:12

    Real Count KPU 62%, LMI Ucapkan Selamat Atas Kemenangan Jokowi-Ma'ruf

    Hasil Real Count dalam Sistem Informasi Penghitungan Suara (Situng) Komisi Pemilihan Umum (KPU) menunjukkan pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden Joko Widodo-Ma'ruf Amin untuk sementara ungg

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2019 https://utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak