Jumat, 19 Okt 2018 06:33
HUT Pemkab Labuhanbatu

Dialog Publik Forwamki, "Analisa Kenaikan BBM Non-Subsidi di Sumatera Utara"

Pertamina apresiasi masyarakat pengguna BBM Non Subsidi

MEDAN (utamanews.com)
Oleh: Faisal
Jumat, 13 Apr 2018 15:13
Faisal
Dialog publik diselenggarakan oleh Forwamki membahas dampak kenaikan BBM non subsidi di Sumut, Kamis (12/4).
Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) Non-Subsidi jenis Pertalite jadi isu yang ramai dibicarakan masyarakat setelah Pertamina mengeluarkan kebijakan untuk menaikkan harga Pertalite menjadi Rp7.800 per liter.

Menyikapi hal tersebut, Forum Wartawan Media Konsumen Indonesia (Forwamki) menyelenggarakan dialog publik bertajuk "Analisa Dampak Kenaikan BBM Non-Subsidi di Sumatera Utara", pada Kamis (12/4/2018) di Medan Club, jalan Kartini, Medan.

Pertamina diwakili Unit Manager Communication & CSR Pertamina Marketing Operation Region (MOR) I, Rudi Ariffianto, menjelaskan kenaikan BBM Non-Subsidi merupakan kebijakan perusahaan, namun kebijakan tersebut dipengaruhi faktor harga minyak dunia dan kurs Rupiah terhadap Dollar AS.

"Dahulu, saat BBM didominasi jenis Premium dan Solar disubsidi, naiknya harga BBM memang sangat mempengaruhi harga Sembilan Bahan Pokok (Sembako), bahkan bisa menyebabkan terganggunya stabilitas politik," kata Rudi dalam paparannya di diskusi yang dihadiri peserta dari kalangan akademisi, aktifis mahasiswa dan jurnalis tersebut.

Dikatakannya, Pertalite memiliki kualitas Research Octane Number (RON) 90, lebih tinggi dari RON Premium yang hanya 88, sehingga membuat mesin lebih awet dan mengurangi biaya perawatan serta ramah lingkungan, walau ini pun belum memenuhi standar Euro4 yang direkomendasikan untuk ramah lingkungan.

"Pertamina memberi apresiasi yang tinggi pada pengguna BBM Non-Subsidi. Kesadaran masyarakat sudah banyak meningkat, walau memang masih ada saja terlihat pemilik mobil mewah bercelana golfer mengisi BBM subsidi jenis Solar dan Premium di SPBU," tukasnya.

Senada dengan Rudi, narasumber lainnya, Eko Marhaendy menyatakan bahwa perilaku masyarakat memang perlu disorot juga. "Kadang kita heran kalau melihat ada warga yang beli gas elpiji Bersubsidi ukuran 3Kg naik mobil Innova. Beli mobil ratusan juta bisa, tapi koq masih ambil haknya orang miskin ya," ujarnya.

Editor: Sam

T#g:ForwamkiPertalite
iklan kaos garuda
Berita Terkait
  • Minggu, 15 Apr 2018 20:45

    Naiknya BBM Non Subsidi Demi Pemenuhan Kebutuhan Minyak Tahun 2025

    Unit Manager Communication & CSR Pertamina MOR I, Rudi Ariffianto, menjelaskan bahwa kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) Non-subsidi jenis Pertalite bermuara pada peningkatan produksi minyak P

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2018 https://utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak