Rabu, 25 Apr 2018 13:48

Sapadia Hotel Didemo Warga Padang Bolak, Paluta

Padang Lawas Utara (utamanews.com)
Oleh: Yasir Harahap
Jumat, 07 Apr 2017 18:20
Yasir Harahap
Masyarakat membentangkan spanduk berisi klaim hak atas tanah di gerbang Sapadia Hotel, Jumat (7/4)
Sejumlah warga Desa Purba Sinomba mendatangi lokasi pembangunan Hotel Sapadia yang berada di Jalan Lintas Gunung Tua-Langga Payung, Desa Purba Sinomba, Kecamatan Padang Bolak, Padang Lawas Utara, Jum'at siang (7/4/2017) pukul 14.20 WIB.

Setibanya di depan pintu masuk proyek, warga langsung membuat pagar dan memasang bendera merah putih dan spanduk bertuliskan "Tanah ini milik masyarakat desa Purba Sinomba" persis di pintu masuk.

Dalam orasinya, Alwi Pohan dan Doli Siregar bergantian menyampaikan tuntutannya agar segala aktifitas di dalam proyek tersebut diberhentikan dengan alasan lokasi proyek masih dalam status silang sengketa. "Karena tanah ini adalah tanah Ulayat kami," tegasnya.

Tidak lama berunjuk rasa, Kanitreskrim Polsek Padang Bolak, Iptu Raden Saleh Harahap didampingi Kanit Intel Aiptu Rusmanto dan Kades Purba Sinomba Damhuri Harahap bersama perwakilan warga menemui pihak manajemen PT Sapadia Wisata.


Dalam pertemuan tersebut, koordinator aksi Doli Siregar, mempertanyakan apa tindaklanjut dari pihak manajemen setelah dilakukan pemagaran oleh warga.

Tidak hanya itu, massa juga meminta kepada pihak manajemen untuk membuat surat perjanjian bersama yang isinya adalah segala aktifitas di dalam proyek pembangunan Hotel Sapadia diberhentikan sebelum ada keputusan yang jelas tentang status kepemilikan yang sah terhadap lahan pembangunan Hotel tersebut.

"Kita disini hanya bekerja disuruh manajemen sesuai dengan ketentuan dari pihak manajemen, dan kita tidak berani untuk menandatangani surat perjanjian itu," ujar KTU PT Sapadia Wisata, Suhardi Siregar didampingi pengawas proyek Royan Lubis.

Lebih lanjut Suhardi menjelaskan bahwa lahan proyek dibeli dari Faisal Siregar, karena itu ia menyarankan agar lebih baik bertanya langsung kepada yang bersangkutan saja.

"Kami tidak tahu menahu dan tidak kenal dengan Faisal, yang menjadi persoalan sekarang adalah lahan proyek ini adalah tanah ulayat kami dan tidak boleh diperjualbelikan," tegas Doli.

Massa kemudian membubarkan diri meskipun tidak ada kesepakatan dari pihak manajemen hotel terhadap ajakan warga untuk membuat surat kesepakatan bersama.

Meskipun demikian, warga meminta dengan tegas kepada pihak manajemen hotel untuk tidak membongkar pagar yang mereka buat tepat di pintu masuk proyek pembangunan Sapadia Hotel.

Editor: Sam

T#g:aurKonflik TanahpalutaSapadia Hotel
Berita Terkait
  • Jumat, 30 Mar 2018 04:30

    Pengamat nilai mahasiswa kurang data soal kenaikan Pertalite

    Pengamat kebijakan pemerintah, Osriel Limbong menyatakan bahwa aksi demo yang digelar puluhan mahasiswa kemarin (26/3) untuk memprotes kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), kurang tepat, bahkan ter

  • Kamis, 08 Mar 2018 18:58

    Djarot Telusuri Jalan Belum Beraspal di Paluta

    Turun dari mobil Kijang Innova yang membawanya dari Kota Gunung Tua, Kabupaten Padang Lawas Utara, Calon Gubernur Sumatera Utara (Cagubsu) Djarot Syaiful Hidayat meminjam sepeda motor warga untuk mene

  • Selasa, 27 Feb 2018 14:57

    KPU Paluta Evaluasi Pembentukan PPK dan PPS Pemilu 2019

    Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta) laksanakan evaluasi pembentukan badan Ad Hoc Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Panita Pemungutan Suara (PPS) Pemilihan Umum (Pemil

  • Sabtu, 24 Feb 2018 18:54

    Pendamping PKH Paluta Verifikasi Aslut atau Lansia

    Sehubungan dengan pengalihan bantuan penerima manfaat Asistensi Sosial Lanjut Usia Terlantar (Aslut) pada Direktorat Jenderal Rehabilitasi Sosial pada tahun 2018 ke Program Keluarga Harapan (PKH) pada

  • Selasa, 20 Feb 2018 20:20

    Bakercab GMNI Bersiap Adakan Parlemen Jalanan Hadapi PT. HSJ

    Jelang Aksi Unjuk Rasa Bakercab GMNI Labuhanbatu Raya bersama masyarakat Sidomulyo ke PKS Harian Sawit Jaya (HSJ), tampak suasana keakraban mempersiapkan hal-hal teknis, di Panai Hilir-Labuhanbatu, Se

  • Minggu, 18 Feb 2018 14:38

    Deklarasi Kampanye Damai Pilkada Paluta 2018

    Komisi Pemilihan Umum (KPU) Padang Lawas Utara (Paluta) gelar deklarasi kampanye damai pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta) tahun 2018. Kegiatan diawali dengan jalan

  • Sabtu, 17 Feb 2018 06:17

    Koum An-Har: Kami siap memenangkan Andar-Hariro untuk Paluta

    Komunitas untuk mendukung Andar-Hariro (Koum An-Har) yang diketuai oleh Muhammad Rifai Dalimunthe S.Kom telah resmi dikukuhkan pada saat Pembentukan dan Pengukuhan Tim Pemenangan Andar-Hariro di Posko

  • Jumat, 16 Feb 2018 16:16

    Spanduk "Coblos Kotak Kosong" mulai bermunculan di Padang Lawas Utara

    Spanduk yang berisi ajakan untuk memilih atau mencoblos Kotak Kosong pada pemilihan kepala daerah (Pilkada) Padang Lawas Utara mulai bermunculan.Pantauan UTAMANEWS.COM, sedikitnya ada dua spanduk yang

  • Kamis, 15 Feb 2018 20:35

    Nelayan Tertangkap Di Malaysia, Perusahaan di Tanjung Balai Lepas Tangan

    Komunitas Parlemen Jalanan (KOPAJA) melakukan aksi unjukrasa di depan Gudang Ikan SBU (Sinar Bahari Utama) Jln Besar Teluk Nibung Kelurahan Teluk Nibung Kota Tanjung Balai, (15/02/2018)Aksi unjukrasa

  • Rabu, 14 Feb 2018 20:24

    Panwas Paluta Tekankan Paslon serta Parpol Lawan Politik Uang dan Politisasi SARA

    Panitia Pengawas Pemilihan (Panwaslih) Kabupaten Padang Lawas Utara bersama sejumlah pimpinan partai politik pengusung maupun pendukung pasangan calon Pilkada 2018 mendeklarasikan untuk melawan dan me

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2018 utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak