Kamis, 23 Nov 2017 01:30
  • Home
  • Ragam
  • Kemarau Panjang di Paluta, Petani dan Warga Kesulitan Air

Kemarau Panjang di Paluta, Petani dan Warga Kesulitan Air

Paluta (utamanews.com)
Oleh: Yasir Harahap
Minggu, 06 Agu 2017 20:46
Dibaca: 411 kali
Dok
Marhot Harahap harus mengangkat air ke ladang untuk menyiram tanaman
Musim kemarau yang melanda Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta) beberapa bulan belakangan ini membuat para petani kebingungan. Pasalnya, lahan pertanian mereka saat ini kekeringan.

Hal tersebut diperparah dengan tidak berfungsinya irigasi yang hingga saat ini masih dalam tahap perbaikan total di saluran induk irigasi Batang Ilung.

Kondisi tersebut memaksa sejumlah petani untuk mengangkut air agar bisa mendapatkan air untuk menyiram tanaman mereka. Meski harus mengeluarkan modal yang cukup besar.

"Untuk tanaman yang sudah terlanjur ditanam harus disiram setiap hari agar bisa tetap hidup. Kalau tidak disiram dikhawatirkan tanaman sayur akan gagal panen," ujar Marhot Harahap, Minggu (6/8/2017) saat dijumpai UTAMANEWS di lahan kebun miliknya.

Sembari menyirami tanaman sayurnya, petani sayur di Gunung Tua Tonga ini menceritakan, setiap harinya ia mesti mengangkut air dari sungai Batang Pane yang berjarak sekitar 700 meter dari lahan kebun miliknya dengan menggunakan sepeda motor.

Lebih lanjut, Marhot mengatakan saat ini ia menanam sayuran jenis Daun bawang. Katanya, sayuran ini merupakan jenis sayuran dari kelompok bawang yang banyak digunakan dalam masakan. Sebelumnya ia mengaku menanam sayur jenis ketimun.

"Air merupakan salah satu syarat utama agar tanaman bisa tumbuh. Tanpa adanya air, dipastikan tanaman apapun akan mati. Karena itu, setiap hari sayuran harus disiram," imbuhnya sambil menunjukkan beberapa tanaman sayurnya yang sudah mati akibat kekeringan.

Amatan UTAMANEWS, terlihat di beberapa hamparan persawahan yang ada di Desa Gunung Tua Tonga, Kecamatan Padang Bolak kering dan tidak ditanami padi akibat kemarau panjang. Beberapa warga memilih menanam kacang tanah dan kacang hijau meskipun hasilnya tidak maksimal.

Embung (Tahalak) yang biasanya diandalkan oleh warga untuk mengairi sawah pun terlihat sudah hampir mengering.

Tidak hanya petani, warga lainnya saat ini juga sulit untuk mendapatkan air bersih. Warga Gunung Tua sekitar saat ini memanfaatkan aliran sungai Batang Pane untuk mandi dan mencuci pakaian.

Informasi yang dihimpun dari berbagai sumber, pekerjaan saluran induk irigasi Batang Ilung diperkirakan akan selesai pada awal bulan September mendatang. 

Editor: Budi

T#g:air bersihkemaraupaluta
Berita Terkait
  • Selasa, 21 Nov 2017 16:10

    Proyek di Saluran Sekunder Irigasi Batang Ilung Tanpa Plang Proyek

    Pengerjaan pengerukan sedimen di sepanjang saluran irigasi sekuder Bondar Bandar (BB) irigasi Batang Ilung di desa Aek Haruaya dan Bandar Lantosan Kecamatan Portibi, Kabupaten Padang Lawas Utara bak p

  • Jumat, 17 Nov 2017 16:47

    KPU Paluta PAW Anggota PPK Simangambat

    Komisi Pemilihan Umum (KPU) Padang Lawas Utara (Paluta) melakukan Penggantian Antar Waktu (PAW) terhadap salah satu anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), Jum'at (17/11/2017).Pada pukul 15.00

  • Jumat, 17 Nov 2017 12:57

    Petani Paluta Resah, Wakil Ketua DPRD Paluta Angkat Bicara

    Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Padang Lawas Utara, Basri Harahap melalui pesan singkatnya kepada UTAMANEWS.COM pada Kamis, (16/11/2017) pukul 20.07 WIB menyampaikan keluhan yang disampaikan para petani

  • Kamis, 16 Nov 2017 19:46

    KPU Padang Lawas Utara Laksanakan Kegiatan KPU Go To School

    Di tengah padatnya kegiatan tahapan pemilihan Bupati/Wakil Bupati Padang Lawas Utara (Paluta) dan Pemilihan Gubernur/Wakil Gubernur Sumatera Utara yang jadwal hari 'H' nya bersamaan pada 27

  • Kamis, 16 Nov 2017 19:16

    2018, Bupati Taput Targetkan 5.000 Sambungan Rumah Air Minum Perkotaan

    Bupati Taput Nikson Nababan menargetkan terpasangnya 5.000 sambungan rumah air minum perkotaan untuk Tahun 2018 di wilayah Taput. Demikian disampaikan, Volmer Silalahi, Kasubbag Humas dalam surat elek

  • Kamis, 16 Nov 2017 15:26

    PGHK Padang Lawas Utara Pertanyakan Nasibnya

    Persatuan Guru Honor Komite (PGHK) Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta) melayangkan surat permohonan kepada Pemerintah Kabupaten Paluta agar guru, operator sekolah, maupun tenaga lainnya yang berstat

  • Rabu, 15 Nov 2017 21:35

    Irigasi Batang Ilung Jebol Lagi

    Dasar Pintu Penguras II Saluran Induk Irigasi Batang Ilung yang berada di batas desa Pagaran Singkam dengan Hambiri, Kecamatan Padang Bolak, Kabupaten Padang Lawas Utara, jebol. Akibatnya, air tidak d

  • Jumat, 10 Nov 2017 08:40

    Mahasiswa: Tangkap Bupati Paluta, Usut Walikota Sidempuan

    Sejumlah mahasiswa melakukan aksi unjuk rasa di kantor DPRD Sumut, jalan Imam Bonjol, Kamis siang (9/11).

  • Senin, 06 Nov 2017 12:56

    PPK Se-Kabupaten Padang Lawas Utara Dilantik

    Sebanyak 60 orang Anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Se-Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta) dilantik, Senin (6/11/2017).

  • Sabtu, 04 Nov 2017 06:34

    Polisi Amankan Warga Padang Bolak, Paluta, Pemilik Senpi Rakitan

    Penganten Hasibuan, 45 tahun, warga dusun Sigama kecamatan Padang Bolak Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta), diamankan aparat Reskrim Polres Tapsel, karena memiliki senjata api (Senpi) tanpa ijin.In

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2017 utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak