Sabtu, 25 Nov 2017 06:54
  • Home
  • Politik
  • Panglima TNI: TNI-Polri Tetap Solid Wujudkan Stabilitas Politik

Panglima TNI: TNI-Polri Tetap Solid Wujudkan Stabilitas Politik

Palembang (UtamaNews.com)
Oleh: Dian/Rls
Selasa, 17 Okt 2017 16:27
Dibaca: 735 kali
Puspen TNI
Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo di Palembang

Soliditas TNI dan Polri adalah tonggak penyangga tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia dalam menjaga keutuhan dan kedaulatan sekaligus harus dapat menjaga dan mewujudkan stabilitas politik demi kepentingan negara.

Hal tersebut disampaikan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo di hadapan 4.500 Prajurit TNI AD, AL dan AU di Hanggar Lanud, Sri Mulyo Herlambang, Palembang, Sumatera Selatan, Selasa (17/10/2017).

Panglima TNI menegaskan bahwa politik TNI adalah politik negara, artinya Semua yang dilakukan TNI hanya untuk keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia dan harus taat hukum. "Saya tegaskan bahwa politik TNI adalah politik negara, seluruh jiwa raga saya, saya kerahkan untuk menjaga tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia," katanya.

Jenderal TNI Gatot Nurmantyomenyampaikan bahwa saat ini TNI telah mendapat kepercayaan tertinggi di masyarakat, maka jangan ada pihak-pihak lain yang ingin menarik TNI dalam politik praktis, karena hal tersebut akan menurunkan citra TNI. "Untuk menjadi kuat dan tetap teguh, TNI-Polri harus solid, jangan ada pihak atau kelompok yang berusaha menarik TNI pada politik praktis," ujarnya.

Panglima TNI mengingatkan bahwa tahun 2018 merupakan tahun politik yang akan menggelar Pilkada serentak baik tingkat Provinsi maupun Kabupaten/Kota. 

"Saya ingatkan dalam menghadapi tahun politik, jangan ada yang berpihak kepada partai maupun calon Kepala Daerah. Prajurit TNI harus tetap netral," tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Panglima TNI menyampaikan bahwa kemanunggalan TNI dengan rakyat merupakan kekuatan yang sangat besar, tidak ada satupun negara di dunia yang bisa mengalahkan Negara Kesatuan Republik Indonesia. "TNI bersatu dengan rakyat akan menjadi kuat, sehingga negara lain tidak bisa menguasai Indonesia," ucapnya.

Lebih lanjut Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menjelaskan bahwa sistem pertahanan Indonesia adalah Sistem Pertahanan Semesta (Sishanta), yang berarti melibatkan seluruh elemen bangsa.

"Wujudkan kepercayaan dengan tidak menyakiti hati rakyat agar tercipta hubungan yang erat guna membentuk kekuatan yang tangguh," ucapnya.

Panglima TNI menjelaskan bahwa proxy war adalah perang menggunakan orang-orang ketiga  dengan cara mengadu domba. 

"Saya ingatkan jangan sampai negara kita menjadi konflik antar agama dan kelompok karena proxy war. Bangsa Indonesia sampai saat ini  masih tetap utuh dan tetap bersatu, itu karena Pancasila," katanya.

Terkait HUT ke-72 TNI tahun 2017, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menyampaikan bahwa animo masyarakat begitu besar untuk menyaksikan upacara puncak Peringatan HUT ke-72 TNI yang digelar di Cilegon. "Saya mengucapkan terimakasih kepada seluruh prajurit TNI berserta keluarga atas kerja kerasnya, sehingga upacara HUT ke-72 TNI berjalan lancar dan aman, hal tersebut berkat doa dari semuanya," pungkasnya.

Editor: Budi

T#g:Gatot NurmantyoPancasila
Berita Terkait
  • Rabu, 22 Nov 2017 19:52

    Panglima TNI Terima Kunjungan Kehormatan Kasal Spanyol

    Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menerima kunjungan kehormatan Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Spanyol Laksamana Teodoro Esteban Lopez Calderon yang didampingi oleh Duta Besar Spanyol Y. M.

  • Rabu, 22 Nov 2017 05:32

    Mengingat Kembali Asal Mula Pancasila

    Secara etimologis, istilah Pancasila berasal dari bahasa Sansekerta India yang mengandung dua arti dan makna, di antaranya: Pancasyila, dimana panca berarti lima sedangkan syila dengan vocal I pendek

  • Kamis, 16 Nov 2017 21:16

    Panglima TNI: Mewujudkan Indonesia Sebagai Bangsa Pemenang

    Indonesia sebagai bangsa yang besar harus bisa menjadi bangsa pemenang dalam menghadapi kompetisi global, dengan mengandalkan kekuatan budaya bangsa. Pancasila pun dihasilkan dari sari pati budaya yan

  • Kamis, 16 Nov 2017 17:16

    Panglima TNI: Sidang Ke-5 Ausindo HLC Tunjukkan Persahabatan Kedua Negara

    Sidang ke-5 Austalia-Indonesia High Level Committee (Ausindo HLC) menunjukkan suatu ikatan hubungan persahabatan kedua negara yang telah terjalin akrab dan erat, baik pada tataran pimpinan maupun Perw

  • Selasa, 14 Nov 2017 18:54

    Panglima TNI: Masyarakat Harus Cerdas Menyikapi Informasi Media Sosial

    Pengaruh media sosial sangat luas dalam kehidupan baik individu, keluarga, kelompok bahkan mampu mengubah tata kehidupan berbangsa dan bernegara. Untuk itu diharapkan masyarakat Indonesia harus cerdas

  • Kamis, 09 Nov 2017 22:39

    Panglima TNI: IDI Miliki Peran Strategis Wujudkan Ketahanan Kesehatan Nasional

    Letak Indonesia yang sangat strategis membawa dampak positif bagi perekonomian Indonesia, namun disisi lain juga menjadi ancaman bagi penyebaran penyakit menular global. Dalam menghadapi perspektif

  • Selasa, 07 Nov 2017 06:37

    Panglima TNI dan Pangab Thailand Bahas Keamanan Kawasan Asean

    Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo dan Panglima Angkatan Bersenjata Kerajaan Thailand Jenderal Tharnchaiyan Srisuwan membahas perkembangan keamanan kawasan Asean yang membutuhkan kerja sama yan

  • Senin, 06 Nov 2017 12:46

    Panglima TNI Ajak Pangab Thailand Perluas Kerja Sama

    Mencermati perkembangan lingkungan strategis baik di tataran global maupun regional, Panglima TNI mengajak Pangab Kerajaan Thailand sebagai pimpinan RTARF untuk memperluas kerja sama yang telah ada, g

  • Rabu, 01 Nov 2017 11:21

    Peringati Sumpah Pemuda, GMKI terbitkan buku dan aplikasi "GMKI Sinergi"

    Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia memperingati Sumpah Pemuda dengan melakukan Seminar Nasional bertemakan "Pemuda sebagai Penjaga Pancasila dan Pembangun Peradaban". Seminar ini dilaksanakan se

  • Senin, 30 Okt 2017 20:40

    Panglima TNI: Kaderisasi Kepemimpinan Investasi Masa Depan

    Kaderisasi kepemimpinan merupakan proses mempersiapkan seseorang menjadi pemimpin penganti di masa depan yang akan memikul tanggung jawab penting dan besar dalam memimpin Negara Kesatuan Republik Indo

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2017 utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak