Senin, 16 Jul 2018 09:58
  • Home
  • Ragam
  • Saut dan Erry Ajak Mahasiswa Tanamkan Kejujuran dan Integritas

Saut dan Erry Ajak Mahasiswa Tanamkan Kejujuran dan Integritas

MEDAN (utamanews.com)
Oleh: Rls
Rabu, 09 Agu 2017 20:29
Dok
Saut Situmorang dan Gubernur Sumut berfoto selfie dengan mahasiswa universitas Pelita Harapan, Rabu (9/8).

Wakil Ketua Komisi Pemerantasan Korupsi (KPK) Saut Situmorang bersama Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Tengku Erry Nuradi menghadiri Seminar Nasional Fakultas Hukum Universitas Pelita Harapan (UPH) Medan di Kampus UPH-Lippo Plaza Jalan Imam Bonjol Medan, Rabu (9/8/2017).

"Hadirnya Wakil Ketua KPK RI Bapak Saut Situmorang sebagai keynote speaker dalam seminar hari ini menjadi sangat penting khususnya bagi generasi muda kita yang merupakan calon-calon pemimpin dimasa-masa mendatang. Generasi muda harus menjadi agen perubahan agar negera kita, provinsi kita lebih baik lagi di masa mendatang," ucap Gubsu Erry.

Erry menjelaskan, peran Perguruan Tinggi dinilai sangatlah strategis dalam pemberantasan korupsi di tanah air. Sebagai lembaga pendidikan yang diisi generasi muda, para mahasiswa dapat menjadi agen perubahan di negeri ini.

Untuk itu Erry mengajak para generasi muda dapat menanamkan rasa kejujuran dan integritas. Karena dengan kejujuran dan integritas akan memberikan dampak positif bagi seseorang untuk menghilangkan sifat-sifat korupsi yang dinilai sebahagian orang telah menjadi kebiasaan.

Erry juga menyampaikan mengapresiasi atas perhatian yang tinggi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut). Hal ini ditandai dengan sejumlah rencana aksi yang telah disepakati bersama Tim Kopsurgah KPK guna mendorong pemberantasan korupsi di Sumut.

"Seperti kita ketahui Indeks Persepsi Korupsi Indonesia sekitar 37, jauh di bawah negara-negara tetangga kita, khususnya Singapura yang sudah mencapai 80. Rendahnya indeks persepsi korupsi ini terjadi karena memang pemerintahan dan pelayanan publik kita belum maksimal dan perlu dirubah sistemnya. Makanya kita mendorong segala bentuk pelayanan publik dengan berbasis online agar lebih efektif dan transparan untuk mencegah terjadinya tatap muka yang berpotensi terjadinya KKN," terang Erry lagi.

Lanjut Erry, lewat pendampingan KPK RI telah dilahirkan sembilan rencana aksi pemberantasan korupsi. Salah satu aksi yang dilakukan melalui bidang pendidikan yakni penerimaan perserta didik baru (PPDB) tingkat SMA sederajat yang kini menjadi kewenangan Provinsi. Meskipun masih memiliki sejumlah kekurangan namun Erry mengaku PPDB online telah memangkas praktek KKN yang selama ini terjadi saat PPDB setiap tahunnya.

"Memang kita akui banyak tekanan dari sejumlah pihak terkait penerapan sistem ini. Tapi tidak sedikit pula orangtua murid yang mengaku senang karena anaknya diterima di sekolah favorit meskipun mereka tidak memiliki uang, backing atau orang kuat yang mengurusnya. Para kepala sekolah juga banyak yang mengaku senang karena selama ini mereka mendapat tekanan dari pihak-pihak tertentu untuk pengurus PPDB ini,"ujar Erry sembari mengatakan bahwa segala pelayanan publik di Pemprov Sumut telah mengarah ke sistem online.

Sementara itu Wakil Ketua KPK Saut Situmorang kembali menekankan perlunya intergritas di dalam diri seseorang. Persoalan yang dihadapi bangsa sebelum reformasi tahun 1998 dan juga kini adalah persoalan integritas yang bermuara kepada peningkatan daya saing dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. 

"Sejak sebelum reformasi dulu sudah ada UU maupun lembaga yang berwenang untuk korupsi ini. Bukan karena dulu tidak ada UUnya atau Presiden serta DPRnya tidak memiliki visi pemberantasan korupsi tapi karena persoalan integritas. Integritas tidak hanya kita tidak korupsi tetapi juga bagaimana kita meningkatkan daya saing. Integritas itu sesuatu yang tidak pernah berubah dari waktu kewaktu karena di dalamnya ada "Tuhan". Tentu kita akan takut melakukan hal yang dilarang jika menyadari kalau Tuhan itu tahu,"ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Saut juga mengharapkan para generasi muda dan para mahasiswa untuk menanamkan integritas. Karena kelak di tangan para generasi mudalah nasib bangsa ini berada.

"Saya tidak setuju korupsi itu menjadi budaya. Karena budaya itu tentulah hal yang positif dan harus kita jaga. Lakukanlah hal-hal kecil untuk mencegah terjadinya korupsi. Karena dari yang kecil ini biasanya menjadi kebiasaan untuk melakukan hal yang besar. Mari bergabung dengan KPK,"ujar Saut.

Sebelumnya Presiden Yayasan Universitas Pelita Harapan (UPH) DR Jonthan L Parapak mengucapkan terimakasih atas kehadiran Wakil Ketua KPK Saut Situmorang dan Gubernur Sumut Erry Nuradi dalam seminar nasional yang dilaksanakan pihaknya.

"Mudah-mudah masukan yang diberikan Wakil Ketua KPK dan Gubsu akan menjadi motivasi dan komitmen bagi kita untuk hidup dengan integritas. Hidup tanpa korupsi," ujarnya.

Editor: Sam

T#g:kpkSaut Situmorang
Berita Terkait
  • Rabu, 04 Jul 2018 20:44

    KPK Tahan Rijal Sirait, Roslynda Marpaung dan Rinawati Sianturi

    Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), akhirnya resmi menahan 3 dari 38 mantan Anggota DPRD Sumut yang sudah menjadi tersangka sejak Maret 2018 lalu.

  • Sabtu, 30 Jun 2018 05:30

    KPK Tahan Anggota DPR PPP Asal Sumut, 1 dari 38 Tersangka Suap Gatot

    Setelah menjalani pemeriksaan di hari Jum'at (29/6/2018), Fadly Nurzal, Anggota DPR RI asal Sumut dari partai PPP, dipenjara KPK.

  • Selasa, 29 Mei 2018 16:59

    Cegah Tindak Korupsi, KPK Datangi Bakamla

    Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendatangi Kantor Bakamla Pusat dalam rangka melaksanakan Sosialisasi Pencegahan Tindak Pidana Korupsi di Lingkungan Bakamla, di Aula Gedung Perintis Kemerdekaan, Ja

  • Rabu, 23 Mei 2018 15:03

    Mahasiswa Sumut Tolak Calon Pemimpin Korup

    "Usut tuntas kasus korupsi 38 Anggota DPRD Sumatera Utara-Tolak Calon Pemimpin Korup."

  • Senin, 30 Apr 2018 23:10

    Djarot Ceritakan Kasus Gatot Pujo Nugroho Di Labura

    Djarot Saiful Hidayat mengaku heran saat mengetahui Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) yang masa itu gubernurnya dijabat Gatot Pujo Nugroho, mengajukan pinjaman ke pihak swasta. Padah

  • Selasa, 24 Apr 2018 19:24

    KPK Ingatkan Calon Kepala Daerah Awas 'Conflict of Interest'

    Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengingatkan pada calon kepala dan wakil kepala daerah untuk tak melibatkan konflik kepentingan (conflict of interest) dalam pesta demokrasi tahun ini.

  • Senin, 02 Apr 2018 19:02

    Penetapan Tersangka 38 Anggota DPRD Sumut, GMKI: KPK Masih "Tebang Pilih"

    Menanggapi isu terkini yang disorot sejumlah media cetak dan online terkait surat Deputi Penindakan KPK Aris Budiman yang ditujukan kepada Ketua DPRD Sumut Wagirin Arman, pada Jum'at (29/3/2018),

  • Minggu, 18 Mar 2018 07:08

    Aliansi Jurnalis Hukum Surati KPK & KY, Minta Sidang PTTUN Kasus JR Saragih "Disadap"

    Dinamika persoalan hukum yang melibatkan JR Saragih, salah satu Bakal Calon Gubernur pada Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara (Sumut) 2018 sangat menarik perhatian rakyat Indonesia, t

  • Kamis, 01 Mar 2018 22:11

    Himmapalas-Riau Gelar Aksi Satu Coin Untuk Keadilan

    Mahasiswa yang terhimpun dalam humpunan Mahasiswa Padang Lawas Riau (Himmapalas) Riau menggelar aksi damai dan meminta bantuan satu coin untuk keadilan, di depan kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (K

  • Rabu, 17 Jan 2018 12:47

    Chairuman Harahap Diperiksa KPK

    Politisi Partai Golkar, Chairuman Harahap memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk diperiksa terkait kasus korupsi pada proyek pengadaan e-KTP, Rabu (17/1/2018).Tiba di KPK, mantan

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2018 utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak