Senin, 10 Des 2018 12:31

Burung Unik Yang Dapat Menjahit

Medan (utamanews.com)
Oleh: Rachel
Minggu, 22 Jul 2018 03:22
oneideatoday
Cisticola
Ada beberapa spesies burung yang mengembangkan keterampilan menjahit untuk membangun sarangnya, yang termasuk di antaranya adalah tiga jenis burung dalam keluarga burung penyanyi: Cisticola kepala emas di Australia, burung penyanyi hutan hijau di Afrika, dan burung penjahit di India. Setiap burung ini punya paruh kecil yang panjang hampir mirip dengan jarum. Untuk benangnya, mereka mengunakan sutra laba-laba, kapas dan biji-bijian, dan serat kulit pohon.

Burung-burung tadi menjahit dengan cara memilih dua helai daun yang masih tumbuh dan menahan sisi-sisinya bersamaan. Kemudian, sambil menjepit serat daun di paruhnya, mereka membuat lubang di kedua helai daun dan memasukkan serat tersebut. Burung itu lalu memuntir kedua ujung benang ini dan mengunci jahitan tadi. Hanya dibutuhkan sekitar enam jahitan seperti ini untuk menjadikan sepasang daun menjadi sebuah mangkuk yang nantinya diisi rumput menjadi sarang.

Ada burung lain yang bisa menjahit dengan cara lebih sulit, yaitu menenun. Di Amerika Selatan, orioles, oropendola, dan cacique adalah jenis-jenis burung yang menenun sarang mereka.

Di Afrika, ada sejumlah spesies burung layang-layang yang menenun sarangnya. Mereka melakukannya dengan menyobek potongan berserat dan sehelai daun dan menjalinnya bergantian di bawah dan di atas potongan lain. Ini pekerjaan sulit, membutuhkan perencanaan dan pengambilan keputusan pada tingkat tertentu karena burung harus memutuskan seberapa kuat regangan setiap potongannya, seberapa melengkung masing-masing dinding yang direncanakan, dan bagaimana bentuk akhir seharusnya. Sebagian sarang tersebut dibangun dengan cara yang sangat rapi dan tepat.

Sarang tenunan burung lainnya juga mengesankan dalam hal yang berbeda. Sarang burung yang dijuluki 'the sociable weaver', yang ditemukan di barat laut Afrika, tak bisa dibilang rapi. Bahkan, sesungguhnya sarang tersebut hampir tak layak disebut sebagai 'tenunan' sama sekali karena hanya dibuat dengan menumpukkan batang-batang rumput kering di antara cabang-cabang pohon. Tetapi, walaupun tidak indah, ukuran sarang ini luar biasa besarnya. Sarang ini sangat besar, membentuk blok apartemen raksasa yang berfungsi sebagai rumah ratusan keluarga sepanjang tahun. Selain itu, sarang-sarang ini juga sangat kokoh sebagian bahkan dianggap berumur lebih dari seratus tahun.

Burung-burung tadi tinggal dalam terowongan dengan lubang masuk di dasar tumpukan. Sebagian terowongan ini menuju kamar bersarang, sedangkan kamar lainnya buntu dan hanya digunakan untuk bertengger. Bagian atas tumpukan sarang ini terdiri atas atap jerami, yang terbuat dan batang-batang rumput lebih tebal dan selalu dipelihara oleh para burung. Sarang-sarang ini sangat cocok untuk lingkungan padang pasir yang panas. Pada siang hari, sarang ini melindungi burung-burung dari panas matahari; sedangkan pada malam hari, kamar-kamar sarang menyimpan panas matahari saat suhu luar anjlok di bawah suhu beku.

Editor: Tessa

Sumber: wordpress.com

T#g:burungUnik
iklan kaos garuda
Berita Terkait
  • Senin, 15 Okt 2018 22:45

    Plt Bupati Labuhanbatu Serahkan Piala Pemenang Kicau Mania

    Dalam rangka menyambut Hari jadi Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu yang ke 73, melalui Dinas Pemuda dan Olah Raga Ade Huzaini mengadakan lomba dan pameran kicau burung memperebutkan Piala Bupati labuha

  • Selasa, 09 Okt 2018 20:39

    Lomba Burung Kicau Menyambut HUT Pemkab Labuhanbatu Ke-73

    Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Pemerintahan Kabupaten Labuhanbatu ke 73, yang jatuh pada tanggal 17 Oktober 2018 mendatang, Plt Bupati Kabupaten Labuhanbatu H Andi Suhaimi bersama selur

  • Minggu, 07 Okt 2018 22:07

    Panglima TNI Buka Festival dan Kompetisi Burung Berkicau

    Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. membuka festival dan kompetisi burung berkicau Piala Panglima TNI yang dilaksanakan mulai jam 08.00 s.d. selesai di Pusdikzi Bogor, Jalan Jenderal Sudi

  • Jumat, 28 Sep 2018 08:48

    Deklarasi "Menolak Hoax Dan Gotong Royong Mempublikasikan Kemajuan Pembangunan Daerah Perbatasan"

    Komunikonten sebuah lembaga kajian media sosial dan diplomasi menginisiasi diskusi media bertema "Partisipasi Publik Dalam Publikasi Capaian Pembangunan Daerah Perbatasan oleh Pemerintah Indonesia, be

  • Kamis, 13 Sep 2018 23:13

    Babinsa dan PPL Dampingi Pok Tani Pasang Rumah Burung Hantu

    Dalam rangka Upaya Khusus (Upsus) Program Ketahanan Pangan Nasional berbagai kegiatan dilakukan untuk mengawal produksi pertanian agar mengalami peningkatan dan mampu menjadikan Indonesia sebagai nega

  • Jumat, 10 Agu 2018 07:00

    Aksi Kebangsaan Dukung Indonesia Jadi Tuan Rumah Terbaik Asian Games, Digelar 12 Agustus 2018

    Komunikonten (Institut Media Sosial dan Diplomasi) kembali akan menggelar aksi kebangsaan di area bebas kendaraan, bunderan Hotel Indonesia, Jakarta Pusat pada Minggu, 12 Agustus 2018, Pukul 06.00-09.

  • Selasa, 07 Agu 2018 23:07

    TNI Gelar Komunikasi dan Rumkitlap di Kahyangan

    Rumah Sakit Lapangan TNI milik Korps Marinir yang digelar pada dini hari, Selasa (7/8/2018) di pekarangan Kantor Kecamatan Kahyangan langsung beroperasi dan telah berhasil menangani 56 pasien korban g

  • Senin, 06 Agu 2018 23:56

    Panglima TNI Terima Audiensi Bapak Teten Masduki

    Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. didampingi Aspers Panglima TNI  Marsda TNI Dedy Permadi, S.E., M.M.D.S., Kapuspen TNI Mayjen TNI M. Sabrar Fadhilah dan Waaster Panglima TNI Brigj

  • Minggu, 22 Jul 2018 16:22

    Ribuan Warga Berdoa dan Tanda Tangani Spanduk Dukungan Asian Games 2018

    KOMUNIKONTEN (Institut Media Sosial dan Diplomasi) menggelar aksi kebangsaan di area hari bebas kendaraan, Bunderan Hotel Indonesia, Jakarta pada Minggu, 22 Juli 2018, Pukul 06.00-10.00 WIB.Aksi keban

  • Sabtu, 21 Jul 2018 07:51

    KOMUNIKONTEN Akan Gelar 'Aksi Kebangsaan' Untuk Sukseskan Asian Games 2018

    Komunikonten (Institut Media Sosial dan Diplomasi) akan menggelar aksi kebangsaan di area hari bebas kendaraan, Bunderan Hotel Indonesia, Jakarta pada Minggu, 22 Juli 2018, Pukul 06.00 WIB-selesai. Kegiatan ini terbuka untuk dihadiri siapa saja.

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2018 https://utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak