Jumat, 24 Nov 2017 18:06

Media Massa Berperan Penting Sebarkan Kebhinekaan

MEDAN (utamanews.com)
Oleh: Iman
Senin, 28 Agu 2017 06:58
Dibaca: 202 kali
Dok
Diskusi media di Grand Kanaya Hotel Jalan Darussalam, Medan, Sabtu (26/8).
Dewan Pimpinan Nasional Perhimpunan Pemuda Hindu (PERADAH) Indonesia bersama DPP PERADAH Indonesia Provinsi Sumatera Utara Gelar diskusi media di Grand Kanaya Hotel Jalan Darussalam, Sabtu (26/8).

Diskusi ini mengangkat tema "Optimalisasi Peran Media dan Ormas Dalam Menangkal Paham Anti Pancasila", sebagai upaya merawat dan melestarikan semangat persaudaraan dalam kebhinekaan Indonesia. 

Pimpinan DPD RI Hj Damayanti Lubis, sangat mengapresiasi PERADAH Indonesia atas terselenggaranya diskusi ini untuk meningkatkan pemahaman bahwa kita ini beragama.

"Dalam diri PERADAH ini terdapat semangat dalam nilai Pancasila," ujarnya saatmembuka acara diskusi.

Anggota DPD RI, Gede Pasek Suardika MH, selaku pembicara pertama dalam diskusi ini menjelaskan semua Organisasi Masyarakat (Ormas) yang berada di Indonesia berpotensi menjadi kelompok radikal dan juga menjadi kelompok yang baik. Dalam menangkal paham anti Pancasila tersebut dia mengajak untuk meningkatkan ideologi seperti patriotisme dan mengingat sejarah bagaimana dahulu Indonesia memperjuangkan kemerdekaan.

"Terhitung ada banyak jumlah Ormas di Indonesia. Semua Ormas itu dari yang nasional hingga keagamaan bisa jadi berpotensi radikal dan bisa jadi juga ke arah yang baik. Untuk itu mri kita sama-sama meningkatkan patriotisme, ideologi, dan mengingat sejarah Indonesia demi menangkal paham anti Pancasila tadi," ungkapnya.

Jika dilihat dari perspektif media, pemahaman anti Pancasila ini dilihat dari banyaknya isu sara dan ujaran kebencian yang ada di media sosial. Ada puluhan ribu kelompok Saracen yang memang mereka setting untung melakukan ujaran kebencian.

"Kelompok Saracen ini membuat isu sara untuk mengadu domba kita, melakukan ujaran kebencian, berita-berita hoax. Dia masuk ke kubu mana saja dengan konten yang untuk menebar kebencian," sebut Domura Ambarita yang berperan penting sebagai pembicara kedua.

Dia juga menekankan begitu kuatnya media sosial saat ini. Masyarakat dituntut lebih jeli dalam menggapi sebuah berita dan ia pun memberikan cara membedakan berita hoax antara lain mengandung provokasi, permusuhan dan ujaran kebencian.

"Di jaman sekarang ini kita sangat mudah mendapatkan uang dengan bermain di Medsos. Ini ia yang dilakukan para Saracen untuk mengadu domba kita. Jadi harapan saya kita-kita ini lebih memahami mana yang berita hoax," bebernya.

Sementara itu Ketua DPP PERADAH Indonesia Sumut, Dharma, mengatakan dengan terselenggaranya acara ini, pihaknya mengharapkan meningkatnya nilai Pancasila dan khususnya untuk kalangan pemuda Hindu.

"Untuk meningkatkan nilai pancasila, agar menagkal paham anti Pancasila itu. Selanjutnya kami akan lebih giat menggerakkan khususnya untuk umat Hindu di lingkungan pemuda dengan cara mendatangi ke tempat-tempat ibadah," pungkasnya.

Editor: Sam

T#g:hinduSaracenhoax
Berita Terkait
  • Selasa, 21 Nov 2017 03:51

    Registrasi SIM Card Menjamin Keamanan Digital Masyarakat

    Per 31 Oktober 2017, para pengguna kartu SIM prabayar operator seluler di Indonesia, baik pelanggan lama maupun baru diwajibkan untuk mendaftar ulang dengan memakai nomor NIK dan Kartu Keluarga. 

  • Selasa, 14 Nov 2017 18:54

    Panglima TNI: Masyarakat Harus Cerdas Menyikapi Informasi Media Sosial

    Pengaruh media sosial sangat luas dalam kehidupan baik individu, keluarga, kelompok bahkan mampu mengubah tata kehidupan berbangsa dan bernegara. Untuk itu diharapkan masyarakat Indonesia harus cerdas

  • Rabu, 01 Nov 2017 23:51

    Prajurit Indobatt Konga XXIII-K Rayakan Galungan di Lebanon

    Prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang tergabung dalam Satgas Yonmek TNI Konga XXIII-K/Unifil di Lebanon, merayakan Hari Galungan secara sederhana di Markas Indobatt UNP 7-1, Lebanon Selatan,

  • Kamis, 26 Okt 2017 16:26

    Diskusi Media, Evaluasi Kinerja 3 Tahun Jokowi-JK

    Memasuki tahun ketiga Pemerintahan Joko Widodo, banyak hal telah dilakukan dan dikerjakan Jokowi dengan Jarkonnya Kerja, kerja dan kerja.

  • Rabu, 18 Okt 2017 17:38

    1.923 Prajurit dan ASN TNI Ikuti Tasyakuran Lintas Agama

    Mabes TNI menggelar Tasyakuran Lintas Agama yang diikuti 1.923 prajurit dan Aparatur Sipil Negara (ASN) TNI, melaksanakan doa bersama kepada Allah SWT karena pelaksanaan rangkaian HUT ke-72 TNI tahun

  • Sabtu, 23 Sep 2017 16:23

    Undangan Panglima TNI di Akun Twitter Ulama Lover ! "HOAX"

    Beredarnya undangan resmi yang mengatasnamakan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo di akun twitter Ulama Lover ! beserta video yang menggunakan profil Puspen TNI, untuk berkumpul di Monas (DKI)

  • Jumat, 15 Sep 2017 12:45

    TNI dan Sebaran Hoax di Medsos

    Maraknya penyebaran berita Hoax di jagat maya ternyata sudah tersusun secara rapi. Jika Anda membaca kabar miring yang bertebaran di media sosial jangan cepat percaya dan perlu memeriksa sumber inform

  • Minggu, 10 Sep 2017 08:00

    Polisi telusuri aktifitas rekening grup Saracen 2014-2017

    Mabes Polri menelusuri aliran dana pada rekening milik Saracen, kelompok yang diduga telah menyebarkan berita bohong dan ujaran kebencian bermuatan SARA, selama empat tahun terakhir."Saracen masih dal

  • Kamis, 31 Agu 2017 01:20

    Terlalu, berita di media online soal Walikota Dzulmi Eldin tersangka, ternyata hoax

    Sejak Selasa malam, (29/8), sejumlah media online dari Medan menyebar informasi bahwa Walikota Medan Drs Dzulmi Eldin tersangka kasus dugaan korupsi perizinan dan gratifikasi proyek Podomoro City Deli

  • Rabu, 30 Agu 2017 16:30

    Fatwa MUI Nomor 24 tahun 2017 nyatakan tindakan Saracen haram

    Majelis Ulama Indonesia(MUI) menyatakan bahwa tindakan sindikat penyebar berita bohong atau "hoax" Saracen di media sosial melanggar syariah dan haram sebagaimana Fatwa MUI.

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2017 utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak