Selasa, 24 Jul 2018 00:42
  • Home
  • Sosial Budaya
  • Jusuf Kalla Tutup Munas KAHMI, Keadilan Harus Diwujudkan Dengan Kerja Keras

Jusuf Kalla Tutup Munas KAHMI, Keadilan Harus Diwujudkan Dengan Kerja Keras

MEDAN (utamanews.com)
Oleh: Sam/rls
Selasa, 21 Nov 2017 12:30
Dok
Wapres Jusuf Kalla dan Gubsu saat penutupan Munas KAHMI di Medan

Wakil Presiden RI, HM Jusuf Kalla menutup Musyawarah Nasional (Munas) ke-10 Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHM) di halaman Istana Maimun Medan, Minggu (19/11/2017).

Dalam sambutannya, Jusuf Kalla mengungkapkan bahwa kemajuan bangsa dengan mewujudkan cita-cita yakni menciptakan masyarakat yang adil dan makmur harus diupayakan dengan kerja keras. Sebab, tidak ada cita-cita yang dapat direalisasikan tanpa usaha yang dilakukan dengan baik.

"Tidak terasa KAHMI sudah berusia 50 tahun. KAHMI terdiri dari berbagai unsur, ada birokrat, akademisi, ada pengusaha, ada professional, tentara, polisi dan sebagainya. Pada umumnya semua mengabdi kepada bangsa dan negara," ujar Jusuf Kalla saat memberikan sambutan.

Lebih lanjut dikatakannya, hal itu merupakan harapan, namun bagaimana melanjutkan cita-cita bangsa, merealiasikan cita-cita itu yang penting. "Walau sering dikatakan yakin usaha sampai, tapi kalau hanya sekadar yakin terus usahanya sampai, tidak ada upaya sama saja. Tapi bagaimana sampai itu tentu bagian dari upaya kita," kata Jusuf.

Hadir dalam kesempatan itu, Mendikbud RI, Muhadjir Effendy, anggota DPR RI dan DPD RI, Ketua Presedium Majelis Nasional Kahmi 2012-2017, Mahfud MD dan para senior KAHMI, Presidium Majelis Nasional KAHMI yang baru terpilih 2017-2022, Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Tengku Erry Nuradi, Plt Sekdaprovsu, Ibnu Hutomo, unsur Forkopimda daerah Sumut, Ketua dan jajaran pengurus Majelis wilayah KAHMI Sumut, dan HMI Sumut.

Jusuf Kalla menegaskan bahwa tidak ada cita-cita yang sampai dengan sendirinya. Tidak ada cita-cita yang terlaksana sendiri, semuanya dapat diraih dengan usaha yang keras. Makanya slogan HMI "Yakin Usaha Sampai" tentunya harus dibarengi dengan usaha yang keras. "Bangsa ini bangsa kita semua, negeri ini negeri kita semua, karena itu baik dan buruknya negeri ini menjadi tanggung jawab kita semua," terang Jusuf Kalla.

Lebih lanjut dikatakannya, saat ini yang perlu dilakukan adalah bagaimana usaha kita untuk menjadikan keadaan bangsa ini tumbuh dengan seimbang, memiliki keadilan, sebab semua keadilan sosial itu tidak akan jatuh dari langit, tapi semua harus diusahakan dengan baik.

"Akibat kekurang stabilan yang terjadi di negara kita menimbulkan masalah ekonomi, pertumbuhan ekonomi yang tidak bisa dinikmati semua pihak, makanya harus diupayakan bagaimana dapat dinikmati oleh semua pihak. Untuk itu, harus tumbuh kader baru di bidang ekonomi, pengusaha, dan lainnya. Sebab, kalau di politisi itu sudah banyak, birokrat juga sudah banyak. Makanya, jangan semua mau menjadi birokrat, karena sangat sedikit yang dapat diterima setiap tahunnya," ujarnya.

Oleh karena itulah, lanjut Jusuf, harapan terbesar bagaimana memajukan perekonomian bangsa secara bersama, dan bagaimana bisa dinikmati semua masyarakat, caranya dengan mendorong generasi muda, kader HMI dimanapun berasa untuk menekuni usaha yang dapat memberikan manfaat bagi bangsa. "Itu yang selalu kita harapkan, dalam membangun bangsa dan mengurangi kesenjangan bangsa ini serta mengurangi ketidaknyamanan, kekurang harmonisan pertumbuhan bangsa, semua harus diusahakan, tidak ada yang jatuh dengan sendirinya," papar senior KAHMI ini.

Dalam kesempatan itu, Wapres juga mengingatkan bahwa KAHMI harus kembali mengingat tujuan HMI yakni membina insan akademis pencitra dan pengabdi yang bernafaskan Islam dan bertanggung jawab atas terlaksananya bangsa yang adil makmur dan dirahmati Allah.

"Oleh karena itulah pada ujungnya kita semua berkewajiban membina bangsa ini agar maju dan makmur. Apalagi bangsa yang besar tidak mudah mengaturnya dibanding bangsa yang lebih kecil. Makanya, saya harapkan alumi kita yang besar harus mengingat dan tetap konsekuen atas tujuan KAHMI menjadi tujuan kehidupan bagi semua," terang Jusuf.

Wapres juga mengatakan, Indonesia merupakan bangsa dengan penduduk Islam terbesar di dunia dan menjadi salah satu bangsa yang damai jika dibandingkan dengan kawasan Timur Tengah maupun Asia Selatan, Islam di Asia Tenggara ini jauh lebih damai. "Hal itu diakibatkan sejarah islam yang dibawa oleh pedagang yang merangkap ulama atau sebaliknya, juga dipengaruhi oleh pikiran yang muncul dari HMI, seperti pikiran Cak Nur, Nurcholis Majid yang memberikan warna hingga sekarang kepada generasi bagaimana hidup bersama, bagaimana Islam berkembang dengan damai. Semua ini menggembirakan dan membanggakan, bahwa pikiran cendekiawan yang timbul," ujarnya.

Oleh karena itulah, Jusuf Kalla mengharapkan organisasi KAHMI dapat menonjolkan intelektualisme kecendekiawanan. Kalau berbicara dengan batas inteltualitas, tidak berbicara tanpa ujung yang tidak diketahui. "Begitu juga dengan bekerja, menjaga harmoni bangsa tidak akan tercapai tanpa kemajuan ekonomi, tenpa kemakmuran dan keadilan karena itu gabungan harmoni kebangsaan dengan kemajuan bangsa, makanya mari kita berupaya meningkatkan kemajuan bangsa dari sudut keilmuan, intelektualisme yang baik, tentu itu akan bisa kita capai," terangnya.

Wapres juga berpesan kepada Presedium Majelis Nasional KAHMI yang baru terpilih 2017-2022 agar dapat membuat KAHMI besar dan bersatu. "Saya lihat dari daftar yang terpilih, alhamdulillah semuanya bhineka tunggal ika, berasal dari berbagai daerah, berbagai universitas. Saya harapkan presidium dapat memajukan KAHMI dengan sepenuh hati," katanya.

Gubsu, Tengku Erry Nuradi mengatakan, rasa syukur sejak dibukanya Munas hingga ditutup berlangsung dengan aman dan lancar serta menghasilkan program kerja serta terpilihnya kepengurusan Presedium Majelis Nasional KAHMI 2017-2022 dan Presedium Majelis Nasional Alumni HMI Wati. "Saya ucapkan selamat kepada 9 presedium yang terpilih, semoga mampu merekatkan keluarga KAHMI dan bisa mengelola potensi HMI secara optimal," kata Erry sembari mengatakan tentunya sejarah telah mencatat peranan KAHMI membangun bangsa agar tetap diingat, selalu melekat dan menjadi ingatan sepanjang masa.

Presedium Majelis Nasional KAHMI yang baru terpilih 2017-2022, Kamarussamad mengatakan, setelah alumni berkiprah menjadi akademisi, politisi dan birokrat, inilah saatnya alumni mengambil bagian wirausaha. Sebab, di bidang inilah nanti diharapkan dapat menjadi satu kekuatan baru bagi alumni HMI di bidang ekonomi. "Dalam kebijakan nasional kita akan menambahkan pilar ke-4 yakni entrepreneurship menjadi program nasional 5 tahun yang akan datang.

Sehingga Majelis Nasional KAHMI  jika ke daerah tidak hanya berbicara isu kebangsaan dan nasional tapi juga akan berbicara mengenai forum bisnis. Kita harus mengubah mindset dari pencari kerja menjadi pencipta lapangan kerja," ujar Kamarussamad.

Editor: Budi

T#g:HMIJusuf KallaKAHMI
Berita Terkait
  • Rabu, 18 Jul 2018 22:18

    Wapres Jusuf Kalla: Masa Depan Bangsa Ada di Pundak Perwira Muda

    Masa depan bangsa Indonesia ada di pundak para Perwira muda yang hadir di sini dan senior mampu memberikan petunjuk dan contoh yang baik kepada Perwira muda sehingga dapat menentukan arah dan karir di

  • Selasa, 26 Jun 2018 11:16

    Pernyataan Resmi Kelompok Cipayung Plus Sumut H-1 Pencoblosan, "Pemilih Pemula Harus Cerdas"

    Para pimpinan Kelompok Cipayung Plus Sumut menyerukan agar pemilih pemula lebih cerdas dalam menjatuhkan pilihannya pada Calon Gubernur Sumut 2018-2023.Di antaranya, Charles Munthe selalu KORDA GMNI S

  • Minggu, 24 Jun 2018 16:44

    Septian Himbau Seluruh Kader HMI Se-Sumut Sukseskan Pilkada Serentak

    Badan Koordinasi (Badko) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Sumatera Utara menghimbau seluruh kader HMI Se-Sumatera Utara untuk mensukseskan Pilkada serentak yang akan berlangsung pada 27 Juni 2018, baik

  • Senin, 28 Mei 2018 23:28

    Silaturahmi Jadikan Indonesia Tetap Bersatu

    Kita menyadari negara Indonesia merupakan bangsa yang sangat majemuk dan beraneka ragam. Dengan silaturahmi yang erat, kemajemukan bukan batu sandungan dan penghalang, apalagi jurang pemisah tetapi me

  • Rabu, 30 Mei 2018 10:30

    Tidak Terganggu Aksi Teror, Indonesia Siap Selenggarakan Asian Games 2018

    Perhelatan akbar Asian Games 2018 sebentar lagi akan dimulai, gegap gempita Asian Games 2018 semakin hari semakin terasa. Antusias masyarakat Indonesia, khususnya Jakarta dan Palembang dirasa tinggi d

  • Senin, 14 Mei 2018 17:54

    HMI: Negara Jangan Kalah Dengan Aksi Terorisme

    Dalam beberapa hari ini Negara sedang dihebohkan oleh aksi biadab terorisme yang beruntun. Dimulai dari aksi teroris yang terjadi di Mako Brimob beberapa hari yang lalu dan 5 kali bom bunuh diri yang

  • Kamis, 26 Apr 2018 17:46

    Diantar Becak dan Bawa Sayur, Dadang Darmawan Daftar Calon DPD

    Bakal Calon Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Dadang Darmawan Pasaribu mendaftarkan diri ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumatera Utara, Kamis (26/4).

  • Kamis, 08 Mar 2018 20:18

    Sihar Sumbang Buku ke Perpustakaan Prof Lafran Pane, Pendiri HMI

    Cawagub Sumatera Utara (Sumut) Sihar Sitorus menyumbangkan buku-buku ke Perpustakaan Prof Lafran Pane, sang pendiri Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), di Sipirok. Sumbangan buku tersebut diharapkan dapat

  • Rabu, 28 Feb 2018 04:28

    Sebelum Ke Afganistan, Wapres JK Disambut Gubsu Di Kualanamu

    Gubsu Tengku Erry Nuradi menyambut kedatangan Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK) di Bandara Internasional Kualanamu, Kabupaten Deli Serdang, Selasa (27/2/2018).JK dan rombongan tiba di Kualanamu

  • Kamis, 04 Jan 2018 19:14

    JK Terima Kunjungan Pemimpin Umum Harian Waspada

    Wakil Presiden Jusuf Kalla menerima Pemimpin Umum PT Penerbitan Harian Waspada, surat kabar tertua di Sumatera Utara, Rayati Syafrin di kantornya, Jakarta, Kamis (4/1/2018).Dalam kesempatan tersebut R

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2018 utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak