Selasa, 19 Jun 2018 02:01
Iklan Paslon Paluta

Komunikonten, Pondok Pesantren Edi Mancoro & The Mahfud Ridwan Institute Gelar Diskusi Literasi

Cegah Politisasi SARA & Hoax Pada Pilkada 2018

JATENG (utamanews.com)
Oleh: Iman
Minggu, 18 Mar 2018 07:18
Istimewa
Lokakarya literasi media dengan tema "Gotong Royong Mencegah Kampanye Hitam dan Politisasi SARA Pada Pilkada Serentak 2018".
Selamat Puasa Paluta

Belakangan ini penyalahgunaan isu SARA kerap digunakan, utamanya dalam politik di Indonesia. Oknum dan kelompok-kelompok pemilik kepentingan seringkali mempolitisasi SARA sebagai alat untuk memecah belah dan mengalahkan lawan politik. Cara berpolitik seperti ini dapat merusak bangunan persatuan anak bangsa dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Jika tidak dicegah, politisasi SARA dan hoax juga akan digunakan dalam Pilkada Serentak 2018 dan Pilpres 2019 mendatang. 

Diperlukan gotong royong semua pihak untuk melawan hoax dan politisasi SARA. Sehingga rutinitas pemilihan umum setiap lima tahun benar-benar menjadi pendidikan politik yang sehat bagi bangsa Indonesia, utamanya generasi pemuda yang akan melanjutkan kepemimpinan kelak.

Untuk itu, Komunikonten (Institut Media Sosial dan Diplomasi) bekerjasama dengan The Mahfud Ridwan Institute (MRI) mengadakan lokakarya literasi media dengan tema "Gotong Royong Mencegah Kampanye Hitam dan Politisasi SARA Pada Pilkada Serentak 2018".


Kegiatan ini akan diselenggarakan pada hari Selasa, 20 Maret 2018, Pukul 09.00-12.30 WIB, di Pondok Pesantren Edi Mancoro Jl. Imam Bonjol Km. 04, RT.002 RW.001, Gedangan, Tuntang, Semarang, Jawa Tengah, 50773.

Kegiatan ini akan diisi beberapa narasumber di antaranya: 1) Kiai Haji Muhammad Hanif, S.Sos, M.Hum, (Pengasuh Pondok Pesantren Edi Mancoro), 2) Nining Susanti, S.Sos.I (Koord Divisi Pencegahan dan Hub Antarlembaga Panwas Kota Semarang), 3) Prof. Dr. Asfa Widianto (Pakar Komunikasi dari STAIN Salatiga), 4) Hariqo Wibawa Satria, M.Si (Direktur Eksekutif Komunikonten).

"Tantangan kita di era digital, terutama terkait dengan masalah kampanye hitam dan hoax, menjadi begitu berat jika hanya dipikul sendiri. Maka dari itu, diperlukan kerjasama dari berbagai pihak untuk mencegah agar trend politik semacam itu tidak menodai sistem perpolitikan kita," ungkap KH. Muhammad Hanif, Pengasuh Pondok Pesantren Edi Mancoro, Jumat, 16 Maret 2018

KH. Muhammad Hanif menambahkan, melalui kegiatan ini, kita ingin membentuk generasi muda, khususnya santri, yang pro-aktif dalam membela NKRI, termasuk memerangi kampanye hitam dan hoax. Sebenarnya, kecintaan seluruh santri terhadap NKRI tidak perlu diragukan lagi. Namun kesadaran dan kemampuan mereka untuk memfilter informasi tetap harus ditingkatkan, sebab tantangan media informasi di masa depan akan berlipat-lipat lebih berat ketimbang dengan sekarang.

Sementara Pengamat media sosial dari Komunikonten, Hariqo Wibawa Satria, menyatakan bahwa membangun gotong royong di media sosial dapat dimulai dengan kesadaran 1928. Kita ini sudah bersumpah bahwa kita adalah satu. Tujuan kita sama, yakni ingin menjadikan Indonesia maju dan menjadi tempat yang menyenangkan, membahagiakan bagi seluruh lapisan warga negara Indonesia.

"Bangsa lain sudah memanfaatkan media sosial untuk kepentingan nasionalnya dengan efektif. Lihatlah Korea Selatan, Amerika, Inggris, Turki, India, dan China. Kita jangan sampai tertinggal, jangan sampai media sosial kita gunakan untuk saling memfitnah, dan melakukan penyalahgunaan isu SARA. Kapan kita akan maju jika trend ini diteruskan, bangsa lain sudah berlari, kita masih berdebat tentang hal-hal yang sudah diputuskan dengan susah payah oleh para pendiri NKRI ini," tegas Hariqo.
Editor: Sam

T#g:SARA
Berita Terkait
  • Rabu, 13 Jun 2018 20:23

    Djarot dan Sihar Terbahak-bahak Dengar Guyonan Syamsul Arifin

    Dato' Seri H Syamsul Arifin SE berbincang santai dengan Djarot Saiful Hidayat dan Sihar Sitorus, saat ketiganya bertemu dalam silaturahmi di kediaman Djarot, jalan RA Kartini Medan, Selasa (12/6/

  • Selasa, 22 Mei 2018 13:32

    Polres Asahan Tangkap Pengedar Sabu di Jalan Kuini, Kisaran Naga

    Satuan Reserse Narkoba Polres Asahan menangkap FIN alias I (20 tahun), dari kamar kos-kosan di jalan Kuini Lk. I Kel. Kisaran Naga Kec. Kisaran Timur Kab. Asahan, Senin siang (21/5/2018).Kasat Res Nar

  • Selasa, 03 Apr 2018 00:33

    JR Saragih Ajak Pendukungnya Menangkan Djarot-Sihar

    JR Saragih memutuskan untuk mengarahkan dukungan kepada calon Gubernur Sumatera Utara pasangan Djarot-Sihar Sitorus. JR Saragih mengajak seluruh lembaga pemenangan jargon Semangat Baru Sumut untuk bek

  • Minggu, 18 Mar 2018 07:08

    Aliansi Jurnalis Hukum Surati KPK & KY, Minta Sidang PTTUN Kasus JR Saragih "Disadap"

    Dinamika persoalan hukum yang melibatkan JR Saragih, salah satu Bakal Calon Gubernur pada Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara (Sumut) 2018 sangat menarik perhatian rakyat Indonesia, t

  • Senin, 12 Mar 2018 21:22

    Seluruh Elemen Deli Serdang Menolak Hoax, Isu-isu SARA dan Ujaran Kebencian

    Polres Deli Serdang melaksanakan silahturahmi Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FKPD) Kabupaten Deli Serdang dengan Tokoh Agama (Toga), Tokoh Masyarakat (Tomas) dan Tokoh Pemuda Se-Kabupaten Deli Serd

  • Senin, 12 Mar 2018 18:02

    3 Maret Bawaslu Putuskan Leges Fotokopi Ijazah SMA JR Saragih, 5 Maret Ijazah Dilaporkan Hilang

    Bawaslu Sumut memutuskan sebagian gugatan Paslon JR Saragih-Ance Selian pada Sabtu, 3 Maret 2018, terkait putusan KPUD Sumut yang menyatakan pasangan ini tidak memenuhi syarat (TMS).Dalam amar putusan

  • Kamis, 08 Mar 2018 15:38

    Jangan Mudah Terprovokasi Berita Oleh Kelompok Cyber Army

    Baru-baru ini polisi menangkap kelompok Muslim Cyber Army (MCA) yang merupakan sindikat penyebar ujaran kebencian serta berita hoaks. Para pelaku yang tergabung dengan kelompok MCA ini ditangkap di te

  • Rabu, 07 Mar 2018 15:07

    Mampir di Kota Kisaran, Ijeck Kembali Blusukan ke Pasar

    Dalam kunjungan kerjanya sejak Senin (5/3/2018), calon wakil gubernur Sumut Musa Rajekshah, selalu menyempatkan diri untuk blusukan ke pasar-pasar tradisional. Tujuannya, untuk mengetahui secara langs

  • Selasa, 06 Mar 2018 10:46

    Polisi: Muslim Cyber Army dan Saracen Saling Terhubung

    Aparat kepolisian mulai menemukan garis merah keterkaitan pihak-pihak yang menyebarkan ujaran kebencian dan hoax tentang penyerangan ulama dan kebangkitan PKI di media sosial.Berdasarkan penelusuran,

  • Selasa, 20 Feb 2018 09:00

    Sugiat Santoso Pertanyakan Integritas KPU, Natalius Pigai: Adili KPU Sumut

    Komisioner Komnas HAM 2012-2017 Natalius Pigai mengangkat persoalan tahapan Pilgub Sumut, dan mempertanyakan keputusan KPU Sumut menyatakan bakal Paslon JR Saragih-Ance Tidak Memenuhi Syarat (TMS) men

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2018 utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak