Minggu, 25 Feb 2018 06:46

Media Massa Berperan Penting Sebarkan Kebhinekaan

MEDAN (utamanews.com)
Oleh: Iman
Senin, 28 Agu 2017 06:58
Dibaca: 221 kali
Dok
Diskusi media di Grand Kanaya Hotel Jalan Darussalam, Medan, Sabtu (26/8).
Dewan Pimpinan Nasional Perhimpunan Pemuda Hindu (PERADAH) Indonesia bersama DPP PERADAH Indonesia Provinsi Sumatera Utara Gelar diskusi media di Grand Kanaya Hotel Jalan Darussalam, Sabtu (26/8).

Diskusi ini mengangkat tema "Optimalisasi Peran Media dan Ormas Dalam Menangkal Paham Anti Pancasila", sebagai upaya merawat dan melestarikan semangat persaudaraan dalam kebhinekaan Indonesia. 

Pimpinan DPD RI Hj Damayanti Lubis, sangat mengapresiasi PERADAH Indonesia atas terselenggaranya diskusi ini untuk meningkatkan pemahaman bahwa kita ini beragama.

"Dalam diri PERADAH ini terdapat semangat dalam nilai Pancasila," ujarnya saatmembuka acara diskusi.

Anggota DPD RI, Gede Pasek Suardika MH, selaku pembicara pertama dalam diskusi ini menjelaskan semua Organisasi Masyarakat (Ormas) yang berada di Indonesia berpotensi menjadi kelompok radikal dan juga menjadi kelompok yang baik. Dalam menangkal paham anti Pancasila tersebut dia mengajak untuk meningkatkan ideologi seperti patriotisme dan mengingat sejarah bagaimana dahulu Indonesia memperjuangkan kemerdekaan.

"Terhitung ada banyak jumlah Ormas di Indonesia. Semua Ormas itu dari yang nasional hingga keagamaan bisa jadi berpotensi radikal dan bisa jadi juga ke arah yang baik. Untuk itu mri kita sama-sama meningkatkan patriotisme, ideologi, dan mengingat sejarah Indonesia demi menangkal paham anti Pancasila tadi," ungkapnya.

Jika dilihat dari perspektif media, pemahaman anti Pancasila ini dilihat dari banyaknya isu sara dan ujaran kebencian yang ada di media sosial. Ada puluhan ribu kelompok Saracen yang memang mereka setting untung melakukan ujaran kebencian.

"Kelompok Saracen ini membuat isu sara untuk mengadu domba kita, melakukan ujaran kebencian, berita-berita hoax. Dia masuk ke kubu mana saja dengan konten yang untuk menebar kebencian," sebut Domura Ambarita yang berperan penting sebagai pembicara kedua.

Dia juga menekankan begitu kuatnya media sosial saat ini. Masyarakat dituntut lebih jeli dalam menggapi sebuah berita dan ia pun memberikan cara membedakan berita hoax antara lain mengandung provokasi, permusuhan dan ujaran kebencian.

"Di jaman sekarang ini kita sangat mudah mendapatkan uang dengan bermain di Medsos. Ini ia yang dilakukan para Saracen untuk mengadu domba kita. Jadi harapan saya kita-kita ini lebih memahami mana yang berita hoax," bebernya.

Sementara itu Ketua DPP PERADAH Indonesia Sumut, Dharma, mengatakan dengan terselenggaranya acara ini, pihaknya mengharapkan meningkatnya nilai Pancasila dan khususnya untuk kalangan pemuda Hindu.

"Untuk meningkatkan nilai pancasila, agar menagkal paham anti Pancasila itu. Selanjutnya kami akan lebih giat menggerakkan khususnya untuk umat Hindu di lingkungan pemuda dengan cara mendatangi ke tempat-tempat ibadah," pungkasnya.

Editor: Sam

T#g:hinduSaracenhoax
Berita Terkait
  • Selasa, 20 Feb 2018 10:20

    Mari Jaga Rapat Redaksi Tim Medsos dari Godaan Setan Terkutuk

    Konten fitnah maupun hoax atau bohong lahir dari pikiran pendek. Tim sukses hanya memenangkan kandidatnya tanpa memikirkan kepentingan nasional.

  • Senin, 19 Feb 2018 04:19

    Djarot Minta Pendukung Berkampanye Dengan Santun

     Pasangan Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur Sumut nomor urut 2, Djarot Saiful Hidayat dan Sihar Sitorus berboncengan sepeda motor menuju dan pulang dari Taman Budaya Sumatera Utara (TBSU) d

  • Minggu, 18 Feb 2018 14:18

    Komunikonten Gelar Diskusi Publik Cegah Kampanye Hitam dan Isu SARA di Pilkada

    Pilkada Serentak 2018 bukan hanya ujian berdemokrasi, tapi juga ujian dalam berbangsa dan bernegara. Demikian disampaikan Direktur Eksekutif Komunikonten, Hariqo Wibawa Satria di Jakarta, Minggu (18/2

  • Sabtu, 17 Feb 2018 16:17

    Djarot: "Itu Kepala Kerbau"

     Cagubsu Djarot Saiful Hidayat mengajak semua pihak agar mendukung Pilkada damai yang santun dan beradab.Djarot mengaku sudah mendapat banyak informasi adanya pihak-pihak yang mengembangkan isu S

  • Jumat, 09 Feb 2018 21:49

    Gubernur Minta Insan Pers Sumut Ikut Luruskan Informasi Hoax Dan Hasutan

    Gubsu Tengku Erry Nuradi bersama tokoh-tokoh Pers Sumut hadir pada puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN) tahun 2018 yang dihadiri Presiden RI Joko Widodo, di kawasan Danau Cimpago dan Pantai Pada

  • Jumat, 19 Jan 2018 15:49

    Peran Masyarakat Melawan Kampanye Hitam

    Memasuki masa-masa Pilkada dan Pilpres terdapat banyak berita-berita yang tidak benar atau pun berita hoax yang disebarkan di berbagai media, terutama media online. Seperti yang baru saja beredar

  • Rabu, 17 Jan 2018 06:27

    Partai ini komit lawan hoax

    Dinilai berpotensi merusak nilai demokrasi Indonesia dalam Pilkada serentak 2018, Partai Solidaritas Indonesia (PSI) berkomitmen melawan kampanye hitam.

  • Minggu, 14 Jan 2018 17:14

    Daftar di Pilgub Sumut, Djarot Langsung Diserang Kampanye Hitam

    Bakal Calon Gubernur Sumatera Utara, Djarot Saiful Hidayat langsung mendapat serangan black campaign sesaat setelah mendaftar di KPU Sumut, Rabu (10/1/2018).

  • Rabu, 03 Jan 2018 03:23

    Istana tanggapi "Pidato Presiden di Stadion Utama Senayan"

    Sejak kemarin, berita bohong atau hoax, tersebar luas di sosial media. Hoax ini berisikan pidato Presiden Jokowi tentang adanya ancaman terhadap kondisi keamanan di Tanah Air dari sejumlah kelompok ma

  • Jumat, 15 Des 2017 12:05

    Tahun Baru dan Upaya Menjauhi Ujaran Kebencian

    Antusiasme dalam menyambut momen pergantian tahun sangat terlihat, baik anak-anak, remaja atau kaum muda, maupun orang dewasa. Pergantian tahun seakan menjadi hari besar yang ditunggu-tunggu oleh masy

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2018 utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak