Rabu, 12 Des 2018 11:14

Sapadia Hotel Didemo Warga Padang Bolak, Paluta

Padang Lawas Utara (utamanews.com)
Oleh: Yasir Harahap
Jumat, 07 Apr 2017 18:20
Yasir Harahap
Masyarakat membentangkan spanduk berisi klaim hak atas tanah di gerbang Sapadia Hotel, Jumat (7/4)
Sejumlah warga Desa Purba Sinomba mendatangi lokasi pembangunan Hotel Sapadia yang berada di Jalan Lintas Gunung Tua-Langga Payung, Desa Purba Sinomba, Kecamatan Padang Bolak, Padang Lawas Utara, Jum'at siang (7/4/2017) pukul 14.20 WIB.

Setibanya di depan pintu masuk proyek, warga langsung membuat pagar dan memasang bendera merah putih dan spanduk bertuliskan "Tanah ini milik masyarakat desa Purba Sinomba" persis di pintu masuk.

Dalam orasinya, Alwi Pohan dan Doli Siregar bergantian menyampaikan tuntutannya agar segala aktifitas di dalam proyek tersebut diberhentikan dengan alasan lokasi proyek masih dalam status silang sengketa. "Karena tanah ini adalah tanah Ulayat kami," tegasnya.

Tidak lama berunjuk rasa, Kanitreskrim Polsek Padang Bolak, Iptu Raden Saleh Harahap didampingi Kanit Intel Aiptu Rusmanto dan Kades Purba Sinomba Damhuri Harahap bersama perwakilan warga menemui pihak manajemen PT Sapadia Wisata.


Dalam pertemuan tersebut, koordinator aksi Doli Siregar, mempertanyakan apa tindaklanjut dari pihak manajemen setelah dilakukan pemagaran oleh warga.

Tidak hanya itu, massa juga meminta kepada pihak manajemen untuk membuat surat perjanjian bersama yang isinya adalah segala aktifitas di dalam proyek pembangunan Hotel Sapadia diberhentikan sebelum ada keputusan yang jelas tentang status kepemilikan yang sah terhadap lahan pembangunan Hotel tersebut.

"Kita disini hanya bekerja disuruh manajemen sesuai dengan ketentuan dari pihak manajemen, dan kita tidak berani untuk menandatangani surat perjanjian itu," ujar KTU PT Sapadia Wisata, Suhardi Siregar didampingi pengawas proyek Royan Lubis.

Lebih lanjut Suhardi menjelaskan bahwa lahan proyek dibeli dari Faisal Siregar, karena itu ia menyarankan agar lebih baik bertanya langsung kepada yang bersangkutan saja.

"Kami tidak tahu menahu dan tidak kenal dengan Faisal, yang menjadi persoalan sekarang adalah lahan proyek ini adalah tanah ulayat kami dan tidak boleh diperjualbelikan," tegas Doli.

Massa kemudian membubarkan diri meskipun tidak ada kesepakatan dari pihak manajemen hotel terhadap ajakan warga untuk membuat surat kesepakatan bersama.

Meskipun demikian, warga meminta dengan tegas kepada pihak manajemen hotel untuk tidak membongkar pagar yang mereka buat tepat di pintu masuk proyek pembangunan Sapadia Hotel.

Editor: Sam

T#g:aurKonflik TanahpalutaSapadia Hotel
iklan kaos garuda
Berita Terkait
  • Kamis, 06 Des 2018 17:06

    Tak Tahu Malu, Mobil Dinas Kok Dipasang Plat Hitam

    Mobil dinas (Mobdin) Ketua DPRD Padang Lawas Utara, Mukhlis Harahap beralih fungsi. Mobil tersebut terkesan bukan lagi milik pemerintah, melainkan lebih pada aset individu. Hal tersebut dilihat dari p

  • Rabu, 05 Des 2018 16:55

    Bawaslu Padang Lawas Utara Tertibkan APK

    APK yang diturunkan boleh dijemput ke kantor Bawaslu dengan kondisi yang apa adanya.

  • Kamis, 15 Nov 2018 19:15

    Terkait Dugaan Korupsi Rp33,336 Milyar, GEMASILA Seruduk Kantor Dinkes Labuhanbatu

    Kedua kalinya, Gerakan Mahasiswa Revolusi Labuhanbatu (GEMASILA) Kabupaten Labuhanbatu, melakukan Aksi demo damai, seruduk kantor OPD Dinas Kesehatan Kabupaten Labuhanbatu, Kamis (15/11/2018).Aksi dem

  • Selasa, 13 Nov 2018 12:03

    Emak-emak Geruduk Kantor Bupati Labura, Bupati diharap mampu ubah tangis menjadi Senyum

    Kedatangan Massa Buruh PT. Nagali Semangat Jaya (PT. NSJ) Sonomartani ke Kantor Bupati Labuhanbatu Utara (Labura), adalah bentuk kebuntuan kesepakatan antara Buruh dan pihak perusahaan.Hari ini, Selas

  • Jumat, 12 Okt 2018 17:12

    Curah hujan tinggi, 3 Desa di Luat Siunggam Banjir

    Akibat curah hujan tinggi yang melanda wilayah Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta) sejak beberapa hari terakhir mengakibatkan Sungai Panantanan di Siunggam, Kecamatan Padang Bolak Tenggara meluap, J

  • Rabu, 26 Sep 2018 15:16

    PMP-PALUTA Pertanyakan Jasa Konsultansi Hingga Miliaran Rupiah di Dinas PU Paluta

    Setiap pelaksanaan konstruksi fisik bangunan pemerintah yang dilakukan penyedia jasa harus mendapatkan pengawasan secara teknis di lapangan agar rencana dan spesifikasi teknis yang telah disiapkan dan

  • Senin, 24 Sep 2018 15:54

    Caleg Pengganti Dicoret, DPD PAN Gugat KPU Paluta

    Merasa dirugikan atas keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta) tentang penetapan daftar calon tetap (DCT), Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Amanat Nasional (PAN) K

  • Sabtu, 22 Sep 2018 01:32

    Unjukrasa Aliansi Pemuda Kabupaten Asahan Tolak Provokator

    Puluhan warga Kabupaten Asahan yang mengatas namakan Aliansi Pemuda Kabupaten Asahan turun ke jalan untuk menyuarakan aspirasi penolakan segala bentuk propokasi terhadap warga Asahan, Jumat (21/9/2018

  • Jumat, 21 Sep 2018 15:01

    Peserta Pemilu 2019 Ikuti Sosialisasi Peraturan KPU RI Tentang Kampanye

    Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta) melaksanakan kegiatan sosialisasi peraturan KPU RI tentang kampanye di kantor KPU Paluta, Jum'at (21/9/2018).Acara yang dimulai p

  • Jumat, 07 Sep 2018 22:47

    Aktivis di Medan Peringati 14 Tahun Kematian Munir

    Sejumlah aktivis di Kota Medan menggelar aksi refleksi 14 tahun kematian pejuang Hak Asasi Manusia, Munir, di bundaran depan Kantor Pos Besar Medan, Jalan Balai Kota, Medan, Jumat (7/9/18) sore. Merek

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2018 https://utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak