UtamaNews.com, Indonesia, berita Indonesia, foto Indonesia, portal Indonesia, berita terkini, berita ekonomi, berita bisnis, berita olahraga, berita hiburan, berita lingkungan, berita politik, rss feed, galeri foto,nasional,ekonomi,sosial,budaya
Find us: 
Home  / Ragam
Selasa, 5 November 2013 | 11:38:04
Hacker Indonesia Serang Situs Resmi Australia
Internasional
ist
salah satu situs yang diserang
Jaringan kelompok peretas Anonymous Indonesia menyerang sekitar 200 situs internet resmi milik pemerintah Australia. Aksi peretasan itu, diklaim sebagai tindakan balasan terhadap Australia yang memata-matai Indonesia.

Peretas yang mengaku bagian dari gerakan “hacktivist” internasional Anonymous cabang Indonesia telah mengganti halaman muka lebih dari 200 situs dengan alamat au. Peretas menuliskan pesan “Hentikan memata-matai Indonesia!”. Tulisan itu disertai gambar-gambar vulgar.

Di antara situs-situs yang dirusak peretas adalah situs brisbanetimberwindows.com.au, perthclairvoyant.com.au, dan petprotector.net.au. Hingga kini tidak jelas pilihan atas penyerangan atas situs itu, tetapi tampaknya dipilih secara acak berdasarkan kerentanan teknologi yang dimiliki.  

Sementara itu, dalam laporan The Guardian, Minggu (3/11), diungkapkan dokumen yang bocor oleh Edward Snowden mengungkapkan bagaimana mata-mata Australia dan AS menggunakan konferensi perubahan iklim Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) di Bali Tahun 2007 untuk melakukan operasi pengawasan bersama terhadap Indonesia.

Lembaga Direktorat Sinyal Pertahanan Australia (DSD) dan National Security Agency (NSA) bekerja sama dalam operasi untuk mengumpulkan nomor telepon dari pejabat keamanan di Indonesia.

Meskipun kemarahan merebak dari negara-negara yang menjadi korban, Canberra telah menolak untuk mengatasi masalah tersebut. Pemerintah mengutip kebijakan jangka panjang tidak mengomentari masalah-masalah keamanan nasional.

Malaysia bahkan telah memperingatkan Amerika Serikat dan Australia terhadap kegiatan dugaan spionase lewat kedutaan mereka di Kuala Lumpur. Menteri Luar Negeri Malaysia, Anifah Aman, mengangkat masalah ini dengan Menlu Australia Julie Bishop di Perth, akhir pekan lalu.

Anifah memperingatkan bahwa kegiatan seperti itu sangat merusak hubungan yang ada. Kementerian Luar Negeri Malaysia memanggil duta besar AS dan Komisaris Tinggi Australia ke Malaysia untuk menyerahkan catatan protes kegiatan mereka di Kuala Lumpur menyusul laporan tersebut. [SP/RT/theaustralian/Xinhua/U-5]
Akses berita terbaru versi mobile di: m.utamanews.com
Tinggalkan Komentar
Nama*:
Email*:
Website:
Komentar*:
: * Masukkan kode disamping!
Venom Audio gelar Kontes Modifikasi Mobil di Medan pada 30 Agustus nanti
Banyak pasangan muda have sex sambil main HP
Demam internet buka peluang bisnis baru di Medan
Menkominfo: Di Google, banyak pihak yang mempreteli pandangan-pandangan Islam
Koalisi Anak Muda Online Serukan Bijak Memilih
LSM Martabat Sumut