Rabu, 17 Okt 2018 20:00
HUT Pemkab Labuhanbatu
  • Home
  • Opini
  • Desember Ini, SBY dan Presiden Jokowi Bertemu?

Desember Ini, SBY dan Presiden Jokowi Bertemu?

MEDAN (utamanews.com)
Selasa, 13 Des 2016 07:12
Oleh: Aprison Mandela *)

Polemik perihal dugaan kasus penistaan agama oleh Ahok secara perlahan mulai merendah. Setelah berbagai macam tuntutan terkait hal tersebut memuncak, namun disyukuri bahwa pada 2 Desember kemarin yang ditandai dengan digelarnya aksi super damai di bilangan Monas dan sekitarnya, tampak keindahan kekompakan dan ketertiban umat muslim Indonesia yang menyelenggarakan aksi yang bersifat tuntutan namun tetap menjunjung tinggi ketertiban dan perdamaian.

Penistaan agama tetaplah kasus penistaan agama, yang mana hingga detik ini, permasalahan tersebut telah memasuki ranah hukum yang lebih serius guna menjawab sekaligus menyelaraskan aspirasi umat muslim yang menginginkan Calon Gubernur Petahana Basuki Tjahya Purnama agar tetap ditahan. Namun di sisi lain, permasalahan politik tetaplah permasalahan politik, sebagaimana permasalahan penistaan agama, dunia perpolitikan Indonesia tampaknya mulai memanas tatkala memasuki babak baru.

Presiden Jokowi dan Mantan

Memanasnya sentimen antara Presiden Jokowi dan Mantan Presiden Keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono muncul tatkala SBY mengadakan konferensi pers yang digelar dikediamannya Cikeas, Kab. Bogor beberapa waktu silam (2/11).

Penuh tanda tanya dan berbalut kontroversi, kehadiran SBY melalui konferensi pers secara gamblang telah memanaskan panggung perpolitikan Indonesia.

Hal yang wajar apabila publik menilai bahwa di antara Mantan Walikota Solo dan Ketua Umum Partai Demokrat ini sarat akan pertarungan politik. Terlebih diantara keduanya berada di kubu yang berbeda pada pesta politik bergengsi yakni Pemilihan Gubernur DKI tahun 2017.

Pernyataan sang Presiden yang mengatakan bahwa aksi Bela Islam Jilid II pada 4 November silam sarat ditunggangi oleh kepentingan kelompok politik, memang terkesan bias dan memancing, tatkala sang presiden hanya mengatakan “ditunggangi kepentingan politik” namun salah satu tokoh nasional yang sekaligus ketua partai merasa tersinggung.

Berbagai statemen counter yang dilakukan oleh SBY menambah catatan kelam sang mantan presiden, hal yang baik dan menarik simpati bagi Cikeas apabila publik menilai SBY telah difitnah, namun disayangkan tak sedikit komentar negatif muncul karena konferensi pers tersebut. Bahkan timbul berbagai Judgement dan komentar negatif dari masyarakat yang malah justru menyudutkan kelompok biru.

Bias memang, tatkala kita membahas isu permasalahan antara Sang Presiden dan Mantan Presiden. 

Safari Politik Pak Presiden

Diibaratkan sebuah magnet, kasus penistaan agama oleh Ahok telah menarik berbagai macam unsur. Bahkan seorang presiden pun yang jelas-jelas memiliki agenda pekerjaan yang padat, harus disibukan untuk mengurus dan mengawal kasus tersebut hingga selesai.

Wajar apabila sang Presiden disibukkan, karena peranan berbagai kelompok mulai dari politik, agama, adat, suku, dan elemen lainnya juga ikut serta dalam penangangan kasus penistaan agama oleh Mantan Bupati Belitung Timur ini.

Mulai dari kunjungan keagamaan Pak Presiden ke MUI, PBNU, hingga kehadiran berbagai tokoh politik, mulai dari hambalang, Beringin, PAN, Nasdem, bahkan orang terdekat sekaligus tertua di Partai Banteng Merah, Megawati Soekarno Putri.

Terdapat hal yang unik dari undangan makan siang sang Presiden, berawal dari niatan konsolidasi guna meredam konflik SARA yang berbaju politik oleh Ahok hingga berubah menjadi tren kedekatan tokoh per tokoh politik di Indonesia.

Dari sekian banyak partai nasional yang diundang ke istana untuk menyicipi masakan sang koki istana, tinggal dua perwakilan partai tersisa yang hingga kini belum kunjung datang, yakni PKS dan Partai Demokrat.

Demokrat Menginginkan

Bentuk keinginan pihak Demokrat untuk segera mengundang ataupun diundang oleh Presiden Jokowi dalam rangka menyantap makan siang berlauk politik di istana mulai deras disuarakan oleh kader-kadernya.

Setelah salah satu pernyataan kader Partai Demokrat Syarief Hasan yang mengatakan bahwa “ada baiknya kedua pemimpin ini bertemu saling klarifikasi tentang aktor 411”pada 21 November silam, statemen serupa juga dilontarkan oleh Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Roy Suryo. “Kami ingin tidak ada terus dorong-dorongan soal pertemuan kedua Bapak Bangsa ini, Pak Jokowi dan Pak SBY. Ini hanya masalah waktu saja. Tidak harus bertemu dalam waktu yang cepat” kata Roy Suryo, Kamis (24/11) malam.

Dari kedua statemen tersebut jelas sudah bahwa secara tidak langsung Cikeas juga menginginkan adanya komunikasi politik antara SBY dan Presiden Jokowi. 

Entah itu perihal untuk memperbaiki situasi dan hubungan politik diatara keduanya terkait tuduhan tunggangan politik atau malah justru untuk menjadi lobby politik terkait beberapa kasus usam mulai dari hilangnya dokumen Tim Pencari Fakta (TPF) Munir, isu Korupsi di Proyek Listrik diera SBY, hingga kasus pembunuhan oleh Mantan Ketua KPK Antasari Azhar yang menyisakan beribu misteri.

Apakah bulan Desember akan menjadi bulan yang berkah bagi sang mantan Presiden untuk menjajaki kursi Istana lagi? Atau harus menunggu Lebaran “Kuda” yang masih belum jelas kesimpangsiurannya?

Kadang politik memang selucu itu.

*) Mahasiswa FISIP Universitas Indonesia
T#g:JokowiopiniSBY
iklan kaos garuda
Berita Terkait
  • Selasa, 16 Okt 2018 10:15

    SBY Berikan Bonus 0 Rupiah Untuk Atlet Asian Para Games 2014, Bagaimana Dengan Jokowi?

    Ajang olahraga Asian Para Games 2018 sudah selesai beberapa hari yang lalu. Masih ingat di benak masyarakat Indonesia bagaimana perjuangan para atlet penyandang disabilitas mampu menunjukkan bakat mer

  • Rabu, 10 Okt 2018 14:20

    Masyarakat Antusias Ikuti program PTSL di Manado

    Banyak lahan yang belum memiliki sertifikat disebabkan mahalnya biaya pengurusan serta memakan waktu dan proses yang rumit di kantor Cabang Badan Pertanahan Nasional (BPN) di daerah.Seperti halnya di

  • Selasa, 09 Okt 2018 18:09

    Warga Deli Serdang Berharap Jokowi Terpilih Lagi Tahun 2019

    Kehadiran Presiden Jokowi dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa di Kantor Bupati Deli Serdang, Sumatera Utara, Senin (8/10) mendapat sambutan antusia

  • Senin, 08 Okt 2018 09:18

    Sultan Deli Berharap Presiden Jokowi Sukses Pada Pilpres 2019

    Presiden RI Jokowi mendapat gelar kebangsawanan tertinggi dari Kesultanan Deli, Sumatera Utara. Proses pemberian gelar tersebut dilaksanakan di Balai Room Istana Maimun Medan dihadiri ribuan masyaraka

  • Minggu, 07 Okt 2018 20:57

    Sultan Deli: Doakan Presiden Jokowi Lanjutkan Pembangunan

    Presiden RI Joko Widodo mendapat gelar kebangsawanan tertinggi dari Kesultanan Deli, yakni Tuanku Sri Indra Utama Junjungan Negeri. Gelar kebangsawanan tersebut disematkan langsung oleh Sultan Deli Se

  • Sabtu, 06 Okt 2018 17:26

    Presiden Direncanakan Hadir, Paspampres Sterilkan GOR Lubuk Pakam

    Dijadwalkan akan menghadiri acara Paguyuban Pujakesuma, Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) melakukan peninjauan sekaligus sterilisasi persiapan kunjungan Presiden RI Joko Widodo di Gedung Olahra

  • Jumat, 05 Okt 2018 16:35

    Presiden RI Joko Widodo Pimpin Upacara Parade HUT Ke-73 TNI

    Presiden RI Ir. H. Joko Widodo memimpin Upacara Parade Peringatan HUT Ke-73 TNI Tahun 2018 di Plaza Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Jum'at (5/10/2018). Bertindak selaku Komandan Upacara adala

  • Rabu, 03 Okt 2018 04:03

    Meneruskan kejayaan Indonesia dalam Asian Para Games

    Gelaran Asian Games pada beberapa waktu yang lalu belum lekang di ingatan masyarakat Indonesia maupun luar negeri. Semangat yang dihasilkan dari ajang olahraga 4 tahunan di Asia tersebut memang mendul

  • Senin, 01 Okt 2018 08:11

    Relawan Martabat: Jokowi Kreatif dan Tahan Banting

    Relawan Martabat untuk Jokowi-Ma'ruf, menjadi salahsatu simpul massa dalam Deklarasi Komunitas Batak Bersatu Dukung Jokowi-Ma'ruf, yang digelar di Gedung Mulia, Jalan Kebon Nanas, Jatinegara

  • Senin, 01 Okt 2018 06:01

    Ustadz Dahrul Yusuf Pimpin Deklarasi Dukung Jokowi-Ma'ruf

    Al Ustadz Muhammad Dahrul Yusuf, memimpin Deklarasi mendukung Jokowi-Ma'ruf Amin, di lahan garapan, tepatnya di Jalan Jati Rejo, tidak jauh dari SMA Negeri 1 Percut, Minggu (30/9/2018).Sambil men

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2018 https://utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak