Minggu, 22 Jul 2018 16:07

PMII Sumut Bahas Ancaman Ideologi Kiri Terhadap NKRI

MEDAN (utamanews.com)
Oleh: Dito
Minggu, 15 Apr 2018 18:15
Dok
Narasumber pada diskusi "Menangkal Bahaya Ideologi Kiri dan Ancaman Bagi NKRI", yang digelar oleh PMII Sumut, Sabtu (14/4/2018).
Melihat bahaya ideologi 'kiri' yang mengancam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), Pengurus Koordinator Cabang (PKC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Sumatera Utara menggelar diskusi di Hotel Garuda Citra, Medan, Sabtu, (14/4).

Diskusi yang mengambil tema "Menangkal Bahaya Ideologi Kiri dan Ancaman Bagi NKRI" dihadiri Ketua PKC PMII Bobby Niedal Dalimunthe, anggota DPRD Sumut Sutrisno Pangaribuan, Pengamat Hukum Islam DR Aswan Jaya, dan Ketua PW KAMMI Mangaraja Harahap sebagai narasumber.




Sebagai tuan rumah diskusi, Ketua PKC PMII Sumut Bobby Niedal Dalimunthe mengatakan alasannya mengambil thema tersebut karena ideologi kanan menjadikan agama sebagai landasan, sementara ideologi kiri tidak. "Sementara agama merupakan bagian dari sila pertama dalam Pancasila yang merupakan ideologi Bangsa Indonesia," ungkap Bobby.

Sementara itu, Pengamat Politik Islam DR Aswan Jaya menyebutkan, semua ideologi bertujuan baik. Bahkan, dirinya menyebutkan ideologi kiri merupakan salah satu unsur yang memperkuat nilai-nilai kebangsaan. "Semua ideologi memiliki tujuan mulia, ideologi kiri malah memperkuat nilai-nilai kebangsaan. Reformasi terjadi juga karena adanya gerakan-gerakan dari ideologi kiri," jelasnya.

Ketua PW KAMMI Sumut menjelaskan bahwa hadirnya ideologi kanan maupun kiri merupakan hal yang lumrah di dalam suatu negara. Namun, di Indonesia tak ada ideologi yang dominan.

"Ideologi  kiri ataupun kanan lumrah di dalam suatu negara, di Cina dan Rusia ideologi kiri yang dominan. Amerika ideologi kanan yang dominan. Sementara di Indonesia tak ada yang dominan. Terkadang Islam yang mendominasi kadang ideologi lain," tuturnya.

Anggota DPRD Sumut Sutrisno Pangaribuan menyebutkan bahwa istilah radikal berasal dari bahasa Inggris 'radix' yang berarti akar. "Istilah radikal berasal dari bahasa Inggris yang berarti Radix. Artinya akar, jadi gerakan radikal sudah mengakar atau membumi bahkan sejak negara ini merdeka," ungkapnya.

Bismar Dani Matondan Sekretaris Bidang Agama PKC PMII Sumut yang juga sebagai Ketua Panitia Acara Diskusi, mengatakan bahwa Ideologi kiri itu masih abu-abu. "Karena yang terjadi sekarang ini, kalau ada kelompok yang mengkritik satu kelompok lain, biasanya yang kena kritik mengatakan yang mengkritiknya adalah idiologi kiri, padahal ketika berbalik mengkritik sama juga tetap dibilang idiologi kiri, makanya saya mengatakan masih abu abu. Terkait ancaman untuk NKRI, saya kira ini berawal dari maraknya di kalangan kampus paham radikal atau fanatik, tapi agak buta kepada Pancasila, yang menurut saya sudah jelas karena dari mahasiswa lah yang paling optimal untuk mengajak masyarakat kembali untuk mencintai NKRI. Mencintai NKRI adalah ibadah dalam agama islam, "hubbul waton minal iman, karena semangatnya mahasiswa itu mengebu-gebu," tukasnya.

Editor: Sam

T#g:PMII
Berita Terkait
  • Selasa, 26 Jun 2018 11:16

    Pernyataan Resmi Kelompok Cipayung Plus Sumut H-1 Pencoblosan, "Pemilih Pemula Harus Cerdas"

    Para pimpinan Kelompok Cipayung Plus Sumut menyerukan agar pemilih pemula lebih cerdas dalam menjatuhkan pilihannya pada Calon Gubernur Sumut 2018-2023.Di antaranya, Charles Munthe selalu KORDA GMNI S

  • Minggu, 03 Jun 2018 20:23

    Seluruh Kader PMII Sumut Harus Jadi "Pagar" Kampus Dari Paham Radikal

    PMII SUMUT meminta seluruh pengurus Cabang, Komisariat, dan Rayon menjadi "pagar" terhadap masuknya paham radikal ke kampus-kampus.

  • Kamis, 12 Apr 2018 16:12

    Muhammad Isron Hasibuan Pimpin PC PMII Palas

    Muhammad Isron Hasibuan terpilih menjadi Ketua Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Kabupaten Padang Lawas (Palas) periode 2018-2019, lewat mekanisme Konfercab V PC PMII Pala

  • Kamis, 29 Mar 2018 20:29

    Bobby Dalimunthe: Pernyataan KH Zulkarnaen terkait 12 penggusuran masjid tidak benar

    Akhir-akhir ini beredar video pertemuan antara KH Zulkarnaen dan Rizieq Shihab yang menyebutkan bahwa telah terjadi penggusuran 12 mesjid yang terjadi di Sumatera Utara (Sumut). Penggusuran rumah ibad

  • Rabu, 28 Mar 2018 15:18

    PMII: Pilkada Sumut Butuh Visi dan Misi, Bukan Fatwa Perselisihan

    Pilkada Sumatera Utara menguat kepada dua kandidat, yakni Edy-Ijeck dan Djarot-Sihar pasca PT TUN menolak permohonan JR-Ance. Artinya Peluang Jr-Ance pun semakin mengecil untuk mengikuti pesta demokra

  • Jumat, 05 Jan 2018 18:35

    PMII Sumut Ucapkan Apresiasi Atas Jasa Tengku Erry Nuradi

    Konstelasi politik menjelang pendaftaran calon kandidat kepala daerah yang di tetapkan oleh KPU pada tanggal 8-10 Januari 2018 semakin memanas. Hal ini terlihat dari beberapa rekomendasi partai yang t

  • Rabu, 06 Des 2017 20:26

    Gelar "Yang Maha Kuasa" untuk PLN

    Berlandaskan pada UU No. 25 Tahun 2009 tentang pelayanan Publik, maka sudah selayaknya masyarakat mendapatkan pelayanan yang baik, baik oleh organisasi privat maupun publik.Sejumlah wilayah di Indones

  • Selasa, 05 Des 2017 06:05

    Cipayung Plus Sumut Tolak pengesahan R-APBD Sumut 2018

    Kelompok Cipayung Plus Sumatera Utara yang terdiri dari HMI, PMII, GMKI, GMNI, dan KAMMI mengeluarkan pernyataan sikap mengenai kisruh pembahasan pengesahan R-APBD Sumut 2018 yang akan dilanjutkan pad

  • Kamis, 30 Nov 2017 08:40

    Bobby: Pembahasan RAPBD 2018 Senilai Rp 13 Triliun "Tidak penting"

    Pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Provinsi Sumatera Utara Tahun 2018 terlihat tidak berlangsung alot. Padahal pembahasan yang direncanakan akan selesai dalam waktu 3

  • Senin, 27 Nov 2017 18:27

    Bobby Dalimunthe Minta Gubsu dan Walikota Apresiasi TNI Polri

    Acara ngunduh mantu putri semata wayang Presiden RI bapak Jokowi menjadi perhatian seluruh warga Indonesia.

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2018 utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak