Minggu, 17 Feb 2019 05:53
  • Home
  • Opini
  • Desember Ini, SBY dan Presiden Jokowi Bertemu?

Desember Ini, SBY dan Presiden Jokowi Bertemu?

MEDAN (utamanews.com)
Selasa, 13 Des 2016 07:12
Oleh: Aprison Mandela *)

Polemik perihal dugaan kasus penistaan agama oleh Ahok secara perlahan mulai merendah. Setelah berbagai macam tuntutan terkait hal tersebut memuncak, namun disyukuri bahwa pada 2 Desember kemarin yang ditandai dengan digelarnya aksi super damai di bilangan Monas dan sekitarnya, tampak keindahan kekompakan dan ketertiban umat muslim Indonesia yang menyelenggarakan aksi yang bersifat tuntutan namun tetap menjunjung tinggi ketertiban dan perdamaian.

Penistaan agama tetaplah kasus penistaan agama, yang mana hingga detik ini, permasalahan tersebut telah memasuki ranah hukum yang lebih serius guna menjawab sekaligus menyelaraskan aspirasi umat muslim yang menginginkan Calon Gubernur Petahana Basuki Tjahya Purnama agar tetap ditahan. Namun di sisi lain, permasalahan politik tetaplah permasalahan politik, sebagaimana permasalahan penistaan agama, dunia perpolitikan Indonesia tampaknya mulai memanas tatkala memasuki babak baru.

Presiden Jokowi dan Mantan

Memanasnya sentimen antara Presiden Jokowi dan Mantan Presiden Keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono muncul tatkala SBY mengadakan konferensi pers yang digelar dikediamannya Cikeas, Kab. Bogor beberapa waktu silam (2/11).

Penuh tanda tanya dan berbalut kontroversi, kehadiran SBY melalui konferensi pers secara gamblang telah memanaskan panggung perpolitikan Indonesia.

Hal yang wajar apabila publik menilai bahwa di antara Mantan Walikota Solo dan Ketua Umum Partai Demokrat ini sarat akan pertarungan politik. Terlebih diantara keduanya berada di kubu yang berbeda pada pesta politik bergengsi yakni Pemilihan Gubernur DKI tahun 2017.

Pernyataan sang Presiden yang mengatakan bahwa aksi Bela Islam Jilid II pada 4 November silam sarat ditunggangi oleh kepentingan kelompok politik, memang terkesan bias dan memancing, tatkala sang presiden hanya mengatakan “ditunggangi kepentingan politik” namun salah satu tokoh nasional yang sekaligus ketua partai merasa tersinggung.

Berbagai statemen counter yang dilakukan oleh SBY menambah catatan kelam sang mantan presiden, hal yang baik dan menarik simpati bagi Cikeas apabila publik menilai SBY telah difitnah, namun disayangkan tak sedikit komentar negatif muncul karena konferensi pers tersebut. Bahkan timbul berbagai Judgement dan komentar negatif dari masyarakat yang malah justru menyudutkan kelompok biru.

Bias memang, tatkala kita membahas isu permasalahan antara Sang Presiden dan Mantan Presiden. 

Safari Politik Pak Presiden

Diibaratkan sebuah magnet, kasus penistaan agama oleh Ahok telah menarik berbagai macam unsur. Bahkan seorang presiden pun yang jelas-jelas memiliki agenda pekerjaan yang padat, harus disibukan untuk mengurus dan mengawal kasus tersebut hingga selesai.

Wajar apabila sang Presiden disibukkan, karena peranan berbagai kelompok mulai dari politik, agama, adat, suku, dan elemen lainnya juga ikut serta dalam penangangan kasus penistaan agama oleh Mantan Bupati Belitung Timur ini.

Mulai dari kunjungan keagamaan Pak Presiden ke MUI, PBNU, hingga kehadiran berbagai tokoh politik, mulai dari hambalang, Beringin, PAN, Nasdem, bahkan orang terdekat sekaligus tertua di Partai Banteng Merah, Megawati Soekarno Putri.

Terdapat hal yang unik dari undangan makan siang sang Presiden, berawal dari niatan konsolidasi guna meredam konflik SARA yang berbaju politik oleh Ahok hingga berubah menjadi tren kedekatan tokoh per tokoh politik di Indonesia.

Dari sekian banyak partai nasional yang diundang ke istana untuk menyicipi masakan sang koki istana, tinggal dua perwakilan partai tersisa yang hingga kini belum kunjung datang, yakni PKS dan Partai Demokrat.

Demokrat Menginginkan

Bentuk keinginan pihak Demokrat untuk segera mengundang ataupun diundang oleh Presiden Jokowi dalam rangka menyantap makan siang berlauk politik di istana mulai deras disuarakan oleh kader-kadernya.

Setelah salah satu pernyataan kader Partai Demokrat Syarief Hasan yang mengatakan bahwa “ada baiknya kedua pemimpin ini bertemu saling klarifikasi tentang aktor 411”pada 21 November silam, statemen serupa juga dilontarkan oleh Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Roy Suryo. “Kami ingin tidak ada terus dorong-dorongan soal pertemuan kedua Bapak Bangsa ini, Pak Jokowi dan Pak SBY. Ini hanya masalah waktu saja. Tidak harus bertemu dalam waktu yang cepat” kata Roy Suryo, Kamis (24/11) malam.

Dari kedua statemen tersebut jelas sudah bahwa secara tidak langsung Cikeas juga menginginkan adanya komunikasi politik antara SBY dan Presiden Jokowi. 

Entah itu perihal untuk memperbaiki situasi dan hubungan politik diatara keduanya terkait tuduhan tunggangan politik atau malah justru untuk menjadi lobby politik terkait beberapa kasus usam mulai dari hilangnya dokumen Tim Pencari Fakta (TPF) Munir, isu Korupsi di Proyek Listrik diera SBY, hingga kasus pembunuhan oleh Mantan Ketua KPK Antasari Azhar yang menyisakan beribu misteri.

Apakah bulan Desember akan menjadi bulan yang berkah bagi sang mantan Presiden untuk menjajaki kursi Istana lagi? Atau harus menunggu Lebaran “Kuda” yang masih belum jelas kesimpangsiurannya?

Kadang politik memang selucu itu.

*) Mahasiswa FISIP Universitas Indonesia
T#g:JokowiopiniSBY
Karunia Tour and Travel
Berita Terkait
  • Selasa, 12 Feb 2019 22:12

    TKN Jokowi: Politik Jangan Libatkan Ibu

    Mien Uno, ibunda Cawapres nomor urut 02, Sandiaga Uno, meminta pihak yang menuding anaknya melakukan 'Sandiwara Uno' untuk meminta maaf kepadanya.

  • Selasa, 12 Feb 2019 09:32

    Jokowi Heran, Pabrik Mebelnya Kalah dari Bisnis Sang Pisang

    Presiden Jokowi bercerita mengenai bisnis milik Kaesang Pangarep, anak bungsu dari orang nomor satu di Indonesia itu. Jokowi heran bisnis sang anak telah menyalip kesuksesan pabrik mebel miliknya.Hal

  • Sabtu, 09 Feb 2019 09:09

    Minggu Pertama Februari, TKN: Elektabiltas Jokowi-Ma'ruf di kisaran 56 persen

    Wakil Ketua TKN, Abdul Kadir Karding, mewakili Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin membuka hasil survei internal pasangan calon nomor urut 01 itu. Elektabiltas Jokowi-Ma'ruf berad

  • Jumat, 08 Feb 2019 09:48

    JK : Jokowi Tak Pernah Pakai Jasa Konsultan Politik Asing

    Menjelang debat Capres kedua pada 17 Februari mendatang, tensi isu politik kembali memanas. Kali ini berkembang isu bahwa Capres petahana, Joko Widodo (Jokowi), dituding menggunakan konsultan politik

  • Senin, 04 Feb 2019 12:04

    Jokowi pidato menggebu-gebu untuk semangati pendukung

    Belakangan ini Jokowi kerap terlihat berpidato menggebu-gebu dengan suara yang lantang saat bertemu para relawan pendukungnya.

  • Minggu, 03 Feb 2019 23:03

    Jokowi dan Narasi Kebencian Berkedok Kritik

    Adam Kirsch dalam esainya "How to Live With Critics (Whether You're an Artist or the President)', yang termuat di The New York Times mengatakan, "A critic is just a reader or viewer or liste

  • Jumat, 01 Feb 2019 06:31

    Reliji Sulut di Kota Manado Gelar Deklarasi Dukung Jokowi Pada Pilres 2019

    Semakin dekatnya pelaksanaan Pemilu 2019 yang akan jatuh pada 17 April 2019 membuat seluruh peserta maupun pendukung partai/Caleg/Capres pun mulai menyerukan suaranya lebih giat.Relawan Indonesia Joko

  • Kamis, 31 Jan 2019 23:51

    Dukungan PBB Perkuat Jokowi-Ma'ruf

    Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin, Hasto Kristiyanto, menyebut Partai Bulan Bintang (PBB) memperkuat basis suara di empat provinsi di mana pasangan Jokowi-Jusuf K

  • Sabtu, 26 Jan 2019 12:16

    Besan Joko Widodo Sambangi Kantor DPD JBMI Labura

    Besan orang nomor satu di Indonesia, Bapak Presiden H. Ir Joko Widodo (Jokowi), yakni Ir. Doli Sinomba Siregar sambangi kantor DPD JBMI (Dewan Pimpinan Daerah Jam'iyah Batak Muslim Indonesia) Kab

  • Senin, 21 Jan 2019 17:21

    Presiden Jokowi Serahkan 6.000 Sertifikat di Garut Jawa Barat

    Presiden Jokowi menyerahkan 6 ribu sertifikat hak atas tanah kepada masyarakat di Kabupaten Garut, Sabtu (19/1/2019). Enam ribu sertifikat yang diserahkan Jokowi kepada masyarakat Garut, kemarin, adal

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2019 https://utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak