Kamis, 26 Apr 2018 18:27
  • Home
  • Sosial Budaya
  • Petani Dusun I Kampung Mangga Sangat-sangat berterimakasih atas "sertifikat gratis" Jokowi

Petani Dusun I Kampung Mangga Sangat-sangat berterimakasih atas "sertifikat gratis" Jokowi

Sergai (utamanews.com)
Oleh: Sam
Minggu, 15 Apr 2018 02:15
Biro Setpres
Jokowi meresmikan peremajaan sawit rakyat dan menyerahkan 7000 sertifikat tanah di Kab. Serdang Bedagai, Sumatera Utara, Senin (27/11/2017).

Program Jokowi berupa bagi-bagi sertifikat gratis yang dinilai politikus nasional Amien Rais sebagai suatu 'pengibulan', mendapat respon dari masyarakat petani dari Dolok Masihul kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara.

Ditemui di tanah seluas kurang lebih dua hektar yang tampak ditanami bibit kelapa sawit, Jefri Barus, penerima sertifikat gratis dari Presiden Jokowi pada 27 Nopember 2017 lalu, menyatakan bahwa sertifikat tersebut sangat bermanfaat bagi dirinya, bahkan kini sudah digunakannya untuk mendapat kredit usaha rakyat (KUR) dari bank BRI. "Lahan tempat kita berdiri sekarang adalah lokasi pencanangan program sawit rakyat yang mana pada tanggal 27 Nopember lalu, pak Jokowi hadir di sini, dusun 1 kampung Mangga, desa Kota Tengah, kecamatan Dolok Masihul, Serdang Bedagai, Sumut. Lahan ini alhamdulilah sekarang sudah bersertifikat yang diperoleh dari program pemberian pengurusan sertifikat gratis untuk rakyat," tutur Jefri didampingi warga desa lainnya pada UTAMANEWS, Kamis (12/4/2018).

"Alhamdulilah dengan sertifikat ini banyak yang bisa kami lakukan, antara lain kami sudah mendapat kredit usaha rakyat yang mana bunganya hanya 7 persen setahun. Jadi sangat-sangat membantu sekali bagi petani. Terimakasih bapak Presiden. Kami sangat-sangat menghargainya Pak," tukasnya seolah berkata pada Jokowi.

Terpisah, Ahmad Ridho, mahasiswa FISIP USU menanggapi statemen Amien Rais yang menyatakan bahwa program pengurusan sertifikat gratis di era Jokowi adalah pengibulan dan ada pembiaran dari pemerintah sehingga 74% tanah dikuasai oleh segelintir orang, mengatakan bahwa sebetulnya, pembagian sertifikat tanah untuk rakyat ini sudah menjadi program pemerintah sejak era Presiden Soeharto, namun ketika itu program ini belum berjalan. Barulah pada era pemerintahan Presiden SBY program ini mulai direalisasikan kemudian dilanjutkan pada era kepemimpinan Presiden Jokowi.

"Tak usah bicara aspek politik dulu lah, mari lihat efek positifnya ke masyarakat saja. Dengan disertifikatkannya tanah rakyat, tentu akan mencegah konflik agraria. Tidak bisa dipungkiri bahwa ketidakjelasan status kepemilikan suatu lahan akan rentan sekali menimbulkan konflik. Jadi kehadiran Negara dalam hal pemberian sertifikat gratis ini tidak dapat dimaknai hanya membagikan selembar kertas semata. Lebih dari itu, hal ini merupakan bagian dari ikhtiar menjaga persatuan dan kesatuan bangsa dari adanya kemungkinan konflik agraria," ujarnya memberi penjelasan.

Selanjutnya, kalau rakyat sudah punya sertifikat untuk tanahnya, tentu mafia-mafia tanah tidak bisa lagi mempermainkan mereka. "Jadi saya melihat Jokowi ini justru bertujuan untuk memberikan rakyat sebuah posisi hukum yang sangat kuat, sehingga tidak mudah dipermainkan oleh mafia-mafia yang dapat melakukan perampasan tanah ber-kongkalingkong dengan oknum penegak hukum," ungkap Ridho.




Dikatakannya, jika melihat asas manfaat yang diberikan dari program pemerintah yang ingin mewujudkan reformasi agraria tersebut, rasanya tidak ada lagi hal yang perlu diperdebatkan. Program sertifikasi tanah memang belum seutuhnya mencerminkan keberhasilan program reforma agraria. Salah satu hal yang juga harus menjadi perhatian pemerintah adalah terkait redistribusi lahan dan penyediaan akses bagi masyarakat khususnya subyek reforma agraria berupa penyediaan sarana prasarana berupa infrastruktur, pendampingan, pasar, permodalan dan teknologi. 

"Namun kurang bijaksana juga kalau langsung menuding negatif terhadap upaya yang sedang dilakukan oleh pemerintah. Pernyataan 'sertifikasi tanah adalah pengibulan', saya kira tidak mencerminkan semangat persatuan dalam berbangsa dan bernegara. Hanya buat gaduh dan tidak memberi solusi yang konkrit bagi masyarakat," pungkas mahasiswa berprestasi dari Binjai ini.

Editor: Herda

T#g:sergai
Berita Terkait
  • Rabu, 18 Apr 2018 08:38

    Bakamla RI Persiapkan Sosialisasi Keselamatan Laut di Medan

    Beberapa saat setelah tiba di Medan, Tim Sosialisasi Bakamla RI yang dipimpin oleh Kasubdit Potensi Keamanan dan Keselamatan Laut Kombes Pol. Suharwiyono, S.H., M.H. langsung bertolak menuju Kantor Di

  • Selasa, 03 Apr 2018 04:03

    Tanggapi Dukungan JR Saragih, Djarot Inginkan Berjuang Secara Santun

    Menanggapi dukungan dari JR Saragih, Djarot Saiful Hidayat mengajak seluruh massa pendukung untuk berjuang bersama dengan santun guna memenangkan pasangan nomor urut 2, Djarot Saiful Hidayat-Sihar Sit

  • Sabtu, 24 Feb 2018 07:24

    Danrem 022/PT Kunjungi Pulau Berhala

    Danrem 022/PT Kol Arm Khoirul Hadi melakukan kunjungan kerja ke Pulau Berhala Kecamatan Tanjung Beringin, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara, Jumat (23/02/2018).  Kepada personel, Danrem b

  • Rabu, 14 Feb 2018 22:34

    Djarot Serius Perhatikan Pelajar dan Mahasiswa Pintar Tidak Mampu

    Seratusan warga Perbaungan dan Sei Bamban di Kabupaten Serdang Bedagai antusias dan penuh suka cita menyambut kehadiran Calon Gubernur Sumatera Utara (Cagubsu) Djarot Saiful Hidayat.Dalam kunjungan si

  • Rabu, 03 Jan 2018 11:03

    Mengaku Kasi Intel Kajari, Pria Ini Peras Kadis Perkim Sergai

    Danil Harahap, 35 tahun, warga Dusun 3 Desa Pematang Ganjang Kecamatan Sei Rampah, dan Wira Surya, 31 tahun, warga dusun 9 desa Pirdaus kecamatan Sei Rampah Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), harus m

  • Selasa, 05 Des 2017 09:15

    Tengku Erry: Menanam Pohon, Upaya Mencegah Banjir & Longsor

     Gubsu Tengku Erry Nuradi mengajak masyarakat menjaga lingkungan masing-masing agar senantiasa asri, sejuk, nyaman, indah dan aman.''Mari galakkan gerakan menanam pohon. Dengan adanya p

  • Selasa, 29 Agu 2017 19:49

    Borkat: Heru Heriyanto Bukan Anggota Partai Demokrat

    Borkat Hasibuan, Anggota Dewan Kehormatan Partai Demokrat Sumut, menegaskan Heru Heriyanto, salah satu anggota Panwas Sergai terpilih, bukan simpatisan, anggota maupun Pengurus Partai Demokrat."Kami t

  • Senin, 28 Agu 2017 10:28

    Tengku Erry Targetkan 1 Kecamatan, 1 SMA & 1 SMK Negeri

    Gubsu Tengku Erry Nuradi menargetkan setiap satu kecamatan di Sumut harus memiliki setidaknya satu Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri.

  • Kamis, 24 Agu 2017 06:34

    Sumut Kategori Tinggi Bencana, Gubsu Erry minta Pemkab dan Pemko buat terobosan konkrit

    Dengan menggunakan helikopter, tim Basarnas Sumut sukses menyelamatkan seorang nelayan yang tenggelam akibat diterpa anging kencang di Pantai Cermin, Serdang Bedagai, Rabu (23/8/2017).

  • Sabtu, 22 Jul 2017 02:42

    Tengku Erry: Kembangkan Pesta Budaya Pantai Timur

    Gubsu Tengku Erry Nuradi membuka Pesta Budaya Pantai Timur yang pertama di Theme Park, Pantai Cermin, Kabupaten Serdang Bedagai, Kamis (20/7/2017).

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2018 utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak