Kamis, 19 Jul 2018 22:48

Mengapa salju berkilauan?

Medan (utamanews.com)
Oleh: Yaya
Sabtu, 23 Jun 2018 00:23
Istimewa
Kristal salju adalah bentuk sederhana dari kristal es. Setiap kristal dibentuk ketika uap air yang terdapat pada partikel abu, debu atau serbuk sari masuk ke dalam awan dingin, yang membedakan kristal adalah cara molekul berbaris dalam formasi heksagonal sehingga setiap kristal mempunyai enam sudut.

Setiap keping salju berbeda, tetapi dapat dikelompokkan ke dalam beberapa tipe kristal yang sangat bervariasi karena perbedaan suhu dan kelembaban saat pembentukannya.

International Commission on Snow and Ice (ICSI) membuat sistem klasifikasi untuk presipitasi pada 1951. Mereka membedakan tujuh tipe kristal salju : plat, kristal bintang, batang, jarum, spatial dendrite, capped column, dan bentuk tak beraturan. Ada tiga tipe prespitasi pembekuan : groupel (yang bentuknya seperti pellets bundar), pellets es, dan hail. Tetes hujan yang membeku disebut sleet.

Kristal yang membeku dapat membentuk keping salju yang tampak seolah-olah dibuat dari beberapa kristal atau seperti bola-bola dengan ribuan kaca kecil seperti kristal yang berkilauan. Kilauan keping salju muncul ketika cahaya memantulkan kembali dari permukaan dengan banyak sudut dan tertangkap mata Anda.

Salju berkilauan ketika masih baru terbentuk. Salju yang sudah mulai mencair akan kehilangan kemampuan ini. Ketika salju mencair, semua sisi permukaan salju juga mencair dan kristal kehilangan bentuk mereka. Akibatnya, permukaan bersudut semakin sedikit menangkap cahaya, dan salju pun kehilangan kilaunya.

Keping salju terbesar yang pernah tercatat adalah 20 X 30.5 cm. Keping salju ini dilaporkan jatuh di Bratsk, Siberia pada tahun 1971.

Editor: Tessa

T#g:salju
Berita Terkait
Komentar Pembaca

Copyright © 2013 - 2018 utamanews.com. All Rights Reserved.

Tentang Kami

Pedoman Media Siber

Disclaimer

Iklan

Karir

RSS

Kontak