Minggu, 24 Sep 2017 13:48
  • Home
  • Ragam
  • Infrastruktur di Kualuh Hilir Labura memprihatinkan

Infrastruktur di Kualuh Hilir Labura memprihatinkan

Labura (UtamaNews.com)
Oleh: Sam
Minggu, 03 Sep 2017 10:33
Dibaca: 250 kali
Dok
Jalan ke Panton penyeberangan

Kondisi infrastruktur di wilayah kabupaten Labuhan Batu Utara (Labura) masih memprihatinkan, bahkan masih ada jalan di Labura yang sama sekali belum pernah tersentuh oleh pembangunan.

Tokoh mahasiswa Labura, kandidat DR Rustam Ependi menyatakan anggaran pembangunan yang menghabiskan miliaran lebih, tetapi hasilnya tidak dirasakan masyarakat Kualuh Hilir Labura. 

Rustam Ependi khususnya menyoroti pembangunan akses penyebrangan menggunakan Panton, agar mobil bisa menyeberang di Kualuh Hilir.

"Masyarakat mendambakan akses penyeberangan agar kendaran seperti mobil bisa, kenyataannya panton tidak bisa dioperasikan. Jalan menuju Panton menjadi kandang lembu. Siapa yang harus bertanggung jawab semua ini?" tutur Rustam, Sabtu (2/9).

Rustam menegaskan bahwa Pemkab Labura harus bertanggung jawab, karena telah membangun asal-asalan.

"Wahai pemuda Kualuh Hilir, rapatkan barisan. Daerah kelahiran semakin tertindas. Mari sama-sama kita meminta Kejaksaan Tinggi dan KPK untuk menangkap oknum-oknum yang bertanggung jawab dengan pembangunan ini," tegasnya.

"Apakah ini merupakan cerminan atau hakekat dari kemerdekaan yang selama ini kita dengungkan dan banggakan. Kita mau keseriusan Pemkab mencari solusi agar jalan Kualuh Hilir layak dijalani. Bukan hanya kerikil atau timbunan yang diserak-serak yang bisa hanyut dibawa hujan," ujar Rustam Ependi, warga Kualuh Hilir yang sedang studi S3 di UIN SU.

Hal senada juga disampaikan oleh Ahmed Syafii Tambusai Ketua Bidang Pemberdayaan Umat Badko HMI Sumut dan Garda Bangsa Kabupaten Labura.

"Apakah ini merupakan diskriminasi atas hak sebagai warga negara ataukah kealpaan dari penguasa, hanya Tuhanlah yang tahu," ujar Ahmed Syafii Tambusai, baru-baru ini.

Dikatakannya, infrastruktur di kecamatan bagian pesisir Labura, khususnya Kualuh Hilir sangat memprihatinkan. Jalan di kawasan ini mirip persawahan tatkala musim hujan dan penuh debu di musim kemarau. Lembutnya lapisan teratas tanah disertai kelabilan konstruksi menjadikan jalan dimaksud bagaikan berada di suatu lokasi suku pedalaman yang tidak tergambar dalam peta negeri ini. 

Hal ini membuat para mahasiswa asal Labura mengharapkan Pemkab serius menyelesaikan permasalahan tersebut, mengingat sumber daya alam di kawasan ini sangat potensial seperti beras dan ikan.

"Kami menilai Pemkab Labura hari ini belum menorehkan prestasi yang baik tentang pembagunan infrastruktur di Kualuh Hilir. Pembangunan yang tidak tepat sasaran, kurang berkualitas serta perencanaan yang kurang matang. Pemkab seolah-olah tutup mata terhadap kondisi infrastruktur di Kualuh Hilir. Menurut kami sudah tidak sesuai dengan amanah Undang-undang dan tujuan dari dimekarkannya Labuhanbatu," ujarnya.

Editor: Budi

T#g:Infrastrukturlabura
Berita Terkait
  • Sabtu, 23 Sep 2017 21:43

    Tengku Erry Minta Mahasiswa Berpartisipasi Membangun Desa

    Gubernur Sumatera Utara Tengku Erry Nuradi mengharapkan, setelah mahasiswa menamatkan kuliah dari Perguruan Tinggi selanjutnya dapat kembali ke daerah dan ikut berpartisipasi membangun daerah atau des

  • Kamis, 21 Sep 2017 10:41

    Sambut Tahun Baru Hijriyah, Al-Qur'an Bergema di Masjid Labura

    Memasuki tahun baru Islam 1439 H, ratusan masyarakat Labura terdiri atas pelajar dari berbagai sekolah mengadakan khataman Al-Qur'an di Masjid Raya Al-Aman Aekkanopan, Rabu (20/9).Kegiatan ini di

  • Rabu, 20 Sep 2017 10:20

    Pengerjaan Paket Proyek Peningkatan Jalan Rp6,1 Milyar, Diduga Amburadul

    Pengerjaan Peningkatan Jalan SP-Provinsi-Tanjung Baringin Simarulak-Simpang Batang Bulu (Lanjutan) Rp6 millyar lebih, berukuran 4 x 2000 meter (4 m x 2 Km) dikhawatirkan tidak akan bertahan lama akiba

  • Selasa, 19 Sep 2017 21:59

    Jalan Provsu Sosopan-Sibuhuan Terancam Putus Lagi

    Musim hujan datang, kondisi dan keadaan jalan Provinsi Sumut (Provsu) Sosopan-Sibuhuan, di titik Desa Hulim dan Desa Sianggunan, Kecamatan Sosopan, Kabupaten Padang Lawas (Palas) terancam putus lagi.&

  • Kamis, 14 Sep 2017 19:04

    Pembangunan Jalan Lahusa Gomo, PPK Ancam Putus Kontrak PT Netral Lindo

    Terkait pembangunan Jalan Lahusa Gomo Nias Selatan yang sampai saat ini belum juga dikerjakan oleh pihak rekanan (PT Netral Lindo Jaya Mandiri) sebagai pemenang tender.

  • Selasa, 12 Sep 2017 09:52

    Proyek pengecoran di kota Medan terkesan bahayakan pengguna jalan

    Pembangunan infrastruktur jalan di Kota Medan sepertinya belum jauh dari keluhan.

  • Kamis, 07 Sep 2017 15:37

    Pelajar Labura Galang Dana Peduli Rohingya di Myanmar

    Pembantaian terhadap etnis Rohingya oleh pasukan pemerintah Myanmar telah menjadi perhatian masyarakat internasional.

  • Jumat, 01 Sep 2017 21:41

    Jalan Lahusa Gomo Belum Dikerjakan Rekanan

    Proyek jalan Lahusa Gomo telah dilelang sejak bulan Juni 2017 lalu, namun tak kunjung dikerjakan oleh pihak rekanan (kontraktor).

  • Rabu, 30 Agu 2017 19:50

    Diduga mengantuk, Pick Up hantam pohon Sawit di Labura

    Mobil Pick Up dari arah Pekanbaru menuju Medan mengalami kecelakaan tunggal di Jalinsum Aek Kanopan-Rantau Prapat, tepatnya di Membang Muda, di depan bangunan kantor DPRD Labuhan Batu Utara (Labura). Rabu subuh (30/8/2017).

  • Senin, 28 Agu 2017 08:08

    Bobby Dalimunthe : Suhu politik jangan sampai ganggu pembangunan daerah

    Suhu politik Sumatera Utara meningkat dengan beredarnya rekomendasi-rekomendasi partai politik dan sejumlah pernyataan dari tokoh lokal maupun nasional yang siap untuk bertarung pada Pilkada Sumatera Utara 2018.

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2017 utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak