Jumat, 22 Sep 2017 18:45
  • Home
  • Ragam
  • Panglima TNI : Generasi Muda Harus Menjadi Pelopor Implementasi Nilai-Nilai Pancasila

Panglima TNI : Generasi Muda Harus Menjadi Pelopor Implementasi Nilai-Nilai Pancasila

JAKARTA (utamanews.com)
Oleh: Rls
Senin, 14 Agu 2017 20:54
Dibaca: 209 kali
Puspen TNI
Simposium 72 Tahun Kemerdekaan RI dengan tema "Bangkit Bergerak, Pemuda Indonesia Majukan Bangsa"
Generasi muda Indonesia harus menjadi pelopor dalam mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, sehingga persatuan dan kesatuan bangsa tetap terjaga dalam wadah NKRI.

Hal tersebut dikatakan Panglima TNI di hadapan awak media usai memberikan ceramah pada acara Simposium 72 Tahun Kemerdekaan RI dengan tema "Bangkit Bergerak, Pemuda Indonesia Majukan Bangsa", yang dihadiri 603 orang dari Organisasi Pemuda, Ketua Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS), Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Relawan dan Aktifis, bertempat di Gedung Mawar Balai Kartini, Jakarta Selatan, Senin (14/8/2017).
 
Menurut Panglima TNI, berdasarkan sejarah dan antropologi budaya, bangsa Indonesia termasuk para pemudanya merupakan kumpulan ksatria dan patriot. Bangsa Indonesia pasti utuh dan tidak mungkin terpecah-pecah selama para pemudanya mengamalkan Pancasila. 

"Mari kita bersama-sama mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila dalam sendi kehidupan, sehingga generasi muda ikut berperan dalam menjaga ke-Bhinneka Tunggal Ika-an serta persatuan dan kesatuan bangsa," katanya.
 
Lebih lanjut Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menyampaikan bahwa negara asing sangat berkepentingan untuk melemahkan persatuan dan kesatuan Indonesia agar mereka dapat dengan mudah memecah belah negeri ini melalui intoleransi. Isu intoleransi dinilai sangat tepat untuk mengadu domba bangsa Indonesia yang jumlah penduduknya besar, negara kepulauan terbesar dengan 17 ribu Pulau, 34 Provinsi, 714 Suku dan 1.100 bahasa lokal. "kita harus sadari bahwa Indonesia merupakan negara besar dan kuat," ujarnya.
 
"Saat ini, benih-benih intoleransi sudah mulai dirasakan dan yang pasti didesain oleh pihak asing. Intoleransi merupakan cara untuk memecah belah Indonesia guna menguasai sumber daya alam yang melimpah. Inilah yang sekarang dihadapi bangsa Indonesia," jelas Panglima TNI.
 
Terkait kegiatan Doa Bersama pada tanggal 17 Agustus tahun 2017 pukul 17.00, Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengatakan bahwa kemerdekaan bangsa Indonesia berkat jasa para pejuang yang percaya kepada Tuhan Yang Maha Esa dan memiliki keinginan luhur untuk merdeka. 

"Kegiatan doa bersama pada 17 17 17 yang akan dilaksanakan bertepatan dengan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-72 sebagai bentuk implementasi dari Sila Pertama Pancasila yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa," ujarnya.
 
"Maka pada saat penurunan bendera tanggal 17 Agustus 2017, saya menghimbau kepada semua masyarakat untuk berdoa berdasarkan agama masing-masing memohon agar Rahmat dan Hidayah Tuhan Yang Maha Esa tetap diberikan kepada bangsa Indonesia untuk lebih kasih sayang serta bisa membangun negeri ini dengan tenang," ucap Panglima TNI.
 
Sementara itu dalam ceramahnya Panglima TNI menyampaikan bahwa generasi muda  terpelajar adalah kader bangsa yang cinta tanah air,  menjaga ideologi negara serta pelopor kebangkitan bangsa untuk meraih tujuan nasional dalam wadah NKRI. Untuk itu pemuda harus mempunyai cita-cita atau mimpi besar untuk memajukan bangsa ini.
 
"Generasi pemuda harus punya mimpi besar, mimpi itu bisa terwujud kalau kalian selalu belajar, ikhtiar dan berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa secara konsisten dan harus optimis mencapai mimpi besarmu, jangan takut mencoba hal yang baru, percaya kepada kemampuan sendiri. Lakukan semuanya dengan do by heart," tutup Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.

Editor: Dian

T#g:Maruarar SiraitPancasila
Berita Terkait
  • Sabtu, 09 Sep 2017 15:59

    Tohom Purba Kandidat Ketua MPW Pemuda Pancasila DKI Jakarta 2017-2022

    JAKARTA (utamanews.com) - Sehubungan dengan berakhirnya periode Kepengurusan Majelis Pimpinan Wilayah (MPW) Pemuda Pancasila Provinsi DKI Jakarta 2012-2017, nama KRT Tohom Purba, SH, SE, ST, IP, MM.,

  • Sabtu, 12 Agu 2017 17:52

    Panglima TNI : Penguatan Pancasila Sejak Dini Untuk Pertahankan Persatuan Bangsa

    Pancasila harus jadi pandangan hidup seluruh rakyat Indonesia, oleh sebab itu penguatan Pancasila harus benar-benar dilakukan sejak usia dini agar kita paham tentang Pancasila, yang mempersatukan kita

  • Jumat, 04 Agu 2017 20:04

    Panglima TNI : Pancasila Tidak Boleh Dirubah

    Pancasila sebagai Ideologi Negara tidak boleh dirubah dan sudah final, karena Pancasila dirumuskan dengan nilai-nilai Ketuhanan yang sudah disepakati oleh para pemuka agama pada awal kemerdekaan.

  • Sabtu, 22 Jul 2017 09:22

    Panglima TNI : Untuk Pancasila apapun akan dilakukan

    Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menegaskan bahwa, untukPancasila apapun akan dilakukan, hanya untuk Pancasila. 

  • Jumat, 21 Jul 2017 15:11

    Panglima TNI Ajak KAHMI Tetap Jaga Pancasila

    Pancasila sebagai Ideologi negara mengandung nilai-nilai Ketuhanan sudah menjadi kesepakatan pendiri bangsa dan Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) harus tetap menjaga, mengamalkan dan mengi

  • Kamis, 20 Jul 2017 22:20

    Panglima TNI: Pancasila Sebagai Ideologi Negara Sudah Final

    Kita yang hidup sekarang bukan perebut atau pejuang kemerdekaan tetapi penikmat kemerdekaan, oleh sebab itu kita harus menjaga, mempertahankan dan mengisinya dengan pembangunan.

  • Rabu, 21 Jun 2017 22:41

    Memaknai Inklusif Pancasila

    Maraknya aksi intoleransi yang terjadi akhir-akhir ini dan munculnya pihak-pihak yang terus mempermasalahkan ideologi Pancasila untuk diganti dengan ideologi Khilafah mendorong pemerintah membentuk Un

  • Rabu, 21 Jun 2017 08:01

    KNPI Tebing Tinggi ajak seluruh elemen pemuda kokohkan Pancasila sebagai ideologi bangsa

    Ketua Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia Kota Tebing Tinggi (KNPI) Mhd Syahri Ramadhan Damanik SHI mengajak Organisasi Kepemudaan dan Organisasi Mahasiswa dan Pelajar se-kota Tebin

  • Minggu, 11 Jun 2017 21:21

    Pancasila, Pondasi dan Pedoman Bangsa Indonesia

    Dewasa ini banyak sekali kelompok kepentingan yang berupaya menggantikan keberadaan Pancasila sebagai dasar Negara dan landasan kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.

  • Sabtu, 10 Jun 2017 09:20

    Indonesia itu Pancasila, bukan Khilafah

    "Kalau jadi Hindu jangan jadi orang India, kalau jadi orang Islam jangan jadi orang Arab, kalau Kristen jangan jadi orang Yahudi. Tetaplah jadi orang Nusantara dengan adat-budaya Nusantara yang kaya raya ini."

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2017 utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak