Jumat, 19 Jan 2018 16:24
  • Home
  • Ragam
  • Masyarakat Jangan Terpengaruh Isu Hutang Indonesia

Masyarakat Jangan Terpengaruh Isu Hutang Indonesia

MEDAN (utamanews.com)
Oleh: DR
Senin, 07 Agu 2017 10:17
Dibaca: 352 kali
Ist
Irwan Parlaungan Batubara
Upaya Pemerintah dalam mewujudkan pemerataan pembangunan mulai dirasakan hasilnya.

Sumatera Utara sebagai barometer pembangunan Indonesia bagian Barat menjadi salah satu fokus pembangunan Pemerintah.
 
Mengacu pada Perpres 58 tahun 2017, setidaknya terdapat 17 Proyek Strategis Nasional (PSN) di Sumatera Utara. Dimana salah satu fokus Pemerintah yaitu pengembangan kota pelabuhan bertaraf internasional di kawasan Kuala Tanjung, Kab. Batubara. 

Rakyat Sumatera Utara harus memaksimalkan peluang tersebut untuk mencapai kesejahteraan, demikian ulasan Pengamat Kebijakan Publik dan Ekonomi Sumut, Irwan Parlaungan Batubara yang aktif dalam Masyarakat Peduli Pembangunan dan Pemerataan Ekonomi Sumut, saat ditemui di kawasan Lapangan Merdeka, Medan Minggu (6/8).

Namun pihaknya menyayangkan, di tengah keseriusan Pemerintah membangun infrastruktur, muncul kekhawatiran beberapa pihak terkait hutang Indonesia yang sudah mencapai sekitar Rp 3.667 Triliun. 

"Kekhawatiran beberapa pihak akan hutang Indonesia adalah hal yang keliru, karena hutang Indonesia saat ini dilakukan dengan sangat terukur dan cermat. Lagipula rasio hutang Indonesia dibanding dengan PDB masih sekitar 28%. Angka tersebut masih sangat positif karena beberapa negara maju sekalipun bisa mencapai rasio hutang 100% lebih dan ternyata perekonomiannya tetap positif," ujar Irwan Batubara.

"Jika dibandingkan dengan Negara lain, hutang Indonesia jauh lebih sehat. Pasalnya, rasio hutang Indonesia sejak 2014 berturut-turut 24,7%; 27,4%; 27,5% dan sekitar 28% untuk tahun 2017. Dalam UU 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara, rasio hutang maksimal dibatasi 60%, jadi angka tersebut masih bagus," tegas Irwan Batubara.

Lebih rinci Irwan Batubara menjelaskan data perbandingan rasio hutang beberapa negara yang jauh diatas rasio hutang Indonesia. Di antaranya Jepang 250%, Italia 132,7%, Portugal 130,4%, Belgia 106,3%, Amerika Serikat 104,5%, Singapura 103,8%, Prancis 93,9%, Spanyol 93,9%, United Kingdom (89,14 %), Brazil (76,26 %), Jerman (68,23 %), India (66,5 %), dan Cina (46.76 %).

Pihaknya sangat menyayangkan banyak masyarakat menjadi korban pihak yang tidak bertanggungjawab menyebarkan isu hutang Indonesia tanpa mengacu data yang valid dan edukasi yang baik. 

Masyarakat jangan sampai terpengaruh dengan isu-isu hutang Indonesia yang berkembang saat ini. Pihaknya optimis dengan perekonomian ke depan, hal tersebut ditandai dengan naiknya indikator  investment grade Indonesia pada level BBB-/stable per 19 Mei 2017 oleh lembaga pemeringkat internasional Standard and Poor's (S&P).

"Rakyat sekarang sudah cerdas, sudah bisa menilai kemajuan yang dirasakan dengan berkembang pesatnya pembangunan utamanya infrastruktur. Pemerataan pembangunan yang sudah lama diimpikan masyarakat di luar Pulau Jawa sekarang benar-benar terwujud. Cita-cita ekonomi Bangsa Indonesia yang tertuang dalam UUD 1945 harus kita wujudkan bersama," tutup Irwan Batubara.

Editor: Sam

T#g:ekonomi
Berita Terkait
  • Jumat, 15 Des 2017 13:15

    World Economic Forum: Daya Saing Infrastruktur Transportasi Indonesia Naik 10 Tingkat

    World Economic Forum mencatat peringkat daya saing infrastruktur transportasi Indonesia mengalami peningkatan 10 (sepuluh) peringkat, dari ranking ke-62 pada tahun 2015 menjadi ranking ke-52 dengan ni

  • Kamis, 07 Des 2017 21:47

    Angin Koncang, Sudah Seminggu Nelayan Tak Melaut

    Nasib nelayan kecil di wilayah perairan Kabupaten Batubara semakin terpuruk. Pasalnya, angin kencang melanda wilayah tersebut sehingga membuat para nelayan kecil ini tidak dapat melaut.Pantauan Wartaw

  • Senin, 27 Nov 2017 18:07

    Gas LPG 3 Kg Langka di Palas, Rp 30.000 per Tabung

    Sejumlah ibu rumah tangga dan warga masyarakat di beberapa kecamatan di daerah Kabupaten Padang Lawas (Palas) sejak sepekan terakhir merasa kebingungan mencari gas LPG bersubsidi ukuran tabung 3 Kg, y

  • Jumat, 10 Nov 2017 19:10

    Harga Jual Beras di Palas Melonjak

    Tercatat selama dua minggu terakhir, harga jual beras lokal di tingkat pengecer dan grosir di Kabupaten Padang Lawas (Palas) mengalami kenaikan mencapai Rp 20.000/karung ukuran 30 kg. Kenaikan ha

  • Senin, 06 Nov 2017 11:56

    Bukalapak Bersama CIMB Principal Asset Management Ajak Rakyat Berinvestasi di BukaReksa

    Dalam rangka meningkatkan literasi investasi serta keamanan berinvestasi reksa dana, Bukalapak bekerjasama dengan CIMB Principal Asset Management menggelar roadshow edukasi BukaReksa yang sebelumnya t

  • Kamis, 02 Nov 2017 18:52

    Tiga Hari Buka, 25 Unit Betor TVS Terjual

    Minat warga di daerah Kabupaten Padang Lawas (Palas) untuk membeli becak bermotor (betor), dengan sepeda motor bermerek TVS tipe Max, 125 cc, dirasa cukup tinggi dalam membangun usaha sendiri.Kenyataa

  • Kamis, 02 Nov 2017 09:42

    Dunia Usaha Apresiasi Kinerja Pemprov Sumut Dipimpin Tengku Erry

    Kalangan dunia usaha di daerah ini mengapresiasi kinerja Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Sumut) di bawah kepemimpinan Gubernur Tengku Erry Nuradi.

  • Jumat, 20 Okt 2017 11:40

    Diskusi KMI, CSIS Nilai Capaian Ekonomi Jokowi Naik Signifikan

    Pencapaian yang diperoleh Pemerintahan Joko Widodo atau Jokowi, selama tiga tahun memimpin, mengalami kenaikan signifikan, terutama untuk bidang ekonomi.Penilaian ini disampaikan peneliti dari The Cen

  • Kamis, 12 Okt 2017 09:02

    Tengku Erry Optimis Inflasi Sumut Stabil

    Memasuki triwulan III tahun 2017, tingkat inflasi di Sumut mencapai 1,82 persen. Angka ini masih di bawah rata-rata nasional yang mencapai 2,66 persen. Begitupun, diharapkan tingkat inflasi di Sumut h

  • Rabu, 11 Okt 2017 15:51

    Langka, LPG 3 Kg di Palas Rp 30.000/Tabung

    Tercatat sejak sepekan terakhir distribusi tabung gas LPG bersubsidi ukuran tabung 3 kilogram (Kg)  di sejumlah daerah di Kabupaten Padang Lawas (Palas) mengalami Kelangkaan. Harganya berkisar Rp

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2018 utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak