Selasa, 22 Mei 2018 19:01

GMNI Medan: Teror Bom adalah upaya memecah belah bangsa

Medan (utamanews.com)
Oleh: Sam/rls
Senin, 14 Mei 2018 18:34
Ist
GMNI
Belum lagi hilang dari ingatan, beberapa hari yang lalu kekejian para napi teroris di Mako Brimob. Minggu sekitar Pukul. 07.30 wib masyarakat dikejutkan kembali dengan berita, 3 Rumah Ibadah Gereja di Surabaya dibom oleh manusia biadab (teroris) yang dengan kejamnya melakukan aksi bom bunuh diri. Tiga Gereja Tersebut adalah Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela Jalan Ngagel, GKI Jalan Diponegoro, dan di Gereja Pantekosta Jalan Arjuno.

Menanggapi hal tersebut, DPC GMNI Medan menyatakan mengutuk keras aksi terorisme yang kembali terulang untuk kesekian kalinya ditujukan pada rumah ibadah.

"Berdasarkan dugaan kami seperti ada usaha memecah belah bangsa, khususnya antar agama karena telah teridentifikasi bahwa salah satu pelaku bom bunuh diri adalah seorang wanita bercadar, yang seakan merepresentasikan muslimah, walaupun status tersangka masih dalam penelusuran pihak polisi. Namun dalam ajaran agama apapun terkhusus dalam agama Islam sangat kontra terhadap aksi seperti ini. Aksi pembunuhan, kekerasan, terorisme, dan tentunya setiap ajaran agama juga pasti mengajarkan pada umatnya tentang nilai nilai kemanusiaan dan kedamaian," ujar Irwansyah Harahap Wakil Ketua Bidang Organisasi DPC GMNI Kota Medan.



Mahasiswa S2 UIN Sumut ini mengatakan bahwa aksi oknum-oknum yang sering mengatasnamakan agama tertentu seperti jihad fi sabilillah sangat salah kaprah. "Karena dalam agama Islam Jihad hakiki adalah berjuang melawan nafsu Syaithan, berjuang untuk melindungi dan menyelamatkan saudara sebangsa setanah air, terlebih kepada kaum marhaen/rakyat miskin yang wajib untuk kita perjuangkan tanpa memandang Agama dan Sukunya," tambahnya.

Terpisah, Sekretaris DPC GMNI Kota Medan, Syam Firdaus menyatakan menyayangkan hal tersebut terjadi. "Sesuatu yang dilakukan terus menerus secara berulang adalah untuk membuat rasa takut, ingin memecah belah, membuat rasa tidak nyaman, rasa saling tidak percaya antar anak bangsa dan banyak hal lainnya yang dapat mengakibatkan hilangnya kebhinekaan di Republik Indonesia," katanya.

Syam juga menambahkan bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan dasar negara PANCASILA itu sudah final. "Pancasila itu sudah melalui rumusan yang panjang oleh para Founding Fathers kita dan kemudian hasil rumusan tersebut Pancasila tidak bertentangan oleh agama manapun, suku apapun, ras apapun, dan golongan apapun," tambahnya.

"Pancasila itu meja statis sekaligus leitstar yang dinamis, Pancasila menjadi platform atau dasar bagi Negara Indonesia ibarat gedung tinggi, dia menjadi dasar dari segala hal yang ada di atasnya. Di situ Pancasila tidak bisa dirubah. Namun Pancasila juga leistar dinamis atau bintang penuntun arah menuju masyarakat adil dan makmur, dimana di dalam prosesnya Indonesia akan dibenturkan dengan berbagai macam persoalan untuk menuju masyarakat adil makmur. Untuk itu jika gerakan bom bunuh diri ini bertujuan untuk mengganti dasar Negara Pancasila oleh ideologi apapun maka cara seperti ini sangat tercela dan tidak dapat dimaafkan," tegasnya.



"Kami DPC GMNI Kota Medan menyampaikan belasungkawa terdalam pada para korban, dan menghimbau kepada berbagai elemen bangsa agar menahan diri dan tidak terprofokasi atas berita yang mungkin berkesan memecah belah persatuan. GMNI juga mengutuk segala macam bentuk teroris di dunia terkhusus di Republik Indonesia. Kepada instansi terkait agar cepat tanggap dalam melakukan pencegahan dan penanggulangan terorisme di NKRI, dan DPR RI agar segera menindaklanjuti kejadian ini dengan mempertegas UU dan regulasi tentang anti terorisme. Mari tetap jaga kebhinekaan, kebangsaan antara umat beragama, saling menghormati satu sama lainnya," pungkasnya seraya menegaskan bahwa GMNI mendukung pemerintah, Polri, TNI dan Instansi terkait lainnya untuk bersama-sama Melawan Terorisme.

#BersatuLawanTeroris

Editor: Erickson

T#g:GMNI
Berita Terkait
  • Rabu, 02 Mei 2018 19:52

    Hardiknas: Antara Ekspektasi dan Realita

    Berbicara mengenai pendidikan di Indonesia seolah tidak ada habisnya.

  • Rabu, 21 Mar 2018 14:11

    DPC GMNI Medan Sosialisasikan Pentingnya Pendidikan Bagi Anak Jalanan

    Dalam perayaan Dies Natalis GMNI Ke 64, dan Semarak Pekan Marhaenis II, DPC GMNI Kota Medan melaksanakan Sosialisasi Pentingnya Pendidikan Bagi Anak Jalanan, di Simpang Lampu Merah Jln.Gaperta Ujung M

  • Senin, 12 Mar 2018 06:02

    GMNI Pematangsiantar ajak anak-anak pengungsi Sinabung bermain dan beri bantuan alat sekolah

    Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) cabang Pematangsiantar mengantarkan langsung bantuan ke korban pengusi Sinabung, hari Minggu, 11 Maret 2018. Bantuan tersebut diberikan dalam bentuk ke

  • Jumat, 02 Mar 2018 20:32

    GMNI: Hentikan Sesat Pikir Guru Besar, Atas Sikap Kepada Ketua MK

    Dunia Pendidikan Tinggi tidak pernah lepas dari masalah, terutama sekali bagi kehidupan mahasiswa di dalam kampus. Issue komersialisasi dunia pendidikan, pengekangan terhadap wacana kritis dan tindaka

  • Kamis, 01 Mar 2018 10:11

    Panen Raya, Wujud Nyata Dukungan DPC GMNI Labuhanbatu terhadap Nawacita Presiden Jokowi

    Di areal lahan perjuangan seluas +/- 65 Ha yang sempat berstatus lahan sengketa antara Kelompok Tani dan Pengusaha Takoseng, (28/2), dilaksanakan kegiatan Panen Raya.Panen raya di dusun III Desa Sei B

  • Sabtu, 24 Feb 2018 06:24

    Samuel Tampubolon dan Lundu Parhusip Pimpin GMNI Pematangsiantar

    Konferensi Cabang (Konfercab) ke-IX Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Pematangsiantar yang digelar di Aula Vikariat St. Paulus Rasul Pematangsiantar (22-23/2) telah memilih Samuel Tam

  • Selasa, 20 Feb 2018 20:20

    Bakercab GMNI Bersiap Adakan Parlemen Jalanan Hadapi PT. HSJ

    Jelang Aksi Unjuk Rasa Bakercab GMNI Labuhanbatu Raya bersama masyarakat Sidomulyo ke PKS Harian Sawit Jaya (HSJ), tampak suasana keakraban mempersiapkan hal-hal teknis, di Panai Hilir-Labuhanbatu, Se

  • Minggu, 18 Feb 2018 08:58

    GMNI Pematangsiantar Minta Presiden Jokowi Tolak Revisi UU MD3

    Disahkannya revisi Undang-Undang MPR, DPR, DPRD dan DPD (MD3), dimana DPR dapat memanggil paksa, kewenangan lebih MKD dan pasal hak Imunitas membuat DPR menjadi lembaga yang anti kritik. Menangga

  • Jumat, 02 Feb 2018 04:32

    GMNI Labuhanbatu & Kuasa Hukum Kelompok Tani Siap Unjuk Rasa ke Polda dan Kejatisu

    Seminggu pasca aksi unjuk rasa bersama kelompok Tani Cinta Murni (25/1) terkait masalah sengketa lahan kawasan hutan di Sungai Baru Kecamatan Panai Hilir Kabupaten Labuhanbatu, pengurus Dewan Pimpinan

  • Rabu, 31 Jan 2018 12:21

    GMNI Desak Kapolri Copot Kapolres Labuhanbatu

    Massa yang melakukan aksi unjuk rasa membela petani di depan gerbang pintu masuk Polres Labuhanbatu pada 25 Januari 2018 lalu ternyata mengalami kekerasan fisik dari oknum Kepolisian Resort Labuhanbat

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2018 utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak