Minggu, 24 Jun 2018 14:15
  • Home
  • Politik
  • Tahun ketiga Jokowi-JK, pemerintah akan fokuskan 'Pemerataan Ekonomi Berkeadilan'

Tahun ketiga Jokowi-JK, pemerintah akan fokuskan 'Pemerataan Ekonomi Berkeadilan'

JAKARTA (utamanews.com)
Oleh: Rls
Rabu, 16 Agu 2017 12:06
Rahmat/Humas Setkab RI
Presiden Jokowi mengenakan baju adat Bugis saat menghadiri Sidang Tahunan MPR, di Gedung Nusantara MPR/DPR/DPD, Jakarta, Rabu (16/8) pagi.
Selamat Puasa Paluta
Di bagian lain pidatonya pada Sidang Tahunan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR-RI) Tahun 2017, Presiden Jokowi mengakui, bahwa belum semua rakyat Indonesia merasakan buah kemerdekaan.

Pemerintah menyadari bahwa manfaat pembangunan belum sepenuhnya merata di seluruh pelosok tanah air, bahwa keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia belum sepenuhnya bisa diwujudkan. Untuk itu, di tahun ketiga masa bakti Kabinet Kerja ini, Presiden Jokowi menegaskan, Pemerintah akan lebih fokus untuk melakukan pemerataan ekonomi yang berkeadilan.

"Pemerintah ingin rakyat-rakyat Indonesia yang berada di pinggiran, di kawasan perbatasan, di pulau-pulau terdepan, di kawasan terisolir merasakan hadirnya negara, merasakan buah pembangunan, dan merasa bangga menjadi Warga Negara, Negara Kesatuan Republik Indonesia," kata Presiden Jokowi dalam sidang yang dipimpin oleh Ketua MPR RI Zulkifli Hasan, di Gedung Nusantara MPR/DPR/DPD, Jakarta, Rabu (16/8) pagi.

Presiden Jokowi menegaskan, keadilan sosial harus mampu diwujudkan secara nyata dalam kehidupan segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia. Rakyat di Aceh harus bisa merasakan pelayanan pendidikan, pelayanan kesehatan, pelayanan sanitasi dan air bersih maupun pelayanan transportasi, sama baiknya dengan apa yang dirasakan oleh saudara-saudaranya yang lain di seluruh pelosok negeri.

Pemerintah, tegas Presiden, ingin rakyat di perbatasan Papua, bisa memiliki rasa bangga pada tanah airnya, karena kawasan perbatasan telah dibangun menjadi beranda terdepan dari Republik. Pemerintah juga ingin rakyat Papua di pegunungan juga bisa menikmati harga BBM dan harga bahan pokok yang sama dengan saudaranya di wilayah lain Indonesia.

"Kita ingin rakyat Pulau Miangas bisa merasakan kehadiran Negara Kesatuan Republik Indonesia melalui Program Kartu Indonesia Sehat, Program Kartu Indonesia Pintar, dan Program Pemberian Makanan Tambahan untuk balita dan ibu hamil. Kita ingin rakyat di Pulau Rote juga bisa merasakan manfaat pembangunan infrastruktur, lancarnya konektivitas dan turunnya biaya logistik," ujar Presiden Jokowi.

Pemerintah, lanjut Presiden, ingin kualitas hidup rakyat Indonesia semakin meningkat. Ia menegaskan, walaupun IPM kita naik dari 68,90 di tahun 2014 menjadi 70,18 di tahun 2016, pemerintah tidak boleh cepat berpuas diri. Pemerintah akan terus berupaya menekan ketimpangan pendapatan, yang saat ini Indeks Gini Rasio bisa diturunkan dari 0,414 pada September 2014 menjadi 0,393 pada Maret 2017.

Presiden meyakini hanya dengan pemerataan ekonomi yang berkeadilan, kita akan semakin bersatu. "Pembangunan yang merata akan mempersatukan Indonesia. Pembangunan yang berkeadilan akan membuat kita semakin kuat dalam menghadapi persaingan global. Tidak ada yang merasa menjadi warga negara kelas dua, warga negara kelas tiga. Karena semuanya adalah warga negara Republik Indonesia. Semuanya, setara mendapatkan manfaat dari pembangunan. Semuanya ikut terlibat mengambil tanggung jawab dalam kerja bersama membangun bangsa," tegas Jokowi.

Pemerintah, lanjut Presiden, mengingikan kerja bersama tidak hanya dalam pemerataan ekonomi yang berkeadilan tapi juga dalam pembangunan ideologi, politik, sosial dan budaya. Dalam bidang ideologi, Presiden menegaskan, perlunya terus memperkuat konsensus kebangsaan untuk menjaga Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika. Untuk itu, Pemerintah telah menginisiasi pembentukan UKP-PIP untuk melakukan pembinaan ideologi Pancasila kepada seluruh lapisan rakyat, terutama generasi muda, penerus masa depan kita.

Dalam bidang politik, menurut Presiden, kita harus menuntaskan agenda konsolidasi demokrasi sehingga semakin terlembaga. Pemerintah bersyukur telah mampu menyelenggarakan proses demokrasi di level lokal, pilkada serentak di 101 daerah pada tahun 2017, dengan aman dan damai.

Selain pembangunan ideologi dan politik, Presiden Jokowi mengingatkan, bahwa kita tidak boleh melupakan pembangunan sosial dan kebudayaan. Kita harus mendidik anak-anak menjadi generasi pelanjut sejarah yang cinta pada tanah airnya, memiliki etika, budi pekerti dan sopan santun, mempunyai karakter yang kuat dan tangguh.

"Selain itu, Pemerintah juga terus membangun kebudayaan bangsa yang ber-bhinneka. Ekspresi seni dan budaya dari berbagai daerah di Nusantara harus terus dibangkitkan untuk memperkaya ke-Indonesia-an kita," pungkasnya.

Editor: Sam

T#g:JokowiMPRekonomi
Berita Terkait
  • Sabtu, 23 Jun 2018 12:23

    Ini Beda Asian Games 1962 dan 2018

    Indonesia mendapatkan kesempatan menjadi tuan rumah bagi Asian games untuk yang kedua kalinya. Sebelumnya Indonesia juga telah pernah mendapatkan kesempatan tersebut di tahun 1962 pada masa Presiden I

  • Minggu, 17 Jun 2018 21:57

    Usaha Cetak Foto Kebun Binatang Paluta Raup Untung

    Sejumlah usahawan muda yang melakoni usaha bisnis cetak foto di lokasi wisata kebun binatang yang berlokasi di Kota Gunung Tua, Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta) meraup untung dari sejumlah pengunjung yang mendatangi lokasi wisata marga satwa tersebut

  • Sabtu, 16 Jun 2018 12:16

    Belajar Dari Kasus Remaja Penghina Presiden

    Baru-baru ini tersiar kabar seorang remaja berusia 16 tahun membuat video berisi ujaran kebencian yang ditujukan kepada presiden RI. Remaja berinisial RJ yang saat ini tengah duduk di bangku SMA terse

  • Senin, 28 Mei 2018 04:28

    Sukses, Bermodal Bangkai Tikus

    "Cukup dengan memungut bangkai tikus ini, siapapun dengan kecerdikan, memiliki kemungkinan untuk memulai usahanya dan menghidupi seorang istri." Demikian suatu saat diungkapkan Cullakasehi, seora

  • Sabtu, 26 Mei 2018 08:16

    Gerakan #semetonjokowi Siap Dukung Joko Widodo Presiden Lagi

    Deklarasi #SemetonJokowi dilangsungkan di Warung Upih, Kerobokan, Kuta Utara, Jumat (25/5/2018), dihadiri tokoh masyarakat, budayawan dan mahasiswa.

  • Rabu, 23 Mei 2018 20:43

    Obrolan Warung Rakyat (OWR) dan Deklarasi Semeton Jokowi

    Komunitas Semeton Jokowi selain mendeklarasikan #Semetonjokowi juga mengadakan OWR yaitu obrolan warung rakyat yang merupakan sebuah diskusi santai tapi serius dengan tema "Kerja Presiden Jokowi dan p

  • Selasa, 22 Mei 2018 16:22

    Sihar: Mahasiswa Harus Kreatif, Bantu Pemerintah

    Enterpreneur sukses, Sihar Sitorus menilai peran penting Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) tak bisa dikesampingkan begitu saja. UMKM inilah yang menjadi salah satu tonggak dasar perekonomian nasional.

  • Senin, 21 Mei 2018 13:11

    Jokowi Resmikan KA Minangkabau Ekspres

    Setelah menjalani masa uji coba melayani penumpang sejak 1 Mei 2018 lalu, Presiden Joko Widodo (Jokowi), didampingi Ibu Negara Iriana, meresmikan beroperasinya Kereta Api (KA) Bandara Internasional Mi

  • Selasa, 22 Mei 2018 03:22

    Kondisi Ekonomi Indonesia di Tahun 2018

    Tahun 2018 merupakan tahun baru bagi semua orang di dunia, tentu saja di tahun ini banyak harapan baru untuk banyak orang dalam berbagai bidang. Kondisi ekonomi merupakan salah satu harapan yang paling banyak dicari.

  • Senin, 07 Mei 2018 02:07

    "Rejo" Deklarasi Dukung Jokowi di Pilpres 2019

    Relawan Jokowi alias Rejo mendeklarasikan dukungan terhadap Presiden Joko Widodo atau Jokowi untuk kembali maju dan menang dalam ajang Pilpres 2019. Massa yang tergabung dalam Rejo juga sekaligus

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2018 utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak