Minggu, 20 Mei 2018 17:21
  • Home
  • Politik
  • Panglima TNI: Mewujudkan Indonesia Sebagai Bangsa Pemenang

Panglima TNI: Mewujudkan Indonesia Sebagai Bangsa Pemenang

JAKARTA (utamanews.com)
Oleh: Dian/Rls
Kamis, 16 Nov 2017 21:16
Dok
Panglima TNI saat berbicara di Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Partai Nasional Demokrat (Nasdem) ke-IV tahun 2017

Indonesia sebagai bangsa yang besar harus bisa menjadi bangsa pemenang dalam menghadapi kompetisi global, dengan mengandalkan kekuatan budaya bangsa. Pancasila pun dihasilkan dari sari pati budaya yang ada di seluruh Nusantara, sehingga bangsa Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 menjadi kuat.

Hal tersebut disampaikan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo di hadapan 15 ribu peserta Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Partai Nasional Demokrat (Nasdem) ke-IV tahun 2017, dengan tema "Mewujudkan Indonesia Sebagai Bangsa Pemenang Dalam Kompetisi Global" di JI-EXPO Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (16/11/2017).

Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengatakan bahwa kompetisi global disebabkan perkembangan penduduk dunia luar biasa dan semakin hari semakin bertambah, sementara itu energi dan pangan makin berkurang.  

Hal ini yang menyebabkan persaingan global antar negara di dunia yang semakin sempit, sedangkan kebutuhan sumber daya alam semakin berkurang. "Kedepan konflik di dunia akan bergeser ke daerah ekuator salah satunya Indonesia. Kita harus waspadai  karena Indonesia kaya dengan sumber daya alam berupa energi nabati dan pangan," ujarnya.

Terkait dengan kekayaan alam Indonesia, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengutip pernyataan Presiden RI. "Bung Karno pernah mengingatkan kita tentang kekayaan alam Indonesia akan membuat iri negara-negara lain di dunia. Demikian juga Presiden RI Ir. Joko Widodo pada saat disumpah di Senayan dalam sambutannya mengatakan kaya akan sumber daya alam justru akan menjadi petaka," tuturnya.

Pada kesempatan tersebut, Panglima TNI juga mengatakan bahwa tidak ada satupun suku di Indonesia dari Sabang sampai Merauke yang tidak mempunyai tarian perang. Semua rakyat Indonesia tidak takut untuk berperang, apabila jatidirinya terusik. "Tiap daerah mempunyai ciri khas senjata dan tarian perang, yang menunjukkan masyarakat Indonesia memiliki jiwa Ksatria dan Patriot," ungkapnya.

Panglima TNI menyampaikan bahwa, bangsa Indonesia adalah bangsa patriot yang berjiwa ksatria, karena setiap suku bangsa Indonesia masing-masing memiliki tarian perang dan senjata perang untuk mempertahankan diri. "Disamping itu, rakyat Indonesia juga memiliki karakter gotong royong, yang tidak dimiliki oleh bangsa lain.  Gotong royong tidak ada dalam bahasa Inggris, Arab, China, hanya di Indonesia yang memiliki bahasa gotong royong," jelasnya.

Di sisi lain Panglima TNI mengingatkan bahwa yang harus benar-benar diwaspadai adanya beberapa negara pecah hanya karena bahasa dan agama, seperti Yugoslavia,  di  Sudan dipicu oleh Agama, sedangkan di Uni soviet masalah ekonomi dan agama. "Kita lihat Indonesia, perbedaannya meliputi suku, agama, warna kulit, bahasa, letak geografis, kondisi ekonomi dan adat istiadat. Tetapi Indonesia tetap utuh karena ada Pancasila sebagai pemersatu bangsa," tuturnya.

"Kebhinekaan dan kemajemukan itulah yang harus kita jaga dan bina. Kuncinya ada di Pancasila, sebagai Dasar Negara dan ideologi bangsa Indonesia," kata Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.

Menjawab pertanyaan awak media terkait penyanderaan yang terjadi di Papua oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB), Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menjelaskan bahwa sampai saat ini masih berjalan negosiasi, namun demikian TNI dengan Polri akan mempersiapkan segala kemungkinan. "Yang jelas negara harus hadir di manapun juga untuk melindungi masyarakat Indonesia dan TNI akan hadir apapun cost-nya," katanya.

Editor: Budi

T#g:Gatot Nurmantyonasdem
Berita Terkait
  • Sabtu, 13 Jan 2018 12:13

    Kader Nasdem ancam Golput, Bobby: Dukungan Erry ke Edy-Ijeck sia-sia

    Pendaftaran bakal calon pasangan Gubernur-Wakil Gubernur Sumut di KPU sudah ditutup pada 10 Januari 2018. Pendaftaran melahirkan 3 bakal pasangan calon yang akan mengikuti proses seleksi hingga nantin

  • Sabtu, 09 Des 2017 11:08

    Panglima TNI: Prajurit Jangan Lakukan Kegiatan Politik Praktis

    Menjelang tahun politik tahun 2018 dan 2019, tidak ada alternatif lain bagi prajurit TNI yaitu harus tetap memegang teguh netralitas dan jangan melakukan kegiatan politik praktis. Demikian ditegaskan

  • Jumat, 08 Des 2017 18:48

    Panglima TNI: Tanpa Disiplin Tidak Mungkin TNI Dipercaya Rakyat

    Hingga saat ini dari berbagai hasil survey menempatkan institusi TNI pada posisi tertinggi tingkat kepercayaan rakyat. Tanpa kerja disiplin prajurit, tidak akan mungkin rakyat mempercayai TNI.Hal ters

  • Kamis, 07 Des 2017 22:07

    Panglima TNI: Mutasi Jabatan 85 Pati Sudah Melalui Prosedur Wanjakti TNI

    Mutasi jabatan 85 Perwira Tinggi (Pati) TNI sudah melalui prosedur, tahap pertama Pra Dewan Jabatan dan Kepangkatan Tinggi (Wanjakti) TNI yang dihadiri Kepala Staf Umum TNI, Wakil Kepala Staf Angkatan

  • Selasa, 05 Des 2017 15:35

    Pengganti Panglima TNI Dipersiapkan Menghadapi Tahun Politik

    Presiden RI Ir. Joko Widodo telah menentukan calon pengganti Panglima TNI dan telah dipersiapkan untuk menghadapi tantangan tugas ke depan. Tantangan tugas ke depan tidaklah mudah yaitu menghadapi tah

  • Selasa, 05 Des 2017 10:35

    Panglima TNI Hadiri Fleet Day Dinner HUT Armada RI ke-72

    Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo didampingi Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Ade Supandi, S.E., M.A.P., menghadiri acara Fleet Day Dinner dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahu

  • Senin, 04 Des 2017 10:44

    Fadli Zon: Mensesneg sudah sampaikan surat pergantian Panglima TNI

    Fadli Zon, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, menerima kedatangan Menteri Sekretaris Negara Pratikno pada, Senin, 4 Desember 2017.

  • Kamis, 30 Nov 2017 12:10

    Panglima TNI: Korpri TNI Tetap Bersikap Netral

    Dalam rangka memperingati HUT ke-46 Korpri, segenap anggota Korpri TNI diharapkan dalam menjalankan tugasnya sebagai birokrat diajak untuk tetap bersikap Netral. Korpri TNI harus mampu memberikan pela

  • Senin, 27 Nov 2017 22:07

    Panglima TNI: Proxy War bisa hancurkan negara tanpa peluru

    Proxy War merupakan salah satu perang yang menggunakan pihak ketiga atau kelompok lain untuk menghancurkan suatu negara tanpa menggunakan peluru (kekuatan militer), melalui berbagai aspek, baik ideolo

  • Senin, 27 Nov 2017 16:07

    Panglima TNI Hadiri Munas Alim Ulama NU di Mataram

    Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menghadiri Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (NU) dengan tema "Memperkokoh Nilai Kebangsaan Melalui Gerakan Deradikalisa

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2018 utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak