Rabu, 12 Des 2018 11:12

Visi Pergerakan Mahasiswa Bela Rakyat

Muslimah HTI Sumut: Pancasila bukan ideologi

MEDAN (utamanews.com)
Oleh: Elya
Senin, 24 Apr 2017 07:29
Dok
Lajnah Khusus Mahasiswa DPD II Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia Sumut, Minggu (23/4/2017)
DPD II Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia Sumut, Lajnah Khusus Mahasiswa mengadakan agenda round table discussion dengan tema "Khilafah-Visi Pergerakan Mahasiswa Bela Rakyat", pada Minggu, 23 April 2017, di Amaliun Food Court ruang VIP II, Medan.

Acara dibawakan oleh Nurul Ismi Haq dari UMSU, yang menyambut para aktivis dari berbagai gerakan kampus. Acara dibuka dengan pemutaran video mengenai realitas mahasiswa saat ini dan dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-qur'an oleh Maghfiroh Mendrofa dari UMN.

Sesi round table discussion dipandu oleh Veronicha, ST dan narasumber yang membawakan sesi ini adalah ustadzah Rinie Elmaya R, SS.



Ustadzah Rinie Elmaya menceritakan aksi yang dilakukan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa se-Indonesia (BEM SI) pada tanggal 12 Januari lalu menanggapi kebijakan pemerintah dalam berbagai bidang yang memberatkan masyarakat merupakan bentuk bangkitnya sikap kritis mahasiswa di tengah pragmatisme.

"Namun perjuangan dengan berharap pada jalur demokrasi hanya akan berakhir sebagai wacana sebab hukum demokrasi merupakan hukum buatan manusia sehingga kebijakan yang diambil akan sesuai dengan kepentingan penguasa," kata Rinie.

Menurutnya, pergerakan mahasiswa hanya dibajak untuk kepentingan rezim dan kekuasaan. Jalan demokrasi bukan jalan pergerakan rakyat karena demokrasi adalah sistem yang bisa digerakkan oleh sebagian kelompok penguasa karena pembuat hukumnya adalah manusia.

"Hanya dengan sistem Islam, perjuangan bela rakyat akan tercapai karena tidak adanya intervensi manusia dalam mengatur hukum, yang membuat hukum hanya Allah SWT yang memahami kehidupan manusia," ungkap Rinie.

Dalam sesi diskusi, Nurliani Hatta dari Himadita Nursery USU bertanya, "Apakah ada dalil yang mengatakan Rasulullah saw modal ngomong?", Ustadzah Rinie Elmaya menjawab bahwa maksud "modal ngomong" bukanlah omongan yang sia-sia tetapi yang bersumber dari wahyu Allah, dalilnya seperti yang terdapat dalam surat Ali-Imran 104,"Hendaklah ada sebagian orang yang mencegah dari yang mungkar dan menyeru kepada kebajikan", serta sampaikanlah walaupun hanya satu ayat. Aktivitas Rasulullah saw adalah berdakwah (berbicara) untuk memberikan pemahaman pada masyarakat pada saat itu.

Sementara Yani Andriesti Fily dari IMM FISIP UMSU menanyakan, "Bagaimana cara menegakkan daulah Islam tanpa digerakkan oleh orang-orang, serta pancasila dalam sila pertama bukankah berdasarkan Al-Qur'an dan As-Sunnah dan mengapa HTI mengatakan ideologi hanya 3?"

Ustadzah Rinie Elmaya menjawab bahwa dalam menegakkan daulah Islam seperti yang dicontohkan Rasulullah, tidak sendiri tetapi bersama dengan ummat, dan pancasila bukan sebuah ideologi tetapi sebuah falsafah.



"Sesuatu dikatakan ideologi jika memiliki fikrah (akidah) dan thariqah (metode), sehingga yang dapat dikatakan sebagai ideologi hanyalah Kapitalisme, Sosialisme dan Islam yang ada di dunia saat ini," ungkapnya. 

Indah Artika dari HMI UNIMED bertanya, "Sudah sampai pada tahap manakah perjuangan pejuang Khilafah ini dan jika sudah tegak, siapakah pemimpinya?"

Ustadzah Rinie menjawab bahwa penegakkan khilafah bukan hanya kewajiban HTI tetapi semua kaum muslimin. "Untuk tahapan selama saya berjuang dengan HTI, Alhamdulillah sudah pada tahapan pembinaan dan interaksi, tinggal tahap meraih kekuasaan dengan sistem Islam yaitu bersama umat menegakkan Khilafah. Serta siapa yang menjadi pemimpin harus memenuhi 7 kriteria yaitu pemimpin Islam, laki-laki, berakal, baligh, mampu, adil, independen dan lebih baik lagi jika ia merupakan seorang mujtahid," pungkasnya.

Agenda round table discussion ditutup dengan doa yang dibacakan oleh Murniati dari UMN. Acara ini bertujuan untuk menyatukan visi kepada para aktivis dengan jalur penegakan Khilafah yang bisa mewujudkan aksi bela rakyat dengan sebenarnya.

Editor: Sam

T#g:HTIMHTI
iklan kaos garuda
Berita Terkait
  • Jumat, 09 Nov 2018 10:49

    Kebutaan Di Balik Aksi 211

    Dampak dari kejadian hari santri yang diselenggarakan oleh Ormas Islam di Garut pada 22 Oktober 2018 lalu, berujung panjang hingga adanya Aksi Bela Tauhid 211. Aksi membela kalimat Tauhid dipelopori o

  • Jumat, 02 Nov 2018 08:22

    Upaya Politis HTI Tunggangi Aksi Bela Tauhid II

    Sebagai organisasi trans-nasional, HTI tidaklah berdiri sendiri. Di belakangnya masih ada Hizbut Tahrir Internasional (HT-IN). Tentu saja mereka tak akan tinggal diam setelah HTI dibubarkan oleh pemer

  • Jumat, 26 Okt 2018 03:26

    Menyalahgunakan Kalimat Tauhid, HTI Berhasil Memecah Belah Umat Islam

    Baru-baru ini Indonesia kembali digemparkan dengan kejadian pembakaran bendera berkalimat tauhid di Garut. Pembakaran bendera berkalimat tauhid yang merupakan bendera Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) ole

  • Jumat, 19 Okt 2018 14:29

    Terima Demo BBM Gema Pembebasan, DPRDSU: Kita Berdoa Minta Kepada Allah Supaya Turun

    Unjuk rasa mahasiswa yang menamakan diri Gerakan Mahasiswa (Gema) Pembebasan di Kantor DPRD Sumatera Utara, Jum'at (19/10/2018), diterima oleh anggota Komisi D DPRD Sumatera Utara, Arfan Maksum.P

  • Minggu, 23 Sep 2018 04:23

    Gerakan #2019GantiPresiden Cermin Dari HTI

    Ada Mekanisme tertentu dalam gerakan #2019GantiPresiden yang memang terlihat rekat dengan organisasi terlarang Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Mekanisme ini terkait dengan gerakan anti-demokrasi.

  • Jumat, 01 Jun 2018 18:21

    Dandim 0824: Pancasila Satu-satunya Ideologi Bangsa Indonesia

    Bupati Jember dr Hj Faida MMR. bertindak sebagai Inspektur Upacara Memperingati Hari Lahirnya Pancasila Ke 73, di Alun-alun Jember, Jum'at (01/06/2018). Hadir pada upacara tersebut di antara

  • Kamis, 03 Mei 2018 08:23

    Pembubaran HTI dan Upaya Menangkal Radikalisme

    Seusai pembubaran Hizbut Tahrir oleh pemerintah lewat jalur hukum, hal tesebut kemudian menghasilkan keputusan dari pengadilan berupa pencabutan status badan hukum. Namun, sepertinya kasus ini belum a

  • Rabu, 02 Mei 2018 13:02

    Hizbut Tahrir Sudah Sepatutnya Dibubarkan

    Paham khilafah yang diusung Hizbut Tahrir menggegerkan publik. Paham yang seolah berpihak terhadap Islam tersebut, jika dipelajari lebih jauh tidak cocok dengan sistem pemerintahan di Indonesia. Meski

  • Kamis, 05 Okt 2017 12:05

    299, Perjuangan Demokrasi yang Anti Demokrasi

    Penolakan Perppu Ormas oleh Ormas radikal mulai disuarakan kembali setelah sekitar enam Ormas Radikal dibubarkan oleh pemerintah. Tak hanya itu, isu tersebut juga dibarengi oleh isu klasik yang diangg

  • Minggu, 30 Jul 2017 07:10

    Nasir: Dosen yang Terlibat HTI Tinggal Pilih, Pancasila atau Keluar dari Kampus

    Prof Muhammad Nasir, Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), memberikan dua pilihan kepada dosen dan pegawai negeri di perguruan tinggi yang terlibat dalam Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2018 https://utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak