Minggu, 28 Feb 2021 19:30
  • Home
  • Ekonomi
  • Pemkab Palas Bingung LPG 3 Kg Langka dan Harganya Masih Mencekik Leher

Pemkab Palas Bingung LPG 3 Kg Langka dan Harganya Masih Mencekik Leher

TABAGSEL (utamanews.com)
Senin, 30 Mar 2015 21:08
Maulana Syafii
R. Nainggolan warga Lingkungan IV Aek Pam Sibuhuan menunjukkan tabung gas subsidi yang sudah kosong dan hendak membeli, tapi karena kondisinya sedabg langka, ia mendapatkannya seharga Rp. 25.000 pertabung.
Warga masyarakat di daerah Kabupaten Padang Lawas (Palas) masih dibingungkan dengan kondisi dan pendistribusian gas LPG 3 Kg yang kondisi dan pendistribusiannya masih langka dan harganya tidak sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET).

R. Nainggolan, warga Lingkungan IV Aek Pam Sibuhuan kepada Media, Senin (30/3) menyebutkan, harga beli LPG 3 Kg di Ibukota Palas ini bervariasi kisaran Rp. 20.000-Rp.25.000 pertabungnya, melihat kondisi dan keadaan pasokan komoditi subsidi ini.

"Di tempat saya bisa membeli gas elpiji harganya Rp. 20.000 pertabungnya, kalau tempat langganan lainnya karena barang langka, harganya sebesar Rp. 25.000 per tabung, apalagi saat ini harga BBM sudah naik lagi, bagaimana nasib kami rakyat kecil ini, pak", ujar R. Nainggolan.

Diketahuinya, bahwa sistem pendistribusian gas LPG 3 Kg di daerah Palas diduga ada indikasi dari agen bukan rayon Palas yang mendatangkan barang subsidi itu, yakni dari CV. CTS/CV. CMS.

"Buktinya, ketika Saya beli LPG yang berstiker hijau harganya Rp. 20.000 per tabung, tapi yang stiker warna kuning/orange, dari CV. CTS/CV. CMS harganya jadi Rp. 25.000 per tabung, selain itu, isi tabung gas elpiji diyakini tidak seberat 3 kilogram, karena cepat kali habis gasnya", ungkap R. Nainggolan.

Senada dengan hal tersebut, Ngatijo, warga masyarakat di Kecamatan Huragi mengaku, ia membeli gas di dekat tempat tinggalnya berkisar Rp. 25.000-Rp. 35.000 per tabung, tergantung situasi kedatangan gas subsidi pemerintah itu.

"Biasanya kami beli seharga Rp. 25.000, tapi kalau jarang datangnya kami beli sebesar Rp. 35.000 pertabung, memang harga tabung gas elpiji 3 kilogram yang berstiker kuning lebih mahal dari yang berstiker hijau", pungkasnya.

Menanggapi hal ini, Kepala Diskoperindag dan UMKM Palas Drs. H. Khoirudin Harahap melalui Kabid Perdagangan Drs. Dingin Rambe saat ditemui, Senin (30/3) mengakui, sudah terbit SK Gubernur Sumut tentang penetapan HET gas LPG 3 Kg, yaitu sebesar Rp. 16.000/tabung bagi pangkalan yang berjarak 60 kilometer dari SPBE.

"Sedangkan pangkalan yang jarak tempuhnya lebih jauh dari 60 kilometer dari SPBE, maka harga HET bisa dimusyawarahkan antara Pemkab Palas dengan pengelola pangkalan. Penetapan harga bisa juga merujuk pada SK Bupati Palas tentang tarif ongkis angkutan di Palas per kilometernya", ujar Dingin Rambe.

Dingin Rambe mengaku bingung dalam merumuskan besaran HET gas LPG 3 Kg untuk Daerah Palas bila merujuk kepada SK Gubsu tersebut, selain pihaknya belum mendapatkan salinan SK Gubsu tersebut, dibarengi munculnya wacana pemerintah yang akan menghapuskan komoditas subsidi ini.

"Bagaimana kita mau ambil kebijakan menetapkan HET LPG 3 Kg ke masyarakat bila begini kondisinya, bingung kita, kan?", sebut Dingin Rambe.

Menyoal tentang kegiatan agen CV. CTS/CV. CMS yang mendistribusikan gas subsidi ke daerah Palas, padahal wilayah Kabupaten ini bukan termasuk rayonisasi agen ini, Drs. Dingin Rambe menegaskan, "Kami belum terima surat ijin rayonisasi CV. CMS ke daerah Palas dari Pertamina. Kita akan koordinasi dengan kepolisian untuk menertibkan ini, karena jelas bila CV. CMS mensuplai gas elpiji 3 Kg ke daerah Palas tidak surat jalannya, karena CV. CMS bukan rayonisasi Palas, status operasional CV. CMS di Palas jelas tidak resmi", tegas Dingin Rambe. (MS)
T#g:Lpg3KgPalas
Berita Terkait
  • Minggu, 10 Jan 2021 07:20

    LSM CIFOR Apresiasi Kejaksaan Negeri Padanglawas Berani Tetapkan 2 Tersangka BOS Afirmasi

    Dewan Pimpinan Pusat LSM Corruption Indonesia Funtionary Observation Reign "CIFOR" melalui Sekjennya, Ismail Alex, MI Perangin-Angin mengapresiasi informasi diperoleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Padang

  • Rabu, 30 Des 2020 14:30

    Camat Sosa Serahkan Bantuan 247 Anak Yatim

    Camat Sosa, Asrin Daulay menyerahkan secara langsung bantuan sosial santunan kepada sebanyak 247 anak yatim yang tersebar di 16 desa di Kecamatan Sosa Kabupaten Padang Lawas, Rabu (30/12/2020).Bantuan

  • Rabu, 11 Nov 2020 10:01

    Polres Palas Tetapkan Ketua KC FSPMI Palas Tersangka, LBH FSPMI Sumut Laporkan ke Wassidik Poldasu

    Terkait penetapan status Tersangka atas nama Ketua Konsulat Cabang Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia Kabupaten Padang Lawas (KC FSPMI Palas), Maulana Syafi'i, SH.I, oleh penyidik Kepolisia

  • Minggu, 11 Okt 2020 14:11

    108 Peserta Diklatsar Banser di Palas, Terbanyak Untuk Sumut

    Dengan jumlah sebanyak 108 peserta yang mengikuti kegiatan Pendidikan dan Latihan Dasar Barisan Ansor Serbaguna (Diklatsar Banser) Angkatan I PAC GP Ansor Kecamatan Hutaraja Tinggi (Huragi) Kabupaten

  • Sabtu, 10 Okt 2020 14:50

    104 Peserta Ikuti Diklatsar Banser Angkatan I GP Ansor Huragi

    Sebanyak 104 peserta berasal dari beberapa kecamatan yang ada di daerah Kabupaten Padang Lawas (Palas), ikuti kegiatan Diklatsar Banser Angkatan I yang digelar oleh PAC GP Ansor Kecamatan Hutaraja Tin

  • Selasa, 06 Okt 2020 05:16

    Partai Demokrat Palas Bagikan Masker Kepada Pedagang di Pasar Sibuhuan

    Mencegah penyebaran Covid 19, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Padang Lawas (Palas) bagikan masker kepada pedagang dan masyarakat di pusat Pasar Sibuhuan, Senin (5/10).Plt. Ketua DPC Partai

  • Jumat, 02 Okt 2020 15:32

    Pembangunan Irigasi Desa Saba Hotang Dilaporkan Ke Kejari Palas

    Terkait Pembangunan Daerah Irigasi (DI) di Desa Saba Hotang, Mahasiswa Peduli Padang Lawas (MP PALAS) melayangkan surat laporan ke Kejari Palas, Kamis (1/10/2020).Ketua Mahasiswa Peduli Padang Lawas,

  • Kamis, 01 Okt 2020 00:01

    Baru 6 Bulan, Irigasi Berbiaya Rp1,5 M Kini Nyaris Ambruk

    Proyek pembangunan daerah irigasi persawahan Saba Hotang kecamatan Barumun Baru (ex kecamatan Barumun) kabupaten Padang Lawas diduga tidak sesuai dengan ketentuan.Pasalnya, Proyek yang dikerjakan CV S

  • Rabu, 30 Sep 2020 04:30

    Menatap Demokrasi Di Tengah Ketidakpastian Pandemi Covid 19

    Tidak dapat dipungkiri, Pandemi Covid-19 telah mengganggu berbagai sektor kehidupan bernegara, baik ekonomi, politik dan sosial budaya. Ancaman gangguan kesehatan menjadi pertimbangan utama dalam seti

  • Jumat, 28 Agu 2020 16:58

    Ini kata Pertamina soal pecahnya tabung gas 'bengkel las maut' di Hamparan Perak

    Pihak Pertamina angkat bicara terkait dugaan meledaknya tabung gas di 'bengkel las maut', yang berada di Jalan T Amir Hamzah, Tandam Hulu II, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2021 https://utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak