Jumat, 19 Jan 2018 16:13
  • Home
  • Ragam
  • Panglima TNI: Kompetisi Global Disebabkan Perkembangan Penduduk Dunia

Panglima TNI: Kompetisi Global Disebabkan Perkembangan Penduduk Dunia

Semarang (utamanews.com)
Oleh: Dian/Rls
Selasa, 10 Okt 2017 06:40
Dibaca: 389 kali
Puspen TNI
Panglima TNI dan Kapolri

Dunia saat ini sedang mengalami krisis ekonomi dan akan berdampak pada depresi ekonomi yang akan mengakibatkan meningkatnya kejahatan, konflik dan kompetisi global disebabkan perkembangan penduduk dunia yang luar biasa, sementara itu energi dan pangan makin berkurang.

Hal tersebut disampaikan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo saat memberikan pembekalan kepada peserta Apel Kepala Satuan Wilayah (Kasatwil) Polri dengan Tema "Polri Yang Profesional Modern Terpercaya (Promoter) Dalam Rangka Mensukseskan Pemilu 2018", di Auditorium Ghraha Cendikia Akademi Kepolisian, Semarang Jawa Tengah, Senin (9/10/2017).

Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengatakan bahwa, ancaman nyata bangsa Indonesia adalah kompetisi global antar negara, salah satunya kompetisi antar manusia dalam bentuk migrasi lintas negara untuk mencari kehidupan yang lebih baik.  

"Ini menjadi suatu peringatan dan harus kita waspadai, karena Indonesia sebagai salah satu negara ekuator yang kaya akan sumber daya alam," katanya.

Menurut Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, konflik antar negara di seluruh dunia saat ini sejatinya dilatarbelakangi oleh perebutan energi dan pangan. "Kedepan, konflik di dunia akan bergeser ke daerah ekuator salah satunya Indonesia," ucapnya.

Pada kesempatan tersebut, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengutip pernyataan Presiden RI Bung Karno yang mengingatkan kita tentang kekayaan alam Indonesia akan membuat iri negara-negara lain di dunia, begitu juga Presiden RI Ir. Joko Widodo pada saat disumpah di Senayan dalam sambutannya mengatakan bahwa kaya akan sumber daya alam justru akan menjadi petaka.

Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengatakan bahwa kita harus waspada karena sebenarnya ini yang kita hadapi sekarang di Indonesia. 

Menurutnya, Indonesia begitu kuat maka diperebutkan dengan cara proxy war dan tidak dengan senjata, akan tetapi bagaimana menggunakan orang-orang di negara ini menjadi jajahan negara lain untuk menggerogoti negara sendiri.

Di sisi lain ceramahnya, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengatakan bahwa munculnya teori Hegemoni dimana berakhirnya Perang Dingin, maka kekuatan hanya satu dengan menerapkan aturan-aturan. Jadi kekuatan satu itu akan membuat semuanya diatur oleh satu kekuatan ekonomi.

"Itulah yang dibuat di Indonesia, budaya-budaya kita mulai dikikis, mereka membuat pasar modern dengan menghilangkan pasar tradisional," ungkapnya.

Lebih lanjut Panglima TNI mengatakan bahwa dalam kondisi ekonomi dunia yang sulit, Presiden RI Ir. Joko Widodo atau pemerintah telah memberikan langkah yang sangat tepat dengan membuat infrastruktur, jadi semua hasil bumi kita bisa bergerak dengan murah dan cepat.

Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengutip pernyataan Presiden RI Ir. Joko Widodo yang mengatakan kekompakkan antara TNI dan Polri akan menciptakan stabilitas politik dan keamanan, tidak ada alternatif lain. "Waspada dan jangan sampai kita dijadikan alat politik, seperti yang dikatakan Presiden RI bahwa politik TNI dan Polri adalah politik Negara, karena TNI dan Polri adalah tonggak penyangganya NKRI," tandasnya.

Editor: Budi

T#g:Gatot NurmantyoPolriTito Karnavian
Berita Terkait
  • Jumat, 19 Jan 2018 14:59

    Kapolres Labuhanbatu Sambut Danrem 022/PT di Polres Labuhanbatu

    Kunjungan kerja Danrem 022/PT Kolonel Arm H. Khoirul Hadi SE ke wilayah teritorial Labuhanbatu Raya, adalah merupakan momentum penguatan soliditas Kodim 0209/LB dengan Polres Labuhanbatu. Hal itu terl

  • Kamis, 18 Jan 2018 20:28

    Bupati Apresiasi Dandim dan Kapolres Ciptakan Kondusifitas Masyarakat Labuhanbatu

    Bupati Labuhanbatu H. Pangonal Harahap SE, M.Si mengapresiasi Dandim 0209/LB Letkol Czi Denden Sumarlin SE dan Kapolres Labuhanbatu AKBP Frido Situmorang SIK, SH, yang telah berhasil menciptakan kondu

  • Selasa, 16 Jan 2018 23:46

    AIPDA Hasan Zulkarnain, Bhabinkamtibmas Bertanggungjawab

    Tanggung jawab dan profesionalisme kerja ditunjukkan BhabinKamtibmas Kelurahan Putabangung, Kecamatan Bontoharu, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi-Selatan, AIPDA Hasan Zulkarnain, yang dalam satu

  • Kamis, 11 Jan 2018 21:37

    Bangun Sinergitas TNI/Polri Bersama Pemko Medan

    Membangun Sinergitas antara TNI/Polri bersama Pemko Medan dalam rangka  apel bersama yang diikuti ribuan personel TNI/Polri dan ASN serta Pemko Medan yang dipimpin Kapoldasu, Irjen Pol Drs. Paulu

  • Kamis, 11 Jan 2018 11:36

    Panglima TNI Terima Brevet Kehormatan Hiu Kencana

    Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P., menerima Brevet Kehormatan Hiu Kencana yang disematkan langsung oleh Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Ade Supandi, S.E., M.A. melalui u

  • Kamis, 28 Des 2017 21:18

    Panglima TNI: Soliditas TNI dan Polri Tidak Bisa Ditawar Lagi

    Cuma ada satu kunci untuk mewujudkan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang 'gemah ripah loh jinawi toto tentrem kerto raharjo', yaitu soliditas TNI dan Polri. Oleh sebab itu, soliditas TNI

  • Selasa, 12 Des 2017 08:52

    Panglima TNI: Jaga Silaturahmi dan Bumikan Hubungan Baik Antara TNI-Polri

    Pertemuan seperti ini harus tetap dilakukan dan dilaksanakan, bukan hanya seremonial semata, namun benar-benar dijaga silaturahmi dan dibumikan hubungan TNI-Polri yang baik ini. Untuk itu, simbol kebe

  • Sabtu, 09 Des 2017 11:08

    Panglima TNI: Prajurit Jangan Lakukan Kegiatan Politik Praktis

    Menjelang tahun politik tahun 2018 dan 2019, tidak ada alternatif lain bagi prajurit TNI yaitu harus tetap memegang teguh netralitas dan jangan melakukan kegiatan politik praktis. Demikian ditegaskan

  • Jumat, 08 Des 2017 18:48

    Panglima TNI: Tanpa Disiplin Tidak Mungkin TNI Dipercaya Rakyat

    Hingga saat ini dari berbagai hasil survey menempatkan institusi TNI pada posisi tertinggi tingkat kepercayaan rakyat. Tanpa kerja disiplin prajurit, tidak akan mungkin rakyat mempercayai TNI.Hal ters

  • Kamis, 07 Des 2017 22:07

    Panglima TNI: Mutasi Jabatan 85 Pati Sudah Melalui Prosedur Wanjakti TNI

    Mutasi jabatan 85 Perwira Tinggi (Pati) TNI sudah melalui prosedur, tahap pertama Pra Dewan Jabatan dan Kepangkatan Tinggi (Wanjakti) TNI yang dihadiri Kepala Staf Umum TNI, Wakil Kepala Staf Angkatan

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2018 utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak