Selasa, 19 Mar 2019 17:53

PMII Sumut Bahas Ancaman Ideologi Kiri Terhadap NKRI

MEDAN (utamanews.com)
Oleh: Dito
Minggu, 15 Apr 2018 18:15
Dok
Narasumber pada diskusi "Menangkal Bahaya Ideologi Kiri dan Ancaman Bagi NKRI", yang digelar oleh PMII Sumut, Sabtu (14/4/2018).
Melihat bahaya ideologi 'kiri' yang mengancam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), Pengurus Koordinator Cabang (PKC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Sumatera Utara menggelar diskusi di Hotel Garuda Citra, Medan, Sabtu, (14/4).

Diskusi yang mengambil tema "Menangkal Bahaya Ideologi Kiri dan Ancaman Bagi NKRI" dihadiri Ketua PKC PMII Bobby Niedal Dalimunthe, anggota DPRD Sumut Sutrisno Pangaribuan, Pengamat Hukum Islam DR Aswan Jaya, dan Ketua PW KAMMI Mangaraja Harahap sebagai narasumber.




Sebagai tuan rumah diskusi, Ketua PKC PMII Sumut Bobby Niedal Dalimunthe mengatakan alasannya mengambil thema tersebut karena ideologi kanan menjadikan agama sebagai landasan, sementara ideologi kiri tidak. "Sementara agama merupakan bagian dari sila pertama dalam Pancasila yang merupakan ideologi Bangsa Indonesia," ungkap Bobby.

Sementara itu, Pengamat Politik Islam DR Aswan Jaya menyebutkan, semua ideologi bertujuan baik. Bahkan, dirinya menyebutkan ideologi kiri merupakan salah satu unsur yang memperkuat nilai-nilai kebangsaan. "Semua ideologi memiliki tujuan mulia, ideologi kiri malah memperkuat nilai-nilai kebangsaan. Reformasi terjadi juga karena adanya gerakan-gerakan dari ideologi kiri," jelasnya.

Ketua PW KAMMI Sumut menjelaskan bahwa hadirnya ideologi kanan maupun kiri merupakan hal yang lumrah di dalam suatu negara. Namun, di Indonesia tak ada ideologi yang dominan.

"Ideologi  kiri ataupun kanan lumrah di dalam suatu negara, di Cina dan Rusia ideologi kiri yang dominan. Amerika ideologi kanan yang dominan. Sementara di Indonesia tak ada yang dominan. Terkadang Islam yang mendominasi kadang ideologi lain," tuturnya.

Anggota DPRD Sumut Sutrisno Pangaribuan menyebutkan bahwa istilah radikal berasal dari bahasa Inggris 'radix' yang berarti akar. "Istilah radikal berasal dari bahasa Inggris yang berarti Radix. Artinya akar, jadi gerakan radikal sudah mengakar atau membumi bahkan sejak negara ini merdeka," ungkapnya.

Bismar Dani Matondan Sekretaris Bidang Agama PKC PMII Sumut yang juga sebagai Ketua Panitia Acara Diskusi, mengatakan bahwa Ideologi kiri itu masih abu-abu. "Karena yang terjadi sekarang ini, kalau ada kelompok yang mengkritik satu kelompok lain, biasanya yang kena kritik mengatakan yang mengkritiknya adalah idiologi kiri, padahal ketika berbalik mengkritik sama juga tetap dibilang idiologi kiri, makanya saya mengatakan masih abu abu. Terkait ancaman untuk NKRI, saya kira ini berawal dari maraknya di kalangan kampus paham radikal atau fanatik, tapi agak buta kepada Pancasila, yang menurut saya sudah jelas karena dari mahasiswa lah yang paling optimal untuk mengajak masyarakat kembali untuk mencintai NKRI. Mencintai NKRI adalah ibadah dalam agama islam, "hubbul waton minal iman, karena semangatnya mahasiswa itu mengebu-gebu," tukasnya.

Editor: Sam

T#g:PMII
Berita Terkait
  • Minggu, 10 Mar 2019 11:10

    Ngobrol Bareng Kopri PKC PMII SUMUT, "Stop Kekerasan pada Perempuan"

    Kopri PKC Sumut mengadakan Ngopi (ngobrol bareng Kopri) memperingati Hari Perempuan Internasional "Stop Kekerasan pada Perempuan" di Fayoness Kopi, Medan, Sabtu malam, 9 Maret 2019.Kegiatan ini dihadi

  • Selasa, 15 Jan 2019 18:05

    Ricuh, Mahasiswa PMII dan Pegawai PU Langkat Nyaris Baku Hantam

    Puluhan mahasiswa yang mengatasnamakan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Langkat-Binjai mengelar aksi unjuk rasa ke Dinas Pekerjaan Umum (PU) Langkat. Mahasiswa datang berorasi, membawa bend

  • Sabtu, 22 Des 2018 16:22

    KOPRI PKC PMII Sumut Gelar Dialog "Partisipasi Perempuan Dalam Kepemimpinan Bangsa"

    Korps Putri Pengurus Koordinator Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (Kopri PKC PMII) Sumut mengadakan dialog publik dengan tema "Partisipasi Perempuan Dalam Kepemimpinan", di Amaliun Foodcour

  • Selasa, 18 Des 2018 20:58

    Aktifis Perempuan dari PMII Dukung Revisi UU Perkawinan, Khususnya Soal Poligami

    "Kita melihat pada realita, poligami itu lebih banyak mudharat dibandingkan manfaatnya"

  • Rabu, 03 Okt 2018 21:13

    PC PMII Palas Galang Dana Korban Gempa

    Sebagai wujud keprihatinan dan solidaritas terhadap sesama ummat manusia dan keluarga korban gempa yang menimpa warga masyarakat di Palu dan Donggala, Sulawesi, sejumlah kader Pengurus Cabang Pergerak

  • Senin, 01 Okt 2018 11:51

    Peduli Korban Gempa Palu, PMII Langkat Gelar Aksi Penggalangan Dana

    Bentuk kepedulian atas musibah yang menimpa saudara setanah air di Donggala, Palu yang terkena musibah gempa disertai Tsunami Jumat 28 September 2018 yang lalu, Pengurus Besar PMII (Pergerakan Mahasis

  • Sabtu, 28 Jul 2018 21:28

    PMII Langkat-Binjai Gelar Dialog Publik Sukseskan Pemilu 2019

    Pengurus Cabang Pergerakan Mahasisiwa Islam Indonesia (PMII) Langkat-Binjai menggelar acara Dialog Publik tentang pendidikan politik bagi pemilih pemula dalam mensukseskan pemilu tahun 2019 di aula Sy

  • Selasa, 26 Jun 2018 11:16

    Pernyataan Resmi Kelompok Cipayung Plus Sumut H-1 Pencoblosan, "Pemilih Pemula Harus Cerdas"

    Para pimpinan Kelompok Cipayung Plus Sumut menyerukan agar pemilih pemula lebih cerdas dalam menjatuhkan pilihannya pada Calon Gubernur Sumut 2018-2023.Di antaranya, Charles Munthe selalu KORDA GMNI S

  • Minggu, 03 Jun 2018 20:23

    Seluruh Kader PMII Sumut Harus Jadi "Pagar" Kampus Dari Paham Radikal

    PMII SUMUT meminta seluruh pengurus Cabang, Komisariat, dan Rayon menjadi "pagar" terhadap masuknya paham radikal ke kampus-kampus.

  • Kamis, 12 Apr 2018 16:12

    Muhammad Isron Hasibuan Pimpin PC PMII Palas

    Muhammad Isron Hasibuan terpilih menjadi Ketua Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Kabupaten Padang Lawas (Palas) periode 2018-2019, lewat mekanisme Konfercab V PC PMII Pala

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2019 https://utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak