Sabtu, 23 Sep 2017 07:16
  • Home
  • Ragam
  • Masyarakat Jangan Terpengaruh Isu Hutang Indonesia

Masyarakat Jangan Terpengaruh Isu Hutang Indonesia

MEDAN (utamanews.com)
Oleh: DR
Senin, 07 Agu 2017 10:17
Dibaca: 312 kali
Ist
Irwan Parlaungan Batubara
Upaya Pemerintah dalam mewujudkan pemerataan pembangunan mulai dirasakan hasilnya.

Sumatera Utara sebagai barometer pembangunan Indonesia bagian Barat menjadi salah satu fokus pembangunan Pemerintah.
 
Mengacu pada Perpres 58 tahun 2017, setidaknya terdapat 17 Proyek Strategis Nasional (PSN) di Sumatera Utara. Dimana salah satu fokus Pemerintah yaitu pengembangan kota pelabuhan bertaraf internasional di kawasan Kuala Tanjung, Kab. Batubara. 

Rakyat Sumatera Utara harus memaksimalkan peluang tersebut untuk mencapai kesejahteraan, demikian ulasan Pengamat Kebijakan Publik dan Ekonomi Sumut, Irwan Parlaungan Batubara yang aktif dalam Masyarakat Peduli Pembangunan dan Pemerataan Ekonomi Sumut, saat ditemui di kawasan Lapangan Merdeka, Medan Minggu (6/8).

Namun pihaknya menyayangkan, di tengah keseriusan Pemerintah membangun infrastruktur, muncul kekhawatiran beberapa pihak terkait hutang Indonesia yang sudah mencapai sekitar Rp 3.667 Triliun. 

"Kekhawatiran beberapa pihak akan hutang Indonesia adalah hal yang keliru, karena hutang Indonesia saat ini dilakukan dengan sangat terukur dan cermat. Lagipula rasio hutang Indonesia dibanding dengan PDB masih sekitar 28%. Angka tersebut masih sangat positif karena beberapa negara maju sekalipun bisa mencapai rasio hutang 100% lebih dan ternyata perekonomiannya tetap positif," ujar Irwan Batubara.

"Jika dibandingkan dengan Negara lain, hutang Indonesia jauh lebih sehat. Pasalnya, rasio hutang Indonesia sejak 2014 berturut-turut 24,7%; 27,4%; 27,5% dan sekitar 28% untuk tahun 2017. Dalam UU 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara, rasio hutang maksimal dibatasi 60%, jadi angka tersebut masih bagus," tegas Irwan Batubara.

Lebih rinci Irwan Batubara menjelaskan data perbandingan rasio hutang beberapa negara yang jauh diatas rasio hutang Indonesia. Di antaranya Jepang 250%, Italia 132,7%, Portugal 130,4%, Belgia 106,3%, Amerika Serikat 104,5%, Singapura 103,8%, Prancis 93,9%, Spanyol 93,9%, United Kingdom (89,14 %), Brazil (76,26 %), Jerman (68,23 %), India (66,5 %), dan Cina (46.76 %).

Pihaknya sangat menyayangkan banyak masyarakat menjadi korban pihak yang tidak bertanggungjawab menyebarkan isu hutang Indonesia tanpa mengacu data yang valid dan edukasi yang baik. 

Masyarakat jangan sampai terpengaruh dengan isu-isu hutang Indonesia yang berkembang saat ini. Pihaknya optimis dengan perekonomian ke depan, hal tersebut ditandai dengan naiknya indikator  investment grade Indonesia pada level BBB-/stable per 19 Mei 2017 oleh lembaga pemeringkat internasional Standard and Poor's (S&P).

"Rakyat sekarang sudah cerdas, sudah bisa menilai kemajuan yang dirasakan dengan berkembang pesatnya pembangunan utamanya infrastruktur. Pemerataan pembangunan yang sudah lama diimpikan masyarakat di luar Pulau Jawa sekarang benar-benar terwujud. Cita-cita ekonomi Bangsa Indonesia yang tertuang dalam UUD 1945 harus kita wujudkan bersama," tutup Irwan Batubara.

Editor: Sam

T#g:ekonomi
Berita Terkait
  • Kamis, 14 Sep 2017 08:54

    Harga Karet Alam di Palas Rp7.500/Kg

    Tercatat sejak dua bulan terakhir, harga jual getah karet alam di tingkat petani di Kabupaten Padang Lawas (Palas) masih stabil, yakni berada di level Rp6.000 sampai Rp7.500/Kg.Paijan Hasibuan, satu p

  • Senin, 11 Sep 2017 08:41

    Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Siap Garap Potensi Pertanian Putabangun

    Julukan 'negeri sejuta pesona', mungkin tidaklah terlalu berlebihan untuk menggambarkan keelokan dan keragaman daya tarik wisata yang dimiliki oleh Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi-Se

  • Kamis, 17 Agu 2017 23:17

    RAPBN 2018, Belanja Negara Rp2.204 Triliun, Target Pertumbuhan Ekonomi 5,4%

    Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi pada tahun anggaran 2018 mendatang sebesar 5,4%, dengan tingkat inflasi 3,5%, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) Rp13.500, suku bunga Su

  • Kamis, 17 Agu 2017 16:47

    Warga Medan Raup Rezeki di Hari Kemerdekaan di Langkat

    Meriahnya perayaan 17 Agustus di Alun alun T Amir Hamzah, Jalan Proklamasi, Kota Stabat, ternyata membawa berkah tersendiri bagi para penjual dagangan.Salah satunya adalah Sanusi. Warga Medan Polonia

  • Rabu, 16 Agu 2017 12:06

    Tahun ketiga Jokowi-JK, pemerintah akan fokuskan 'Pemerataan Ekonomi Berkeadilan'

    Di bagian lain pidatonya pada Sidang Tahunan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR-RI) Tahun 2017, Presiden Jokowi mengakui, bahwa belum semua rakyat Indonesia merasakan buah kemerdekaan.

  • Jumat, 28 Jul 2017 11:28

    Proyek Strategis Nasional Berdampak Positif

    Selain Maritim, Ekonomi dan Pangan, Infrastruktur merupakan salah satu dari fokus arah pembangunan pada masa pemerintahan Presiden Joko Widodo.

  • Kamis, 27 Jul 2017 14:07

    Gubernur Bank Indonesia minta Kepala Daerah kembangkan 'smart city'

    Agus Martowardojo, Gubernur Bank Indonesia, mendorong pemerintah daerah mengembangkan konsep kota pintar atau "smart city" yang kemudian diharapkan dapat memberi dampak positif pada pertumbuhan ekonomi di wilayah masing-masing.

  • Selasa, 18 Jul 2017 20:08

    Bangun Ekosistem Ekonomi Baru, Bukalapak Hadirkan BukaEmas

    Bukalapak kembali memperkenalkan berbagai kemudahan kepada masyarakat untuk melakukan jual beli logam mulia secara online dalam acara grand launching BukaEmas hari ini, Selasa (18/7).

  • Rabu, 17 Mei 2017 14:57

    Dorong Pertumbuhan Kesenian sebagai Budaya dan Ekonomi Kreatif

    Kesenian tidak bisa terlepas dari budaya suatu daerah, baik kesenian tari, lukis, drama dan lain-lain, kesemuanya pasti akan diwarnai oleh kondisi budaya suatu daerah dimana seni tersebut diciptakan atau dikembangankan.

  • Rabu, 12 Apr 2017 20:52

    TNI Siap Bantu Tingkatkan Ekonomi Masyarakat Desa

    Pekerjaan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) sangat berkaitan erat dengan Tentara Nasional Indonesia, karena TNI memiliki personel Babinsa di setiap desa

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2017 utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak