Sabtu, 19 Agu 2017 10:45
  • Home
  • Politik
  • Panglima TNI: Jangan ikuti kelompok yang ingin merubah Pancasila

Panglima TNI: Jangan ikuti kelompok yang ingin merubah Pancasila

Banten (utamanews.com)
Oleh: Rls
Selasa, 18 Jul 2017 17:38
Dibaca: 263 kali
Puspen TNI
Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo

Pancasila sebagai dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia telah diterima secara luas dan telah bersifat final. Apabila ada kelompok-kelompok tertentu yang ingin merubah Pancasila sebagai Ideologi Negara dengan ideologi lain atau ideologi diluar Pancasila, jangan diikuti dan jangan dipercaya.

Hal tersebut disampaikan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo saat memberikan pengarahan kepada 1.500 Mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Banten, bertempat di Lapangan Kampus UIN, Serang, Provinsi Banten, Senin (17/7/2017).

Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengatakan bahwa, Pancasila sebagai dasar negara merupakan hasil kesepakatan bersama para 'Pendiri Bangsa' yang kemudian sering disebut sebagai sebuah Perjanjian Luhur bangsa Indonesia.  

"Kalau ada kelompok/orang yang akan merubah Pancasila padahal dia juga sedang menikmati kemerdekaan, pasti sudah disusupi ideologi dari luar untuk menghancurkan Indonesia, karena Pancasila itu pemersatu bangsa," ucapnya.

"Bung Karno pernah mengingatkan bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berideologi Pancasila bukan milik satu golongan, bukan milik satu agama, bukan milik satu suku, tetapi milik kita semuanya dari Sabang sampai Merauke. Demikian juga Presiden RI Ir. Joko Widodo pernah mengingatkan bahwa Pancasila harus diamalkan, dikonkritkan, diimplementasikan, dikerjakan secara kehidupan berbangsa dan bernegara serta dalam kehidupan sehari-hari," tutur Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.

Pada kesempatan tersebut, Panglima TNI menyampaikan bahwa dalam menghadapi kompetisi global saat ini, dimana perkembangan penduduk luar biasa banyaknya sehingga terjadi persaingan antar negara di dunia dalam memperebutkan sumber daya alam berupa air, pangan dan energi.  

"Dunia tidak bertambah luas, tetapi semakin hari semakin sempit dampak dari semakin banyaknya jumlah penduduk dunia, sementara air, pangan dan energi semakin berkurang karena diambil secara terus-menerus," katanya.

Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengingatkan, Presiden pertama RI Ir. Soekarno pernah menyampaikan bahwa kekayaan alam Indonesia suatu saat nanti akan membuat iri negara-negara di dunia.  

Sementara, Presiden RI Ir. Joko Widodo pada saat dilantik dalam pidatonya juga menyampaikan bahwa kaya akan sumber daya alam justru dapat menjadi petaka bagi Indonesia.  

"Oleh karenanya, kita sebagai bangsa Indonesia harus waspada terhadap kekayaan sumber daya alam Indonesia, kalau tidak ingin menjadi perebutan negara lain," tegasnya.

Di sisi lain Panglima TNI juga mengatakan bahwa, tidak ada satupun suku di Indonesia dari Sabang sampai Merauke yang tidak mempunyai tarian perang. Semua rakyat Indonesia tidak takut untuk berperang apabila jatidirinya terusik. "Tiap daerah mempunyai ciri khas senjata dan tarian perang, yang menunjukkan masyarakat Indonesia memiliki jiwa Ksatria dan Patriot," tutupnya.

Editor: Sam

T#g:Gatot NurmantyoHTI
Berita Terkait
  • Jumat, 11 Agu 2017 19:21

    Panglima TNI : Mahasiswa arus jadi kader Public Relations berwawasan kebangsaan

    Mahasiswa sebagai kader Public Relations di masa depan harus memiliki wawasan kebangsaan yang mendalam dan terampil dalam membangun opini serta mampu bersaing di tingkat Internasional demi kejayaan Ne

  • Selasa, 08 Agu 2017 05:28

    Panglima TNI Terima Kunjungan Panglima USPACOM

    Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menerima kunjungan Panglima United States Pacific Command (USPACOM)  Laksamana Harry B. Harris dan Dubes LBPP AS Yosep. R. Donovan, Jr. beserta rombongan

  • Jumat, 04 Agu 2017 14:14

    Panglima TNI Pimpin Sidang Pantukhir Capratar Akademi TNI

    Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo didampingi Kasad Jenderal TNI Mulyono, Kasau Marsekal TNI Hadi Tjahjanto dan Wakasal Laksdya TNI Achmad Taufiqoerrochman, memimpin sidang Penilaian Penentuan

  • Jumat, 04 Agu 2017 11:14

    Panglima TNI Ajak Seluruh Komponen Bangsa Bersatu Kelola SDA Indonesia

    Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengajak seluruh komponen bangsa untuk bersama-sama bersatu mengelola Sumber Daya Alam (SDA) Indonesia, demi kepentingan dan kemakmuran rakyat.

  • Rabu, 02 Agu 2017 14:52

    Panglima TNI Hadiri Zikir Kebangsaan di Istana Merdeka

    Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menghadiri Zikir Kebangsaan dalam rangka Peringatan Hari Kemerdekaan Ke-72 Republik Indonesia bersama Presiden RI Ir. H Joko Widodo, Wapres RI H M. Yusuf Kall

  • Selasa, 01 Agu 2017 08:51

    Panglima TNI : Program Pembangunan TIK Dukung Tugas TNI di Perbatasan dan Pulau Terluar

    TNI saat ini sedang merencanakan dan melaksanakan pembangunan pangkalan-pangkalan baru di wilayah terpencil, perbatasan dan pulau terluar. Program pembangunan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK)

  • Minggu, 30 Jul 2017 07:10

    Nasir: Dosen yang Terlibat HTI Tinggal Pilih, Pancasila atau Keluar dari Kampus

    Prof Muhammad Nasir, Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), memberikan dua pilihan kepada dosen dan pegawai negeri di perguruan tinggi yang terlibat dalam Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).

  • Kamis, 27 Jul 2017 08:07

    Mengejutkan, Wakil Gubernur NTB bela PNS simpatisan Ormas Anti Pancasila

    H. Muhammad Amin, Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) menegaskan tidak setuju jika PNS diberhentikan hanya karena tergabung dalam ormas anti Pancasila, seperti HTI.

  • Selasa, 25 Jul 2017 09:25

    Nowhere to hide for communist and HTI in Indonesia

    Coordinating Maritime Affairs Minister Luhut Pandjaitan has called on people not to worry about a communist resurgence in the country because he said the government would not let the banned ideology return.

  • Senin, 24 Jul 2017 06:34

    HTI's Lawsuit Will Be Defeated

    The government has disbanded Muslim hard-line group Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) for conducting activities that contradict state ideology Pancasila and the principle of a unitary state of the republic of Indonesia.

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2017 utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak