Minggu, 17 Des 2017 05:35
  • Home
  • Ragam
  • Kapolri Luncurkan Buku "Democratic Policing" untuk Polisi Pemikir

Kapolri Luncurkan Buku "Democratic Policing" untuk Polisi Pemikir

JAKARTA (utamanews.com)
Oleh: Dian/Rls
Rabu, 22 Nov 2017 19:22
Dibaca: 91 kali
Dok
Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian



Jenderal Prof. H. Muhammad Tito Karnavian, Ph.D, mengungkapkan dirinya tidak mungkin dan mustahil bisa mengurus dan mampu merubah mindset 440 ribu anak buahnya seorang diri.


"Mustahil saya bisa bekerja sendiri, merubah mindset 440 ribu polisi. Harus ada instrumen, pikiran dari saya ditambah partner yang tahu kepolisian untuk merubah mindset itu," kata Tito Karnavian pada launching dan bedah buku "Democratic Policing" karya kabolasarinya bersama Prof (Ris) H Hermawan Sulistyo, Ph.D, di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Jakarta, Selasa (2121/2017).


Menurut jenderal bintang empat ini, masing-masing pimpinan di daerah (Kapolda) harus dapat menjadi flower terhadap anakbuahnya dan diteruskan ke anggota sebagai pemikir-pemikir kepolisian dalam merubah mindset.


Polri milik negara dan milik masyarakat, lanjut mantan Kapolda Metro Jaya ini, yang diperlukan dan dibutuhkan saat ini adalah polisi-polisi pemikir meski di satu sisi sangat diperlukan kritikan yang membangun untuk memajukan pemolisian.


"Buku ini diharapkan bisa menjadi pegangan pemimpin Polri untuk diterapkan ke anggota di lapangan. Segmen utamanya adalah internal, orang-orang peduli polisi juga pada perwira atau bintara pemikir polisi yang memiliki flower untuk membangun dan mengenbangkan bagaimana​ Polri di era reformasi ini," harap Tito.


Buku Democratic Policing, tambah mantan Kapolda Papua itu, bisa dikolaborasi dengan Promoter yang dibuatnya saat test and proper test menjadi Kapolri. "Dan harus diawali dengan konsep-konsep, seperti apa itu polisi, tipikal polisi dunia, Polisi kita, era demokrasi polisi dan bagaimana konsep-konsep dasar ini diterjemahkan Polri dalam management operasinya," terangnya.


Sebagaimana disampaikan Prof Hermawan Sulistyo, buku Democratic Policing merupakan tulisan ilmiah yang memang sulit dalam nalar bagi polisi-polisi tidak pemikir.


"Buku ini bukan kumpulan atau tulisan lepas yang diedit seperti bunga rampai, karena memiliki refrensi lebih dari 200 buku, buku ini diblending dari Mas Kiki yang menjadi guru politik saya. Konsep politik urusan Mas Kiki dan Pemolisian adalah urusan saya, agar argumennya jelas dan memiliki data sebagai buku kuat secara akademik," ucapnya.


Secara pribadi maupun institusi kata Tito, buku ini memjadi penting bukan sekedar akademik semata. "Sebagai Kapolri, saya diberi amanat merubahan mindset polisi dan cara berpikir masuk ke sistim demokrasi. Sejak 1998 sudah ada blue print Polri, aturan hukum, instrumental dan kultur Polri. Dari semua itu, yang paling banyak tidak berhasil adalah kultur Polisi termasuk maindsetnya dan cara pikir Polisi. Disinilah kita harus merubahnya ke lebih baik lagi. Polri punya rakyat, untuk merubah itu memang tidak mudah dimana Polri menjadi kedua terbesar di dunia setelah Polisi China. Di lain negara tidak ada Kapolri tidak remendi," jelasnya.


Dijelaskannya, Polri paling kompleks dan terberat dalam tugas dan tanggungjawabnya di belahan dunia manapun, dibandingkan dengan Polisi Cina yang menganut satu sistem dan satu partai.


"Tapi di Indonesia sangat open demokrasi, problematika konflik sangat banyak sekali. Dibandingkan dengan kerjaan saya, di negara lain Kepala Polisi-nya sambil mantuk-mantuk bisa ke kantor. Kita bangun tidur sudah ratusan laporan yang masuk dari berbagai Polda," terangnya.


Sebelumnya, Prof Hermawan Sulistyo menyatakan buku "Democratic Policing" merupakan buku kolaborasinya kedua dengan Tito.


"Pada buku edisi pertama, nama Pak Tito tidak dicantumkan, karena menjaga nama beliau yang saat itu tengah dalam proses menjadi Kapolri," kata Hermawan Sulistyo yang akrab disapa Mas Kiki itu.


Banyak orang menyebut, polisi ngapain mengurusi harga-harga pasar seperti pada bulan Ramadhan lalu menjadi tugas Polri seluruh Polsek melaporkan harga-harga sembilan bahan pokok (sembako).


"Koq Polisi mengurusi harga pasar?, padahal norma dasar Polisi diskresi karena secara organisasi tidak mungkin menjadi lembaga politik," kata Kepala Pusat Kajian Keamanan Nasional (Puskamnas) Universitas Bhayangkara Jakarta Raya (Ubhara Jaya).


Karena itu kata Kiki, buku ini lebih mengutamakan akademik sebagai buku pegangan dan acuan bagi anggota Polisi yang berpikir.


"Buku ini lebih dalam dan kental akademik. Jadi tidak dapat diterapkan bagi polisi yang tidak berpikir, hanya polisi berpikir saja yang dapat meregenerasi jaringan buku ini untuk bisa merubah dan membangun kemajuan Polri," tuturnya.


Pada peluncuran dan bedah buku ini diseleggarakan Concern dengan Ketua Panitia Urip Slamet Widodo, dengan moderator Ir. Djuni Thamrin, MSc, Ph.D, dan pembahas Usman Hamid, SH, M.Phil (Country Directory Amnesty Internasional), serta Firman Noor, Ph.D Kapuspen P2P LIPI.

Editor: Budi

T#g:PolriTito Karnavian
Berita Terkait
  • Selasa, 12 Des 2017 08:52

    Panglima TNI: Jaga Silaturahmi dan Bumikan Hubungan Baik Antara TNI-Polri

    Pertemuan seperti ini harus tetap dilakukan dan dilaksanakan, bukan hanya seremonial semata, namun benar-benar dijaga silaturahmi dan dibumikan hubungan TNI-Polri yang baik ini. Untuk itu, simbol kebe

  • Senin, 20 Nov 2017 21:30

    Panglima TNI: Soliditas TNI dan Polri Harus Tetap Dipertahankan

    Soliditas TNI dan Polri yang merupakan tonggak penyangga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dalam rangka mewujudkan stabilitas keamanan dan politik harus benar-benar dijaga dan tetap dipertahan

  • Senin, 20 Nov 2017 16:50

    Panglima TNI: Soliditas TNI-Polri Ciptakan Stabilitas Politik dan Keamanan

     Pegang terus disiplin dan loyalitas agar Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) selalu solid, karena soliditas TNI dan Polri dapat menciptakan stabilit

  • Rabu, 25 Okt 2017 20:45

    Panglima TNI: Soliditas TNI dan Polri Modal Utama Menjaga Stabilitas Keamanan

    Soliditas TNI dan Polri merupakan modal utama dalam rangka menjaga stabilitas keamanaan dan politik, apabila negara dalam keadaan aman maka pertumbuhan ekonomi Indonesia akan menjadi lebih baik.Hal te

  • Jumat, 20 Okt 2017 12:30

    Gubernur & Kapolda Sumut laksanakan Vidcon dengan Kapolri

    Gubernur Sumut Ir. H. Tengku Erry Nuradi, Kapolda Sumut Irjen Pol. Drs. Paulus Waterpauw didampingi Wakapolda Sumut Brigjen Pol. Agus Andrianto SH,  para Pejabat Utama Polda Sumut, Kadis Pemberda

  • Rabu, 11 Okt 2017 16:11

    5.932 Butir Amunisi Tajam Milik Polri Dipindahkan Ke Mabes TNI

    Melanjutkan penjelasan Kadivhumas Polri Irjen Pol Setyo Wasisto tanggal 6 Oktober 2017 dan sebelumnya juga disampaikan oleh Menkopolhukam Wiranto tentang amunisi milik Polri, Kapuspen TNI Mayjen TNI W

  • Rabu, 11 Okt 2017 06:21

    Panglima TNI: TNI-Polri Tonggak PenyanggaTegaknya NKRI

    Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) merupakan tonggak penyangga tetap tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).&

  • Selasa, 10 Okt 2017 06:40

    Panglima TNI: Kompetisi Global Disebabkan Perkembangan Penduduk Dunia

    Dunia saat ini sedang mengalami krisis ekonomi dan akan berdampak pada depresi ekonomi yang akan mengakibatkan meningkatnya kejahatan, konflik dan kompetisi global disebabkan perkembangan penduduk dun

  • Sabtu, 30 Sep 2017 10:30

    TNI-Polri Gelar Aerobik Bersama

    Meski hujan rintik-rintik mengguyur Lapangan sepak bola Makodam I/BB, Jalan Gatot Subroto Km 7,5 Medan, Jumat (29/9/2017), namun aerobik bareng menyambut HUT ke-72 TNI yang diikuti seribuan personel T

  • Kamis, 24 Agu 2017 20:34

    Kapolri Apresiasi Keberhasilan Kapolrestabes Medan

    Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jendral Besar Tito Karnavian mengapresiasi kinerja Kepala Kepolisian Resort Kota Besar (Kapolrestabes) Medan atas keberhasilan menangkap provokator ujara

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2017 utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak