Minggu, 24 Sep 2017 15:32
  • Home
  • Sosial Budaya
  • Setahun peristiwa Tanjungbalai, Mahasiswa ingatkan kembali perlunya jaga kerukunan

Setahun peristiwa Tanjungbalai, Mahasiswa ingatkan kembali perlunya jaga kerukunan

TANJUNG BALAI (utamanews.com)
Oleh: Budi
Selasa, 25 Jul 2017 19:35
Dibaca: 194 kali
Dok
Abdul Razak Nasution

Tokoh Mahasiswa Tanjungbalai Abdul Razak Nasution mengingatkan kembali perlunya menjaga kerukunan antar umat beragama di kota kerang tersebut. Hal ini dikatakannya, dalam momentum setahun peristiwa pembakaran rumah ibadah Vihara dan kelenteng dalam kerusuhan bernuansa SARA, Juli tahun lalu.

Meskipun tidak ada korban jiwa dalam aksi tersebut, namun sangat disayangkan apabila hal serupa masih berpotensi terjadi kembali di Indonesia. 

"Dimanakah letak semboyan Bhineka Tunggal Ika? Apabila sedikit perbedaan saja dapat menyebabkan bentrokan," ujar Abdul Razak Nasution, dalam bincang-bincangnya dengan sejumlah aktifis muda asal Kota Tanjungbalai, tadi malam, Senin (24/7/2017).

Menurut Razak yang juga Wakil Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Al Washliyah Sumut ini, kerusuhan bernuansa SARA sudah sering terjadi di Indonesia, hampir setiap tahun selalu ada kejadian serupa dengan motif yang hampir sama. 

"Kita memandang bahwa hal tersebut terjadi karena sudah berkurangnya toleransi antar umat beragama, yang menyebabkan sedikit saja gesekan antar umat beragama, dapat berpotensi menyebabkan konflik," ungkapnya.

Di luar itu, ada kelompok-kelompok tertentu yang memang sengaja untuk memicu konflik, baik melalui masifnya hoax di media sosial dengan memanfaatkan tindaka  arogansi oknum-oknum pemeluk agama tertentu terhadap pemeluk agama lainnya.

"Seperti kita ketahui, kerusuhan di Tanjung Balai pada Jumat malam (29/7/2016) hingga Sabtu dinihari, dipicu oleh seorang wanita yang merasa terganggu dengan pengeras suara di masjid, sehingga muncul berbagai provokasi-provokasi di media sosial. Hal tersebut menyebabkan banyak warga yang geram dan melakukan pembakaran terhadap 10 rumah ibadah. Ini juga mengindikasikan bahwa masyarakat Tanjungbalai rentan diprovokasi," tambahnya.

Untuk itu, Razak menghimbau agar semua elemen bergandengan tangan dan mengawal komunitas masing-masing. Dengan begitu percikan-percikan konflik dapat diminimalisir sejak dini.

"Masyarakat juga perlu mengetahui bahwa Meiliana, wanita yang memicu konflik tersebut sudah menjalani proses hukum dan diadili di Pengadilan, dan sebelumnya, dalam setiap kesempatan Meiliana terus menyampaikan permintaan maaf dan dirinya sadar bahwa perbuatannya telah mengganggu ketentraman di Tanjungbalai. Permintaan maaf itu selalu disampaikannya berulang-ulang," ujar Razak lagi.

Razak juga mengapresiasi tindakan Walikota Tanjungbalai M. Syahrial SH MH., yang cepat merespon aspirasi umat dan meredam terjadinya konflik susulan dengan menurunkan patung di pinggiran sungai Asahan.

Di akhir wawancaranya, tokoh mahasiswa asal kota Tanjungbalai ini mengharapkan elemen pemuda dan mahasiswa serta masyarakat umumnya, untuk tidak percaya begitu saja dengan isu-isu provokatif yang beredar di media sosial. 

"Masyarakat harus cerdas menyikapi isu-isu, khususnya isu yang berbau SARA, karena hal tersebut merupakan isu sensitif yang dapat dengan mudah menyulut sentimen dan biasanya berujung konflik. Tidak menutup kemungkinan bahwa isu tersebut sengaja disulut untuk memecah belah kerukunan antar umat beragama di Indonesia," pungkasnya.

Editor: Sam

T#g:Abdul Razak NasutionTanjungbalai
Berita Terkait
  • Senin, 28 Agu 2017 17:38

    Polsek Medan Kota amankan uang palsu 50 juta rupiah dari Petisah

    Sebanyak 50 juta rupiah palsu diamankan oleh Polsek Medan Kota dari Pasar Petisah.

  • Sabtu, 19 Agu 2017 18:09

    Ini Saran Ketua Pembela Umat untuk jaga kerukunan di Tanjung Balai

    Ustad H. Admiral, Ketua Tim Pembela Umat Kota Tanjung Balai menyatakan bahwa walaupun secara umum kerukunan beragama di Kota Tanjung Balai dalam keadaan kondusif, namun masih terdapat perilaku dan tin

  • Sabtu, 05 Agu 2017 16:55

    Mahasiswa Tuding Ketua Nasdem Tanjungbalai Lakukan Praktik Pungli

    Ketua Ikatan Pemuda dan Mahasiswa (IPMA) Tanjungbalai, Roby Syahputra Siregar, SH., mengekspos kasus dugaan pungutan liar (pungli) yang dilakukan anggota DPRD Tanjungbalai dengan modus meminta uang (S

  • Jumat, 04 Agu 2017 19:24

    Atraksi Terjun Payung Menghiasi Langit kota Tanjung Balai

    Puluhan ribu masyarakat melimpah ruah pada upacara penutupan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-99 TA. 2017 dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memantapkan kemanunggalan TNI-Rak

  • Kamis, 03 Agu 2017 00:33

    Kunjungi Tanjung Balai, Irjen Paulus beri penghargaan pada 37 personil Polri

    Saat melaksanakan kunjungan kerja ke Polres Tanjung Balai, Irjen Pol. Drs. Paulus Waterpauw selaku Kapolda Sumut memberikan penghargaan kepada 37 orang personil Polres Tanjung Balai yang berprestasi dalam melaksanakan tugas.

  • Rabu, 26 Jul 2017 09:16

    Perkokoh Kerukunan Umat Beragama di Tanjung Balai

    Keberagaman dalam berkehidupan beragama di Indonesia saat ini cukup memprihatinkan dengan adanya upaya dari pihak-pihak yang ingin melakukan perpecahan kesatuan dan persatuan bangsa, menggunakan isu a

  • Senin, 24 Jul 2017 15:24

    Massa IPMA terus desak Kejatisu tangkap Sekdakot Tanjungbalai

    Puluhan massa‭ ‬yang tergabung ‬dalam Ikatan Pemuda dan ‬Mahasiswa (IPMA) Tanjungbalai kembali melakukan aksi unjuk rasa yang keempat kalinya di depan kantor Kejaksaan Tinggi S

  • Jumat, 16 Jun 2017 22:16

    LMTI Desak Saber Pungli Turun Ke Tanjungbalai

    Puluhan massa yang tergabung dalam Lembaga Masyarakat Teknologi Informasi (LMTI) melakukan aksi unjuk rasa di depan Mapolda Sumatera Utara, jalan SM Raja XII Km 10,5 No 60 Medan, Jumat Siang (16/6).

  • Rabu, 14 Jun 2017 20:34

    IPMA Tanjungbalai Minta Kejatisu Periksa Abdi Nusa

    Ikatan Pemuda dan Mahasiswa (IPMA) Tanjungbalai kembali berunjuk rasa di kantor Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara, Rabu (14/6/2017) siang.

  • Rabu, 14 Jun 2017 09:34

    LMTI Sebut Ketua DPRD Tanjungbalai Terlibat Dugaan Pungli di BPBD

    Mengingat banyaknya keluhan masyarakat terkait adanya dugaan pungli yang masih melekat di Pemerintahan Kota Tanjungbalai terkhusus di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tanjungbalai, maka

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2017 utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak