Selasa, 17 Okt 2017 14:45
  • Home
  • Ragam
  • Ibu penghina Jokowi mengeluh, sejak anaknya dipenjara, barang terjual untuk biayai hidup

Ibu penghina Jokowi mengeluh, sejak anaknya dipenjara, barang terjual untuk biayai hidup

SUMBAR (utamanews.com)
Oleh: John
Minggu, 30 Jul 2017 12:20
Dibaca: 4.705 kali
Ist
Kapolres Deli Serdang AKBP Robert Da Costa, menyalurkan tali asih kepada ibu tua yang kesulitan ekonomi di wilayahnya, Sabtu (24/6/2017).

Maya, 65 tahun, orang tua Ropi Yatsman, 35 tahun, admin dari akun grup publik Facebook "Keranda Jokowi-Ahok", yang sudah menjadi narapidana kasus penghinaan terhadap Presiden Joko Widodo dan penyebar ujaran kebencian di media sosial, hanya bisa mengeluh atas peristiwa yang menimpa anaknya. 

Ibu tua ini mengatakan bahwa selama ini Ropi Yatsman merupakan tulang punggung keluarga, setelah ayahnya sakit beberapa tahun lalu.

"Setelah anak saya ditangkap kepolisian, sudah banyak barang elektronik yang dijual untuk memenuhi kebutuhan hidup kami sehari-hari," katanya.

Pekan lalu, Majelis Hakim Pengadilan Negeri Lubukbasung, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, menjatuhkan hukuman penjara 15 bulan kepada Ropi Yatsman.

Dalam sidang di PN Lubukbasung, Senin (24/7), majelis hakim yang diketuai Mahendrasmara dengan anggota Ida Maryam Hasibuan dan Duano Aghaka menyatakan terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan. 

Mahendrasmara menyatakan terdakwa, yang juga mengedit foto Presiden Joko Widodo dalam akun Facebooknya, melanggar Pasal 45 ayat 2 jo Pasal 28 ayat 2 Undang-undang No. 19 Tahun 2016 tentang perubahan UU No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Hukuman yang diterima Ropi Yatsman sama dengan pasal yang dituntut oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) selama satu tahun tiga bulan.

Dalam pertimbangan yang disebutkan Mahendrasmara, hal yang meringankan terdakwa telah mengakui kesalahan dan bersikap sopan selama persidangan.

Sementara terdakwa usai dijatuhi vonis oleh majelis hakim menyatakan menyesali semua perbuatannya.

Dalam amar putusan majelis hakim dijelaskan bahwa terdakwa ditangkap Direktorat Tindak Pidana Siber Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri di sebuah ruko perusahaan ekspedisi tempatnya bekerja di Banuhampu, Kabupaten Agam, Senin (27/2) sekitar pukul 11.30 WIB.

Terdakwa ditangkap setelah menyebarkan ujaran kebencian di media sosial dan juga mengedit foto Presiden Joko Widodo dan sejumlah pejabat, termasuk Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Terdakwa menggunakan akun alter dengan nama Agus Hermawan dan Yasmen Ropi di Facebook untuk memposting konten bernada kebencian kepada pemerintah.  

Dengan vonis itu, pihaknya berharap Ropi Yatsman menjalankan hukuman dengan baik dan tidak melakukan kesalahan kembali agar mendapatkan keringanan nantinya.

Editor: Sam

T#g:SumbarhoaxmiskinNapi
Berita Terkait
  • Kamis, 05 Okt 2017 19:05

    LPM Unimed Diseminasi Teknologi Pembelajaran di Sumatera Barat

    Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM) Universitas Negeri Medan gencar melakukan kegiatan peningkatan kualitas pendidikan tidak hanya di Sumatera Utara akan tetapi sampai ke propinsi lain. Dalam keg

  • Sabtu, 23 Sep 2017 16:23

    Undangan Panglima TNI di Akun Twitter Ulama Lover ! "HOAX"

    Beredarnya undangan resmi yang mengatasnamakan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo di akun twitter Ulama Lover ! beserta video yang menggunakan profil Puspen TNI, untuk berkumpul di Monas (DKI)

  • Jumat, 15 Sep 2017 12:45

    TNI dan Sebaran Hoax di Medsos

    Maraknya penyebaran berita Hoax di jagat maya ternyata sudah tersusun secara rapi. Jika Anda membaca kabar miring yang bertebaran di media sosial jangan cepat percaya dan perlu memeriksa sumber inform

  • Sabtu, 09 Sep 2017 02:09

    LPM Unimed Bekali Ekonomi Produktif Anak Jalanan

    Unimed sebagai Lembaga Pendidikan Tinggi di Sumatera Utara tidak ingin berada di menara gading dengan program-program yang hanya menyentuh pendidikan tingkat tinggi.

  • Kamis, 31 Agu 2017 01:20

    Terlalu, berita di media online soal Walikota Dzulmi Eldin tersangka, ternyata hoax

    Sejak Selasa malam, (29/8), sejumlah media online dari Medan menyebar informasi bahwa Walikota Medan Drs Dzulmi Eldin tersangka kasus dugaan korupsi perizinan dan gratifikasi proyek Podomoro City Deli

  • Senin, 28 Agu 2017 06:58

    Media Massa Berperan Penting Sebarkan Kebhinekaan

    Dewan Pimpinan Nasional Perhimpunan Pemuda Hindu (PERADAH) Indonesia bersama DPP PERADAH Indonesia Provinsi Sumatera Utara Gelar diskusi media di Grand Kanaya Hotel Jalan Darussalam, Sabtu (26/8).

  • Kamis, 24 Agu 2017 07:54

    Tersangka sindikat penyebar hoax di Facebook mahir IT

    Polisi memaparkan para tersangka penggerak sindikat penyebar hoax dan fitnah di media sosial facebook, "Saracen". Para tersangka ini berinisial JAS (32), MFT (43), dan SRN (32).

  • Sabtu, 12 Agu 2017 17:12

    BMKG Sebut Kabar Soal Gempa 9,0 Skala Richter, Hoax

    Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) membantah adanya kabar yang menyebutkan bahwa gempa besar berkekuatan 9,0 Skala Richter (SR) akan mengguncang Kota Medan, Sumatera Utara. BMKG

  • Minggu, 06 Agu 2017 09:16

    Polisi tangkap wanita penyebar kebencian melalui Facebook dari Cianjur

    Polisi tangkap admin akun Facebook 'Sri Rahayu Ningsih' alias Ny Sasmita, terkait kasus ujaran kebencian dan SARA melalui media sosial.

  • Sabtu, 29 Jul 2017 20:09

    LPM Unimed dominasi pengabdian kepada masyarakat di Sumbagut

    Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat (LPM) Universitas Negeri Medan (Unimed) mendominasi banyaknya pengabdian yang ada di Sumatera Bagian Utara (Sumbagut).

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2017 utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak