Rabu, 22 Nov 2017 09:04

Masirah Panji Rasulullah, Khilafah Kewajiban Syar'i Jalan Kebangkitan Umat

Dzikir dan Tabligh Akbar HTI di Medan

Medan (utamanews.com)
Oleh: Rls
Minggu, 02 Apr 2017 17:40
Dibaca: 825 kali
Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia (MHTI) mengadakan acara Dzikir dan Tabligh Akbar di taman Sri Deli, jalan Sisingamangaraja, Medan, Minggu, (2/4/2016).

Acara ini dihadiri oleh ribuan peserta dari sejumlah kota se-Sumatera Utara. Dalam kegiatan ini ada juga masirah (long march atau pawai) dan konvoi kendaraan dengan membawa panji Rasulullah saw dari beberapa titik kota Medan, Medan Johor, Stadion Teladan, Asrama Haji dan beberapa kota di luar Medan seperti Kota Pematang Siantar, Tebing Tinggi, Binjai, dan sebagainya. Masirah Panji Rasulullah diadakan oleh Hizbut Tahrir di 36 kota besar di seluruh Indonesia, di sepanjang bulan April 2017, bertepatan dengan bulan Rajab 1438 H.
Dalam pembukaan acara, Ustadz Marwan Rangkuti memberikan pernyataan terbuka atas persoalan besar yang dihadapi oleh umat Islam dewasa ini adalah rendahnya pemahaman atau pengetahuan umat akan Islam, akibatnya umat Islam tidak mengenal, dan merasa asing terhadap ajaran agamanya sendiri. Salah satunya terhadap simbol-simbol Islam seperti al Liwa dan ar Rayah. 

Acara ini merupakan moment untuk memperkenalkan panji Rasulullah agar umat tidak takut dan semakin paham dengan ajarannya. Setelah itu dzikir akbar yang diisi oleh perwakilan dari Majelis Az-Zikra memandu para peserta untuk secara khidmat mendekatkan diri kepada Allah swt. 

Di sela-sela acara, pasukan pengibar panji Rasulullah saw dengan memakai pakaian khas Deli Melayu yang berjalan dari stadion teladan menuju taman Sri Deli hadir di tengah-tengah acara, disambut oleh para peserta dzikir dan tabligh akbar. 

Pemateri pertama, Ustadz Azwir Ibnu Aziz menyampaikan orasi memperkenalkan al Liwa dan ar Rayah, dari Ibn Abbas ra, Panji (rayah) berwarna hitam dan benderanya (liwa') berwarna putih, tertulis padanya: La ilaha illalLah Muhammad RasululLah (HR ath-Thabrani), selain itu sejarah panji Rasulullah saw erat kaitannya dengan kesultanan-kesultanan di nusantara. 

Sementara, Ustadz Dede Tisna dari DPD HTI I Jakarta menyampaikan bahwa sumber masalah Indonesia hari ini adalah tidak diterapkannya Syariat Islam, ditambah dengan Neo Liberalisme dan Neo Imperialisme mengeruk kekayaan negeri kaum muslimin dan menjadikannya miskin. "Tiada solusi untuk membangkitkan umat selain kembali kepada Allah dan Rasul-Nya menegakkan Syariah dan Khilafah," ungkapnya. 


Selanjutnya penampilan musikalisasi puisi yang dibawakan oleh SDIT Khoirul Ummah Medan menambah semangat dan kecintaan pada panji Rasulullah saw. Materi selanjutnya diisi oleh Ustadz Fatih Al-Malawy, yang menegaskan tentang wajibnya mengangkat khalifah yang akan menerapkan seluruh syariat Islam dan menyatukan umat. Khilafah kewajiban syar'i kebangkitan umat. 

Pidato politik oleh ustadz Rahmat Kurnia, ketua DPP Hizbut Tahrir Indonesia menegaskan, "Baik syariat dalam hal individu, mu'amalah maupun bernegara, termasuk Khilafah yang merupakan kewajiban syar'i maka harus kita tegakkan! Haram mencari alternatif lain, semisal Sekulerisme, Kapitalisme-Liberalisme ataupum Sosialisme-Komunisme". 

Acara Dzikir dan Tabligh Akbar yang diadakan oleh Hizbut Tahrir sebagai medium untuk lebih mengenalkan simbol-simbol Islam bersama dengan ide besar Syariah dan Khilafah, agar lebih dikenal luas oleh masyarakat, untuk selanjutnya bisa dipahami, diterima dan diamalkan serta diperjuangkan sebagai jalan kebangkitan umat terwujudnya Islam Rahmatan Lil'alamin. 

Acara ditutup dengan doa yang dibawakan oleh ustadz Musdar. Setelah Dzikir dan Tabligh Akbar ini, acara dilanjutkan dengan Indonesia Khilafah Forum di malam hari nanti, yang akan diikuti para tokoh masyarakat.

Editor: Sam

T#g:DzikirHTIMHTITabligh
Berita Terkait
  • Senin, 30 Okt 2017 07:40

    Ustadz Maulana: Mari Raih Keberkahan & Kebahagiaan Dunia Akhirat

    Gubsu Tengku Erry Nuradi mengajak umat muslim untuk mengaktualisasi perintah Allah SWT dalam kehidupan sehari-hari yang tujuan untuk meraih keberkahan dan kebahagiaan.''Jalankan perintah-Nya

  • Minggu, 22 Okt 2017 09:42

    Zikir Akbar HUT Partai Golkar, Tengku Erry Minta Doa Sumut Tetap Kondusif

    Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Dr Ir H Tengku Erry Nuradi mengharapkan dukungan seluruh lapisan masyarakat yang menghadiri pada kegiatan Zikir Akbar, Shalawat dan Doa dalam rangka HUT ke 53 Partai G

  • Kamis, 05 Okt 2017 12:05

    299, Perjuangan Demokrasi yang Anti Demokrasi

    Penolakan Perppu Ormas oleh Ormas radikal mulai disuarakan kembali setelah sekitar enam Ormas Radikal dibubarkan oleh pemerintah. Tak hanya itu, isu tersebut juga dibarengi oleh isu klasik yang diangg

  • Selasa, 29 Agu 2017 01:39

    Tengku Erry: Majelis Taklim Ujung Tombak Bangun Mental Spritual Masyarakat

    Gubsu Tengku Erry Nuradi mengharapkan Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) menjadi ujung tombak pembangunan mental dan spiritual masyarakat khususnya masyarakat di Provinsi Sumatera Utara.

  • Sabtu, 12 Agu 2017 14:22

    Do'a dan Dzikir Kemerdekaan diwarnai deklarasi dukungan untuk calon Gubernur Sumut dan Bupati Langkat

    Masyarakat Kecamatan Kutambaru, Kabupaten Langkat, antusias menghadiri acara Do'a dan Dzikir kemerdekaan yang diselenggarakan Panitia Pelaksana dalam menyambut HUT RI ke 72 di Lapangan MTs Al-Ihs

  • Rabu, 02 Agu 2017 14:52

    Panglima TNI Hadiri Zikir Kebangsaan di Istana Merdeka

    Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menghadiri Zikir Kebangsaan dalam rangka Peringatan Hari Kemerdekaan Ke-72 Republik Indonesia bersama Presiden RI Ir. H Joko Widodo, Wapres RI H M. Yusuf Kall

  • Rabu, 02 Agu 2017 08:22

    Maruf Amin Minta Dzikir di Istana jadi Agenda Rutin

    Maruf Amin, Ketua Majelis Ulama Indonesia mengharapkan agar Dzikir Kebangsaan rutin diselenggarakan oleh pemerintah di Istana Kepresidenan dalam rangka memperingati hari kemerdekaan RI.

  • Minggu, 30 Jul 2017 07:10

    Nasir: Dosen yang Terlibat HTI Tinggal Pilih, Pancasila atau Keluar dari Kampus

    Prof Muhammad Nasir, Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), memberikan dua pilihan kepada dosen dan pegawai negeri di perguruan tinggi yang terlibat dalam Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).

  • Kamis, 27 Jul 2017 08:07

    Mengejutkan, Wakil Gubernur NTB bela PNS simpatisan Ormas Anti Pancasila

    H. Muhammad Amin, Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) menegaskan tidak setuju jika PNS diberhentikan hanya karena tergabung dalam ormas anti Pancasila, seperti HTI.

  • Selasa, 25 Jul 2017 09:25

    Nowhere to hide for communist and HTI in Indonesia

    Coordinating Maritime Affairs Minister Luhut Pandjaitan has called on people not to worry about a communist resurgence in the country because he said the government would not let the banned ideology return.

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2017 utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak