UtamaNews.com, Indonesia, berita Indonesia, foto Indonesia, portal Indonesia, berita terkini, berita ekonomi, berita bisnis, berita olahraga, berita hiburan, berita lingkungan, berita politik, rss feed, galeri foto,nasional,ekonomi,sosial,budaya
Find us: 
Home  / 
Selasa, 22 Januari 2013 | 19:26:37
Mako Polres Langkat diserang
STABAT (utamanews)

Sekitar seribu nelayan dari Kecamatan Secanggang, Gebang, Tg. Pura, Babalan, Brandan Barat dan Sei Lepan turun dan menggelar aksi unjuk rasa di Mapolres Langkat, Jalan Proklamasi, Stabat, Selasa (22/1) menuntut agar para nelayan yang ditahan sehari sebelumnya dibebaskan. 

Dari awal aksi unjuk rasa tersebut memang sudah berjalan dengan brutal dan anarkis, sejak turun dari truk dan bus yang membawa mereka, para pengunjuk rasa dengan garangnya langsung menyisir Gedung DPRD Langkat. Lalu, para SKPD yang sedang menggelar acara rapat anggaran dengan para anggota dewan dibentak-bentak.

Bahkan, menurut keterangan beberapa orang sumber,  ada angggota dewan yang langsung sembunyi dan tidak berani untuk keluar lagi dari ruang rapat.  Selanjutnya, para pengunjuk rasa berjalan kaki sambil berorasi dan membawa selebaran ke Mapolres Langkat, menuntut agar para nelayan yang ditahan dibebaskan tanpa syarat.

Namun, kedatangan para pengunjuk rasa sudah ditunggu oleh ratusan petugas gabungan dari Polres Langkat, Polres Binjai dan Brimob. Seperti biasa, para pengunjuk rasa pun dihadang di depan pintu gerbang Mapolres.

Selanjutnya, 10 orang perwakilan para pengunjuk rasa pun ditunjuk dan dipersilahkan untuk masuk ke Aula Kamtibmas, guna menggelar rapat dan pertemuan dengan Wakapolres Langkat, Kompol Drs Safwan Khayat MHum.  Dalam kesempatan itu turut hadir para anggota dewan, seperti Tarsan Naibaho, Kristina Bangun, Sugiono, Abdul Gani, Reza Fahlevi tarigan, Arbain Fauzan, Dit. Airud Polda Sumut Kompol Revolver, Kadis Perikanan dan Kelautan Langkat Ir Ali Mukti Siregar beserta Camat Brandan Barat, Sei lepan, Babalan dan Secanggang. Bahkan, anggota DPRD Sumut Raudin Purba juga hadir.

Setelah melalui dialog yang panjang, Polres Langkat melalui Wakapolres Langkat Kompol Drs Safwan Khayat MHum pun setuju untuk melepaskan para tahanan.  Apalagi, para nelayan yang ditangkap itu belum ditetapkan sebagai tersangka dari kasus pembakaran pukat teri tersebut. Hanya saja, sebelum dilepaskan harus dibuat terlebih dahulu nota perdamaian antara para nelayan dengan para penguasa pukat teri.

Karena tidak ada komunikasi yang baik antara para pengunjuk rasa di luar dengan para perwakilan yang berada di dalam, situasi yang kondusif dan terkendali tiba-tiba berubah drastis.

Para pengunjuk rasa yang berada di luar yang sudah merasa tidak sabar tiba-tiba memaki-maki para petugas Polisi. Bahkan pos polisi yang berada tepat di seberang Mapolres Langkat pun dirusak dengan batu.

Melihat hal tersebut, para petugas pun marah dan melepaskan tembakan ke udara. Namun, bukannya berhenti, para pengunjuk rasa malah dengan beraninya menyerang petugas.  Akibatnya terjadi ‘perkelahian dan pergumulan’ antara petugas dengan para pengunjuk rasa, sehingga 5 petugas dari Polres Langkat dan Brimob Binjai terluka setelah terkena sabetan sangkur yangdibawa para pengunjuk rasa.

Akibatnya, para petugas pun bertindak tegas dengan menangkap dan menahan 55 orang pengunjuk rasa, sehingga menambah jumlah nelayan yang ditahan menjadi 78 orang. Situasi dan kondisi baru terkendali setelah para pengunjuk rasa ‘cabut’ meninggalkan Mapolres Langkat.

Sebelumnya, pada hari Senin, tanggal 21 Januari 2013, sekitar pukul 12.00 WIB di Dsn. I Ds. Kwala Gebang Kec. Gebang Kab. Langkat Sumut, telah terjadi pembakaran 2 unit Kapal Pukat Teri milik korban An. Apeng, 50 tahun dan Akien, 40 tahun yang dilakukan oleh nelayan sebanyak 100 orang dari Dusun III.

Belum jelas apa masalahnya, para pelaku pembakaran mendatangi kapal yang sedang bersandar dan langsung melakukan pembakaran kapal. Kemudian pukul 15.00 wib, ± 50 orang Personil Polres Langkat yang dipimpin langsung Kapolres Langkat AKBP Leo Eric Bhismo tiba di TKP dan langsung melakukan penangkapan terhadap pelaku pembakaran sebanyak 23 orang di Perairan Desa Kwala Gebang dan menyita barang bukti, kemudian efek dari penangkapan pelaku pembakaran kapal tersebut pada pukul 17.00 WIB, massa pendukung para pelaku pembakaran yang diamankan sebanyak ± 500 orang melakukan penyerangan ke Dsn I Desa Kwala  Gebang dengan membawa senjata tajam, benda tumpul serta bom Molotov.

Selanjutnya diambil langkah mediasi dengan massa, namun massa tetap bertindak anarkis dengan melakukan penghancuran kapal-kapal pukat teri yang sedang bersandar, lalu massa membawa 9 unit kapal jenis pukat teri ke Dsn III Desa Kwala Gebang. 4 unit kapal diantaranya dibakar massa dan menuntut  agar rekan mereka yang sudah diamankan di Mapolres Langkat segera dibebaskan. 
Akses berita terbaru versi mobile di: m.utamanews.com
Tinggalkan Komentar
Nama*:
Email*:
Website:
Komentar*:
: * Masukkan kode disamping!
Pelantikan Anggota DPRD Labuhanbatu Utara diwarnai bentrok massa dan petugas
6 Anggota DPRD Kota Medan 2014-2019 Silaturahmi dengan Wartawan Unit DPRD
DPRD setujui APBD Simalungun TA 2015 sebesar Rp2,1 Triliun
FDD galang dukungan masyarakat kota Pematang Siantar untuk tolak pilkada tidak langsung
Pimpinan Sementara DPRD Sumut Singgung Keharmonisan Gubernur-Wagub
LSM Martabat Sumut