Jumat, 20 Jul 2018 08:12
  • Home
  • Ragam
  • Kapolri Luncurkan Buku "Democratic Policing" untuk Polisi Pemikir

Kapolri Luncurkan Buku "Democratic Policing" untuk Polisi Pemikir

JAKARTA (utamanews.com)
Oleh: Dian/Rls
Rabu, 22 Nov 2017 19:22
Dok
Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian



Jenderal Prof. H. Muhammad Tito Karnavian, Ph.D, mengungkapkan dirinya tidak mungkin dan mustahil bisa mengurus dan mampu merubah mindset 440 ribu anak buahnya seorang diri.


"Mustahil saya bisa bekerja sendiri, merubah mindset 440 ribu polisi. Harus ada instrumen, pikiran dari saya ditambah partner yang tahu kepolisian untuk merubah mindset itu," kata Tito Karnavian pada launching dan bedah buku "Democratic Policing" karya kabolasarinya bersama Prof (Ris) H Hermawan Sulistyo, Ph.D, di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Jakarta, Selasa (2121/2017).


Menurut jenderal bintang empat ini, masing-masing pimpinan di daerah (Kapolda) harus dapat menjadi flower terhadap anakbuahnya dan diteruskan ke anggota sebagai pemikir-pemikir kepolisian dalam merubah mindset.


Polri milik negara dan milik masyarakat, lanjut mantan Kapolda Metro Jaya ini, yang diperlukan dan dibutuhkan saat ini adalah polisi-polisi pemikir meski di satu sisi sangat diperlukan kritikan yang membangun untuk memajukan pemolisian.


"Buku ini diharapkan bisa menjadi pegangan pemimpin Polri untuk diterapkan ke anggota di lapangan. Segmen utamanya adalah internal, orang-orang peduli polisi juga pada perwira atau bintara pemikir polisi yang memiliki flower untuk membangun dan mengenbangkan bagaimana​ Polri di era reformasi ini," harap Tito.


Buku Democratic Policing, tambah mantan Kapolda Papua itu, bisa dikolaborasi dengan Promoter yang dibuatnya saat test and proper test menjadi Kapolri. "Dan harus diawali dengan konsep-konsep, seperti apa itu polisi, tipikal polisi dunia, Polisi kita, era demokrasi polisi dan bagaimana konsep-konsep dasar ini diterjemahkan Polri dalam management operasinya," terangnya.


Sebagaimana disampaikan Prof Hermawan Sulistyo, buku Democratic Policing merupakan tulisan ilmiah yang memang sulit dalam nalar bagi polisi-polisi tidak pemikir.


"Buku ini bukan kumpulan atau tulisan lepas yang diedit seperti bunga rampai, karena memiliki refrensi lebih dari 200 buku, buku ini diblending dari Mas Kiki yang menjadi guru politik saya. Konsep politik urusan Mas Kiki dan Pemolisian adalah urusan saya, agar argumennya jelas dan memiliki data sebagai buku kuat secara akademik," ucapnya.


Secara pribadi maupun institusi kata Tito, buku ini memjadi penting bukan sekedar akademik semata. "Sebagai Kapolri, saya diberi amanat merubahan mindset polisi dan cara berpikir masuk ke sistim demokrasi. Sejak 1998 sudah ada blue print Polri, aturan hukum, instrumental dan kultur Polri. Dari semua itu, yang paling banyak tidak berhasil adalah kultur Polisi termasuk maindsetnya dan cara pikir Polisi. Disinilah kita harus merubahnya ke lebih baik lagi. Polri punya rakyat, untuk merubah itu memang tidak mudah dimana Polri menjadi kedua terbesar di dunia setelah Polisi China. Di lain negara tidak ada Kapolri tidak remendi," jelasnya.


Dijelaskannya, Polri paling kompleks dan terberat dalam tugas dan tanggungjawabnya di belahan dunia manapun, dibandingkan dengan Polisi Cina yang menganut satu sistem dan satu partai.


"Tapi di Indonesia sangat open demokrasi, problematika konflik sangat banyak sekali. Dibandingkan dengan kerjaan saya, di negara lain Kepala Polisi-nya sambil mantuk-mantuk bisa ke kantor. Kita bangun tidur sudah ratusan laporan yang masuk dari berbagai Polda," terangnya.


Sebelumnya, Prof Hermawan Sulistyo menyatakan buku "Democratic Policing" merupakan buku kolaborasinya kedua dengan Tito.


"Pada buku edisi pertama, nama Pak Tito tidak dicantumkan, karena menjaga nama beliau yang saat itu tengah dalam proses menjadi Kapolri," kata Hermawan Sulistyo yang akrab disapa Mas Kiki itu.


Banyak orang menyebut, polisi ngapain mengurusi harga-harga pasar seperti pada bulan Ramadhan lalu menjadi tugas Polri seluruh Polsek melaporkan harga-harga sembilan bahan pokok (sembako).


"Koq Polisi mengurusi harga pasar?, padahal norma dasar Polisi diskresi karena secara organisasi tidak mungkin menjadi lembaga politik," kata Kepala Pusat Kajian Keamanan Nasional (Puskamnas) Universitas Bhayangkara Jakarta Raya (Ubhara Jaya).


Karena itu kata Kiki, buku ini lebih mengutamakan akademik sebagai buku pegangan dan acuan bagi anggota Polisi yang berpikir.


"Buku ini lebih dalam dan kental akademik. Jadi tidak dapat diterapkan bagi polisi yang tidak berpikir, hanya polisi berpikir saja yang dapat meregenerasi jaringan buku ini untuk bisa merubah dan membangun kemajuan Polri," tuturnya.


Pada peluncuran dan bedah buku ini diseleggarakan Concern dengan Ketua Panitia Urip Slamet Widodo, dengan moderator Ir. Djuni Thamrin, MSc, Ph.D, dan pembahas Usman Hamid, SH, M.Phil (Country Directory Amnesty Internasional), serta Firman Noor, Ph.D Kapuspen P2P LIPI.

Editor: Budi

T#g:PolriTito Karnavian
Berita Terkait
  • Rabu, 11 Jul 2018 16:11

    Panglima TNI Hadiri Peringatan Hari Bhayangkara ke-72

    Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. bersama Ketua Umum Dharma Pertiwi Ibu Nanny Hadi Tjahjanto didampingi Kasad Jenderal TNI Mulyono, Kasal Laksamana TNI Siwi Sukma Adji, S.E., M.M., dan

  • Sabtu, 30 Jun 2018 23:30

    Panglima TNI dan Kapolri Kunjungan Kerja ke Jayapura

    Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. dan Kapolri Jenderal Pol Prof. H. M. Tito Karnavian. Ph.D. didampingi, antara lain Asintel Panglima TNI Mayjen TNI Benny Indra Pujihastono, S.I.P., Aso

  • Kamis, 21 Jun 2018 21:21

    Panglima TNI Tiba di Pelabuhan Tigaras Simalungun

    Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. bersama Kapolri Jenderal Pol Prof. H.M Tito Karnavian. Ph.D., Kasal Laksamana TNI Siwi Sukma Adji S.E., M.M., Kepala Basarnas Marsdya TNI Syaugi, S.Sos

  • Kamis, 31 Mei 2018 15:31

    TNI dan Polri Kekuatan Besar Menjaga Keutuhan NKRI

    Hal tersebut dikatakan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. di hadapan sekitar 2.500 Keluarga Besar TNI-Polri, Tokoh Agama, Alim Ulama dan masyarakat Lombok dalam rangka Safari Ramadhan Pa

  • Jumat, 11 Mei 2018 23:11

    Kapolres Pulau Morotai Siap Dukung Kelancaran Latihan PPRC TNI 2018

    Kepolisian Resor (Polres) Pulau Morotai siap mendukung kelancaran pelaksanaan latihan Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC) TNI tahun 2018, khususnya pengaturan arus lalulintas selama jalannya latihan.

  • Minggu, 06 Mei 2018 02:06

    Sapta Marga & Tri Brata Satukan Langkah Sebagai Bhayangkari Negara dan Bangsa

    Mari kita terus bersinergi, jangan alergi, semua kita persembahkan untuk negeri. Dengan berlandaskan Sapta Marga dan Tri Brata kita satukan langkah, sebagai Bhayangkari negara dan bangsa, untuk melindungi dan mengayomi masyarakat.

  • Sabtu, 05 Mei 2018 12:15

    Panglima TNI dan Kapolri Saksikan Pertandingan PS Bhayangkara vs PS Tira

    Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. bersama Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian, didampingi antara lain oleh Kasum TNI Laksdya TNI Dr. Didit Herdiawan, M.P.A., M.B.A., Wakasad Letjen T

  • Kamis, 19 Apr 2018 19:19

    Panglima TNI Tiba di Nanggroe Aceh Darussalam

    Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, S.I.P. bersama Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD), Kamis (19/4/2018). Kedatangan Panglima

  • Minggu, 15 Apr 2018 14:15

    Sinergitas dan Soliditas TNI-Polri Bagaikan Pelangi Indah yang Harus Dijaga

    Kebersamaan TNI dan Polri sangat dirindukan oleh seluruh komponen bangsa demi terwujudnya suasana aman, damai dan tentram. Sinergitas dan soliditas TNI-Polri bagaikan pelangi indah dengan warna baju y

  • Kamis, 12 Apr 2018 19:22

    Prajurit TNI dan Polri Perekat Persatuan dan Kesatuan

    Sikap kritis masyarakat cenderung mudah menyulut terjadinya benturan atau konflik horizontal. Untuk itu, Prajurit TNI dan Polri jangan sampai menjadi bagian dari permasalahan tetapi harus menjadi solu

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2018 utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak