Jumat, 22 Sep 2017 18:41

Media Massa Berperan Penting Sebarkan Kebhinekaan

MEDAN (utamanews.com)
Oleh: Iman
Senin, 28 Agu 2017 06:58
Dibaca: 145 kali
Dok
Diskusi media di Grand Kanaya Hotel Jalan Darussalam, Medan, Sabtu (26/8).
Dewan Pimpinan Nasional Perhimpunan Pemuda Hindu (PERADAH) Indonesia bersama DPP PERADAH Indonesia Provinsi Sumatera Utara Gelar diskusi media di Grand Kanaya Hotel Jalan Darussalam, Sabtu (26/8).

Diskusi ini mengangkat tema "Optimalisasi Peran Media dan Ormas Dalam Menangkal Paham Anti Pancasila", sebagai upaya merawat dan melestarikan semangat persaudaraan dalam kebhinekaan Indonesia. 

Pimpinan DPD RI Hj Damayanti Lubis, sangat mengapresiasi PERADAH Indonesia atas terselenggaranya diskusi ini untuk meningkatkan pemahaman bahwa kita ini beragama.

"Dalam diri PERADAH ini terdapat semangat dalam nilai Pancasila," ujarnya saatmembuka acara diskusi.

Anggota DPD RI, Gede Pasek Suardika MH, selaku pembicara pertama dalam diskusi ini menjelaskan semua Organisasi Masyarakat (Ormas) yang berada di Indonesia berpotensi menjadi kelompok radikal dan juga menjadi kelompok yang baik. Dalam menangkal paham anti Pancasila tersebut dia mengajak untuk meningkatkan ideologi seperti patriotisme dan mengingat sejarah bagaimana dahulu Indonesia memperjuangkan kemerdekaan.

"Terhitung ada banyak jumlah Ormas di Indonesia. Semua Ormas itu dari yang nasional hingga keagamaan bisa jadi berpotensi radikal dan bisa jadi juga ke arah yang baik. Untuk itu mri kita sama-sama meningkatkan patriotisme, ideologi, dan mengingat sejarah Indonesia demi menangkal paham anti Pancasila tadi," ungkapnya.

Jika dilihat dari perspektif media, pemahaman anti Pancasila ini dilihat dari banyaknya isu sara dan ujaran kebencian yang ada di media sosial. Ada puluhan ribu kelompok Saracen yang memang mereka setting untung melakukan ujaran kebencian.

"Kelompok Saracen ini membuat isu sara untuk mengadu domba kita, melakukan ujaran kebencian, berita-berita hoax. Dia masuk ke kubu mana saja dengan konten yang untuk menebar kebencian," sebut Domura Ambarita yang berperan penting sebagai pembicara kedua.

Dia juga menekankan begitu kuatnya media sosial saat ini. Masyarakat dituntut lebih jeli dalam menggapi sebuah berita dan ia pun memberikan cara membedakan berita hoax antara lain mengandung provokasi, permusuhan dan ujaran kebencian.

"Di jaman sekarang ini kita sangat mudah mendapatkan uang dengan bermain di Medsos. Ini ia yang dilakukan para Saracen untuk mengadu domba kita. Jadi harapan saya kita-kita ini lebih memahami mana yang berita hoax," bebernya.

Sementara itu Ketua DPP PERADAH Indonesia Sumut, Dharma, mengatakan dengan terselenggaranya acara ini, pihaknya mengharapkan meningkatnya nilai Pancasila dan khususnya untuk kalangan pemuda Hindu.

"Untuk meningkatkan nilai pancasila, agar menagkal paham anti Pancasila itu. Selanjutnya kami akan lebih giat menggerakkan khususnya untuk umat Hindu di lingkungan pemuda dengan cara mendatangi ke tempat-tempat ibadah," pungkasnya.

Editor: Sam

T#g:hinduSaracenhoax
Berita Terkait
  • Jumat, 15 Sep 2017 12:45

    TNI dan Sebaran Hoax di Medsos

    Maraknya penyebaran berita Hoax di jagat maya ternyata sudah tersusun secara rapi. Jika Anda membaca kabar miring yang bertebaran di media sosial jangan cepat percaya dan perlu memeriksa sumber inform

  • Minggu, 10 Sep 2017 08:00

    Polisi telusuri aktifitas rekening grup Saracen 2014-2017

    Mabes Polri menelusuri aliran dana pada rekening milik Saracen, kelompok yang diduga telah menyebarkan berita bohong dan ujaran kebencian bermuatan SARA, selama empat tahun terakhir."Saracen masih dal

  • Kamis, 31 Agu 2017 01:20

    Terlalu, berita di media online soal Walikota Dzulmi Eldin tersangka, ternyata hoax

    Sejak Selasa malam, (29/8), sejumlah media online dari Medan menyebar informasi bahwa Walikota Medan Drs Dzulmi Eldin tersangka kasus dugaan korupsi perizinan dan gratifikasi proyek Podomoro City Deli

  • Rabu, 30 Agu 2017 16:30

    Fatwa MUI Nomor 24 tahun 2017 nyatakan tindakan Saracen haram

    Majelis Ulama Indonesia(MUI) menyatakan bahwa tindakan sindikat penyebar berita bohong atau "hoax" Saracen di media sosial melanggar syariah dan haram sebagaimana Fatwa MUI.

  • Kamis, 24 Agu 2017 07:54

    Tersangka sindikat penyebar hoax di Facebook mahir IT

    Polisi memaparkan para tersangka penggerak sindikat penyebar hoax dan fitnah di media sosial facebook, "Saracen". Para tersangka ini berinisial JAS (32), MFT (43), dan SRN (32).

  • Kamis, 24 Agu 2017 07:14

    Terbongkar, sindikat penyebar fitnah bayaran di Facebook

    Polisi berhasil membongkar siapa di balik sindikat penyebar fitnah di media sosial Facebook, dengan nama "Saracen". Dalam kasus ini, Polisi telah menangkap tersangka berinisial JAS (32), MFT (43), dan SRN (32).

  • Sabtu, 12 Agu 2017 17:12

    BMKG Sebut Kabar Soal Gempa 9,0 Skala Richter, Hoax

    Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) membantah adanya kabar yang menyebutkan bahwa gempa besar berkekuatan 9,0 Skala Richter (SR) akan mengguncang Kota Medan, Sumatera Utara. BMKG

  • Minggu, 06 Agu 2017 09:16

    Polisi tangkap wanita penyebar kebencian melalui Facebook dari Cianjur

    Polisi tangkap admin akun Facebook 'Sri Rahayu Ningsih' alias Ny Sasmita, terkait kasus ujaran kebencian dan SARA melalui media sosial.

  • Sabtu, 05 Agu 2017 11:05

    Panglima TNI : Waspadai Benih-Benih Perpecahan Antar Agama

    Waspadai benih-benih yang ingin membuat perpecahan antar dan inter agama, dengan cara mengadu domba sesama umat beragama. Benih-benih seperti itu sudah mulai muncul, maka jangan sampai negeri ini menj

  • Minggu, 30 Jul 2017 12:20

    Ibu penghina Jokowi mengeluh, sejak anaknya dipenjara, barang terjual untuk biayai hidup

    Maya, 65 tahun, orang tua Ropi Yatsman, 35 tahun, admin dari akun grup publik Facebook "Keranda Jokowi-Ahok", yang sudah menjadi narapidana kasus penghinaan terhadap Presiden Joko Widodo dan penyebar

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2017 utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak