Jumat, 19 Jan 2018 16:24
  • Home
  • Politik
  • Panglima TNI : Pancasila Tidak Boleh Dirubah

Panglima TNI : Pancasila Tidak Boleh Dirubah

Bali (utamanews.com)
Oleh: Rls
Jumat, 04 Agu 2017 20:04
Dibaca: 358 kali
Puspen TNI
Jenderal TNI Gatot Nurmantyo di Bali, Jumat (4/8/2017).
Pancasila sebagai Ideologi Negara tidak boleh dirubah dan sudah final, karena Pancasila dirumuskan dengan nilai-nilai Ketuhanan yang sudah disepakati oleh para pemuka agama pada awal kemerdekaan.

Hal tersebut ditegaskan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo di hadapan 1.651 peserta Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) I Partai Hanura, bertempat di The Stone Hotel, Jl. Raya Pantai Kuta, Banjar Legian Kelod, Bali, Jumat (4/8/2017).
 
"Untuk mempertahankan keutuhan dan kedaulatan negara Republik Indonesia sepanjang masa kita harus menguatkan persatuan dan kesatuan dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika. Inilah landasan dan semangat kebangsaan yang harus kita yakini dan Pancasila sebagai dasar negara masih tetap kuat," jelas Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.
 
Lebih lanjut Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengatakan bahwa, Pancasila sebagai dasar negara merupakan hasil kesepakatan bersama para pendiri bangsa yang kemudian sering disebut sebagai sebuah Perjanjian Luhur Bangsa Indonesia. "Kalau ada Ulama, Pendeta atau siapapun dia yang akan merubah Pancasila dengan ideologi lain, dia pasti orang-orang yang sudah disusupi dari luar dan dibayar untuk merusak atau memecah belah bangsa Indonesia," tegasnya.
 
Pada kesempatan tersebut, Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menyampaikan pula bahwa perkembangan penduduk dunia luar biasa, sementara itu energi dan pangan makin berkurang. Hal ini dapat menyebabkan persaingan global antar negara di dunia, karena dunia tidak bertambah luas tetapi semakin sempit. "Apabila hal ini tidak terkontrol, dikhawatirkan kebutuhan sumber daya alam berupa energi dan pangan di masa mendatang akan menimbulkan konflik," katanya.
 
Panglima TNI menambahkan bahwa menurut teori Maltus (1798) perkembangan populasi penduduk meningkat seperti deret ukur, sedangkan ketersediaan pangan meningkat ibarat deret hitung. Apabila garis pertambahan penduduk dengan garis ketersediaan pangan bersinggungan di suatu titik, maka disitulah terjadinya titik kritis. "Kalau kita analisa teori tersebut maka ketersediaan pangan dan energi akan sangat terbatas, karena jumlah penduduknya berkembang secara pesat, ini merupakan warning bagi Indonesia dimasa yang akan datang," ungkapnya.
 
Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengatakan bahwa Bung Karno pernah mengingatkan kita tentang kekayaan alam Indonesia akan membuat iri negara-negara lain di dunia. Demikian juga Presiden RI Ir. Joko Widodo pada saat disumpah di Senayan dalam sambutannnya mengatakan kaya akan sumber daya alam justru akan menjadi petaka. "Jadi Presiden RI Pertama dan Presiden RI saat ini mengingatkan kita semuanya harus waspada," tutupnya.

Editor: Dian

T#g:HanuraPancasila
Berita Terkait
  • Selasa, 16 Jan 2018 10:46

    PAC Pemuda Pancasila Medan Petisah Matangkan Persiapan Pelantikan

    Sebagai wujud silaturahmi dan persiapan menuju pelantikan yang akan dilaksanakan pada Minggu, 21 Januari 2018 mendatang, Pimpinan Cabang Pemuda Pancasila, Kecamatan Medan Petisah, periodesasi 2017-202

  • Senin, 15 Jan 2018 15:35

    OSO tunjuk Herry Lontung Siregar jadi Sekjen Hanura

    Wakil Ketua Umum Partai Hanura, Gede Pasek Suardika menyatakan bahwa Oesman Sapta Odang (OSO) telah memecat Sarifuddin Sudding dari Sekjen Hanura."Kemarin beliau (Ketum Hanura Oesman Sapta Odang) suda

  • Minggu, 07 Jan 2018 17:07

    Wow.. Hanura Juga Usung Edy-Ijeck?

    Beredar surat dukungan tanpa tanggal dari partai Hanura ke pasangan Edy Rahmayadi dan Musa Rajeckshah untuk Pilgubsu 2018.

  • Rabu, 20 Des 2017 12:50

    Reses di Marelan, Darwin Lubis terima keluhan warga soal pembangunan masjid Al Hafis

    Seratusan warga Kelurahan Paya Pasir, Kecamatan Medan Marelan, yang didominasi oleh ibu-ibu dipimpin sejumlah tokoh masyarakat setempat menyampaikan sejumlah permasalahan yang mereka hadapi di lingkun

  • Senin, 11 Des 2017 04:11

    Mencermati Tantangan Pancasila di Era Informasi

    Sejarah mengatakan bahwa Pancasila disusun dan terbentuk berdasarkan pemikiran serta keilmuan yang dimiliki para bapak bangsa, dari berbagai pemikiran banyak kepala yang dituangkan dalam sebuah pedoma

  • Rabu, 22 Nov 2017 05:32

    Mengingat Kembali Asal Mula Pancasila

    Secara etimologis, istilah Pancasila berasal dari bahasa Sansekerta India yang mengandung dua arti dan makna, di antaranya: Pancasyila, dimana panca berarti lima sedangkan syila dengan vocal I pendek

  • Rabu, 01 Nov 2017 11:21

    Peringati Sumpah Pemuda, GMKI terbitkan buku dan aplikasi "GMKI Sinergi"

    Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia memperingati Sumpah Pemuda dengan melakukan Seminar Nasional bertemakan "Pemuda sebagai Penjaga Pancasila dan Pembangun Peradaban". Seminar ini dilaksanakan se

  • Kamis, 26 Okt 2017 17:38

    Pemuda Pancasila Labura Gelar Donor Darah

    Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-58 Pemuda Pancasila (PP) pada 28 Oktober mendatang yang berketepatan dengan hari Sumpah Pemuda, Majelis Pimpinan Cabang (MPC) PP Kab. Labura menggelar Bakti Sosial

  • Rabu, 18 Okt 2017 15:28

    Generasi Muda Harus Bangga Memiliki Pancasila

    Pancasila adalah Ideologi Bangsa Indonesa, yang mana kita sebagai warga Negara tidak terkecuali generasi muda patut menjunjung tinggi Ideologi tersebut. Pancasila yang telah dirumuskan sedemikian rupa

  • Selasa, 17 Okt 2017 16:27

    Panglima TNI: TNI-Polri Tetap Solid Wujudkan Stabilitas Politik

    Soliditas TNI dan Polri adalah tonggak penyangga tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia dalam menjaga keutuhan dan kedaulatan sekaligus harus dapat menjaga dan mewujudkan stabilitas politik demi

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2018 utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak