Sabtu, 19 Agu 2017 10:46
  • Home
  • Ragam
  • Ibu penghina Jokowi mengeluh, sejak anaknya dipenjara, barang terjual untuk biayai hidup

Ibu penghina Jokowi mengeluh, sejak anaknya dipenjara, barang terjual untuk biayai hidup

SUMBAR (utamanews.com)
Oleh: John
Minggu, 30 Jul 2017 12:20
Dibaca: 4.584 kali
Ist
Kapolres Deli Serdang AKBP Robert Da Costa, menyalurkan tali asih kepada ibu tua yang kesulitan ekonomi di wilayahnya, Sabtu (24/6/2017).

Maya, 65 tahun, orang tua Ropi Yatsman, 35 tahun, admin dari akun grup publik Facebook "Keranda Jokowi-Ahok", yang sudah menjadi narapidana kasus penghinaan terhadap Presiden Joko Widodo dan penyebar ujaran kebencian di media sosial, hanya bisa mengeluh atas peristiwa yang menimpa anaknya. 

Ibu tua ini mengatakan bahwa selama ini Ropi Yatsman merupakan tulang punggung keluarga, setelah ayahnya sakit beberapa tahun lalu.

"Setelah anak saya ditangkap kepolisian, sudah banyak barang elektronik yang dijual untuk memenuhi kebutuhan hidup kami sehari-hari," katanya.

Pekan lalu, Majelis Hakim Pengadilan Negeri Lubukbasung, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, menjatuhkan hukuman penjara 15 bulan kepada Ropi Yatsman.

Dalam sidang di PN Lubukbasung, Senin (24/7), majelis hakim yang diketuai Mahendrasmara dengan anggota Ida Maryam Hasibuan dan Duano Aghaka menyatakan terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan. 

Mahendrasmara menyatakan terdakwa, yang juga mengedit foto Presiden Joko Widodo dalam akun Facebooknya, melanggar Pasal 45 ayat 2 jo Pasal 28 ayat 2 Undang-undang No. 19 Tahun 2016 tentang perubahan UU No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Hukuman yang diterima Ropi Yatsman sama dengan pasal yang dituntut oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) selama satu tahun tiga bulan.

Dalam pertimbangan yang disebutkan Mahendrasmara, hal yang meringankan terdakwa telah mengakui kesalahan dan bersikap sopan selama persidangan.

Sementara terdakwa usai dijatuhi vonis oleh majelis hakim menyatakan menyesali semua perbuatannya.

Dalam amar putusan majelis hakim dijelaskan bahwa terdakwa ditangkap Direktorat Tindak Pidana Siber Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri di sebuah ruko perusahaan ekspedisi tempatnya bekerja di Banuhampu, Kabupaten Agam, Senin (27/2) sekitar pukul 11.30 WIB.

Terdakwa ditangkap setelah menyebarkan ujaran kebencian di media sosial dan juga mengedit foto Presiden Joko Widodo dan sejumlah pejabat, termasuk Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Terdakwa menggunakan akun alter dengan nama Agus Hermawan dan Yasmen Ropi di Facebook untuk memposting konten bernada kebencian kepada pemerintah.  

Dengan vonis itu, pihaknya berharap Ropi Yatsman menjalankan hukuman dengan baik dan tidak melakukan kesalahan kembali agar mendapatkan keringanan nantinya.

Editor: Sam

T#g:SumbarhoaxmiskinNapi
Berita Terkait
  • Sabtu, 12 Agu 2017 17:12

    BMKG Sebut Kabar Soal Gempa 9,0 Skala Richter, Hoax

    Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) membantah adanya kabar yang menyebutkan bahwa gempa besar berkekuatan 9,0 Skala Richter (SR) akan mengguncang Kota Medan, Sumatera Utara. BMKG

  • Minggu, 06 Agu 2017 09:16

    Polisi tangkap wanita penyebar kebencian melalui Facebook dari Cianjur

    Polisi tangkap admin akun Facebook 'Sri Rahayu Ningsih' alias Ny Sasmita, terkait kasus ujaran kebencian dan SARA melalui media sosial.

  • Sabtu, 29 Jul 2017 20:09

    LPM Unimed dominasi pengabdian kepada masyarakat di Sumbagut

    Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat (LPM) Universitas Negeri Medan (Unimed) mendominasi banyaknya pengabdian yang ada di Sumatera Bagian Utara (Sumbagut).

  • Rabu, 26 Jul 2017 22:06

    Hasil Kerajinan Tangan Warga Binaan Rutan Doloksanggul Butuh Perhatian Pemerintah

    Orang mengira selama ini hidup di dalam rumah tahanan (Rutan) atau Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) sangat menyeramkan, tetapi hal ini tidak terbukti kala kita berkunjung ke Rutan klas ll B Doloksanggul.

  • Kamis, 13 Jul 2017 12:43

    Berita Media Online asal Siantar ini ternyata Hoax

    Berita di salah satu media online berjudul "Gawat..!! Seorang Warga Kritis di Cekoki Miras Oleh Kapolres Simalungun AKBP Marudut Liberty Panjaitan", yang diupload pada hari Rabu (12/7/2017) sekira puk

  • Rabu, 12 Jul 2017 11:42

    Istri Pakar IT Alumni ITB benarkan tersangka yang ditangkap adalah pelaku pembacokan

    Aparat Kepolisian yang tergabung dari Polda Metro Jaya dan tim Polres Kota Depok serta Polres Metro Jakarta Timur berhasil menangkap dua pelaku pembacokan Hermansyah pakar IT ITB di tol Jagorawi.

  • Rabu, 05 Jul 2017 19:15

    Pernyataan Panglima TNI tentang Tiga Negara Korban Cina adalah Hoax

    Isu berita yang beredar di WhatsApp terkait pernyataan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo tentang "3 (Tiga) Negara Korban Cina", adalah Tidak Benar atau Hoax.  Demikian ditegaskan Kapuspen

  • Selasa, 04 Jul 2017 12:44

    Pansus Angket DPR akan temui para napi koruptor, apa kata KPK?

    Pansus Hak Angket KPK di DPR akan menemui beberapa narapidana kasus tindak pidana korupsi di Lapas Suka Miskin Bandung dan Rumah Tahanan Pondok Bambu Jakarta Timur pada Kamis, 6 Juli 2017.

  • Senin, 03 Jul 2017 19:13

    Waspada teror susulan, Polda Sumut amankan sepeda motor berstiker pendukung khilafah

    Peristiwa penyerangan pos jaga 3 markas Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Mapoldasu) di hari raya Idul Fitri, Minggu (25/6/2017), yang menewaskan Ipda Anumerta Martua Sigalingging, rupanya membuat trauma anggota Polri.

  • Senin, 03 Jul 2017 13:53

    Surya Hardyanto, penyebar kabar bohong soal serangan teror ke Polda Sumut, ditangkap Polisi

    Surya Hardyanto, 31 tahun, pemilik akun penyebar berita bohong via facebook an. Surya Hardyanto, akhirnya ditangkap polisi.

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2017 utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak