Sabtu, 18 Agu 2018 23:49
  • Home
  • Politik
  • Menteri Pertanian RI dan Aster Kasad "Bedah Kemiskinan" di Jember

Menteri Pertanian RI dan Aster Kasad "Bedah Kemiskinan" di Jember

Jember (utamanews.com)
Oleh: Dito/rls
Kamis, 24 Mei 2018 12:54
Sis24
Menteri Pertanian hadir di tengah-tengah warga kurang mampu di Jember.
Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman mendatangi komplek rumah tangga miskin di Desa Sukogidri Kec Ledokombo Kabupaten Jember dan berdialong dengan masyarakat miskin, Rabu (23/05/2018).

Hadir mendampingi Menteri Pertanian RI diantaranya Asisten Teritorial Kepala Staf Angkatan Darat (Aster Kasad) Mayjen TNI Supartodi, Aster Kodam V/Brw Kolonel Czi Wahyono, Kasiter Korem 083/Bdj Letkol Inf Nanang Prianggodo, Bupati Jember dr Hj Faida MMR, Dandim 0824 Letkol Inf Arif Munawar, segenap Kepala OPD dan Muspika Se Kabupaten Jember.

Dalam sambutannya, dr Hj Faida MMR menyampaikan terima kasih atas berkenannya Menteri Pertanian hadir di tengah-tengah warga kurang mampu seperti ini, apalagi kehadirannya memberi bantuan melalui Bedah Kemiskinan Berbasis Pertanian yang diberi nama Bedah Kemiskinan Rakyat Sejahtera (Bekerja).

Selanjutnya Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman dalam sambutannya menyampaikan bahwa sektor pertanian masih menjadi tulang punggung perekonomian di Jember, dimana menyumbang 30,25 persen terhadap PDRB (BPS, 2017). Untuk itu, sektor pertanian harus memiliki pertumbuhan jauh lebih baik, karena mempunyai daya ungkit sangat besar terhadap ekonomi di masyarakat. Hal ini mengingat sebagian besar penduduk bekerja sebagai petani.



Namun demikian, berdasarkan data dari Kemensos dan BKKBN, sebanyak 295.291 rumah tangga di Jember masuk kategori pra sejahtera atau Rumah Tangga Miskin (RTM). Dari 38 kabupaten/kota di Jawa Timur, jumlah masyarakat miskin yang tertinggi yakni di Kabupaten Jember dan urutan kedua di tempati Kabupaten Bondowoso. RTM yang bergerak di bidang pertanian sebanyak 140.544, yaitu 48% dari total rumah tangga pra sejahtera yang tersebar di 3 kecamatan dan 30 desa.

Untuk itu, Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman pada kesempatan tersebut meluncurkan Program Bedah Kemiskinan Rakyat Sejahtera (BEKERJA) di Dusun Sumber Nangka Desa Sukogidri, Kecamatan Ledokombo, Jember, Jawa Timur. Kabupaten Jember menjadi lokasi kelima sasaran Program BEKERJA setelah Kabupaten Cianjur, Kabupaten Magetan, Kabupaten Purbalingga dan kemarin di Kabupaten Bondowoso.

Amran menilai upaya pemerintah Kabupaten Jember untuk mengentaskan kemiskinan di wilayahnya cukup baik, namun perlu upaya lanjutan untuk mendorong agar angka kemiskinan berkurang. Amran berharap melalui kolaborasi dengan program BEKERJA Kementan, diharapkan akan ada kebangkitan ekonomi di level masyarakat pra sejahtera yang berkelanjutan.

Program BEKERJA merupakan upaya Kementan untuk mengentaskan kemiskinan di tanah air berbasis pertanian dengan tiga tahapan, jangka pendek, menengah, dan panjang. Pada tahun 2018 saat ini Kementan menargetkan program BEKERJA dapat dilaksanakan di 10 provinsi, 776 desa dan 200.000 RTM.

Rumah tangga miskin di Kabupaten Jember kebanyakan berada di area perkebunan dan sekitar hutan yang bekerja menjadi buruh tani atau tenaga harian lepas yang tidak pasti penghasilannya. Target lokasi BEKERJA Kementan di Kabupaten Jember ini akan menjangkau pada 21.941 RTM.

Selain bantuan komoditas peternakan (ayam dan kambing), Kementan juga memberikan bantuan berupa bibit komoditas hortikultura (bibit pohon manga dan paket aneka sayuran), sedangkan untuk perkebunan (kopi dan pupuk), serta pengembangan pekarangan.

Pada saat launching program BEKERJA ini, Menteri Pertanian Amran Sulaiman menyerahkan langsung bantuan kepada masyarakat di lokasi BEKERJA meliputi: 1). Lima ratus (500) benih pohon manga Arumanis dan 1 paket benih aneka sayuran dalam bentuk sachet sebanyak 5 box; 2). Optimalisasi Pemanfaatan Pekarangan Pangan Berkelanjutan (PPB) pada 5 kelompok dengan total 150 RTM: 5). Seribu (1.000) ekor ayam dan 10 ekor kambing yang diberikan kepada 20 RTM; 6). Dua puluh (20) kandang ayam dilengkapi dengan bantuan pakan selama 6 bulan; 7). Bibit kopi Arabika sebanyak 7.500 batang.

Untuk bantuan ternak ayam, tiap 1 RTM akan memperoleh 50 ekor ayam. Untuk kambing/domba diberikan 1 ekor per RTM yang dibuat secara berkelompok dengan tiap kelompok 10 ekor (9 betina dan 1 Jantan). "Apabila hewan ternak yang diberikan dikelola dengan baik, kami yakin akan dapat meningkatkan pendapatan masyarakat pra sejahtera," kata Mentan Amran.

Lebih lanjut Amran menyebutkan bahwa ayam mampu bertelur saat berusia enam bulan dan berproduksi hingga umur dua tahun. "Yang penting ayam tersebut harus terus dipelihara dan jangan dipotong," saran Amran.

Untuk memastikan ayam berkembang biak dengan baik, Kementan juga memberikan bantuan pakan selama enam bulan dan pendampingan. Selain bernilai ekonomi, bantuan ayam tersebut juga dapat membantu peningkatan gizi masyarakat pra sejahtera.



Pemberian bantuan pemerintah ini dilakukan secara bertahap yang menyasar kepada 21.941 RTM di Kabupaten Jember dengan jumlah keseluruhan bantuan sebesar Rp. 120,4 M yang meliputi: 1). Bantuan ayam dan kandangnya sebanyak 1,04 juta ekor dengan nilai Rp110,45 M; 2). Kambing sebanyak 1.098 ekor senilai Rp5,3 M; 3). Bantuan benih pohon mangga seluas 221 ha dengan nilai Rp. 1,7 M; 4). Sarana dan prasarana sayuran 215 ha senilai Rp. 2,7 M; 5). Kopi dan pupuk sebanyak 7.500 batang senilai 130 juta; 6). Pengembangan pekarangan untuk 150 RTM senilai 150 juta.

Amran berharap, dengan bantuan yang diberikan oleh pemerintah ini masyarakat akan dapat membangun cluster di 3 kecamatan dengan begitu akan mendorong tumbuhnya agroindustri. "Jadi, kita ingin membangun skala ekonomi," jelasnya.

Amran menyebutkan bahwa, pembangunan berskala ekonomi menjadi tujuan utama program BEKERJA karena kemiskinan akan berkurang saat roda ekonomi bergerak. "Begitu kita tinggalkan kemiskinan, kemiskinan tidak terjadi lagi karena kita terbiasa berproduksi," pungkas Amran.

Usai penyerahan bantuan-bantuan tersebut Amran mengunjungi setia rumah warga miskin di tempat tersebut sambil memotivasi keluarga miskin agar merawat dan mengembangkan bantuan yang diberikan dengan baik. "Kalau hal tersebut dapat terwujud, mudah-mudahan tahun depan tidak ada masyarakat miskin lagi di sini. Semua InsyaAllah makmur sejahtera," tuturnya.

Menyikapi kegiatan tersebut, Komandan Kodim 0824 Letkol Inf Arif Munawar menyampaikan, "Mudah-mudahan masyarakat mampu mengelola dengan baik bantuan ternak dan bibit tanaman buah maupun sayur yang diberikan."

"Selaku Komando Teritorial nantinya Babinsa juga saya perintahkan untuk mengawal dan mengamankan bantuan tersebut sehingga benar-benar memberikan manfaat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat miskin menjadi sejahtera," tukas Dandim.

Editor: Erickson

T#g:miskin
Berita Terkait
  • Jumat, 27 Jul 2018 18:17

    Derita Warga Miskin di Batang Kuis, Tak Sanggup Berobat Hingga Lumpuh

    Beginilah kondisi Rahmawati, ibu empat anak warga Dusun 3 Desa Baru Kecamatan Batang Kuis Kabupaten Deliserdang.

  • Selasa, 17 Jul 2018 19:17

    Sejak 1999, Pertama Kali Tingkat Kemiskinan RI di bawah 2 Digit

    Untuk pertama kalinya sejak tahun 1999 lalu, tingkat kemiskinan di Indonesia mencapai angka di bawah 2 (dua) digit, tepatnya pada angka 9,82 persen pada posisi Maret 2018. Berkurang jauh dari posisi Maret 2017 yang masih di angka 10,64 persen.

  • Selasa, 17 Jul 2018 17:17

    Babinsa Menampu Koramil 0824/20 Gumukmas Bantu Rehab Rumah Warga Kurang Mampu

    Babinsa Koptu M Rois bersama warga sekitar sekitar 13 orang melaksanakan kerja bakti gotong royong rehab rumah Riyanto (43 Tahun) pekerjaan buruh tani warga kurang mampu yang berdomisili di Dusun Kapi

  • Kamis, 24 Mei 2018 03:24

    Djarot-Sihar Prihatin Kehidupan Pas-pasan 2 Orangtua Renta Ini

    Paslon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara, Djarot Saiful Hidayat-Sihar Sitorus, prihatin dengan kehidupan kakak-beradik, Juminem (70) dan Sarinah (67).Keprihatinan pasangan yang kerap disapa D

  • Minggu, 15 Apr 2018 19:15

    Wanita Paruh Baya Menangis Berharap Sihar Jadi Pemimpin

    Aksi Calon Wakil Gubernur (Cawagub) Sumatera Utara, Sihar Sitorus menjadi perawat dadakan di pengobatan dan pemeriksaan kesehatan gratis terhenti. Adalah jeritan tangis wanita paruh baya yang menghent

  • Minggu, 25 Feb 2018 16:15

    Pemprovsu Berupaya Maksimal Alokasikan Anggaran PKH

    Gubsu Tengku Erry Nuradi mendampingi Menteri Sosial Idrus Marham menyerahkan Bantuan Sosial Non Tunai Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) kepada masyarakat Kota Medan di

  • Sabtu, 24 Feb 2018 10:24

    10 tahun, Sahiruddin Dg. Nompo hidupi keluarga dengan Rp16 ribu per hari

    Hijrah dari kampung halaman Desa Bontosunggu, Kecamatan Tamalatea, Kabupaten Jeneponto Sulawesi-Selatan dan memilih hidup di tanah rantau, Kabupaten Kepulauan Selayar, menjadi keputusan yang sudah sep

  • Sabtu, 09 Sep 2017 02:09

    LPM Unimed Bekali Ekonomi Produktif Anak Jalanan

    Unimed sebagai Lembaga Pendidikan Tinggi di Sumatera Utara tidak ingin berada di menara gading dengan program-program yang hanya menyentuh pendidikan tingkat tinggi.

  • Minggu, 30 Jul 2017 12:20

    Ibu penghina Jokowi mengeluh, sejak anaknya dipenjara, barang terjual untuk biayai hidup

    Maya, 65 tahun, orang tua Ropi Yatsman, 35 tahun, admin dari akun grup publik Facebook "Keranda Jokowi-Ahok", yang sudah menjadi narapidana kasus penghinaan terhadap Presiden Joko Widodo dan penyebar

  • Selasa, 25 Agu 2015 10:54

    Satgas Indobatt Bangun 3 Pompa Air di Wilayah Darfur, Afrika

    Prajurit TNI yang tergabung dalam Satuan Tugas Indonesian Battalion (Satgas Indobatt) Batalyon Komposit TNI Konga XXXV-A/Unamid (United Nations African Union Mission In Darfur) membangun 3 (tiga) Pomp

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2018 https://utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak