Jumat, 15 Des 2017 03:53

Mahasiswa Tuding Ketua Nasdem Tanjungbalai Lakukan Praktik Pungli

TANJUNG BALAI (utamanews.com)
Oleh: Tommy
Sabtu, 05 Agu 2017 16:55
Dibaca: 729 kali
Dok Pribadi
Fadly

Ketua Ikatan Pemuda dan Mahasiswa (IPMA) Tanjungbalai, Roby Syahputra Siregar, SH., mengekspos kasus dugaan pungutan liar (pungli) yang dilakukan anggota DPRD Tanjungbalai dengan modus meminta uang (Suap) dengan janji korban diterima sebagi tenaga honorer di Dinas Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (DLLAJ) Dishub Pemko Tanjungbalai. 

Menurut aktifis mahasiswa asal Tanjungbalai ini, pelaku adalah Ketua Partai Nasdem Tanjungbalai, Arjun Arief Lubis. Ia melakukan pungli penerimaan tenaga honorer di Dinas Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (DLLAJ) Dishub Tanjungbalai Tahun 2015.
 
"Kasus dugaan pungli tersebut bermula ketika korban (Fadly) hendak masuk Dinas Perhubungan bulan Juni 2015 lalu. Pihak mediator yang berinisial NH mengajak dan mengarahkan orang tua Fadly menemui dan 'setor' pada anggota DPRD Fraksi Nasdem, Arjun Arif Lubis," tutur Roby pada UTAMANEWS, melalui pesan elektronik, Sabtu (5/8).

Politisi Nasdem tersebut menyanggupi dan meminta uang senilai Rp20 Juta agar Fadly diterima menjadi tenaga honorer di Dishub Tanjungbalai Tahun 2015 lalu.

Roby menyatakan kecewa dan menyayangkan adanya kejadian itu. "Seharusnya anggota DPRD sebagai patron dan contoh masyarakat. Ini malah sebaliknya," ungkap Roby.

IPMA Tanjungbalai, katanya, akan terus mengawal kasus dugaan pungli ini.

"Kami akan melaporkan ini kepada Tim Satgas Saber Pungli Mapolda Sumatera Utara agar diusut tuntas dan tidak ada lagi Pungutan Liar di Kota Tanjungbalai, terkhusus oleh DPRD Tanjungbalai. Karena kita yakini DPRD memiliki peran penting dalam pemberantasan pungutan liar, seyogianya tugasnya dalam hal pengawasan bukan malah sebaliknya," tutup Roby.

Sementara, Fadly menjelaskan bahwa ketika itu, kedua orang tuanya, Yusnizar dan Syarifudin Lubis, bersama mediator, NH alias Yati menjumpai Arjun di rumah orangtuanya, di jalan HM. Nur Koramil 17 Tanjungbalai. 

"Di situ lah orang tua saya menyerahkan uang senilai Rp20 juta agar saya diterima menjadi tenaga honorer di Dishub Tanjungbalai", ungkap Fadly.

"Setelah saya diterima bekerja pada bulan Juli 2015 lalu, sampai delapan bulan saya bekerja, gaji saya tak kunjung keluar, makanya saya memutuskan untuk berhenti bekerja pada Dinas Perhubungan tersebut," pungkasnya.

Hingga berita ini dinaikkan, UTAMANEWS belum berhasil mendapatkan konfirmasi dari Arjun Arief Lubis.

Editor: Budi

T#g:nasdemTanjungbalai
Berita Terkait
  • Kamis, 14 Des 2017 10:24

    Kecam penganiayaan terhadap wartawan, Seratusan Massa Unjukrasa di Tanjung Balai

    Seratusan orang dari berbagai elemen, antara lain Wartawan, LSM, Aktivis, LBH dan Mahasiswa Kota Tanjung Balai melakukan Aksi Solidaritas di depan Polres, DPRD dan Walikota Tanjung Balai atas kasus pe

  • Selasa, 05 Des 2017 20:15

    Ada Bongkar Muat Barang Di Luar Wilayah Kepabeanan, BRANTAS Demo DPRD Tanjung Balai

    Barisan Rakyat Anti Penindasan (BRANTAS) Tanjung Balai berunjukrasa di Bundaran PLN dan Gedung DPRD Jalan Yos Sudarso Kota Tanjung Balai menuntut dihentikannya kegiatan bongkar muat barang di luar dar

  • Minggu, 03 Des 2017 20:03

    Aliansi Forum Umat Islam Gelar Gerakan Sholat Subuh Berjamaah

    Gerakan Masyarakat Muslim sholat subuh berjamaah merupakan sebuah gagasan yang dipelopori Aliansi Forum Ummat islam Kota Tanjungbalai, dengan memusatkan Mesjid dan Musholla sebagai titik untuk membang

  • Minggu, 03 Des 2017 19:13

    6 rumah hangus terbakar di Pantai Burung Tanjungbalai

    6 (enam) unit rumah permanen dan 2 (dua) unit rumah terpaksa dirusak untuk memutus menjalarnya api ke rumah warga lainnya dalam peristiwa kebakaran hebat di jalan Sultan Agung Belakang Komplek Pahlawa

  • Kamis, 16 Nov 2017 21:16

    Panglima TNI: Mewujudkan Indonesia Sebagai Bangsa Pemenang

    Indonesia sebagai bangsa yang besar harus bisa menjadi bangsa pemenang dalam menghadapi kompetisi global, dengan mengandalkan kekuatan budaya bangsa. Pancasila pun dihasilkan dari sari pati budaya yan

  • Selasa, 14 Nov 2017 18:14

    Dugaan penipuan, CV. Indra Sakti Dilaporkan GAIB ke Polres Kota Tanjung Balai

    Akibat merasa ditipu oleh pihak CV. Indra Sakti melalui perumahan Villa Panola Residence, Husni Syahputra beserta para Korban lainnya dengan didampingi Gabungan Aktivis Independen Bersatu (GAIB) menda

  • Senin, 13 Nov 2017 21:13

    GILAS Kota Tanjung Balai Tuntut Usaha Kilang Minyak Pelita Ditutup

    Gerakan Independen Lintas Solidaritas (GILAS) berunjukrasa di depan kantor DPRD Kota Tanjung Balai menuntut dan agar usaha Kilang Minyak PELITA ditutup karena diduga adanya penyalahgunaan izin, Senin

  • Senin, 13 Nov 2017 08:41

    Surya Paloh Sebut Dirinya & Jokowi Sepakat Dukung Tengku Erry

    Ketua Umum Partai Nasional Demokrasi (Nasdem) H Surya Paloh tidak dapat menutupi kegembiraannya menyaksikan belasan ribu masyarakat yang memadati Lapangan Merdeka Medan, Minggu (12/11/2017).Di hadapan

  • Senin, 30 Okt 2017 20:40

    Panglima TNI: Kaderisasi Kepemimpinan Investasi Masa Depan

    Kaderisasi kepemimpinan merupakan proses mempersiapkan seseorang menjadi pemimpin penganti di masa depan yang akan memikul tanggung jawab penting dan besar dalam memimpin Negara Kesatuan Republik Indo

  • Rabu, 30 Agu 2017 06:20

    Nasdem nilai positif penetapan pasangan Tengku Erry-Ngogesa oleh Golkar

    Partai Nasdem, mendukung pencalonan Dr Ir HT Erry Nuradi MSi dari Partai Golkar. Walau Dr Ir HT Erry Nuradi MSi adalah Ketua DPW Partai Nasdem Sumut, namun penetapan Gubernur Sumut ini oleh DPP Partai Golkar dinilai sangat positif.

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2017 utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak