Selasa, 16 Okt 2018 03:29
  • Home
  • Sosial Budaya
  • Jaga Keutuhan NKRI, Santri Jawa Barat Siap Lawan Hoax dengan Produksi Konten Kreatif

Diskusi Komunikonten Di Pondok Pesantren Baitul Hidayah Bandung

Jaga Keutuhan NKRI, Santri Jawa Barat Siap Lawan Hoax dengan Produksi Konten Kreatif

Medan (utamanews.com)
Oleh: Coky/rls
Rabu, 21 Feb 2018 21:01
Dok
Lokakarya literasi media dengan tema "Optimalisasi kreatifitas santri di media sosial dalam upaya memperkokoh dan memajukan NKRI"

Pondok Pesantren Baitul Hidayah di Bandung merupakan salah satu pesantren dengan pemandangan terindah. "Kami menyebutnya Pesantren di atas awan, karena ketika pagi dan saat-saat tertentu awan mengelilingi pesantren ini. Pondok Pesantren ini didirikan di atas tanah wakaf dengan ketinggian 950 meter di atas permukaan laut, sehingga dari sini kita dapat melihat keindahan kota Bandung," ujar Kiai Iwan Shofyan Andi, SE., M.Si.

Hal itu disampaikannya saat membuka lokakarya literasi media dengan tema "Optimalisasi kreatifitas santri di media sosial dalam upaya memperkokoh dan memajukan NKRI", di Aula Pondok Pesantren Baitul Hidayah, Bukit Panyandaan, Mandala Mekar, Kec. Cimenyan, Cikadut, Cimenyan, Bandung, Jawa Barat, pada Rabu, 21 Februari 2018. 

Kegiatan ini terlaksana atas kerjasama Ponpes Baitul Hidayah dengan Komunikonten (Institut Media Sosial dan Diplomasi). Diikuti seluruh santri kelas 4,5 dan 6.

Menurut Kiai Iwan Shofyan, Ponpes Baitul Hidayah sudah dua kali mengadakan literasi media untuk para santri dan kegiatan kali ini yang terbesar. "Rencananya kami juga akan memberikan pembekalan literasi media untuk para santri yang akan lulus, kami ingin mereka cerdas dalam bermedia sosial dan mampu membuat konten-konten yang memperkokoh serta memajukan NKRI," ujar Kiai muda ini.

Hadir sebagai narasumber dalam lokarkarya ini Dedeh Fardiah (Ketua KPID Jawa Barat), Hariqo Wibawa Satria (Direktur Eksekutif Komunikonten), Rizqi Ghassani (Wakil Ketua DPD KNPI Jawa Barat Bidang Komunikasi dan Hubungan Masyarakat), M. Latif Faidah (Ketua Relawan Teknologi Informasi dan Komunikasi Kota Bandung). Lokakarya ini dimoderatori oleh Ustaz Erik Setiawan (Sekretaris Ponpes Baitul Hidayah).

Pengamat media sosial dari Komunikonten, Hariqo Wibawa memaparkan bahwa potensi santri menjadi pembuat konten hebat sangat besar, karena mereka rata-rata mampu berbicara dalam empat bahasa (Arab, Inggris, Indonesia, bahasa daerah). Buku-buku pelajaran santripun berbahasa Arab dan Inggris, kemudian para kiai dan ustaz juga mengajar bahasa Arab dan Inggris. 

"Pesantren sudah ada sejak tahun 1475, Kiai dan santri terlibat aktif melawan penjajah dan memerdekakan Indonesia. Komitmen santri untuk Pancasila dan NKRI tidak perlu diragukan lagi karena itu ciri utama santri, bersama kita jaga agar ciri utama tidak pudar. Di era digital santri juga memainkan peran yang sangat strategis, sudah banyak konten-konten yang diproduksi oleh santri. Kegiatan ini tidak mengajari santri dari awal, karena santri umumnya sudah tahu mana yang boleh dan dilarang dilakukan di media sosial. Contoh di Pesantren menghina orang, berkelahi bisa menyebabnya pelakunya diusir dari Pesantren. Terkait literasi digital kita tinggal bilang kepada santri bahwa apa yang tidak boleh dilakukan di pesantren jangan di lakukan di media sosial, mereka sudah paham," ujar Hariqo 
 
Hariqo menambahkan, semakin lama orang akan semakin sadar bahwa literasi media itu adalah kebutuhan, literasi media itu seperti helm dan sarung tangan saat kita naik motor, literasi media bermanfaat untuk keamanan setiap orang, keluarga, bangsa dan negara. Santri harus menjadi pembuat konten, bukan sekedar penyebar konten karya orang lain.
 
Sementara itu Dedeh Fardiah (Ketua KPID Jawa Barat) dalam paparannya menjelaskan bahwa teknologi digital sesungguhnya untuk meningkatkan kreatifitas, meningkatkan pelayakan publik, pembelajaran jarak jauh dan mendorong pertumbuhan usaha. Yang perlu kita evaluasi adalah sejauh mana pencapaian kita terhadap tujuan mulia dari teknologi digital tersebut.

Rizqi Ghassani (Wakil Ketua DPD KNPI Jawa Barat Bidang Komunikasi dan Hubungan Masyarakat) dalam presentasinya mengatakan ciri utama dari media sosial adalah pesan yang disampaikan tidak hanya untuk satu orang, karenanya pengguna media sosial juga harus mempertimbangkan orang banyak dalam melakukan berbagai aktifitas di media sosial. Rizqi juga mengingatkan bahwa malaikat mencatat semua perbuatan kita dan semua perbuatan buruk ada balasannya. "Kepekaan ini harus dibangun, sebab jika tidak, pengguna media sosial bisa merasa bebas memaki, menghina, marah-marah, menyebar hoax di media sosial", jelas Rizqi.

Sementara itu M. Latif Faidah (Ketua Relawan Teknologi Informasi dan Komunikasi Kota Bandung) melihat banyak sekali hal unik di Pesantren yang bisa disampaikan ke publik, tinggal kreatifitas dalam memproduksi konten harus ditingkatkan. "Santri bisa membuat infografis tentang istilah-istilah unik di Pesantren, bisa membuat kutipan-kutipan dari para Kiai yang menunjukan kepada publik bahwa Islam itu rahmat bagi semua. Santri juga bisa memproduksi video dengan bahasa Arab dan Inggris. Saya setuju dengan Komunikonten, yang perlu tingkatkan adalah kreatifitas dalam memproduksi konten. Relawan TIK siap membantu setiap Pesantren yang ingin santrinya lebih kreatif di media sosial," ujar M. Latif Faidah.
Editor: Tommy

T#g:KomunikontenPonpes
iklan kaos garuda
Berita Terkait
  • Jumat, 28 Sep 2018 08:48

    Deklarasi "Menolak Hoax Dan Gotong Royong Mempublikasikan Kemajuan Pembangunan Daerah Perbatasan"

    Komunikonten sebuah lembaga kajian media sosial dan diplomasi menginisiasi diskusi media bertema "Partisipasi Publik Dalam Publikasi Capaian Pembangunan Daerah Perbatasan oleh Pemerintah Indonesia, be

  • Selasa, 18 Sep 2018 09:18

    Kodim 0824 Jember Peringati Tahun Baru Islam 1440 H

    Anggota Kodim 0824 Jember memperingati Tahun Baru Islam dengan acara ceramah agama oleh Drs Bisri di Aula Kodim 0824 Jember, Senin (17/9/2018).Acara dibuka oleh Perwira Seksi Personalia (Pasipers) Kod

  • Senin, 03 Sep 2018 16:33

    Koramil Jajaran Kodim 0824 Kawal Napak Tilas Perjuangan KH Asa'ad Syamsul Arifin

    Perjuangan KH Asa'ad Syamsul Arifin yang merupakan salah satu Ulama Besar Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafiiyah Sukorejo Asem Bagus Situbondo, yang telah dinobatkan sebagai Pahlawan Nasio

  • Selasa, 21 Agu 2018 19:21

    Danramil 0824/25 Jenggawah Berikan Materi Wasbang pada Para Santri

    Bertempat di Pondok Pesantren Madinatul Ulum Desa Cangkring Kecamatan Jembernggawah Kabupaten Jember, dilaksanakan pemberian materi wawasan kebangsaan atau Wasbang kepada para santri Pondok Pesantren Pimpinan KH Lutfi Ahmad.

  • Jumat, 10 Agu 2018 07:00

    Aksi Kebangsaan Dukung Indonesia Jadi Tuan Rumah Terbaik Asian Games, Digelar 12 Agustus 2018

    Komunikonten (Institut Media Sosial dan Diplomasi) kembali akan menggelar aksi kebangsaan di area bebas kendaraan, bunderan Hotel Indonesia, Jakarta Pusat pada Minggu, 12 Agustus 2018, Pukul 06.00-09.

  • Selasa, 31 Jul 2018 16:30

    Kokohkan Jiwa Kebangsaan Maritim, Bakamla RI Datangi Ponpes Mutiara Bangsa di Sebatik

    Ratusan siswa Pondok Pesantren Mutiara Bangsa yang merupakan gabungan pelajar SMP, SMK, dan santriwan/santriwati dengan semangat menggebu memeriahkan kunjungan Bakamla RI dengan berpartisipasi menjawa

  • Minggu, 22 Jul 2018 16:22

    Ribuan Warga Berdoa dan Tanda Tangani Spanduk Dukungan Asian Games 2018

    KOMUNIKONTEN (Institut Media Sosial dan Diplomasi) menggelar aksi kebangsaan di area hari bebas kendaraan, Bunderan Hotel Indonesia, Jakarta pada Minggu, 22 Juli 2018, Pukul 06.00-10.00 WIB.Aksi keban

  • Sabtu, 21 Jul 2018 07:51

    KOMUNIKONTEN Akan Gelar 'Aksi Kebangsaan' Untuk Sukseskan Asian Games 2018

    Komunikonten (Institut Media Sosial dan Diplomasi) akan menggelar aksi kebangsaan di area hari bebas kendaraan, Bunderan Hotel Indonesia, Jakarta pada Minggu, 22 Juli 2018, Pukul 06.00 WIB-selesai. Kegiatan ini terbuka untuk dihadiri siapa saja.

  • Kamis, 05 Jul 2018 18:25

    RMI NU Diharapkan Jadi Alat Konsolidasi Ponpes NU di Palas

    Keberadaan Rhabithah Ma'ahadi Islamiyah Nadhatul Ulama (RMI NU) atau istilahnya persatuan Pondok Pesantren (Ponpes) berbasis NU di daerah Kabupaten Padang Lawas (Palas) diharapkan dapat menjadi s

  • Kamis, 28 Jun 2018 08:08

    Ini 5 TIPS Move On Setelah Pilkada Serentak 2018

    Pilkada serentak dilaksanakan di 171 daerah, Rabu tanggal 27 Juni 2018. Inilah Pilkada serentak terbesar dalam sejarah Indonesia, diikuti 512 pasangan calon, 512 tim media sosial.

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2018 https://utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak