Sabtu, 23 Sep 2017 07:14
  • Home
  • Politik
  • Panglima TNI : Pancasila Tidak Boleh Dirubah

Panglima TNI : Pancasila Tidak Boleh Dirubah

Bali (utamanews.com)
Oleh: Rls
Jumat, 04 Agu 2017 20:04
Dibaca: 295 kali
Puspen TNI
Jenderal TNI Gatot Nurmantyo di Bali, Jumat (4/8/2017).
Pancasila sebagai Ideologi Negara tidak boleh dirubah dan sudah final, karena Pancasila dirumuskan dengan nilai-nilai Ketuhanan yang sudah disepakati oleh para pemuka agama pada awal kemerdekaan.

Hal tersebut ditegaskan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo di hadapan 1.651 peserta Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) I Partai Hanura, bertempat di The Stone Hotel, Jl. Raya Pantai Kuta, Banjar Legian Kelod, Bali, Jumat (4/8/2017).
 
"Untuk mempertahankan keutuhan dan kedaulatan negara Republik Indonesia sepanjang masa kita harus menguatkan persatuan dan kesatuan dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika. Inilah landasan dan semangat kebangsaan yang harus kita yakini dan Pancasila sebagai dasar negara masih tetap kuat," jelas Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.
 
Lebih lanjut Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengatakan bahwa, Pancasila sebagai dasar negara merupakan hasil kesepakatan bersama para pendiri bangsa yang kemudian sering disebut sebagai sebuah Perjanjian Luhur Bangsa Indonesia. "Kalau ada Ulama, Pendeta atau siapapun dia yang akan merubah Pancasila dengan ideologi lain, dia pasti orang-orang yang sudah disusupi dari luar dan dibayar untuk merusak atau memecah belah bangsa Indonesia," tegasnya.
 
Pada kesempatan tersebut, Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menyampaikan pula bahwa perkembangan penduduk dunia luar biasa, sementara itu energi dan pangan makin berkurang. Hal ini dapat menyebabkan persaingan global antar negara di dunia, karena dunia tidak bertambah luas tetapi semakin sempit. "Apabila hal ini tidak terkontrol, dikhawatirkan kebutuhan sumber daya alam berupa energi dan pangan di masa mendatang akan menimbulkan konflik," katanya.
 
Panglima TNI menambahkan bahwa menurut teori Maltus (1798) perkembangan populasi penduduk meningkat seperti deret ukur, sedangkan ketersediaan pangan meningkat ibarat deret hitung. Apabila garis pertambahan penduduk dengan garis ketersediaan pangan bersinggungan di suatu titik, maka disitulah terjadinya titik kritis. "Kalau kita analisa teori tersebut maka ketersediaan pangan dan energi akan sangat terbatas, karena jumlah penduduknya berkembang secara pesat, ini merupakan warning bagi Indonesia dimasa yang akan datang," ungkapnya.
 
Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengatakan bahwa Bung Karno pernah mengingatkan kita tentang kekayaan alam Indonesia akan membuat iri negara-negara lain di dunia. Demikian juga Presiden RI Ir. Joko Widodo pada saat disumpah di Senayan dalam sambutannnya mengatakan kaya akan sumber daya alam justru akan menjadi petaka. "Jadi Presiden RI Pertama dan Presiden RI saat ini mengingatkan kita semuanya harus waspada," tutupnya.

Editor: Dian

T#g:HanuraPancasila
Berita Terkait
  • Sabtu, 09 Sep 2017 15:59

    Tohom Purba Kandidat Ketua MPW Pemuda Pancasila DKI Jakarta 2017-2022

    JAKARTA (utamanews.com) - Sehubungan dengan berakhirnya periode Kepengurusan Majelis Pimpinan Wilayah (MPW) Pemuda Pancasila Provinsi DKI Jakarta 2012-2017, nama KRT Tohom Purba, SH, SE, ST, IP, MM.,

  • Senin, 21 Agu 2017 21:43

    Kodrat Shah terpilih jadi Ketua DPD Partai Hanura Sumut

    Kodrat Shah terpilih sebagai Ketua DPD Partai Hanura Sumut periode 2015-2020 pada Musyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub) yang diadakan di hotel Santika, siang tadi, Senin (21/8).

  • Senin, 14 Agu 2017 20:54

    Panglima TNI : Generasi Muda Harus Menjadi Pelopor Implementasi Nilai-Nilai Pancasila

    Generasi muda Indonesia harus menjadi pelopor dalam mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, sehingga persatuan dan kesatuan bangsa tetap terjaga dalam wadah NKRI.

  • Sabtu, 12 Agu 2017 17:52

    Panglima TNI : Penguatan Pancasila Sejak Dini Untuk Pertahankan Persatuan Bangsa

    Pancasila harus jadi pandangan hidup seluruh rakyat Indonesia, oleh sebab itu penguatan Pancasila harus benar-benar dilakukan sejak usia dini agar kita paham tentang Pancasila, yang mempersatukan kita

  • Minggu, 06 Agu 2017 17:16

    Hanura silahkan Jokowi pilih Cawapres 2019-2024

    Oesman Sapta Odang selaku Ketua Umum Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) menegaskan calon wakil presiden (Cawapres) 2019-2024 yang akan mendampingi Joko Widodo (Jokowi) dalam Pemilihan Umum Presiden (P

  • Selasa, 01 Agu 2017 19:31

    Tengku Erry Berharap Dukungan Hanura dan PPP

    Gubsu Tengku Erry Nuradi resmi mendaftar ke Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) sebagai bakal calon Gubernur Sumut periode 2018-2023.Penyerahan berkas pendaftaran

  • Sabtu, 22 Jul 2017 09:22

    Panglima TNI : Untuk Pancasila apapun akan dilakukan

    Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menegaskan bahwa, untukPancasila apapun akan dilakukan, hanya untuk Pancasila. 

  • Jumat, 21 Jul 2017 15:11

    Panglima TNI Ajak KAHMI Tetap Jaga Pancasila

    Pancasila sebagai Ideologi negara mengandung nilai-nilai Ketuhanan sudah menjadi kesepakatan pendiri bangsa dan Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) harus tetap menjaga, mengamalkan dan mengi

  • Kamis, 20 Jul 2017 22:20

    Panglima TNI: Pancasila Sebagai Ideologi Negara Sudah Final

    Kita yang hidup sekarang bukan perebut atau pejuang kemerdekaan tetapi penikmat kemerdekaan, oleh sebab itu kita harus menjaga, mempertahankan dan mengisinya dengan pembangunan.

  • Rabu, 21 Jun 2017 22:41

    Memaknai Inklusif Pancasila

    Maraknya aksi intoleransi yang terjadi akhir-akhir ini dan munculnya pihak-pihak yang terus mempermasalahkan ideologi Pancasila untuk diganti dengan ideologi Khilafah mendorong pemerintah membentuk Un

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2017 utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak