Selasa, 11 Des 2018 21:53
  • Home
  • Opini
  • Desember Ini, SBY dan Presiden Jokowi Bertemu?

Desember Ini, SBY dan Presiden Jokowi Bertemu?

MEDAN (utamanews.com)
Selasa, 13 Des 2016 07:12
Oleh: Aprison Mandela *)

Polemik perihal dugaan kasus penistaan agama oleh Ahok secara perlahan mulai merendah. Setelah berbagai macam tuntutan terkait hal tersebut memuncak, namun disyukuri bahwa pada 2 Desember kemarin yang ditandai dengan digelarnya aksi super damai di bilangan Monas dan sekitarnya, tampak keindahan kekompakan dan ketertiban umat muslim Indonesia yang menyelenggarakan aksi yang bersifat tuntutan namun tetap menjunjung tinggi ketertiban dan perdamaian.

Penistaan agama tetaplah kasus penistaan agama, yang mana hingga detik ini, permasalahan tersebut telah memasuki ranah hukum yang lebih serius guna menjawab sekaligus menyelaraskan aspirasi umat muslim yang menginginkan Calon Gubernur Petahana Basuki Tjahya Purnama agar tetap ditahan. Namun di sisi lain, permasalahan politik tetaplah permasalahan politik, sebagaimana permasalahan penistaan agama, dunia perpolitikan Indonesia tampaknya mulai memanas tatkala memasuki babak baru.

Presiden Jokowi dan Mantan

Memanasnya sentimen antara Presiden Jokowi dan Mantan Presiden Keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono muncul tatkala SBY mengadakan konferensi pers yang digelar dikediamannya Cikeas, Kab. Bogor beberapa waktu silam (2/11).

Penuh tanda tanya dan berbalut kontroversi, kehadiran SBY melalui konferensi pers secara gamblang telah memanaskan panggung perpolitikan Indonesia.

Hal yang wajar apabila publik menilai bahwa di antara Mantan Walikota Solo dan Ketua Umum Partai Demokrat ini sarat akan pertarungan politik. Terlebih diantara keduanya berada di kubu yang berbeda pada pesta politik bergengsi yakni Pemilihan Gubernur DKI tahun 2017.

Pernyataan sang Presiden yang mengatakan bahwa aksi Bela Islam Jilid II pada 4 November silam sarat ditunggangi oleh kepentingan kelompok politik, memang terkesan bias dan memancing, tatkala sang presiden hanya mengatakan “ditunggangi kepentingan politik” namun salah satu tokoh nasional yang sekaligus ketua partai merasa tersinggung.

Berbagai statemen counter yang dilakukan oleh SBY menambah catatan kelam sang mantan presiden, hal yang baik dan menarik simpati bagi Cikeas apabila publik menilai SBY telah difitnah, namun disayangkan tak sedikit komentar negatif muncul karena konferensi pers tersebut. Bahkan timbul berbagai Judgement dan komentar negatif dari masyarakat yang malah justru menyudutkan kelompok biru.

Bias memang, tatkala kita membahas isu permasalahan antara Sang Presiden dan Mantan Presiden. 

Safari Politik Pak Presiden

Diibaratkan sebuah magnet, kasus penistaan agama oleh Ahok telah menarik berbagai macam unsur. Bahkan seorang presiden pun yang jelas-jelas memiliki agenda pekerjaan yang padat, harus disibukan untuk mengurus dan mengawal kasus tersebut hingga selesai.

Wajar apabila sang Presiden disibukkan, karena peranan berbagai kelompok mulai dari politik, agama, adat, suku, dan elemen lainnya juga ikut serta dalam penangangan kasus penistaan agama oleh Mantan Bupati Belitung Timur ini.

Mulai dari kunjungan keagamaan Pak Presiden ke MUI, PBNU, hingga kehadiran berbagai tokoh politik, mulai dari hambalang, Beringin, PAN, Nasdem, bahkan orang terdekat sekaligus tertua di Partai Banteng Merah, Megawati Soekarno Putri.

Terdapat hal yang unik dari undangan makan siang sang Presiden, berawal dari niatan konsolidasi guna meredam konflik SARA yang berbaju politik oleh Ahok hingga berubah menjadi tren kedekatan tokoh per tokoh politik di Indonesia.

Dari sekian banyak partai nasional yang diundang ke istana untuk menyicipi masakan sang koki istana, tinggal dua perwakilan partai tersisa yang hingga kini belum kunjung datang, yakni PKS dan Partai Demokrat.

Demokrat Menginginkan

Bentuk keinginan pihak Demokrat untuk segera mengundang ataupun diundang oleh Presiden Jokowi dalam rangka menyantap makan siang berlauk politik di istana mulai deras disuarakan oleh kader-kadernya.

Setelah salah satu pernyataan kader Partai Demokrat Syarief Hasan yang mengatakan bahwa “ada baiknya kedua pemimpin ini bertemu saling klarifikasi tentang aktor 411”pada 21 November silam, statemen serupa juga dilontarkan oleh Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Roy Suryo. “Kami ingin tidak ada terus dorong-dorongan soal pertemuan kedua Bapak Bangsa ini, Pak Jokowi dan Pak SBY. Ini hanya masalah waktu saja. Tidak harus bertemu dalam waktu yang cepat” kata Roy Suryo, Kamis (24/11) malam.

Dari kedua statemen tersebut jelas sudah bahwa secara tidak langsung Cikeas juga menginginkan adanya komunikasi politik antara SBY dan Presiden Jokowi. 

Entah itu perihal untuk memperbaiki situasi dan hubungan politik diatara keduanya terkait tuduhan tunggangan politik atau malah justru untuk menjadi lobby politik terkait beberapa kasus usam mulai dari hilangnya dokumen Tim Pencari Fakta (TPF) Munir, isu Korupsi di Proyek Listrik diera SBY, hingga kasus pembunuhan oleh Mantan Ketua KPK Antasari Azhar yang menyisakan beribu misteri.

Apakah bulan Desember akan menjadi bulan yang berkah bagi sang mantan Presiden untuk menjajaki kursi Istana lagi? Atau harus menunggu Lebaran “Kuda” yang masih belum jelas kesimpangsiurannya?

Kadang politik memang selucu itu.

*) Mahasiswa FISIP Universitas Indonesia
T#g:JokowiopiniSBY
Karunia Tour and Traveliklan kaos garuda
Berita Terkait
  • Rabu, 12 Des 2018 15:12

    Jokowi Anti Islam, Antara Persepsi dan Politisasi?

    Pasca berkembangnya kasus penistaan agama Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, Jokowi kerap disebut sebagai Presiden yang anti terhadap Islam. Tak dapat dipungkiri, kasus Ahok yang

  • Minggu, 09 Des 2018 20:59

    H Usman Efendi Sitorus: Dukungan PW Al Washliyah pada Jokowi-Ma'ruf Bersifat Tawaran

    H Usman Efendi Sitorus menyatakan bahwa dukungan PW Al Washliyah pada Pasangan Jokowi-Ma'ruf Merupakan Tawaran Kepada DPP Al Washliyah.

  • Minggu, 02 Des 2018 18:12

    Ketua DPR: Indonesia Kondusif Kendati Ada Upaya Mengeskalasi Tensi Politik

    "Tidak ada kepanikan atau kemarahan dari pemerintah, kendati Penghinaan dan upaya pembunuhan karakter yang ditujukan kepada Presiden Joko Widodo nyaris tak berkesudahan"

  • Kamis, 29 Nov 2018 19:59

    Survei: 77,05 Persen Masyarakat Sumut Sudah Mantapkan Pilihan Capres

    Indopol Survey & Consulting merilis hasil penelitian mereka terkait peta kekuatan Capres-cawapres menjelang Pemilu 2019 di Sumatera Utara. Salah satu hasil yang terungkap adalah 77,05 persen masya

  • Kamis, 29 Nov 2018 17:29

    Survei: Jokowi-Ma'ruf Menang Di 21 Kabupaten/Kota di Sumut

    Indopol Survey & Consulting, merilis hasil survei Pilpres 2019, yang mereka lakukan di wilayah Provinsi Sumatera Utara (Sumut), pada 24 Oktober s.d 15 Nopember pekan lalu. Hasilnya pasangan Capres

  • Kamis, 29 Nov 2018 03:29

    Pengukuhan Jokowi Sebagai Pemimpin Muslim Dunia Yang Berpengaruh

    Presiden RI Joko Widodo dinobatkan menjadi salah satu tokoh muslim yang berpengaruh di dunia.

  • Senin, 26 Nov 2018 03:26

    Gaya kepemimpinan Soeharto bakal ditiru Prabowo, baik kah?

    Sedang booming soal ucapan Titiek Soeharto yang menyatakan bahwa jika Prabowo memenangkan pilpres maka gaya pemerintahan yang akan diberlakukan adalah gaya pemerintahan Soeharto. Seperti apa sih Soeha

  • Minggu, 25 Nov 2018 03:25

    Pentingnya Sifat Optimis Dalam Diri Pemimpin Negeri

    Kepemimpinan merupakan sebuah proses mempengaruhi atau memberi contoh dari seorang pemimpin kepada pengikutnya dalam upaya untuk mencapai suatu tujuan bersama. Dalam konteks negara, khususnya Indonesi

  • Selasa, 20 Nov 2018 17:30

    Cawapres Ma'ruf: "Beda Capres Tidak Perlu Bertengkar"

    Calon Wakil Presiden nomor urut 01 Ma'ruf Amin mengingatkan perbedaan pandangan politik tidak harus membuat perpecahan. Perbedaan itu harus jadi penyemangat untuk menjaga persatuan dan kesatuan b

  • Senin, 19 Nov 2018 15:29

    Menengok Dukungan Ulama Besar Kepada Pemerintah

    Presiden Joko Widodo memiliki kedekatan dengan para ulama yang ada di Indonesia. Jadi tidak heran jika Joko Widodo memiliki banyak pendukung dari para ulama di Tanah Air. KH. Ma'ruf Amin mengatak

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2018 https://utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak