Kamis, 26 Apr 2018 18:35
  • Home
  • Sosial Budaya
  • Naiknya BBM Non Subsidi Demi Pemenuhan Kebutuhan Minyak Tahun 2025

Naiknya BBM Non Subsidi Demi Pemenuhan Kebutuhan Minyak Tahun 2025

MEDAN (utamanews.com)
Oleh: Sam
Minggu, 15 Apr 2018 20:45
Dok
Para narasumber dialog publik bertajuk "Analisa Dampak Kenaikan BBM Non Subsidi di Provinsi Sumut", di Medan Club, Kamis (12/4).
Unit Manager Communication & CSR Pertamina MOR I, Rudi Ariffianto, menjelaskan bahwa kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) Non-subsidi jenis Pertalite bermuara pada peningkatan produksi minyak Pertamina, sehingga pada tahun 2025, cukup untuk memenuhi kebutuhan BBM dalam negeri.

"Ini memang jadi fokus Pertamina untuk meningkatkan produksi minyaknya. Sebab gap antara kebutuhan dan pasokan minyak di Indonesia sangat besar, lebih tinggi permintaan daripada suplai," kata Rudi, dalam dialog publik bertajuk "Analisa Dampak Kenaikan BBM Non Subsidi di Provinsi Sumut" yang digelar Forum Wartawan Media Konsumen Indonesia (Forwamki), di Medan Club, Kamis (12/4/2018) malam.

Dijelaskan Rudi, kebutuhan minyak di Indonesia mencapai 1,2 juta kiloliter (kl) per hari. Sementara pasokan yang ada hanya sekitar 600.000 kl, untuk menutupi kekurangan harus melalui impor, misalnya dari Singapura. "Setiap hari begitu, kami mendatangkan minyak dari luar negeri untuk memenuhi kebutuhan minyak masyarakat. Nah inikan tentu membutuhkan biaya," sebutnya.




Namun ke depan, sesuai rencana bisnis Pertamina yang juga sudah disetujui negara selaku pemilik 100%, Pertamina akan fokus pada peningkatan produksi minyak lewat pembangunan kilang baru, upgrade kilang berumur tua dan investasi kilang ke luar negeri. "Tentu hal itu kan membutuhkan biaya besar. Sebah itulah dana yang dimiliki Pertamina sekarang harus dikelola dengan baik, jangan sampai berantakan yang ujung-ujungnya mengganggu rencana peningkatan produksi. Dalam hal ini kebijakan untuk menaikkan Pertalite menjadi tuntutan," kata Rudi.

Rudi kemudian mengekspos hal yang jarang diketahui publik, yakni biaya operasional mendistribusikan kebutuhan minyak ke seluruh Indonesia. "Di Papua misalnya saat ini sudah berlaku kebijakan BBM satu harga dengan wilayah lainnya di Indonesia, dari sebelumnya Rp 50.000 per kg bahkan hingga Rp 75.000 kg. Kebijakan satu harga kan tentu ke ongkos angkut minyak yang mahal, yang kemudian menjadi beban Pertamina," ujarnya.

Lalu BBM yang dijual Pertamina sekarang, menurutnya harga yang sangat ekonomis atau yang tidak sebanding dengan biaya produksi dan kualitas minyak. "Lagi-lagi biaya itu semua kan jadi beban Pertamina, sehingga kemudian dari semua itu, kebijakan untuk tidak menaikkan harga Pertalite tidak menjadi pilihan, meskipun harus kita akui bahwa dampak kenaikan harga itu tetap ada," sebutnya.

Pertanyaannya, tambah Rudi, kapan produksi minyak bisa aman memenuhi kebutuhan masyarakat?, adalah diproyeksikan pada tahun 2025 dengan produksi 2 juta kl per hari, yaitu lewat kilang baru, upgrade kilang dan investasi kilang ke luar negeri yang saat ini sedang berlangsung (on going). "Karenanya kami berharap dukungan dari semua stakeholder, utamanya dari masyarakat untuk mewujudkan itu di 2025," tambahnya.

Dalam dialog yang dipandu oleh Nurul Yakin Sitorus Ketua PW Himpunan Mahasiswa Al-Wasliyah (HIMMAH) Sumut sebagai moderator ini, hadir juga narasumber lainnya, yakni Direktur Eksekutif Rumah Konstituen, Eko Marhaendy yang meminta Pertamina serius dan objektif menganalisa dampak kenaikan BBM Pertalite. "Tujuannya agar isu kenaikan harga tidak melulu dijadikan konsumsi politik di tahun politik saat ini. Saya khawatir banyak pihak yang memanfaatkan momen kenaikan ini ke kepentingan politik, bukan ikut memberi solusi," sebutnya.

Turut juga hadir dan memberi pandangan terkait tema pembahasan dari elemen mahasiswa kelompok Cipayung Plus, yang dihadiri para pucuk pimpinannya antara lain Bobby Dalimunthe, Budi Siregar, Charles Munthe, Swangro Lumbanbatu, kemudian Parulian Sinaga dari aktivis kaum buruh, jurnalis dan lainnya. Ada yang tidak mempermasalahkan kenaikan BBM Pertalite Rp200 per liter itu dan sebaliknya. Di antaranya Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Sumut Institute, Osriel Limbong yang mengatakan kenaikan harga Pertalite menurutnya lebih pada tujuan Pertamina untuk menjaga stabilitas dan keberlanjutan operasi dan produksi Pertamina.

Editor: Herda

T#g:ForwamkiOilPertaminaPetral
Berita Terkait
  • Jumat, 13 Apr 2018 15:13

    Pertamina apresiasi masyarakat pengguna BBM Non Subsidi

    Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) Non-Subsidi jenis Pertalite jadi isu yang ramai dibicarakan masyarakat setelah Pertamina mengeluarkan kebijakan untuk menaikkan harga Pertalite menjadi Rp7.800

  • Jumat, 06 Apr 2018 19:16

    Siap Menangkan DJOSS, Warga Teluk Aru Curhat Soal Nasib Mereka Sejak Kilang Minyak Ditutup

    Warga Teluk Aru Kabupaten Langkat mengadu ke Calon Wakil Gubernur (Cawagub) Sumatera Utara (Sumut) Sihar Sitorus, saat bertemu, Kamis (5/4/2018) kemarin. Curhatan mereka menyangkut tak lagi beroperasi

  • Selasa, 27 Mar 2018 22:27

    Pertamina gandeng LPM Unimed Launching Ekowisata Kampung Mangrove

    PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region (MOR) I menggandeng Lembaga Pegabdian Masyarakat (LPM) Universitas Negeri Medan untuk melestarikan lingkungan dengan konsep Eduwisata dan Ekowisata di

  • Senin, 11 Des 2017 17:41

    Pertamina Pangkalan Susu & PMI Langkat Gelar Donor Darah

    Dalam rangkaian HUT Pertamina ke 60, PT. Pertamina EP. Pangkalan Susu bekerja sama dengan PMI Kab langkat menggelar kegiatan Bhakti Sosial Donor Darah.Kegiatan yang dipusatkan di Poliklinik PT. Pertam

  • Selasa, 05 Des 2017 13:15

    Mengapa Harga BBM Naik?

    Di akhir bulan Nopember di penghujung tahun 2017, masyarakat Indonesia kembali dikejutkan dengan salah satu kebijakan pemerintah terkait kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Meskipun tidak ada res

  • Senin, 26 Jun 2017 00:26

    Kehabisan BBM di jalan Tol? Hubungi Satgas BBM

    Bagi yang kehabisan bahan bakar minyak dalam macet perjalanan, terutama di ruas jalan tol, tentu akan merasa jengkel dan frustasi. Terlebih dalam kondisi mudik Lebaran, di mana kepadatan arus lalu lin

  • Selasa, 06 Jun 2017 18:36

    Gubernur Minta Pertamina Jaga Kebutuhan BBM Idul Fitri

    Menghadapi masa Lebaran Idul Fitri 1438 Hijriyah pada akhir Juni mendatang, Gubsu Tengku Erry Nuradi meminta penyediaan stok bahan bakar minyak (BBM) dari Pertamina ditambah sesuai perkiraan penambaha

  • Selasa, 06 Jun 2017 18:26

    Jelang Lebaran, aktifitas truk kencing di Medan Utara masih dicueki Pertamina

    Menjelang Lebaran, para sopir tangki yang membawa bahan bakar minyak (BBM) dari Depo Pertamina Medan Labuhan, Kota Medan, Sumatera Utara, tidak segan-segan "kencing" (menjual BBM diduga hasil curian),

  • Jumat, 21 Apr 2017 18:03

    TNI dan Pertamina Jalin Kerja Sama Memperlancar Perekonomian Bangsa

    Tentara Nasional Indonesia (TNI) menjalin kerja sama dengan PT. Pertamina (Persero) terkait program pendistribusian Bahan Bakar Minyak (BBM) ke seluruh wilayah Indonesia.

  • Minggu, 09 Apr 2017 16:28

    Kecelakaan Kerja di PLTU Pangkalan Susu, 8 luka

    Tujuh pekerja Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Pangkalan Susu, kabupaten Langkat, dilarikan ke Rumah Sakit Pertamina Pangkalan Brandan, dan satu dirawat di Klinik Pertamina Pangkalan Susu,

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2018 utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak