Selasa, 21 Nov 2017 11:43
  • Home
  • Politik
  • Panglima TNI : Pancasila Tidak Boleh Dirubah

Panglima TNI : Pancasila Tidak Boleh Dirubah

Bali (utamanews.com)
Oleh: Rls
Jumat, 04 Agu 2017 20:04
Dibaca: 338 kali
Puspen TNI
Jenderal TNI Gatot Nurmantyo di Bali, Jumat (4/8/2017).
Pancasila sebagai Ideologi Negara tidak boleh dirubah dan sudah final, karena Pancasila dirumuskan dengan nilai-nilai Ketuhanan yang sudah disepakati oleh para pemuka agama pada awal kemerdekaan.

Hal tersebut ditegaskan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo di hadapan 1.651 peserta Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) I Partai Hanura, bertempat di The Stone Hotel, Jl. Raya Pantai Kuta, Banjar Legian Kelod, Bali, Jumat (4/8/2017).
 
"Untuk mempertahankan keutuhan dan kedaulatan negara Republik Indonesia sepanjang masa kita harus menguatkan persatuan dan kesatuan dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika. Inilah landasan dan semangat kebangsaan yang harus kita yakini dan Pancasila sebagai dasar negara masih tetap kuat," jelas Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.
 
Lebih lanjut Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengatakan bahwa, Pancasila sebagai dasar negara merupakan hasil kesepakatan bersama para pendiri bangsa yang kemudian sering disebut sebagai sebuah Perjanjian Luhur Bangsa Indonesia. "Kalau ada Ulama, Pendeta atau siapapun dia yang akan merubah Pancasila dengan ideologi lain, dia pasti orang-orang yang sudah disusupi dari luar dan dibayar untuk merusak atau memecah belah bangsa Indonesia," tegasnya.
 
Pada kesempatan tersebut, Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menyampaikan pula bahwa perkembangan penduduk dunia luar biasa, sementara itu energi dan pangan makin berkurang. Hal ini dapat menyebabkan persaingan global antar negara di dunia, karena dunia tidak bertambah luas tetapi semakin sempit. "Apabila hal ini tidak terkontrol, dikhawatirkan kebutuhan sumber daya alam berupa energi dan pangan di masa mendatang akan menimbulkan konflik," katanya.
 
Panglima TNI menambahkan bahwa menurut teori Maltus (1798) perkembangan populasi penduduk meningkat seperti deret ukur, sedangkan ketersediaan pangan meningkat ibarat deret hitung. Apabila garis pertambahan penduduk dengan garis ketersediaan pangan bersinggungan di suatu titik, maka disitulah terjadinya titik kritis. "Kalau kita analisa teori tersebut maka ketersediaan pangan dan energi akan sangat terbatas, karena jumlah penduduknya berkembang secara pesat, ini merupakan warning bagi Indonesia dimasa yang akan datang," ungkapnya.
 
Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengatakan bahwa Bung Karno pernah mengingatkan kita tentang kekayaan alam Indonesia akan membuat iri negara-negara lain di dunia. Demikian juga Presiden RI Ir. Joko Widodo pada saat disumpah di Senayan dalam sambutannnya mengatakan kaya akan sumber daya alam justru akan menjadi petaka. "Jadi Presiden RI Pertama dan Presiden RI saat ini mengingatkan kita semuanya harus waspada," tutupnya.

Editor: Dian

T#g:HanuraPancasila
Berita Terkait
  • Rabu, 01 Nov 2017 11:21

    Peringati Sumpah Pemuda, GMKI terbitkan buku dan aplikasi "GMKI Sinergi"

    Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia memperingati Sumpah Pemuda dengan melakukan Seminar Nasional bertemakan "Pemuda sebagai Penjaga Pancasila dan Pembangun Peradaban". Seminar ini dilaksanakan se

  • Kamis, 26 Okt 2017 17:38

    Pemuda Pancasila Labura Gelar Donor Darah

    Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-58 Pemuda Pancasila (PP) pada 28 Oktober mendatang yang berketepatan dengan hari Sumpah Pemuda, Majelis Pimpinan Cabang (MPC) PP Kab. Labura menggelar Bakti Sosial

  • Rabu, 18 Okt 2017 15:28

    Generasi Muda Harus Bangga Memiliki Pancasila

    Pancasila adalah Ideologi Bangsa Indonesa, yang mana kita sebagai warga Negara tidak terkecuali generasi muda patut menjunjung tinggi Ideologi tersebut. Pancasila yang telah dirumuskan sedemikian rupa

  • Selasa, 17 Okt 2017 16:27

    Panglima TNI: TNI-Polri Tetap Solid Wujudkan Stabilitas Politik

    Soliditas TNI dan Polri adalah tonggak penyangga tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia dalam menjaga keutuhan dan kedaulatan sekaligus harus dapat menjaga dan mewujudkan stabilitas politik demi

  • Senin, 02 Okt 2017 07:12

    Pemkab Tapteng Peringati Hari Kesaktian Pancasila

    Peringatan Hari Kesaktian Pancasila Tingkat Kabupaten Tapteng Tahun 2017 dilaksanakan di Lapangan Sepak Bola Kaki Pandan, Minggu (1/10) pagi.

  • Senin, 02 Okt 2017 03:42

    Tengku Erry: Waspadai Perisitiwa G30S/PKI Terulang Dalam Konteks Berbeda

    Gubsu Tengku Erry Nuradi menilai ancaman paham komunis adalah bahaya laten yang masih tetap harus diwaspadai segenap elemen bangsa. Karena bisa saja peristiwa serupa terjadi di masa sekarang, namun de

  • Minggu, 01 Okt 2017 14:11

    Panglima TNI Hadiri Upacara Hari Kesaktian Pancasila

    Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo bersama Kepala Staf Angkatan menghadiri Upacara Hari Kesaktian Pancasila yang dipimpin Presiden RI Ir. H. Joko Widodo selaku Inspektur Upacara, bertempat di M

  • Minggu, 01 Okt 2017 13:41

    Dandim 0824: Pancasila Sudah Final Sebagai Satu-satunya Idiologi Bangsa Indonesia

    Mengapa 1 Oktober diperingati Hari Kesaktian Pancasila, yaitu telah terbukti bahwa Pancasila itu ampuh dan berhasil menghalau dan menumpas komunis dan Partai Komunis Indonesia (PKI) dari muka bumi Ind

  • Sabtu, 23 Sep 2017 16:13

    Pemuda Pancasila Bukan Organisasi Preman

    Pemuda Pancasila merupakan lembaga dan organisasi massa berbasis pengkaderan, bukan organisasi preman.

  • Sabtu, 09 Sep 2017 15:59

    Tohom Purba Kandidat Ketua MPW Pemuda Pancasila DKI Jakarta 2017-2022

    JAKARTA (utamanews.com) - Sehubungan dengan berakhirnya periode Kepengurusan Majelis Pimpinan Wilayah (MPW) Pemuda Pancasila Provinsi DKI Jakarta 2012-2017, nama KRT Tohom Purba, SH, SE, ST, IP, MM.,

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2017 utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak