Sabtu, 24 Feb 2018 18:49
  • Home
  • Ragam
  • Kemarau Panjang di Paluta, Petani dan Warga Kesulitan Air

Kemarau Panjang di Paluta, Petani dan Warga Kesulitan Air

Paluta (utamanews.com)
Oleh: Yasir Harahap
Minggu, 06 Agu 2017 20:46
Dibaca: 463 kali
Dok
Marhot Harahap harus mengangkat air ke ladang untuk menyiram tanaman
Musim kemarau yang melanda Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta) beberapa bulan belakangan ini membuat para petani kebingungan. Pasalnya, lahan pertanian mereka saat ini kekeringan.

Hal tersebut diperparah dengan tidak berfungsinya irigasi yang hingga saat ini masih dalam tahap perbaikan total di saluran induk irigasi Batang Ilung.

Kondisi tersebut memaksa sejumlah petani untuk mengangkut air agar bisa mendapatkan air untuk menyiram tanaman mereka. Meski harus mengeluarkan modal yang cukup besar.

"Untuk tanaman yang sudah terlanjur ditanam harus disiram setiap hari agar bisa tetap hidup. Kalau tidak disiram dikhawatirkan tanaman sayur akan gagal panen," ujar Marhot Harahap, Minggu (6/8/2017) saat dijumpai UTAMANEWS di lahan kebun miliknya.

Sembari menyirami tanaman sayurnya, petani sayur di Gunung Tua Tonga ini menceritakan, setiap harinya ia mesti mengangkut air dari sungai Batang Pane yang berjarak sekitar 700 meter dari lahan kebun miliknya dengan menggunakan sepeda motor.

Lebih lanjut, Marhot mengatakan saat ini ia menanam sayuran jenis Daun bawang. Katanya, sayuran ini merupakan jenis sayuran dari kelompok bawang yang banyak digunakan dalam masakan. Sebelumnya ia mengaku menanam sayur jenis ketimun.

"Air merupakan salah satu syarat utama agar tanaman bisa tumbuh. Tanpa adanya air, dipastikan tanaman apapun akan mati. Karena itu, setiap hari sayuran harus disiram," imbuhnya sambil menunjukkan beberapa tanaman sayurnya yang sudah mati akibat kekeringan.

Amatan UTAMANEWS, terlihat di beberapa hamparan persawahan yang ada di Desa Gunung Tua Tonga, Kecamatan Padang Bolak kering dan tidak ditanami padi akibat kemarau panjang. Beberapa warga memilih menanam kacang tanah dan kacang hijau meskipun hasilnya tidak maksimal.

Embung (Tahalak) yang biasanya diandalkan oleh warga untuk mengairi sawah pun terlihat sudah hampir mengering.

Tidak hanya petani, warga lainnya saat ini juga sulit untuk mendapatkan air bersih. Warga Gunung Tua sekitar saat ini memanfaatkan aliran sungai Batang Pane untuk mandi dan mencuci pakaian.

Informasi yang dihimpun dari berbagai sumber, pekerjaan saluran induk irigasi Batang Ilung diperkirakan akan selesai pada awal bulan September mendatang. 

Editor: Budi

T#g:air bersihkemaraupaluta
Berita Terkait
  • Minggu, 18 Feb 2018 14:38

    Deklarasi Kampanye Damai Pilkada Paluta 2018

    Komisi Pemilihan Umum (KPU) Padang Lawas Utara (Paluta) gelar deklarasi kampanye damai pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta) tahun 2018. Kegiatan diawali dengan jalan

  • Sabtu, 17 Feb 2018 06:17

    Koum An-Har: Kami siap memenangkan Andar-Hariro untuk Paluta

    Komunitas untuk mendukung Andar-Hariro (Koum An-Har) yang diketuai oleh Muhammad Rifai Dalimunthe S.Kom telah resmi dikukuhkan pada saat Pembentukan dan Pengukuhan Tim Pemenangan Andar-Hariro di Posko

  • Jumat, 16 Feb 2018 16:16

    Spanduk "Coblos Kotak Kosong" mulai bermunculan di Padang Lawas Utara

    Spanduk yang berisi ajakan untuk memilih atau mencoblos Kotak Kosong pada pemilihan kepala daerah (Pilkada) Padang Lawas Utara mulai bermunculan.Pantauan UTAMANEWS.COM, sedikitnya ada dua spanduk yang

  • Rabu, 14 Feb 2018 20:24

    Panwas Paluta Tekankan Paslon serta Parpol Lawan Politik Uang dan Politisasi SARA

    Panitia Pengawas Pemilihan (Panwaslih) Kabupaten Padang Lawas Utara bersama sejumlah pimpinan partai politik pengusung maupun pendukung pasangan calon Pilkada 2018 mendeklarasikan untuk melawan dan me

  • Selasa, 13 Feb 2018 22:13

    Panwaslih Paluta Deklarasikan Tolak Politik Uang dan Politisasi SARA

    Panitia Pengawas Pemilihan (Panwaslih) Kabupaten Padang Lawas Utara akan melaksanakan Deklarasi Tolak dan Lawan Politik Uang dan Politisasi Suku Agama Ras dan Antargolongan (SARA) untuk Pemilihan Kepa

  • Jumat, 02 Feb 2018 07:32

    Wasit Jadi Pemain, Diduga Anggota DPRD Garap Proyek

    Undang-undang RI Nomor 17 Tahun 2014, tentang MPR, DPR, DPD, DPRD sudah jelas dan tegas melarang Dewan bermain proyek hal ini terlihat pada pasal 400 ayat (2) Anggota DPRD kabupaten/kota dilarang mela

  • Kamis, 01 Feb 2018 20:51

    Peduli Kebersihan Mesjid, DPC PPP Paluta Sumbangkan Sarana Sanitasi

    Untuk menjamin terwujudnya kondisi yang memenuhi persyaratan kesehatan dan untuk menciptakan kebersihan di lingkungan tempat ibadah, DPC PPP Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta) serahkan bantuan alat

  • Minggu, 28 Jan 2018 23:58

    Dikelola Tirtanadi, 2 Menteri Resmikan IPLT, Sarana & Sambungan Air Minum

    Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Puan Maharani didampingi oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuldjono meresmikan Instalasi Pe

  • Sabtu, 20 Jan 2018 17:10

    KPU Padang Lawas Utara Men-Coklit

    Hari pertama pelaksanaan pencocokan dan penelitian (Coklit) data pemilih di Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta) berjalan lancar.

  • Sabtu, 20 Jan 2018 11:30

    Gerakan Coklit Nasional KPU Padang Lawas Utara

    Komisi Pemilihan Umum (KPU) Padang Lawas Utara melaksanakan gerakan pencocokan dan penelitian (Coklit) untuk Daftar Penduduk Potensial Pemilih Pemilu (DP4).Dalam apel bersama di halaman kantor KPU Pal

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2018 utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak